Love In The Dream – Chapter 6 (Bidadariku..)

Comments 5 Standard

LITD2Love In The Dream

Chapter 6

-Bidadariku..-

Brandon tak menghentikan senyumannya setelah mengantar Alisha pulang. Hatinya berbunga-bunga mengingat kejadian demi kejadian yang dia lalui bersama Alisha tadi. Brandon merasa dirinya Hidup kembali, Merasa dirinya menemukan Udara yang mampu membuatnya selalu bernafas dan Hidup.

‘Alisha… Angelku…’ lagi-lagi Saat memikirkan nama tersebut membuat Brandon tersenyum sendiri seperti orang Gila.
Sampai dirumah, Brandon mendapati Nessa sang Mama sedang sibuk Memasak di dapur dengan beberapa pelayan.

“Sore Ma..” Sapa Brandon dengan wajah cerianya. “Aaron Mana Ma?? Kok sepi.” Brandon mengambil Air di gelas lalu menegaknya hingga tandas.

“Aaron Ngumpul sama teman SMAnya, Bulan depan dia kan balik lagi, jadi mungkin dia puas-puasin diri ngumpul sama temannya. Kamu Kok tumben sudah pulang.?”
“Aku nggak Ngantor Hari ini Ma..”
“Lohh Kenapa?”
“Bolos.” Brandon tersenyum menyeringai sedangkan Nessa hanya menggelengkan Kepalanya. “Oiya Ma… besok malam masak yang banyak, dan yang enak yaa..”
“Memangnya kenapa? Kamu mau ngajak teman makan disini.?”
“Bukan teman Ma.. tapi Calon istri.” Dan ya ampun… Entah sejak kapan Brandon yang sudah menjadi Lelaki dewasa wajahnya bisa memerah seperti saat ini.
“Calon istri? Kamu serius? Kezia Maksud kamu?”
“Ma.. Aku sama Kezia sudah putus. Ini Benar-benar Calon istriku Ma..”
Nessa memutar bola matanyaa tak percaya. Mana mungkin puteranya tersebut membawa calon istri sedangkan Nessa tau jika Hati Brandon sudah di penuhi dengan gadis dalam fantasinya tersebut. “Mama nggak percaya, Kamu kan cinta Mati sama Angel di mimpi kamu itu.”
Brandon tertawa. “hahhah Dia memang Angelku ma..”
“Apa??? Jadi Angel itu nyata??” Nessa terkejut dan membulatkan matanya.
Brandon tersenyum dan mengangguk. “Besok mama akan tau sendiri bagaimana Angel dalam Mimpiku Ma…”
Lalu Brandon mengecup singkat Pipi Mamanya dan berlari menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. “Dasar anak bandel..” Gerutu Nessa sambil menggelengkan kepalanya. Semoga saja yang dibicarakan Brandon kali ini Benar. Sesungguhnya Nessa sedikit Khawatir dengan Brandon karena Hanya memikirkan Wanita dalam mimpinya tersebut. tapi jika wanita itu nyata, Nessa tentu akan sangat bahagia melihat sang Putera betemu dengan wanita impiannya.

***

Pagi ini, Alisha terbangun Karena ketukan Beruntun di pintu Kamarnya. Aiisshh siapa sih Orang yang pagi-pagi seperti ini membangunkannyaa? Apa Felly?? Jika Felly pasti dia langsung Masuk tanpa basa-basi ketuk pintu terlebih dahulu.
Dengan Enggan Alisha mencoba bangun, Matanya masih sangat berat untuk terbuka. Dengan Menyeret kakinya, Alisha membuka pintu Kamarnya dan sangat terkejut mendapati sosok Tinggi tegap berdiri tepat di hadapannya. Dia Brandon.
“Morning Girl..” Sapa Brandon membuat Alisha Gelagapan. Astaga… Alisha tak bera\ani membayangkaan bagaimana penampilannya saat ini.
“Ka. Kamu.. Kamu ngapain kesini pagi-pagi?”
“Pagi..?? ini sudah jam 10 siang al..”
“Bagiku ini masih pagi.” Gerutu Alisha.
“Aku mau ajak kamu kesuatu tempat.”
“Tapi..”
“Ku tunggu di luar. Lima menit kamu nggak Keluar, Aku akan kembali dan menyeretmu kemanapun Aku mau.” Lalu Brandon Pergi begitu saja meninggalkan Alisha yang masih ternganga karena ulahnya.
Satu Hal yang di akui Alisha saat ini tentang Brandon. Dia suka memaksa, dan juga suka cium sembarangan. Mencium?? Pipi Alisha Memerah saat mengingat Ciuman Mereka saat itu.. “Aisshh.. Apa sihh yang kupikirkan..” Gerutu alisha pada dirinya sendiri sabil memukul kepalanya sendiri.

***

Brandon menghentikan Mobilnya di depan sebuah Butik mewah. Alisha mengernyit, Kenapa Brandon menghentikan mobilnya di sini??
“Kenapa??” tanya Brandon saat menatap Alisha yang penuh tanya.
“Kok kita berhenti disini?”
Brandon tersenyum penuh arti. “Aku mau merubah Bebek Jelek menjadi Angsa Cantik.”
“Ohhh Jadi menurut kamu aku Bebek jelek gitu?”
Brandon tertawa melihat keketusan Alisha. “Ayolah Al.. Ini demi Kakak kamu, Kakak kamu pasti nggak mau bertemu dengan Mama dengan penampilan seperti ini.”
Alisha menatap dirinya sendiri. Yaa benar, Celana ketat penuh dengan robekan dan juga T-shirt bukanlah Style kakaknya, apalagi ini kan untuk bertemu dengan sang Calon mertua.
“Oke Kamu menang, Ini demi Kak Nisha.” Gerutu Alisha.
“Oke, Sekarang ayo kita Masuk, aku kenalin kamu sama Tante Shasha, teman Mama.” Ajak Brandon kemudian.
Brandon mengajak Alisha masu kedalam butik tersebut. Astaga.. butik yang sangat mewah, berbagai macam baju model apapun ada disini, mulai dari baju santai hingga gaun pengantin. Alisha ternganga mendapati baju-baju Feminim untuk wanita yang terjejer Rapi tersebut.
“Ini Butik Tante Shasha, teman Mama. Orangnya cantik dan baik, kamu pasti suka dan nyaman dengannya.” Jelas Brandon.
“Halo Brand.. Wah.. lama nggak kesini,” Kata seorang wanita yang menghampirinya. Wanita yang sangat cantik pada usianya. Wanita tersebut lantas memeluk Brandon dengan akrabnya. “Loh.. kamu bawa siapa?” Tanya Wanita tersebut yang sedikit terkejut dengan Alisha di sebelah Brandon.
“Tante, Ini Alisha, Calon istriku, Al, ini Tante Shasha teman Mama.”
Alisha sedikit terkejut saat Brandon mengenalkan drinya sebagai Alisha bukan Anisha Kakaknya, tapi tentu saja keterkejutan itu disimpan alisha hingga nanti dirinya minta penjelasan dari Brandon.
“Wahh.. Cantik yaa calon istrinya.” Kata Shasha sambil menjabat tangan Alisha dan memandangi alisha dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Sedangkan Alisha Hanya bisa tersenyum canggung.
“Tante, aku mau ngenalin Dia ke Mama, Tante bisa bantu kan?”
“Bisa.. Ayo ajak dia masuk.” Shasha akhirnya menggiring Brandon dan Alisha masuk kesebuah Ruangan. “Bella.. Ada Kak Brandon, Ayoo sini dulu.” Kata Shasha pada seorang Gadis cantik yang sedang duduk Malas-malasan sambil membaca majalahnya.
“Hai Kak, lama nggak ketemu.” Kata Gadis bernama Bella tersebut yang menurut Alisha terlihat sedikit jutek dan judes.
“Haii… Aku sibuk. Main kerumah Gih, Aaron dirumah Loh..” goda Brandon.
“Iiihh Malas.” Lalu tanpa sopan santun Bellapun meninggalkan Brandon Alisha dan mamanya yang ternganga melihat tingkahnya.
“Hehhehe anak itu memang seperti itu, nggak usah di ambil pusing yaa.” Kata Shasha pada Brandon dan Alisha.
“Dia Masih Jutek. Nggak berubah.” Kata Brandon sambil tertawa.

***

Alisha benar-benar tak menyanga jika dirinya akan di olah sedemikian Rupa oleh Tante Shasha tersebut. untuk pertama kalinya, Alisha mengenakan Rok Kembali setelah beberapa tahun yang lalu.. Wajahnyapun dihias, rambutnya sedikit di sanggul mengingatkan Alisha pada Malam itu… Malam dimana Dirinya akan melakukan Tari Balet untuk sebuah Audisi. Malaam dimana dirinya Gagal untuk membuktika pada orang tuanya dan berakhir menjadi Pecundang yang kehilangan semuanya.
“Ada yang kamu pikirkan?” Tanya Shasha yang masih mengolah rambut alisha.
“Tidak Tante.”
“Kamu kenal Brandon dari mana? Setau tante, Brandon nggak mudah dekat sama perempuan.”
“Eemm ceritanya panjang tante.”
“Apa mungkin kamu wanita yang selama ini di mimpikannya?” Tanya Shasha membuat Alisha sedikit terkejut.
“Tante tau Cerita tentang mimpinya itu??” Tanya Alisha penasaran.
“Tentu saja, Kami semua orang di dekatnya sangat penasaran dengan Sosok Angel itu. Bagaimana mungkin dia membatalkan pertunangannya dengan Tunangan sempurnanya itu Hanya karena Wanita yang di kenalnya di dalam mimpi.” Shasha sedikit tersenyum saat mengingat Kekonyolan Brandon. “Tapi jika Angel itu cantik seperti kamu, Mungkin Pilihan Brandon tepat.” Lanjut Shasha lagi.
Alisha Mangut-mangut, ohh jadi semua orang tau tentang mimpi aneh Brandon tersebut?? entah kenapa alisha jadi penasaran dengan apa yang dimimpikan Brandon saat itu.
“Sudah siap.” Kata Shasha sedikit mengejutkan Alisha. “Brand.. Alisha Sudah siap.” Kata Shasha lagi.
Brandon Lalu berjalan menuju Tempat Alisha di dandani. Brandon ternganga, terkesima Mendapati Pantulan Wajah Alisha Dari kaca di hadapannya.
‘Angell…’ Lirih Brandon dalam Hati. Sungguh Alisha saat ini benar-benar menjadi Sosok angel dalam mimpinya.
Sedangkan Alisha sedikit Risih mendapati tatapan Brandon dari Kaca di hadapannya. Saat ini Brandon masih di belakangnya tapi tatapan itu benar-benar mempegaruhinya. Astaga…. Alisha benar-benar merasa gugup.
“Tante tinggal Dulu ya…” Kata Shasha menepuk Bahu Brandon.
Alisha lalu berdiri Dan kemudian Menghadap Brandon dengan Wajah Merah padamnya. “Kenpa Ekspresimu seperti itu?? Apa aku masih seperti Bebek jelek?”
“Bidadari..”
“Apa??” Alisha tidak mengerti apa yang dikatakan Brandon.
“Kamu seperti Bidadari.” Kata Brandon masih belum ingin mengedipkan Matanya.
Alisha mendengus. “Huuhhh Kamu itu pinter banget Merayunya, Tapi Sorry Brand, Aku nggak gampang dirayu.”
Brandon tersenyum Miring. Brandon melangkahkan Kakinya mendekati Alisha,”Benarkah??” Tanyanya masih dengan mendekat, Sedangkan alisha Mudur menjauh.
“Te.. Tentu saja.”
“Wajahmu Merah padam.”
“hahhah Mana mungkin, ini Karena Blush on.”
Brandon tersenyum lagi. Kali ini tubuh mereka sudah sangat dekat dan hampir saling menempel. “Aku akan Menciummu Kalau Kamu nggak ngaku.”
“Aku nggak Takut..”
Lalu tanpa Basa Basi lagi Brandon menyambar Bibir Merah Alisha, Melumatnya penuh Gairah, sedangkan Alisha pun membalasnya Seakan tak ingin kalah dengan permainan Brandon.
Brandon Menarik tubuh Alisha hingga tubuh mereka Menempel sempurna, Alisha bahkan merasakan Sesuatu berdenyut yang menempel pada perut Bawahnya. Ahhh Sial.. !! lelaki ini sangat Bergairah. Pikir Alisha masih dengan membalas setiap Lumatan Panas dari bibir Brandon.
“Astaga Brandon…” Suara Shasha menghentikan Aktifitas mereka berdua.
Dengan nafas tersenggal-senggal Keduanya menjauh dan saling memperbaiki panampilan Masing-masing yang sedikit berantakan.
“Apa kamu nggaak bia menahannya sampai nanti malam?? Coba lihat, Dandannanya berantakan lagi, Ya ampun…” Shasha sedikit mengomel tapi tak bisa menyembunyikan tawa gelinya saat melihat dua sejoli yang sudah sama-sama memerah tersebut.
“Maaf tante.” Brandon Tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Sana Keluar, biar Tante baikin Lagi.”
Akhirnya Brandon Keluar dan kembali menunggu Alisha Lagi. Ahhh sial…!!! Harusnya kamu bisa menahan Diri Brand… Gerutu Brandon dalam Hati.

***

Jam Empat Sore, Brandon baru sampai di Mansionnya. Alisha Masih duduk dengan tenang di sebelahnya, kedua-duanya entah kenapa merasa Canggung satu sama lain setelah ciuman panas yang dilakukan Mereka tadi.
“Kita sudah sampai.” Kata Brandon kemudian. Sebenarnya Brandon sedikit kurang nyaman melihat kediaman Alisha yang tidak seperti biasanya. “Kamu.. Masih mikirin yang tadi?”
Alisha tersentak dengan pertanyaan Brandon. Yaa Ampun.. tentu saja masih Brand… Bagaimana mungkin dirinya melupakan Ciuman panas yang membuatnya Basah seketika itu juga??
“Enggak Lah.. Itu sudah biasa.” Jawab Alisha berbohong, Alisha berusaha terlihat sebiasa mungkin.
“Sudah Biasa?? Maksud Kamu??”
“Ya biasa, jadi nggak usah dipikirin Lagi. Bukan kah kamu bilang Kalau Kamu hanya mencium wanita yang kamu Cintai di keningnya?? So, Jika kamu masih mencium di bibir itu masih wajar.” Kali ini Nada bicara Alisha sedikit meninggi.
Brandon Tersenyum. “Apa Kamu ingin Aku mencium Di keningmu??”
“Apa?? Kamu ngarang??? Tentu saja Enggak. Berapa kali aku bilang, kamu bukan Typeku Brand.”
“OH yaa…?? Lalu seperti apa Type Lelaki idamanmu?? Bad Boy?? Apa aku masih kurang Bad Boy menurutmu??”
“Heemmm… Nanti aku akan memberi taumu bagaimana lelaki idamanku.”
Brandon mengangguk pasti. ‘Apapun Al.. Bagaimanapun lelaki idamanmu, Akan kupastikan jika aku bisa menjadi seperti mereka bahkan lebih baik lagi.’ Tekat Brandon dalam hati.

Akhirnya Brandon mengajak Alisha masuk kedalam Mansionnya. Disana sudah Ada nessa yang menyambut dengan sangat ramah. Alisha lagi-lagi mengernyit saat Brandon mengenalkannya sebagai Alisha, Bukan Anisha Kakaknya.
“Kamu Gila ya.. bagaimana mungkin kamu ngenalin aku sebagai diriku sendiri??” Tanya Alisha kepada Brandon setelah Nessa meninggalkan mereka berdua yang kini berada di taman belakang dekat kolam renang.
“Sebenarnya Mama dan semua keluargaku belum mengenal Anisha, Jadi nggaak apa-apa dong kalau aku kenalkan Kamu sebagai diri kamu sendiri.”
“Yaa tapi kamu kan nikahnya nanti sama Kak Nisha Brand..”
“Itu bisa di atur nanti.”
“Kok bisa di atur sih… Kamu Aneh.”
“Well.. ternyata Abang Gue bawa cewek kerumah.” Suara jail di belakang Alisha membuat Alisha menoleh kebelakang.
“Al… Dia Aaron, Adikku.” Brandon mengenalkan Alisha dengan Aaron.
“Aaron.. Jadi kamu Adik Brandon??” Tanya Alisha sedikit terkejut. Brandonpun juga terkejut tak menyangka jika Alisha mengenal Aaron. Sedangkan Aaron nampak mengamati Alisha lebih tajam lagi.
“Shitt..!!! Kamu Alisha Yang tadi malam..??” tanya Aaron nampak tak percaya.
“Yaa tentu saja.” Jawab Alisha dengan senyuman semeringahnya. Keduanya lalu sama-sama saling bersalaman. Alisha benar-benar tak menyagka jika akan bertemu dengan lelaki yang menolongnya tadi malam disini sebagai adik Brandon. Sedangkan Aaron juga tampak tak menyangka jika Alisha, wanita biasa pengantar minuman yang di temuinya tadi malam disebuah Pub Mampu berubah menjadi sosok bidadari di hadapannya.
“Kalian saling kenal?” Tanya Brandon sedikit Kesal karena merasa tidak di hiraukan.
“Yes Brand.. Dia wanita Seksi di pub yang kutemui tadi malam. Temanku suka sama dia, dan tadi malam dia ada sebuah insiden dan aku menolongnya.” Jelas Aaron. “Sungguh, Aku nggak nyangka akan ketemu sama kamu di rumahku dalam keadaan seperti ini. kamu cantik.” Kata Aaron lagi kali ini sambil menatap Alisha.
Brandon menatap Alisha yang terlihat menunduk dan tersipu-sipu seperti saat ini. dan itu membuat Brandon tidak suka. Diraihnya pinggang Alisha penuh dengan Rasa Posesif. “Aaron, Alisha ini tunanganku. Jadi jaga sikap kamu.”
Alisha sedikit tersentak dengan pengakuan Brandon, Alisha bahkan sedikit mencoba melepaskan Diri dari Brandon.
“Jadi kalian tunangan??”
“Ya… Bukan begitu sayang?” Brandon mendekatkan bibirnya di telinga Alisha. Sedangkan Alisha membulatkan matanya kepada Brandon, menatap Brandon dengan tatapan ‘Lepaskan atau ku injak Kakimu.’ Tapi Brandon masih tak menghiraukannya, dia malah semakin mempererat rangkulannya.
“heiii… ayoo di aja Masuk, Papa sudah datang.” Kata Nessa yang memanggil para puteranya untuk masuk kedalam rumah.
“Oke Momm..” Kata Aaron kemudian. “Ayo masuk dulu Al.” Ajak Aaron. Lalu Aaron melesat masuk kedalam rumah meninggalkan Brandon dan Alisha.
Secepat kilat Alisha menginjak keras-keras kaki Brandon dengan Heels nya. Membuat Brandon meringis kesakitan sambil terpincang-pincang memegangi kakinya.
“Kamu Ngapain sih..”
“Kamu tuh yang ngapain, Ingat Yaa Brand, Kita Cuma pura-pura.”
“Tapi aku nggak suka lihat dia mandang kamu kayak Gitu.”
“Heloo.. aku yang dipandang saja nggak keberatan, Kenapa kamu Marah..” kata Alisha kemudian. “Lagian Brand, bukankah kamu ingin tau seperti apa Lelaki idamanku? Yaa… lelaki idamanku seperti Aaron Adik kamu.” Kata Alisha lagi sambil meninggalkan Brandon yang membulatkan matanya. Tak percaya jika Alisha berkata seperti itu.
Aaron..??? Lelaki idamannya seperti Aaron..?? Bagaimana mungkin?? Bagaimana bisa?? Aaron memang bandel dan terkesan seperti Bad Boy, Tapi.. astaga.. bagaimanapun juga Brandon tidak akan pernah bisa menjadi seperti Aaron. Adiknya itu memiliki keistimewaan tersediri dari pada dirinya, Begitu pula dengan Aaron, Aaron juga tak akan bisa menjadi seperti dirinya. Kedua-duanya memiliki keistimewaan tersendiri.
Sedangkan Alisha meninggalkan Brandon dengan senyuman diwajahnya. ‘Kita impas Brand.. Kemarin kamu membuatku kesal karena melihatmu dengan Kak Nisha, maka tidak ada salahnya bukan jika aku membuatmu kesal dengan kedekatanku dan adikmu??’ Pikir Alisha dalam Hati tanpa bisa menghilangkan senyuman di wajahnya.

-TBC-

Advertisements

Love In The Dream – Chapter 5 (Rasa Apa Ini..??)

Comments 7 Standard

LITD2Love In The Dream

Chapter 5

-Rasa apa ini..??-

Alisha terbangun seutuhnya dengan keringat dingin, Jantungnya berdebar lebih cepat, Raut wajahnya menampakan Rasa ketakutan yang mendalam. Mimpi apa itu?? Bagaimana mungkin dirinya bermimpi seperti itu.
Mimpi itu terasa begitu nyata. Alisha memimpikan sang kakak Bersanding dengan bahagia bersama dengan Brandon, Lelaki yang baru di kenalnya. Dan entah kenapa Alisha merasa tidak Rela.
“Baru bangun Al..? Tuhh sudah di tunggu sama Lelaki kemarin.” Kata Felly yang sudah masuk kedalam kamarnya.
Alisha mengernyit. “Lelaki kemarin?”
“iya.. lelaki yang dari kemarin ngajakin kamu makan siang terus.”
“Ohh.. Brandon.”
“Al.. Dia Keren juga Loh..”
“Sial.. Dia Tunangan Kakak kembarku. Udah sana pergi aku mau mandi dulu.”
“Huhhh dasar,” Gerutu Felly sambil meninggalkan Alisha.

***

Alisha keluar dan mendapati Brandon sudah duduk dengan gagahnya didalam ruang tamunya yang kecil. Yaa… Alisha dan Felly hanya bisa menyewa rumah yang sedeerhana seperti ini jika mengandalkan gajih mereka dari pekerjaan Masing-masing.

Sebenarnya Felly adalah seorang gadis dari kalangan berada seperti dirinya. Fellysia Puteri Revano. Tapi entah kenapa Felly lebih memilih tinggal di daerah kumuh seperti ini bersama dengannya. Felly tidak memiliki hubungan yang buruk kepada kedua orang tuanya seperti Alisha dan orang tuanya. Orang tua Felly bahkan setring mengunjungi Mereka di rumah kontrakan ini. tapi Alisha masih tidak tau apa Alasan Felly tinggal di tempat seperti ini.

“Sudah menunggu Lama?” Tanya Alisha sambil menghampiri Brandon.
Brandon tersenyum. “Lumayan. Kamu bangun siang terus?”
“Tentu saja, aku kerja malam Brand. Ayo pergi.” Ajak alisha yang langsung diikuti Brandon di belakangnya.
“Kita kemana kali ini?” tanya Alisha ketika sudah didalam mobil Brandon. Beberapa hari setelah Makan siang dengan Kakaknya waktu itu, Brandon selalu mengajaknya makan siang di tempat-tempat Mahal. Tentu saja tanpa Sungkan lagi Alisha menerima ajakan Brandon. Keluar dari rumah dan hidup sederhana dengan serba kekurangan membuat Alisha merindukan masakan-masakan mahal.
“Kita ke bandara.”
“Kenapa?” Alisha sedikit terkeejut.
“Nisha berangkat ke kuala lumpur Hari ini.”
“Apa?? Bukankah itu masih akhir minggu ini?”
“Keberangkatannya Dipercepat.” Jawab Brandon kemudian.
Alisha langsung membenarkan penampilannya. “Astaga.. jika tau ke bandara, mungkin aku akan berenampilan lebih baik lagi.” Gerutu alisha.
“Kamu Cantik Kok.”
Alisha sedikit terkejut dengan perkataan Brandon, entah kenapa dirinya menjadi sedikit salah tingkah. Tapi itu tidak berlangsung Lama, Alisha lantas membentengi dirinya kembali hingga tidak jatuh pada pujian Brandon. Ingat Al.. Dia tunangan Kakak kamu.. bisiknya dalam hati.
“Heii… Kamu sudah punya tunangan, ingat itu.” Kata Alisha mencoba seketus mungkin.
Brandon tersenyum. “Aku tau, tapi sepertinya Kamu salah tingkah.”
“Hahhahahhaa Please.. Brand, kamu bukan Type Lelaki idamanku.”
“Lalu apa Type lelaki idamanmu?”
“Yang jelas, dia tidak terlalu kaku dengan Kemeja sepertimu, Dan juga tidak membosankan seperti Lelaki kantoran pada umumnya.”
“Jadi menurutmu aku terlalu kaku dan Membosankan?”
“Yuuppss… Dan terlalu tua hahhaha” Kata Alisha sambil tertawa lebar.
Brandon lalu menepikan Mobilnya dan memberhentikan Lajunya.
“Kenapa Kita berhenti disini?” Tanya Alisha sedikit heran.
Brandon lalu mebuka SeatBelt yang dikenakannya lalu mendekatkan wajahnya kearah Alisha. Mebuat Alisha gugup setengah mati karena kedekatan mereka.
“A.. Apa yang Kamu lakukan,, Brand..” Alisha serpatah-patah saat mengucapkan Kalimat tersebut.
Brandon tersenyum Menyeringai. “Jadi… Kamu lebih suka Bad Boys dari pada Good Boys..?” Brandon bertanya penuh dengan penekanan, dan masih mendekatkan wajahnya kearah Alisha.
Alisha semakin meringsut kesisi Mobil untuk menjauhi Brandon. Tapi di sisilain dirinya tidak mau kalah dengan Brandon. “Te.. Tentu saja… Bad Boys Lebih keren menurutku..” Alisha masih saja terpatah-patah meski dirinya sudah bersikap setenang mungkin dengan kedekatan mereka.
Brandon tersenyum mengejek. “Kamu belum mengenalku Al.. Aku bisa lebih buruk dari pada ini.”
“Benarkah?? Aku nggak takut.”
Lalu ‘Cuuupp’.
Bibir Brandon Mengecup Bibir Alisha singkat. Kecupan singkat itu mampu membuat Alisha ternganga. “Kamu belum mengenalku Al..” Kata Brandon lagi tepat di telinga Alisha. Lalu Brandon kembali ketempat duduknya dan kembali mengemudikan mobilnya sambil sesekali tersenyum melihat Alisha yang masih Merah padam.
Sedangkan Alisha sendiri tidak tau Apa yang terjadi denganya. Tubuhnya menegang, Bisikan Brandon seakan menghantarkan sesuatu yang membuat semua bulu di lehernya meremang, Kecupan singkat Brandon membuatnya seakan-akan dialiri puluhan ribu Voltase listrik, membuatnya hanya bisa Diam, tak dapat mencerna apapun dalam pikirannya. Jantungnya… Ohh jangan ditanya lagi, detakannya Seakan-akan sudah seperti Bom yang akan meledak.
Rasa apa ini…?? Rasa ini rasa yang tidak pernah Alisha rasakan sebelumnya…

***

Alisha masih diam membatu ketika duduk di ruang tunggu bandara di sebelah Brandon. Alisha terlihat sangat gelisah dan tidak nyaman dalam duduknya, dia tidak berani mengangkat Wajahnya hanya untuk sekedar melihat Brandon. Ada apa ini??
Berbeda dengan Brandon yang malah nampak ceria dan tidak pernah berhenti menyunggingkan senyumannya. Apalagi ketika melihat Alisha yang masih sedikit salah tingkah dan juga memerah karena kelakuannya yang sedikit mengejutkan tadi.
“Kalian sudah lama? Maaf aku telat.” Kata seorang wanita yang tak lain adalah Anisha.
Brandon menghampiri Anisha dan membawakan koper yang di seret Anisha. “Kami baru samapai juga Kok.” Kata Brandon dengan lembut.
Entah kenapa Alisha sedikit risih dengan pemandangan yang ada dihadapannya tersebut. “Kenapa berangkat sekarang Kak?”
“Dari pihak rumah sakit memajukan semuanya.” Kata Anisha yang kini sudah berdiri tepat dihadapan Alisha. “Al.. Aku titip Brandon yaa… Kalau dia nakal telepon aku.” Kata Anisha sambil tersenyum simpul.
Alisha merasakan perasaan Aneh saat Kakaknya meengucapkan kalimat tersebut. “Tenang saja Kak, Kak Nisha nggak usah khawatir. Dia Aman denganku.” Lalu keduanya tertawa sambi berpelukan.
Waktu Chek in pun tiba, Anisha berpamitan dengan Brandon dan Alisha. Saat Anisha akan masuk untuk Chek In, Brandon memiliki suatu ide didalam pikirannya. Dikejarnya Anisha, lalu Brandon memeluk Anisha erat-erat seperti sepasang kekasih yang akan berpisah.
“Ada apa Brand..?” Bisik Anisha sedikit risih.
“Maaf, Mungkin ini sedikit keterlaluan.” Kata Brandon sambil tersenyum lalu diikuti Ciumannya tepat di kening Anisha. “Terimakasih sudah memepercayakan Adikmu untukku.” Kata Brandon sambil tersenyum.
Anisha tersenyum. “Jadi kamu ingin membuatnya Cemburu?” Tanya Anisha yang juga ikut tersenyum. Brandon mengangguk. “Kalau begitu maaf juga tentang ini.” Anisha Berjinjit dan mengecup Pipi Brandon dengan lembut. “Semoga Berhasil Brand..” Bisik Anisha di telinga Brandon.
Keduanya lalu sama-sama tersenyum dan saling melambaikan tangan layaknya sepasang kekasih yang sedang berpisah. Mereka melupakan Alisha yang berdiri sendiri sedikit jauh dari tempat Mereka saling mengecup mesrah tadi. Alisha berdiri membatu, Telapak tangannya tanpa sadar meraba dadanya yang entah mengapa terasa nyeri melihat pemandangan tersebut..
Alisha berbalik dan pergi begitu saja meninggalkan Brandon yang masih asyik menatap kepergian Anisha, Kakaknya. Perasaannya Kacau, entah kenapa bisa seperti itu Alisha sendiri tak tau. Yang alisha tau adalah saat ini dirinya membutuhkan Cokelat atau makanan manis lainnya untuk menghilangkan Rasa pahit dalam hatinya.

***

Brandon mengelilingi Bandara dan masih tidak menemukan Dimana Alisha berada. Sial…!!! kemana perginya wanita tersebut..?? sudah berkali-kali dirinya menghubungi Alisha tapi Alisha tetap tidak mengangkatnya.
Brandon masih berkeliling, lalu pandangannya tertuju pada sebuah Cafe lebih tepatnya kedai cokelat dan Ice Cream disebuah di ujung bandara. Disana ada seorang wanita yang duduk sendiri dengan berbagaai macam menu di mejanya.
Ujung bibir Brandon tertarik keatas menampilkan sebuah senyuman menawanya saat mendapati wanita yang dia cari berada dalam kedai tersebut. Brandon ahirnya menghampirinya dan duduk tepat di hadapan Alisha.
“Apa Kamu tau Kalau aku sejak tadi mencarimu? Kamu malah asik-asikan makan disini.” Kata Brandon sambil menghela nafas leganya.
“Aku lapar.” Jawab Alisha Cuek tanpa memandang kearah Brandon, bahkan Alisha masih saja menyantap Ice Creamnya dan Muffin Cokelat di hadapannya.
“Kalau Kamu lapar kenapa Hanya makan Ice Cream?”
“Memangnya kenapa, Bukan urusan kamu Kan?” Dan keketusan Alisha membuat Brandon tertawa. “Kamu Gila?” Alisha tampak kesal saat mendapati Brandon malah menertawakan Dirinya.
“Enggak, Kamu lucu Saja.” Kata Brandon yang saat ini sudah tersenym penuh Arti. “Besok malam Kita akan kerumahku untuk bertemu orang tuaku, Ingat Kamu harus perbaiki penampilah kamu.”
“Apa, kenapa Aku harus kesana?”
“Bukankah Kamu janji mau menggantikan kakak kembarmu saat dia tidak ada?”
“Ya tapi Kenapa harus aku yang kerumahmu? Kenapa bukan Kak Nisha sendiri ?”
“Jadwal pertemuannya di jadwalkan Besok, dan ternyata keberangkatan Nisha di percepat, akhirnya Besok aku sudah mulai menggunakan jasa kamu.”
“Jasa..??”
Dan Brandon hanya tersenyum mengangguk.`”Pokoknya besok siang Kujemput.” Kata Brandon tak bisa di ganggu gugat.
“Brand.. Emm… Kamu beneran serius sama Kak Nisha.?? Maksudku..”
“Tentu saja aku serius, Apa kamu nggak lihat tadi bagaimana mesrahnya kami??”
Alisha mencoba tertawa meski Hatinya sedikit perih. “hahha Mesrah?? Yang seperti itu kamu bilang mesrah?? Kamu Kuno Brand..”
Brandon mengangkat sebelah alisnya, “Lalu bagaimana Mesrah menurut kamu?”
“Tentu saja lebih dari itu..” kata Alisha sambil Menyendok ice Creamnya kembali.
“Maksud kamu seperti ini.??” Brandon berdiri lalu mencondongkan Badanya kearah Alisha, mengangkat dagu Alisha dan tanpa permisi menyambar Bibir mungil Alisha yang masih penuh dengan Ice Cream Coklat. Ciuman Panas tapi terasa dingin karena Ice Cream tersebut, Menggairahkan dan juga manis.. astaga.. Alisha bahkan tidak menyangka Brandon akan melakukan Hal ini di depan Publik.
Brandon Mengakhiri Ciumannya , mengusap ujung bibirnya yang ternyata ikut belepotan karena Ice Cream cokelat milik Alisha, tanpa sedikitpun meninggalkan Senyuman puasnya. “Bagaimana, Apa Kamu sudah mengenalku??” Tanya Brandon dengan Seringaiannya.
Sebenarnya Alisha sangat Gugup, tapi tentu saja Alisha berusaha menutupi kegugupannya. Dia tak mau Brandon merasa menang atas dirinya. “Mengenal, Apa maksud Kamu?”
“Bahwa aku bukan Lelaki Kaku, membosankan Tua dan Kuno seperti yang kamu bilang.”
“Ohh Yaa..???” Alisha masih saja tak bisa menghentikan detakan jantungnya yang semakin menggila.
“Kamu mau lebih??”
“Apa..??” Alisha terbelalak ketika Brandon mengucapkan Kata ‘Lebih’. Tentu saja Alisha tau Apa maksud dari Brandon tersebut. Apakah Brandon bukan lelaki baik-baik seperti yang terlihat pada penampilannya?? “Jangan-jangan.. Kamu dan Kak Nisha Sudah…”
“Hahhaha Kamu jangan berfikir aneh-aneh. Jika aku mencintai seseorang, Aku hanya akan mencium keningnya. Itu saja.”
“Aku nggak Percaya, Kamu tadi menciumku mana mungkin Kamu nggak pernah Mencium Kak Nisha..”
“Karena aku mecintai Nisha, Bukan mencintai Kamu.” Kata Brandon penuh penekanan dengan menyunggingkan senyuman Misteriusnya.
Kata-kata Brandon entah kenapa membuat Alisha sedikit Sakit. “Jadi Kamu..”
“Lupakan.” Brandon memotong Kalimat Alisha sambil bergegas menarik Alisha berdiri. “yang penting mulai sekarang, Kamu menjadi tunangan Palsuku. Ayo sekarang kuantar pulang.” Brandon menggandeng pinggang Alisha dengan mesrah dan mulai pergi meninggalkan Kedai tersebut.
Perasaan Alisha saat ini tentu saja tak karuan, sedikit sedih saat mengingat semua ini Sandiwara.. tapi entah kenapa Alisha juga merasa senang bisa sedekat ini dengan Lelaki disampingnya tersebut. Astaga… Perasaan apa ini??? Rasa apa ini..??

_TBC_

Jangan Lupa Vote dan Coment Yaa… Btw sedikit Info.. Untuk My Brown Eyes, mungkin nggak akan Update akhir2 ini karena aku maunya nyelesein dulu sampek End baru di Update secara berkala,,, Itu cerita soalnya berat nggak kayak cerita ini yang ringan dan gampang di bolak balik… heheheh jadi maaf yaa lama updatenya nanti.

Love In The Dream – Chapter 4 (Hatiku Memilihmu..)

Comments 5 Standard

LITD2Love In The Dream

Chapter 4

-Hatiku Mmilihmu..-

 

Brandon masih saja memandangi wanita yang duduk dihadapannnya kini tanpa sekalipun berkedip. Astaga.. Apa dia Angelku?? Apa dia yang hadir dalam mimpiku selama ini?? tapi entah kenapa Hatiku berkata lain?? Pikirnya kemudian.

“Maaf Pak Brandon, Apa nggak diminum kopinya.?” Tanya Anisha dengan lembut tak lupa degan senyuman mempessonanya.
Senyuman itu berbeda… Pikir Brandon lagi.

“Ohh iya, Maaf, Saya terlalu kaget.” Kata Brandon sambil menyeruput Black Coffe pesanannya. Yaamereka ini ada disebuah Cofeeshop tak tauh dari rumahsakit tempat Anisha bekerja.

“Ngomong-ngomong, Ada yang bisa saya bantu? Kenapa Pak Brandon mencari saya?” tanya Anisha langsung pada inti permasalahannya. Siang itu, Anisha sedikit terkejut saat mendapat telepon dari seorang yang tidak dikenal bernama Brandon. Brandon ingin mengajak Anisha bertemu, namun tentu saja Anisha menolaknya, taapi ketika Brandon berkata jika ini ada hubungannya dengan Alisha adik kembarnya, akhirnya Anisha menerima ajakan Brandon untuk bertemu dengannya.

“Panggil saja, Brandon. Saya tidak setua itu.” Kata Brandon sambil tersenyum. Astaga.. Berbicara dengan Anisha bahkan lebih mudah dibandingkan dengan berbicara dengan Alisha, kembarannya.

“Oke Brand, Apa kita pernah mengenal sebelumnya? Kenapa Kamu mencari saya?”

“Begini,” Brandon menarik nafas panjang dan memulai aksinya. “Saya bingung harus mulai bercerita darimana. Sebenarya saya mencari seseorang yang tidak saya kenal.”

Anisha tertawa lebar. “Bagaimana mungkin kamu mencari orang yang tidak kamu kenali?”

“Emm.. Saya mempunyai mimpi aneh, dan mimpi itu terjadi sejak lima tahun yang lalu setelah saya bangkit dari Koma hingga sekarang. Dan dalam mimpi itu saya melihat Kamu.. Emmm maksud Saya Alisha..”

“Kamu yakin itu Alisha??”

Brandon menunduk dan menggeleng. “Sungguh, ini benar-benar membuatku Gila, Bagaimana mungkin kalian bisa ada dua??”

“Memangnya seperti apa wanita dalam mimpi kamu itu??”

“Secara Fisik dan sikap, Dia seperti Kamu, Tapi… Aku merasa ada yang salah Disini. Aku merasa…..”

“Jika Alisha lahh wanita itu, benar bukan??” Brandon menatap Anisha dengan tajam lalu menganggukkan kepalanya. Yaaa tanpa di suruh entah kenapa Hati Brandon sudah memilih Alisha, padahal secara fisik jelas Alisha sangat berbeda dengan Angel dalam mimpinya.

“Apa yang akan kamu lakukan jika Alisha benar-benar wanita dalam mimpi kamu??” tanya Anisha secara langsung.

“Saya Akan menikahinya.” Jawab Brandon dengan cepat dan tegas. Naamun jawaban itu mampu membuat Anisha menyunggingkan senyumannya.

***

Alisha sedang melingkuk-lingkukkan tubuhnya. Kakinya menari dengan berjinjit-jinjit. Memakai Rok pendek yang mengembang dengan bulu-bulu Angsa sebagai hiasan di kepalanya. Hari ini dia menjadi seoraang putri angsa putih diatas panggung. Melangkah kesana kemari memperlihatkan lekukan indah dari tubuhnya.. tarianya terlihat beritu Harmoni dengan musik yang mengiringinya..

Ohh Balet… Adalah tarian yang sangat digemarinya sejak SMA… sejak sang Kakak ingin dirinya menggantikan Kakak kembarnya tersebut menari Balet karena terhalang oleh sesuatu.

Ekspressi manjanya terlihat begitu saja saat dirinya menari Balet.. Balet membuatnya berbeda dengan sosok yang selama ini dia bangun.. Balet membuatnya memiliki dunia tersendiri, dimaana tidak ada orang yang akan membedakannya denga sang kakak..
Alisha masih melanjutkan tariannya hingga sang pemain musik berhenti. Nafasnya tersenggal-senggal, tapi dirinya masih menyempatkan diri untuk membungkuk pada para penonton.

Penonton..?? Saat Alisha mengangkat wajahnya, hanya ada satu penonton di depan panggung besar tersebut, penonton tersebut tersenyum dengan mata berkilat penuh kekaguman dan juga tepuk tangan untuknya. Dia adalah lelaki itu, Brandon. Lelaki aneh yang selalu menyebutnya Angel.

Alisha ternganga mendapati Brandon yang kini sudah dihadapannya dan melihat semua tariannya. Astaga.. ini pasti akan sangat menggelikan bagi lelaki itu. Alisha ingin segera pergi dari panggung aneh ini, tapi nyatanya, tangan Brandon sudah lebih dulu meraih tangannya.

“Mau kemana??” Tanya Brandon dengan suara berat nan parau.
“Aku Harus pergi.” Kata Alisha dengan gugup.
“Kamu malu?? Kenapa Malu??”
“Tidak, aku tidak Malu..”
Brandon lalu mengangkat Dagu alisha.. “Alisha… Aku mencintaimu…” kata Brandon sambil mendekatkan wajahnya, lalu bibir merekapun akhirnya saling bertemu, saling bertautan seakan-akan tak bisa dipisakhan..

Alisha terjatuh dari ranjang mungilnya ketika Jam Weekernya berbunyi keras tanda jika dirinya harus segera bangun dari mimpi indah yang sedang dialaminya. Mimpi..?? Ahh sial.. kenapa dirinya bisa bermimpi aneh seperti itu?? Dengan lelaki itu???

Ah yaa Brandon… kenapa Dirinya jadi memikirkan Brandon?? Sejak awal bertemu di Bus tersebut, Alisha memang merasa ada yang aneh dari lelaki tersebut. Lelaki itu sangat mempengaruhinya, membuat jantungnya tak berhenti berdegup kencang.
Wajah tampan, perawakan yang gagah, penampilan yang menawan, suara beratnya, dan juga aroma tubuhnya benar-benar bisa di sebut dalam satu kata yaitu ‘Perfect’.

Semua yang ada dalam diri lelaki tersebut adalah Sempurna. Mana mungkin Alisha dapat menghindari kenyataan tersebut. hanya satu Hal yang membuat Alissha enggan berdekatan dengan Brandon. Brandon selalu menyebutnya dengan nama Lain, Angel.

Bisa saja Angel adalah istri Brandon yang sudah meninggal dan mirip dengannya dan Brandon ingin dirinya menjadi pengganti istrinya tersebut, atau bisa Jadi Angel dalah Kakak kembarannya yang bagaikan malaikat tersebut.

Alisha benar-benar sangat tidak suka jika dirinya dilihat sebagai sosok lain, seperti keluarganya yang selalu menekannya hingga dirinya memilih untuk kabur dari rumah.

Alisha mengusap wajahnya dengan frustasi. Kenapa dirinya bisa memimpikan Brandon?? Dan laki-laki itu, Kemana dia?? apa benar jika dia sudah menemukan Sosol Angel dalam diri Kakak kembarannya tersebut?? Ahhhh mengingat itu entah kenapa Alisha ingin marah.
Alisha bergegas mandi lalu berganti pakaian. Saat dirinnya sedang menyisir rambut,Ponselnya berbunyi. Dan terpampang jelas nama sang Kakak kembarannya tersebut.

“Iya Kak?”
“Al.. bisa makan siang bareng?”
“Dimana Kak? Aku nggak bisa lama tapi.”
“Oohh tenang saja, Di tempat biasa yaa.. Ada yang mau Aku kenalin sama kamu.”
Alisha mengangkat sebelah alisnya. “Siapa?”
“Tunanganku.”
Deggg… Entah kenapa Hati Alisha seakan dipukul oleh Martil. Perasaan itu selalu muncul, perasaan iri akan diri sang kakak kembarnya karena selalu sempurna, selalu mudah hidupnya, tidak seperti dirinya kini yang masih luntang-lantung, jangankan tunangan, pacar saja mungkin tidak punya.

“Baiklah, tapi tidak lama yaa…” Kata Alisha yang sudah dengan Mood buruknya.
“Okay…”

Alisha menghela nafas panjang saat telepon sudah di tutup. Kini bebannya bertambah satu lagi. Kakaknya akan segera menikah, tentu saja itu akan menyusahkan dirinya. Bagaimana tidak. Tidak cukupkah selama ini dirinya kalah dengan karir dan kesempurnaan kakak kembarnya tersebut?? kini dirinya harus dihadapkan oleh sebuah kenyataan jika Harus melihat kakaknya menikah terlebih dulu saat dirinya sama sekali tidak memiliki calon pacar atau apapun itu.

Alisha melanjutkan mendandani diri seadanya. Toh tidak akan ada yang melihatnya saat dirinya berdiri disebelah Kakak sempurnanya tersebut.

***

Menunggu dengan segelas jus jeruk dan juga makanan pembuka lainnya yang tertata rapi diatas meja adalah hal yang paling menyenangkan untuk Alisha. Kali ini Kakaknya itu pasti akan menteraktirnya jadi dirinya tidak perlu Khawatir harus makan banyak dan makan enak disini.

“Haii Al.. sudah menunggu lama?” Suara itu memaksa Alisha mengangkat keapala dan memandang Kakak cantik yang berada di hadapannya tersebut.

Anisha yang memang pada dasarnya lembut langsung memberdirikan adiknya yang masih ternganga dan memluknya erat-erat penuh dengan kerinduan.

“Kak… Ke.. Kenapa.. Kamu Sama Dia??” tanya Alisha terpatah-patah saat melihat sosok tinggi yang berdiri tepat dibelakang kakaknya tersebut, sosok yang tadi pagi mampir dalam mimpinya, Brandon.

“Ohh yaa.. kenalkan Dia Brandon, Tunanganku.” Kata Anisha penuh dengan senyuman sambil memperlihatkan jari manisnya yang dilingkari oleh Emas berwarna putih dengan berlian sebagai matanya.

Alisha ternganga mendapati kenyataan itu. Bagaimana bisa?? Bagaimana Mungkin?? Apa Kakaknya adalah Sosok angel yang dicari Brandon selama ini?? Kenapa seperti ini?? Entah kenapa Alissha merasakan hatinya Pilu. Dan matanya mulai berkaca-kaca.

“Kamu nangis Al??” tanya Anisha yang langsung dibalah pelukan dari Alisha.

“Aku menangis bahagia Kak..” Jawab Alisha berbohong. Tidak perasaannya tidak Bahagia, tapi Alisha juga tidak tau kenapa dirinya saat ini menangis???

***

Brandon menatap Wanita dihadapannya yang sedang berlinang air mata. Perasaan itu kembali muncul.. perasaan saat pertama kali mimpi aneh itu menghampirinya.

 

“Heii tenang… Bantuan akan segera datang..” Kata seseorang yang samar-samar terlihat dalam matanya. Bayangan itu membelakangi cahaya lampu hingga terlihat seperti seorang malaikat dengan cahaya di belakangnya.
“Ya ampunn… Aku benar-benar Nggak tahan melihat darah kamu..” kata wanita tersebut sambil sesekali memalingkan wajahnya. Brandon merasakan pandanganya mulai mengabur karena sang wanita tersebut semakin tak terlihat.
“Heii.. Kumohon, tetap buka matamu… Lihat Aku..” Suara wanita itu bergetar, dia menangis. Siapa wanita ini hingga bisa menagisinya..???Brandon tak bisa memikirkan apa-apa lagi karena semuanya menggelap.
Lalu Brandon terbangun dengan keadaan yang lebih baik lagi… keadaan dimana hanya ada dirinya seorang, disebuah tangga yang tebuat dari kaca. Tangga tersebut seakan mengambang diatas langit. Entah menuju kemana Brandonpun tak tau.
“Heii.. Apa Kamu mengingatku?” Brandon mengangkat wajahnya mendapati seorang wanita berambut pendek berpakaian putih dengan bando yang membuatnya terlihat sangat Feminim. Itu adalah Wanita dalam mimpi pertamanya, wanita yang sedang menangisinya.
“Kamu….” Hanya itu yang dapat terucap dari bibir Brandon.
“Yaa… aku malaikat penolongmu.” Kata wanita tersebut dengan senyum manjanya, memperlihatkan lesung pipi yang membuatnya semakin terlihat manis.
“Siapa Namamu??” tanya Brandon cepat.
“Angel.. Panggil saja angel..” jawab wanita tersebut sambil berlari naik keatas tangga mendahului Brandon.
“Angel… Tunggu… Apa ini nyata??” Tanya Brandon sedikit bingung. Brandon tak pernah melihat ada tempat seperti ini di dunianya.
“Tentu saja nyata..”
Jawaban wanita bernama Angel tersebut membuat jantung Brandon terasa Berdegup kembali, bahkan lebih kencang dari degupan jantung Normal. “Jika ini Nyata, Maukah Kamu Menjadi istriku..?” Brandon bahkab tak sadar jika sudah melamar wanita aneh yang baru ditemuinya tersebut.
Angel hanya tersenyum. “Temukan aku Brand.. Maka aku akan menerimamu.” Kata Angel dengan senyuman manisnya lalu kembali berlari menaiki anak tangga dan semakin jauh dari Brandon. Brandon mengejarnya menyingkirkan setiap awan yang semakin menyulitkan pandangannya.
“Angel… Angell.. Angelllll…”
Lalu Brandon mendapati dirinya membuka mata untuk pertama kalinya setelah lima hari Koma didalam sebuah rumahsakit di Singapore.

 

Mimpi pertama tentang Angelpun kembali muncul saat melihat Alisha Menangis. Debaran jantungnyapun kembali tak beraturan hanya karena berada di dekat Alisha.

“Brand.. kenapa melamun, Ayoo duduk..” Kata Anisha mempersilahkan Brandon duduk. Brandon akhirnya memilih duduk disebelah Anisha yang sedang berhadapan dengan adik kembarnya tersebut.

“Emm begini Al.. Kakak kan sedang sibuk sekali, jadi kamu mau membantu Kakak bukan?” Anisha mulai membicarakan maksudnya.

“Membantu apa Kak..?”

“Bantu Kakak mengurus semua tentang pernikahan Kakak dengan Brandon.”

“Tapi kenapa harus aku? Bukankah Kak Nisha tau bagaimana seleraku, Kita berbeda Kak..”

Anisha memegang kedua Bahu alisha. “Kita sama Al.. Kita tidak berbeda, kita bahkan saling berbagi rahim saat dalam kandungan Mama, jadi Please.. Percaya sama Kakak.”

“Tapi Kak..”

“Al… Brandon ini pengusaha muda yang sukses, dia selalu membutuhkan kehadiran Kak Nisha dimanapun dia berada sebagai pasangannya, sedangkan kamu tau sendiri, kakak tidak bisa menemaninya apalangi minggu ini Kak Nisha akan dipindah tugaskan ke sebuah rumah sakit di kuala lumpur . Jadi kamu mau kan menggantikan Kakak sementara??”

“Kak Nisha akan kluar Negeri..? Kenapa Aku nggaak tau.?”

“Aku berniat memberi taumu nanti sebelum berangkat. Bagaimana, Apa Kamu mau menggantikan Kak Nisha sementara ini?”

“Apa Kakak gila? Enggak aku nggak Mau. Terakhir kali aku menggantikan kakak semuanya jadi kacau berantakan.”

Alisha mengingat saat itu, Saat dimana Dirinya sedang menggantikan Kakaknya yang sedang sakit untuk latihan Balet, akhirnya dirinya jadi ikut mencintai tarian tersebut. Alisha bahkan lebih menekuni bidang kesenian tersebut dari pada sang Kakak, tapi saat lulus SMA, orang tuanya melarangnya lagi untuk menari Balet lagi Dan menyuruh Alisha mengambil jurusan perbisnisan supaya nanti bisa melanjutkaan usaha sang ayah, tentu saja Alisha menolak, Alisha merasa ini tidak adil, bagaimana mungkin Kakaknya bisa mengambil jurusan kedokteran sesuka hatinya sedangkan dirinya tidak bisa. Akhirnya dengan sisa-sisa keberaniannya Alisha keluar Dari rumah melanjutkan kuliah dengan jurusan kesenian yang dia inginkan tanpa sedikitpun menerima bantuan sang Ayah.

“Ini tidak akan seperti saat itu Al.. Percaya sama Kak Nisha.” Anisha meyakinkan Adiknya yang keras kepala tersebut.

Akhirnya Alisha menurunkan Bahunya pertanda dia kalah dengan bujuk rayu sang kakak. “Baiklah.. Aku akan menggantikan Kak Nisha sementara ini.” Raut bahagia terpancar seketika di wajah Anisha maupun Brandon. “Lalu.. bagaimana kalian bisa bertemu dan memutuskan untuk tunangan?” Tanya Alisha penasaran.

“Emm.. itu karena…”

“Kakak kamu adalah Angel yang selama ini aku cari.” Kata Brandon dengan cepat memotong kata-kata Anisha.

“Yaa aku Angel yang berada dalam mimpinya.” Tambah Anisha meyakinkan.

“Bagaaimana kamu bisa yakin?” Tanya Alisha menyelidik kearah Brandon.

“Aku juga meemimpikan Hal yang sama dengannya Al.. Kami berdua sama-sama saling memimpikan mimpi aneh tersebut selama lima tahun terakhir. Bukankah seperti itu Brand..??” Anisha meminta persetujuan kepada Brandon.

“Yaa.. seperti itulah.” Kata Brandon membenarkan.

“Kak Nisha nggak pernah cerita sama aku.”

“Kadang ada suatu Hal yang pnting tapi tidak masuk akal yang tidak perlu dibagi dengan orang lain, walaupun itu kembaran kita sendiri.” Jelas Anisha kemudian. “Baiklah, aku harus Pergi, sebentar lagi ada jadwal operasi.” Kata Anisha sambil melihat jam tangannya. “Brand, antar Alisha ketempat kerjanya yaa..” Pinta Anisha pada Brandon.

“Tentu saja sayang.” Brandon menerimanya dengan semangat dan juga senyuman lebarnya sambil mengerlingkan Matanya pada Anisha.

“Loh.. kok malah ngantar aku, kenapa Nggak ngantar kak Nisha.?”

“Aku bawa mobil sendiri, sedangkan kamu kan Bandel, nggak punya mobil karena menolak pemberian papa.”

Ahhh topik itu lagi, membuat alisha jengah. Lebih baik menerima tawaran Brandon untuk mengantarnya saja.

“Baiklah.. Lebih baik aku diantar Brandon saja.” Kata alisha dengan nada seikit cueknya.

Akhirnya Anisha pergi dan Brandon mengantarnya sampai parkiran Mobilnya, sedangkan Alisha lebih memilih duduk dan menghabiskan makan siangnya, sungguh, ini sedikit berat untuknya. Entah apa itu tapi Alisha merasa ada beban berat pada pundaknya.

***

“Anisha.. Terimakasih sudah membantu.” Kata Brandon sambil menahan Pintu mobil Anisha yang akan tertutup.

Anisha teersenyum manis. “Tentu saja Brand, Apapun demi kebaikan saudara kembarku, aku akan melakukannya.”

“Kenapa Kamu percaya sama aku?”

“Karena kamu terlihat sungguh-sungguh. Aku sangat bersyukur jika Alisha bersama lelaki seperti kamu.”

Brandon tersenyum. “Benarkah?? Tapi sepertinya akan sulit mendapatkannya.”

“Dia keras kepala Brand, kamu harus sabar dan tahan dengan semua kelakuannya, Oke..”

“Oke.. Sekali lagi terimakasih Nisha..”

Akhirnya Anisha pergi, dan Brandon mulai melangkah masuk kedalam Restoran tersebut dan kembali pada Alisha.. Angelnya..

“Well.. Jadi Kamu sudah menemukan Angelmu tuan?” tanya Alisha dengan nada sedikit sinis ketika Brandon sudah kembali duduk dihadapannya.

“Sudah, Aku sudah menemukannya.” Kata Brandon dengan tersenyum tapi tegas. ‘Dia dihadapanku.’ Tambah Brandon lagi tapi di dalam Hati.

“Oke.. Karena kamu sudah menemukannya, Maka seminggu terakhir ini Kamu harus Menteraktirku Makan.”

Brandon mencoba menyembunyikan rasa senangnya dengan berwajah datar. “Kenapa harus seperti itu.”

“Heii.. kamu akan jadi kakak iparku Brand, dan aku tidak mau punya kakak ipar yang pelit. Lagi pula bukankah kamu ketemu dengan Kak Nisha karena Aku??”

“Baiklah, Aku akan menteraktirmu makan siang selama seminggu terakhir ini.” Jawab Brandon dengan senyuman gelinya.

“Oke.. Sekaraang Antar aku ketempat kerjaku.” Perintah Alisha kemudian.

Brandon Akhirnya menurutinya. Berjalan dengan tegap dibelakang Alisha layaknya seorang Bodyguard. Brandon memandang puggung Alisha di hadapannya seraya bergumam dalam hati. ‘Al.. Walau ada seribu orang yang mirip denganmu atau Angel dalam mimpiku, aku tidak peduli, Hatiku Memilihmu, Jantungku mengenalimu, Aku tau Jika Kamulah Angel Dalam mimpiku. Aku akan mendapatkanmu Al… Dan aku akan menagih janjimu dalam mimpiku.’

-TBC-

Bagaimana Chapter 4 ini… Hayooo siapa yang sudah penasaran… komen yaaa,,, heheheheh Btw di bawah ini Cast untuk mereka bertiga yaa…

page22

Love in The Dream – Chapter 3 (Bukan Angel..??)

Comments 7 Standard

litdh1Love In The Dream

Chapter 3

-bukan Angel..??-

“Saya Bukan Angel.” Teriakan Alisha masih terngiang di telinga Bradon. Brandon masih saja mengikuti Alisha hingga Alisha tiba di sebuah Pub tempatnya bekerja.
“Kamu Mau apa kesini.?” Tanya Brandon sambil menarik tangan Alisha.
“Saya mau kerja, memangnya mau apalagi?”
“Kamu kerja di tempat seperti ini?”
“Memangnya apa urusan Anda, Kita tidak saling Kenal.” Kata Alisha sambil berbalik meninggalkan Brandon taapi Brandon lagi-lagi menarik tangan Alisha.
“Angel..”
“Stop..!!!” Kata Alisha sambil melepaskan tangannya yang di cekal oleh Brandon. “Maaf ya Mas.. Saya Bukan Angel, Saya Alisha, anda mungkin salah Orang.” Kata Alisha yang sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya lagi.
“Enggak, Kamu Angel.”
“Dasar Gila.” Kata Alisha lagi sambil berbalik meninggalkan Brandon.
“Tunggu..” lagi-lagi Brandon menahan Alisha.
“Apa lagi sih..”
“Aku.. Boleh pinjam Ponsel kamu?”
Alisha Memutar bola matanya. “Maaf, saya nggak punya pulsa.”
“Angel..”
“Saya Bilang Saya bukan Angel..” Teriak alisha.
“Ok.. Ok.. Alisha.. Saya Brandon Revaldi, saya benar-benar butuh bantuan kamu, saya akan mengembalikan semua yang saya pinjam saya janji, tapi saya benar-benar butuh Ponsel kamu buat menghubungi seseorang.” Kali ini Brandon mencoba bicara sesopan dan seformal mungkin, mungkin dengan begini Angelnya mau bersikap lembut padanya.
“Didunia ini Nggak ada yang Gratis yaa..” pancing Alisha.
“Baiklah, Saya akan Lakuin apa saja asal kamu mau bantu saya.”
Alisha menyunggingkan senyuman miringnya. “Ok, penawaran diterima. Saya hanya ingin Anda berhenti mengikuti dan memanggil saya Angel.”
“Tapi saya boleh berteman dengan kamu Kan.. Alisha..??” Brandon mengucapkan nama Alisha dengan sedikit canggung.
“Berteman? Tidak ada kata teman antara Pria dan Wanita.”
Brandon terdiam cukup lama. Ahh biarlah.. yang penting dirinya kini sudah mengetahui dimana wanita ini bekerja bukan. “Baiklah, saya terima tawaran Kamu.”
Akhirnya Alisha meminjaman Ponselnya kepada Brandon. Brandon ingin menelepon sekertarisnya tapi bukankah jam segini sekertarisnya itu sudah pulang? Apa lagi dia wanita. Akhirnya Brandon berakhir dengan menelepon Reynald. Teman sekaligus Rekan Kerjanya. Semoga saja Reynald mau menjemputnya di tempat ini.
“Rey.. Bisa jemput Gue Nggak?”
“Lo dimana? Gue sibuk Brand..”
“Gue di Pub yang nggak jauh dari taman kota.”
“Ngapain Lo disitu?”
“Ceritanya panjang, jemput Gue disini.”
“Tunggu Saja didalam, Gue sepertinya agak lama.”
“Okay..” Brandon menutup teleponnya dan mengembalikan Ponsel itu kepada Alisha. “Terimakasih.” Kata Brandon kemudian.
Tanpa menjawab ucapan Brandon, Alisha masuk kedalam Pub tersebut, semoga saja sang Manager Pub tersebut tidak marah karena keterlambatannya. Sedangkan Brandon memutuskanu untuk masuk juga sebagai tamu bukan sebagai seorang Tolol yang mengikuti wanita dalam fantasinya tersebut.
***
Lama Brandon menunggu Reynald dialam Pub tersebut. Sesekali Brandon melirik kearah Alisha yang sedang sibuk mengantar minuman dengan pakaian waitreesnya.
Jika Alisha memakai Rok seperti itu, terlihat sangat Seksi. Tidak seperti wanita yang sedikit tomboy seperti tadi. Tapi biarpun begitu, Brandon tetap yakin jika Alisha adalah Angel dalam mimpinya.
“Sorry Brand.. Gue benar-benar ada urusan tadi.” Kata Reynald yang langsung terduduk di sebelah Brandon.”Lo ngapain sampai disini dan nggak bawa apapun?”
“Ceritanya panjang.” Kata Brandon lalu menegak habis minuman Beralkoholnya.
“Cerita saja, Gue bisa jadi pendengar yang baik.”
Lalu Brandon akhirnya mulai bercerita. Pandangannya masih Lurus kedepan kearah dimanapun Alisha berada. Brandon menginginkannya, Sungguh, Brandon sangat menginginkannya.
“Sialan..!!! Lo Gila.”
“yaa sepertinya memang seperti itu.”
“Apa rencana Lo selanjutnya?”
“Antar Gue ketempat Mobil Gue, Lalu Gue akan balik kesini menunggu dia sampai Pulang.”
“Ok..” Hanya itu Jawaban Reynald yang diiringi dengan menegak habis minuman beralkohol dihadapannya.
***
Brandon akhirnya kembali dengan Mobilnya sendiri yang tadi di tinggal begitu saja tak jauh dari Halte Bus tempatnya menunggu Alisha.
Satu Jam… Dua Jam… Tiga jam… dan entah sudah berapa Jam Brandon menunggu wanita impiannya tersebut tapi Alisha masih juga belum keluar. Apa setiap hari wanita itu juga harus pulang larut malam seperti ini.??
Brandon melihat kerah jam digital di Dashboard Mobilnya yang menunjukkan pukul setengah dua Dini Hari. Sial..!!! Mamanya pasti udah bingung mencarinya saat ini. Brandon meraih Ponselnya yang sejak tadi berada didala Mobilnya dan belum tersentuh sama sekali oleh tangannya. Dilihatnya Ponsel tersebut dan benar saja, ada 20 pangilan dari rumah.
Brandon akhirnya memutuskan untuk menelepon Mamanya, tapi ternyata tidak ada yang mengangkatnya, Ahh mungkin Mama sudah tidur, pikirnya kemudian. Lalu Brandon kembali mengarahkan pandangannya kearah pintu keluar dan disana tampaklah sosok yang beberapa jam ini ia tunggu.
Brandon lekas turun dari Mobilnya dan menghampiri sang wanita yang telah lama di tunggunya. “Haaii..” sapa Brandon sedikit Gugup.
Alisha mengernyit saat mendapati Brandon berada dihadapannya. “Kamu.. Ngapain kamu masih di sini.?”
“Aku.. Aku nunggu Kamu.” Kata Brandon yang tentu saja tampak seperti orang bodoh.
Alisha menggelengkan kepalanya dan kembali berjalan tak menghiraukan Brandon.
“Heii.. tunggu.. Aku mau antar kamu pulang.” Brandon masih saja mengikuti alisha dari belakang.
“Maaf, Saya bisa pulang sendiri.” Kata Alisha dengan ketus.
“Ini sudah malam Angel..”
Alisha berhenti seketika lalu memandang Brandon dengan tatapan membunuhnya. “Sudah berapa kali saya katakan saya bukan Angel.”
“Ohh Sorry.. sorry.. Please.. ikut aku, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa.”
“Kenapa-kenapa..? Memangya aku Kenapa?”
“Enggak.. Maksudku ini kan sudah malam, Aku mau antar kamu pulang, karena aku takut Kamu kenapa-kenapa di jalan.”
“Terimakasih, tapi tidak perlu, saya biasa pulang sendiri.”
“Alisha…” Entah kenapa panggilan Brandon kali ini membuat Alisha menghentikan langkahnya, Suara Berat nan Gagah itu membuat bulu kuduknya meremang.
“Kumohon.. Ikut bersamaku..” Pinta Brandon dengan lembut.
Dan seperti terkena hipnotis karena kelembutan suara Brandon yang serak dan berat tersebut, akhirnya Alisha menurut untuk ikut masuk kedalam mobil Brandon.
***
“Terimakasih sudah mau ikut.” Kata Brandon yang kini sudah didalam Mobil bersama Alisha di sebelahnya.
“Kamu benar-benar punya Mobil, dan ini termasuk mobil Mewah, Lalu kenapa tadi siang kamu naik Bus dan nggak bawa uang..?” Tanya Alisha dengan sedikit Heran.
Brandon tersenyum. “Baiklah, mungkin saatnya aku mulai berceriita supaya kamu nggak menghindar dariku terus.”
Brandon menghela nafas panjang dan mulai bercerita. “Lima tahun yang lalu Aku mengalami kecelakaan, dan terbangun lima hari kemudian di dalam sebuah rumah sakit di singapore. Kamu tau apa nama pertama yang kusebut saat aku bangun.?? Bukan Nama Ayah atau ibuku, Bukan nama Adik atau tunanganku, Melainkan Nama asing, Angel.” Kata Brandon sambil mengingat pertama kali dia siuman dari Komanya. “setelah siuman, semuanya terasa aneh bagiku. Aku merasa kehilangan sesuatu, setiap malam aku selalu memimpikan wajah Gadis itu, gadis yang kusebut dengan Angel. Apa kamu tau baagaimana wajah Angel..?? Dia seperti kamu.”
‘Deg.. Deg.. Deg.. Deg..’ Jantung Alisha memompa lebih cepat. Please Al.. Dia hanya bercerita, bisa saja dia bohong dan berniat merayumu jadi jagan salah tingkah Oke.. Pikir Alisha dalam Hati.
“Kamu bercanda..?? Mana ada cerita kayak gitu. Ngarang kamu.” Kata Alisha dengan sinis.
“Terserah jika kamu nggak percaya. Selama lima tahun ini aku mencari sosok Angel itu, Aku baahkan memutuskan pertunangan dengan wanita yang sangat kucintai Hanya karena aku tidak bisa melupakan Angel.”
“Tapi maaf tuan.. Saya bukan Angel yang kamu maksud. Kita sama sekali tidak pernah bertemu, mana mungkin aku bisa nyasar begitu saja dalam Mimpi kamu.”
“Aku juga nggak tau Al.. dan aku berusaha mencari tau jawaban itu.” Kata Brandon bersungguh-sungguh.
Mereka terdiam sebentar, lalu Alisha mulai bicara. “Baiklah.. aku akan bantu kamu menguak misteri itu. Turunkan aku di depan Gang itu.” Kata Alisha menunjuk sebuah gang Besar di hadapan mereka.
“Kamu tinggal disitu.?” Tanya Brandon yang sedikit heran. Sebenarnya Brandon memang Heran, Brandon mengira jika Alisha buka dari kalangan biasa. Terlihat dari wajah yang sedikit kebule-bulean khas wanita Timur tengah dengan hidung mancungnya, belum lagi gaya berpakaian yang terlihat Fasionable, walau bisa dibilang jauh dari kata Feminim. Tapi kenapa Alisha naik kendaraan umum.?? Dan kenapa juga Alisha menjadi waitrees di Pub tersebut..?
“Iyaa.. Kamu kecewa Angel Kamu tidak tinggal diistana yang megah.?” Seloroh Alisha membuat Brandon sedikit menyunggingkan senyumannya.
“Setidaknya Kamu memang benar-benar berbeda dengan Angel dalam mimpiku.” Kata Brandon sambil tersenyum.
“Benarkah..? apa dia cantik, Manis, Keibuan, dan dewasa..??”
Brandon mengangguk. “Yaa.. Aku bahkan pernah memimpikannya menjadi istriku dan ibu dari anak-akanku.”
Alisha tertawa lebar. “Astaga.. menggelikan sekali.” Lalu alisha mengambil sesuatu didalam dompet di tasnya. Sebuah kartu nama dan diberikan pada Brandon. “Coba Kamu temui dia dulu siapa tau kamu kenal, dan setelah itu baru putuskan siapa Angelmu.” Kata Alisha saat Mobil sudah berhenti. Lalu Alisha keluar dari dalam mobil Brandon.
Brandon masih menatap kartu nama yang desainnya berwarna Pink kengkap dengan bunga-bunga dan kupu-kupu. “Anisha Almeera..” Gumam Brandon membaca tag nama di kartu nama tersebut.
“Brandon.. terimakasih tumpangannya, dan jangan Naik bus sembarangan lagi yaa… sampai jumpa..” Kata Alisha yang sudah keluar dari dalam mobil Brandon dan membunguk di balik kaca penumpang sambil tersenyum manis. Lalu Alisha pergi begitu saja meninggalkan Brandon yang masih ternganga karena perlakuannya.
Brandon mengusap dadanya yang terasa sakit. Detakan jantung ini sama dengan detakan jantungnya saat bagun pertama kali dari Koma. Wajah itu wajah yang sama, Ekspresi manjanya sama, dan senyuman manisnyapun sama. Entah kenapa Brandon sangat yakin jika Alisha Adalah Angelnya. Lalu kenapa Alisha ingin dirinya menemui Wanita dalam kartu nama ini…??? Pikiran Brandon penuh dengaan kata kenapa, siapa, dan bagaimana saat menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
***
Satu minggu berlalu, Bukannya hilang, Rasa penasaran itu semakin menjadi, setiap hari Brandon dengan sembunyi-sembunyi menyambangi Alisha ketempat kerjanya. Kadang Brandon sedikit geram dan jengkel ketika ada lelaki hidung belang yang mengganggu wanita tersebut. tapi Brandon menahan amarahnya, karena Brandon tidak ingin membuat Alisha takut dan kabur karena keanehannya.
Siang ini Brandon memiliki janji temu dengan Dokter Anisha, Dokter spesialis kandungan. Bukan karena Brandon ingin memeriksakan kandungan siapapun, melainkan Brandon ingin tau maksud dari Alisha memberi kartu nama Dokter tersebut padanya.
Yaa… setelah dihubungi, wanita dalam kartu nama tersebut adalah seorang Dokter spesialis kandungan. Suaranya terdengar sangat merdu dan lembut, Brandon bahkan dapat membayangkan bagaimana wajah dokter tersebut hanya dengan mendengar suaranya saja.
“Lo mulai sinting lagi.” Kata Aaron yang langsung duduk di sebelah Brandon dan menyambar Roti isi milik Brandon.
Sudah dua hari ini Aaron pulang setelah lebih dari enam tahun menimba ilmu di Harvard University. Adiknya itu terlihat lebih tampan, dan juga lebih dewasa, tapi tetap saja tidak mengurangi kesan bandelnya.
“Aaron.. Kamu gangguin kakak kamu terus.” Kata Nessa yaang sudah menyiapkan susu untuk para jagoannya.
“Dia mulai Gila lagi Mom.” Kali ini Aaron bergegaas kearah Nessa dan mengecup pipi Nessa.
Sedangkan Brandon masih diam tak menanggapi sikap usil sang Adik. Mereka berdua memang sangat akur, saling mengejek seperti sekarang ini memang sering dilakukan mereka berdua. Sebenarnya Aaron sangat sayang kepada kakaknya tersebut. Aaron bahkan langsung terbang ke Singapore saat mendapat kabar Brandon dirawat disana dan juga sempat menangis saat mendapati Brandon yang terbujur bagaikan tak bernyawa. Ahhh Anak itu memang sangat manis sebenarnya.
“Brand, Ada Acara nggak nanti siang.?” Tanya Aaron tanpa sopan santun sedikitpun.
“Jadwal Gue Full.”
“Sok sibuk. Ajakin Gue keluar, Gue nggak tau jalan, Jalanan jakarta banyak yang berubah.”
“Minta antar Mama sana.”
“hhaha Nanti Gue dikira anak Mama lagi. Malu sama umur.” Kata Aaron sambil cengengesan.
“Minta Antar sama Bella saja kalau begitu.” Nessa ikut bergabung dengan kedua puteranya.
Aaron mengangkat sebelah alisnya. “Bella.??”
Brandon tertawa lebar. “Alaahh.. Sok lupa Ma dia.. padahal dulu merengek pengen dijodohin sama Bella.” Kali ini giliran Brandon yang menggoda Aaron.
“Sialan Lo Brand..” Umpat Aaron yang membuat semua tertawa.
***
Brandon sedang duduk gelisah disebuah ruangan di dalam rumah sakit. Ruangan dokter Anisha. Wanita yang akan ditemuinya. Kata seorang suster tadi Dokter Anisha masih sibuk melakukan Operasi Caesar pada seorang pasiennya.
Brandon duduk dan pikirannya masih berkelana. Siapa Dokter Anisha?? Kenapa Alisha menyuruhnya untuk menemui Dokter Anisha..??
Brandon mendengar pintu dibelakangnya dibuka oleh seseorang bersamaan dengan suara lembut tersebut. “Selamat siang, Ohh ternyata anda sudah berada disini.”
Brandon membalikkan badannya dan ternganga mendapati Seoran yang menatapnya dengan wajah berserinya. “Pak Brandon..?? Saya Anisha.” Kata Wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai Anisha tersebut sambil mengulurkan tangannya dengan sopan dan lembut.
Brandon sama sekali tak bergerak dari Tempatnya. Dia masih memandang wajah dihadapannya tersebut, wajah yang tak asing baginya, karena wajah itulah yang menghiasi setiap malam dalam mimpinya.
“Kalian Kembar..??” Tanpa sadar Brandon mengucapkan pertanyaan tersebut dengan Ekspresi Shocknya.

-TBC-

Lagi-lagi aku minta maaf kalo banyak typo karena aku bear-benar nggak sempat ngedite dan ini aku juga ngetik dan postnya bukan dari leppy.. jadi mohon dimaklumi yaaa,,,

Love In The Dream – Chapter 2 (Pertemuan Pertama)

Comments 7 Standard

LITD2Love In The Dream

 

Chapter 2

-Pertemuan Pertama-

Lagi-lagi Brandon meruntuki kebodohannya ketika mengingat kejadian tadi sore. Ahh.. sial.. seharunya dirinya bisa lebih cepat lagi Hingga Angel tidak hilang begitu saja. Brandon memang cukup senang mengetaahui jika Angel benar-benar nyata, tapi tetap saja itu tidak mengurangi kekesalannya karena toh mencari seseorang yang tidak dikenalinya di antara ribuan penduduk jakarta sama saja mencari jarum diaatas tumpukan Jerami.

Brandon mengusap wajahnya dengan kasar. Lagi-lagi bayangan itu menyeruak. Angelnya tampak berbeda. Jika didalam mimpi Angel tampak begitu feminim maka tadi Sore Angel yang nyata tampak sedikit tomboy jika dilihat dari gaya berpakaiannya. Tapi mereka sama-sama mengirimkan getaran yang Aneh. Getaran yang hanya bisa dirasakan saat bertemu dengan sosok tersebut.

Brandon yakin seratus Persen jika wanita tadi sore adalah Angel dalam mimpinya. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Bisa Brandon memimpikan Wanita tersebut? bukankah mereka tidak saling kenal? Brandon benar-benar tidak mengenali wanita tadi sore.

Ahhhh semuanya jadi membingungkan…

Nessa yang melihat puteranya dengan raut sedikit kesal akhirnya duduk disebelah puteranya tersebut dengan membawakan beberapa kue kering dan juga Kopi.

“Ada masalah Brand..? Kamu terlihat nggak baik.”
Brandon menggeleng. “Nggak ada Mah..”
“Kamu selalu begitu. Mama juga pengen tau apa yang terjadi sama anak Mama.”
Brandon akhirnya menyerah, tidak ada salahnya bukan bercerita dengan Mamanya. “Mah.. Sepertinya Dia Nyata.”
“Dia.. Maksud kamu?”
“Angel dalam mimpiku nyata Mah.. Aku bertemu dengannya tadi sore.”
“Benarkah.? Lalu apa rencana kamu selanjutnya.?” Tanya Nessa dengan antusias.
“Aku akan mencarinyaa Ma.. Aku akan mengejarnya.”
Nessa tersenyum senang. “Bagus.. itu namanya Anak Mama. Setidaknya kamu punya semangat Hidup, nggak Kayak akhir-akhir ini selalu melamun dan membuat Mama takut.”
“Mama takut kenapa.?”

“Enggak… Mama Cuma takut kamu menghabiskan masa muda kamu Hanya untuk melamunkan orang yang belum tentu ada. Ingat Brand, Masih banyak orang ang menyayangi kamu di sekitar kamu.” Kata Nessa sambil menepuk Bahu Brandon lalu kembali masuk kedalam rumah meninggalkan Brandon yang masih duduk sediri di bangku pinggir kolam renang.

Mamanya benar, Masih banyak yang menyayanginya, Termasuk Kezia.. apa dirinya haruss kembali dengan Kezia?? Ahh tidak.. tidak mungkin. Pikir Brandon sambil menggelengkan kepalanya.

***

Sore ini Brandon sudah duduk dengan tegangnya di dalam mobilnya. Astaga.. ini bahkan lebih menegangkan dibandingkan dengan Rapat utuk memperebutkan tender Besar yang biasa dia lakukan. Brandon sengaja pulang sedikit lebih awal hanya untuk menunggu wanita tersebut di Halte tempatnya bertemu kemarin sore.

Sebenarnya tadi pagi Brandon sudah menunggunya di halte ini, namun Nihil. Wanita itu tidak menampakkan batang hidungnya. Semoga saja Sore ini Wanita itu kembali menunggu Bus di halte ini sehingga Brandon bisa dengan mudah menemuinya.

Hari sudah semakin sore. Mungkin ini sudah jam 5 sore. Sudah ada tiga Bus yang berhenti di Halte ini, tapi wanita tersebut belum juga terlihat muncul. ‘Lima menit lagi Brand.. Lima menit lagi.. Jika dia tidak juga datang, Maka Kau harus pergi’. Katanya dalam hati.

Tiga menit kemudian Bus keempat datang dan berhenti tepat di depan Mobil Brandon. Brandon menghela nafas panjang. Ahhh mungkin wanita itu tidak akan datang. Dan apakah dia Bodoh menunggu wanita yang tidak di kenal di sebuah Halte Bus..? ‘Halte Bus di jakarta bukan hanya disini Brand.. Kau benar-benar Tolol..’ Lagi-lagi Brandon meruntuki kebodohannya.

Saat Brandon akan menyalakan kembali mobilnya, Tidak sengaja Brandon menatap kaca belakang Bus tersebut. Dan nampaaklah Wanita itu.
“Angel..” Lagi-lagi tanpa sadar Brandon mengucapkan nama itu sambil ternganga.
Secepat kilat Brandon keluar dari mobilnya dan mulai mengejar Bus yang mulai berjalan itu. “Tunggu.. Tunggu..” Kata Brandon sambil berlari dan mengetuk-ngetuk Bodi Bus tersebut.
Sang Kenek Bus akhirnya menyuruh sang supir untung menghentikan laju Busnya. “Ada apa Mas.?” Tanya Kenek bus tesebut.
Dengan nafas tersenggal-senggal Brandon berkata “Saya ingin naik.”
Pernyataan Brandon membuat Kenek Bus sedikit ternganga. Seorang yang Elegan seperti lelaki ini Naik kendaraan umum.? Belum lagi masih terpampang jelas Mobil Mewah Brandon yang terparkir di belakang Bus ini tadi.
“kenapa.?” Tanya Brandon sedikit risih dengan tatapan sang Kenek Bus.
“Tidak apa-apa Mas.. Mari silahkan.” Sang Kenek Bus mempersilahkan Brandon masuk.
Brandon Masuk kedalam Bus tersebut dan pandanganya langsung terarah kepada sesosok wanita yang sedang duduk santai di ujung bangku sambil memejamkan matanya.
“Angel..” tanpa sadar Brandon mengucapkan nama tersebut.

Wanita itu terlihat begitu cantik, meski tidak sefeminim seperti yang berada dalam mimpinya, namun wajahnya sama, Rasa yang dirasakan Brandonpun sama. Jantung Brandon benar-benar berdebar Lebih kencang daripada semenit yang lalu, bukan, ini bukan karena lari Mengejar Bus ini, Ini lebih karena perasaan aneh yang sedang merayapi sekujur tubuhya. Hanya memandang wajah itu saja Brandon merasa tubuhnya seperti tersengat aliran listrik, apa lagi jika menyentuhnya..

***

Alisha Sedikit kesal karena hari ini Felly lagi-lagi tidak membangunkannya. Tidak, bukan Felly tidak mau membangunkannya, melainkan Felly terlalu lelah ntuk membangunkannya. Tadi malam dirnya bekerja hingga harus pulang jam 2 dini hari. Dan sampai di rumah hingga jam 3. Lalu berakhir dengan bercerita dengan Felly di kamar Kostnya sampai jam setengah 5. Akhirnya mereka tidur pagi.

Bangun hanya untuk makan siang lalu kembali tidur. Felly bahkan sampai Bolos kerja hanya karena mengantuk. Akhinya disini Alisha saat ini. duduk dengan setengah tertidur didalam Bus dengan sepasang mata yang selalu mengawasinya.

Sepasang mata..?? Yaa sebenarnya sejak tadi Alisha tau jika ada sepasang Mata yang sedang mengawasinya, sepasang mata milik lelaki tampan yang berdiri dihadapanya. Siapa lelaki ini? Apa dia orang jahat? Perampok mungkin? Ahhh tidak mungkin bahkan dari pakaiannya saja Sudah terlihat jika lelaki dihadapannya ini dari kalangan Elit bukan dari kalangan biasa. Lalu untuk apa lelaki ini naik Bus umum seperti saat ini? Apa lelaki ini suruhan dari ayahnya..? Ahh tidak mungkin juga.

Seorang yang tadi duduk disebelah Alisha ternyata turun di Halte berikutnya. Membuat bangku disebelah Alisha Kosong. Brandon tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Brandon mencoba duduk dengan nyamannya disebelah Alisha meski sebenarnya Jantungnya seakan ingin melompat dari tempatnya.

Alisha sedikit menjauh kearah kaca jendela ketika Brandon duduk di sebelahnya. Bagaimana mungkin lelaki ini begitu mempengaruhinya.? Aroma maskulinnya menyeruak kedalam indera penciuman Alisha, membuat alisha seakan susah untuk bernafas, Aroma yang memabukkan, yang membuat Alisha ingin menenggelamkan diri di sela-sela dada lelaki tersebut. Alisha menggelengkan kepalanya, ‘Heii.. Apa yang kau pikirkan’ pikir Alisha kemudian.

“Maaf, Apa aku mengganggu Kamu.?” Tanya Brandon dengan suara beratnya.
Aku?? Kamu?? Alisha menatap Kearah Brandon dengan tatapan herannya. Brandon berbicara seakan-akan mereka sudah kenal dengan akrab.
“Maaf apa kita pernah kenal sebelumnya.?” Tanya Alisha sedikit penasaran.
“Belum, Tapi aku ingin mengenalmu.” Jawab Brandon dengan pasti.
Alisha sedikit menjauh karena perkataan Brandon tersebut. Brandon meruntuki dirinya sendiri karena tidak bisa menahan diri. ‘Sial Brand.. Slow Man. Slow… Kau bisa menakutinya jika seperti ini..’ pikirnya dalam hati.
“Maaf saya tidak berminat.” Jawab Alisha dengan ketus lalu mulai memasang Headsetnya kembali dan berpaling menghadap keluar jendela.

Brandon tersenyum melihat tingkah wanita di sebelahnya tersebut. Wanita ini benar-benar berbeda dengan wanita yang ada di dalam mimpinya. Gaya berpakaian, cara bicara, sikap dan juga ekspresi wajahnya benar-benar berbeda. Namun entah mengapa Brandon benar-benar merasakan jika dialah Angel yang selama ini dia temui dalam mimpinya.

Brandon terus mengamati setiap inci dari wajah wanita tersebut. wanita nyata yang berasal dari dunia fantasinya. Tidak terasa Bus pun berhenti. Brandon tersadar dari lamunannya ketika Alisha menegurnya.
“Maaf ya Mas.. Saya mau turun, Permisi.” Kata Alisha yang tidak menghilangkan nada ketusnya.
Brandon tersenyum. “Ohh Baiklah… Saya juga ingin turun.” Kata Brandon cepat-cepat.
Alisha turun dari dalam Bus diikuti Brandon di belakangnya. Tapi Kenek Bus menghadang Brandon ketika akan mengikuti Alisha.
“Mas.. Bayar Dong.. belum bayar nih..” Kata Kenek tersebut.
“Oohh iya Mas, saya lupa.” Kata Brandon sambil meraba saku belakang celanya. Mencari-cari dompetnya. Tapi sial Dompernya ternyata tertinggal di dalam mobilnya. “Ahh sial..” umpatnya.
“Kenapa Mas??”
“Dompet saya tertinggal di mobil.” Jawab Brandon kemudian.
“Kalau Dompet Mas tertinggal di dalam Mobil berarti Dompet saya tertinggal di istana negara.” Kata Kenek tersebut dengan nada menyindir. “Bilang saja mau naik Gratis Mas.. pokoknya saya nggak mau tau, Mas harus bayar.” Kata Kenek itu lagi.
“Sebentar Mas, saya minta tolong teman saya Dulu.” Kali ini Brandon sedikit berlari menghampiri Alisha yang sudah berjalan sedikit lebih jauh.
“Angel.. Angel..” Brandon memanggil-manggil Alisha.
Alisha menoleh kebelakang, dan sedikit bingung mendapati lelaki yang duduk di sebelahnya tadi memangging-manggil dirinya dengan sebutan Angel.
“Maaf, Aku boleh minta tolong sama Kamu?” tanya Brandon kemudian.
“Minta tolong apa?”
“Emm aku nggak bawa uang, dan aku harus bayar Bus.”
Alisha memutar Bola matanya dengan jengah. “Ya ampun Mas.. bilang aja kalau mau naik Bus Gratis.”
“Aku akan ganti. Aku janji.”
“Heii.. didunia ini nggak ada yang Gratis, dengan bermodalkan wajah tampan dan pakaian Bagus apa kamu pikir kamu bisa mencari pinjaman dimana saja?? Enak saja..”
“Astaga… aku benar-benar akan mengganti uang kamu.”
“Lalu kenapa Kamu naik Bus kalau Kamu nggak punya uang.?”
“Aku bukan nggak punya uang, Dompetku tertinggal di mobil.” Jelas Brandon yang mulai sedikit kesal dengan percakapan konyol ini.
“Dan kenapa Kamu naik Bus jika kamu punya Mobil.”
Oke.. sepertinya Brandon akan menyerah dan menurunkan harga dirinya demi membungkam kecerewetan wanita dihadapannya ini.
“Aku mengejarmu, dan aku megikutimu. Apa kamu puas.?” Kata Brandon sedikit berteriak karena kesal dan itu membuat Alisha Ternganga menatapnya.
“Mbak.. Mas.. Kalau mau berantem nanti dulu. Bayar dulu Dong saya sudah ditungguin tuh..” Kata Kenek tersebut di antara Mereka berdua.
Denga Kesal Alisha mengambil dompet dari dalam tasnya lalu mengambil lembar Lima puluh ribuan, memberikannya kepada Kenek tersebut. “Ambil Bang, Kembaliannnya kasih saja sama Dia.” Kata Aisha kemudian lalu dia berlari cepat meninggalkan Brandon dan Kenek tersebut.
Brandon sontak mengejar Alisha tanpa mempedulikan sang Kenek Bus yang berteriak memanggilnya.
“Heiii tunggu.. Angel.. Angell..” Teriak Brandon masih dengan mengejar Alisha. Akhirnya Brandon mempercepat lagi larinya hingga dirinya dapat meraih tangan Alisha. “Angel… Tunggu Aku..” Kata Brandon sambil menarik tangan Alisha dan kini sedikit merangkulnya.
Alisha Meronta bahkan sedikit ketakutan. “lepasin aku Lepasin.”
“Angel.. Aku nggak akan nyakitin kamu.”
“Saya Bukan Angel.” Teriak Alisha yang Sontak membuat Brandon melepaskan cengkramannya dan membatu menatap kearah Alisha.

-TBC-

bagaaimana dengan Chapter 2 nya..??? BTW makasih buat yang udah Doain ksembuhanku… Hiksss… 😥 Flu ini benar-benar menyiksa… makasih buat yang udah baca.. jangan lupa tinggalin Like & Coment yaa…. 🙂 😉

untuk dibawah ini adalah Cast Brandon dan Alisha (Angel) yaaa…. yang lain nyusul… hahhaha

c041293c8ba0c7d92d9000ea18a86707

aom_sucharat-046

Love In The Dream – Chapter 1 (Dia Nyata)

Comments 6 Standard

LITD2Love In The Dream

Chapter 1

-Dia Nyata-

Brandon melangkah ke meja makan dengan lesu. Hari ini entah mengapa menjadi hari yang menyebalkan untuknya. Apa karena mimpi aneh itu? Ya tuhan.. Mimpi itu benar-benar seperti nyata baginya.
“Pagi sayang… Kenapa lemas gitu? Mimpi buruk lagi?” Tanya Nessa, Ibunya, yang kini sedang menyiapkan sarapan untuknya.
Brandon hanya menggeleng. Nessa menghampirinya, memeluk kepala Brandon yang kini sedang duduk dihadapannya. Nessa tau jika Brandon memiliki masalah pada tidurnya.
Sejak kecelakaan dan Koma lima tahun yang lalu, Brandon berubah menjadi sosok yang sedikit aneh baginya. Brandon sering melamun bahkan mengigau saat tertidur. Wajahnya sering suram, dan sikapnya berubah dingin. Nesa ingin putra pertamanya tersebut kembali seperti semula.
“Aku nggak apa-apa Mah..” Kata Brandon melepaskan pelukannya. Tentu saja, dengan badan tinggi bessar dan juga usia tak muda lagi, Brandon cukup malu jika di peluk mamanya seperti saat ini.
“Nggak apa-apa Brand.. Cuma ada Mama disini, kamu cerita saja kalau ada masalah.” Kata Nessa lembut.
“Sepertinya aku memang sudah Gila Mah..” Jawab Brandon kemudian.
Nessa tersenyum. “Mimpi itu lagi.?” Tanya Nessa yang di jawab Anggukan dengan Brandon. Nessa lalu duduk di kursi sebelah Brandon. “Brand, apa kamu nggak berpikir jika semua ini bukan suatu kebetulan.?” Tanya Nessa kemudian.
“Maksud Mama..?”
“Begini, Bisa saja Wanita dalam mimpi kamu itu adalah belahan jiwa kamu.”
Kali ini Brandon tersenyum dengan ucapan Nessa. “Mama ngomong apa sih..? Belahan Jiwa.? Ayolah Mah.. aku bahkan nggak kenal sama Wanita itu.” Kata Brandon lalu menegak susunya hingga tandas. “Dan juga belum tentu wanita itu nyata.” Tambah Brandon lagi.
Nessa tersenyum dengan pernyataan anaknya. “Lalu kenapa kamu memutuskan pertunangan kamu hanya demi Mimpi aneh itu.?”
‘Deggg’
Pertanyaan Nessa benar-benar membuat Brandon terkejut. Selama ini memang tidak ada yang pernah menanyakan kenapa Brandon memutuskan pertunangannya dengan Kezia, Wanita yang menjadi cinta pertamanya tersebut.
Brandon menatap aroji di tangan kirinya. “Aku sepertiya telat Ma… Aku berangkat dulu yaa..” Kata Brandon sambil berdiri seraya menyantap Roti isinya.
Nessa tersenyum, “Kamu selalu menghindari pertanyaan Mama itu Brand.. mana dasi kamu, sini Mama Pakaikan.”
Brandon tersenyum saat mendapati Mamanya memasangkan dasi untuknya. Tubuhnya yang tinggi besar itu membuat Nessa terlihat lebih kecil. Ya.. Brandon memang Memiliki 75% Gen Dhanni. Dengan tubuh tinggi besar dan wajah tampan Rupawan dengan Garis Kokoh yang terlihat sangat maskulin. Berbeda dengan Aaron, Aaron mungkin hanya memiliki 50% Gen Dhanni. Wajah tampannya terkesan lebih imut seperti wajah Nessa.
Untuk masalah Sifat, dulu saat kecil Nessa mengira jika Brandon akan jadi Bad Boy seperti ayahnya, Nyatanya tidak. Brandon memiliki sifat yang lembut Seperti Nessa, Lembut setia dan penyayang. Terbukti dengan Brandon hanya mencintai satu orang selama ini, siapa lagi jika bukan Kezia, cinta pertama sekaligus tunangan yang diputuskannya secara sepihak. Sedangkan Aaron, hampir 100% sikapnya sama dengan Dhanni. Sikap bandel dan Bad boynya benar-benar menurun dari Dhanni, hanya saja Aaron bukan type cuek seperti ayahnya. Aaron bahkan menjadi Lelaki yang supel dan gampang bergaul.
“Papa kapan pulang mah.?” Tanya Brandon kemudian.
Saat ini Dhanni memang sedang keluar negri, tepatnya mengunjungi putra keduanya yang sedang menimba ilmu di Harvard university.
“Mungkin akhir minggu ini. mungkin bersama dengan Aaron.”
“jadi Bocah tengil itu juga akan pulang.”
“Dia adikmu Brand..”
“Yaaa aku tau Ma..” kata Brandon sambil tersenyum.
“Brand.. kamu sudah 28 tahun, Apa nggak kepengen Nikah.? Mama juga pengen punya teman di rumah ini.”
“Memangnya aku nggaak cukup jadi teman Mama.?”
“Kalau kamu mau jadi perempuan, mama nggak keberatan.” Dan keduaanyapun tertawa bersama. “Nahh sudah selesai, anak Mama sudah ganteng.”
“Ok.. aku berangkat yaa Ma..” Kata Brandon sambil mencium tangan Mamanya.
Nessa menatap punggung puteranya yang semakin menjauh. Tak terasa sudah 28 tahun dirinya membesarkan puteranya tersebut. banyak masa-masa indah yang mereka lalui bersama, dengan Dhanni suaminya dan juga Aaron puteraa keduanya, ahh Aaron… sudah lebih dari enam tahun dirinya berpisah dengan Putera keduanya terebut. Aaron si anak bandel entah kenapa bisa meminta untuk kuliah di luar negri, mengharuskannya hidup sendiri disana. Nessa menggelengkan kepalanya menepis semua kenangan tersebut. ahh paling tidak beberapa hari lagi mereka akan berkumpul bersama kembali.

***

Hari ini Brandon benar-benar disibukkan oleh banyak Hal, mulai dari kerja sama dengan perusahaan baru hingga rapat dengan para pemegang saham lainnya. Kepalanya berdenyut karena beban pikiran yang seakan tidak ada habisnya. Belum lagi ayahnya yang sudah selama seminggu terakhir ini berada diluar negri mengunjungi Aaron, adiknya.
Intercom berbunyi dari Sekertaris pribadinya.
“Ada apa feby?” tanya Brandon setelah mengangkat teleponnya.
“Pak, ada Nona Kezia disini Pak, beliau ingin bertemu Bapak.”
Ahhh kezia lagi.. entah sejak kapan dirinya menjadi sangat malas bertemu dengan Kezia. Padahal wanita itu adalah wanita yang sangat dicintainya, cinta pertamanya.
Kezia merupakan wanita cantik yang berasal dari kalangan berada. Mereka bertemu saat pertama Kali Kezia sekolah di SMA yang sama dengan Brandon. Brandon yang saat itu sudah menyukai Kezia akhirnya memutuskan untuk mengejar Kezia. Percintaan mereka berjalan mulus tanpa halangan apapun hingga Brandon memutuskan untuk Bertunangan dengan Kezia satu tahun sebelum dirinya mengalami kecelakaan.
Anenya, setelah kecelakaan itu, tak ada lagi Nama Keziaa dihatinya. Bayang-bayang wajah sang kekasih itupun seakan lenyap digantikan oleh bayang-bayang wajah asing yang kini sudah akrab dalam ingatannya. Siapa lagi jika bukan Angel. Wanita yang setiap malam menghiasi mimpi-mimpi Brandon tersebut itupun mampu menghapus bayang-bayang Kezia.
“Baiklah, Suruh dia masuk.” Kata Brandon dengan sedikit malas.
Tak lama pintu ruangannya terbuka menampilkan sosok cantik nan anggun dengan senyuman semeringahnya. “Siang Brand? Sedang melamunkan Angel.?” Tanya Kezia dengan nada sinis.
Yaa … Kezia masih sangat kesal terhadap Brandon. Bagaimana mungkin Brandon memutuskannya hanya karena seorang gadis tidak nyata yang hanya ditemui Brandon dalam mimpi. Bukankah itu Gila.
“Ada perlu apa kamu kemari.?” Brandon tidak mau meladeni kesinisan Kezia.
Kezia menyodorkan sebuah kertas lebih tepatnya sebuah undangan mewah. “akhir bulan aku tunangan, Kuharap kamu mau datang.”
Brandon terpaku menatap udangan di hadapannya tersebut. “Selamat.” Hanya itu yang dapat di ucapkan Brandon.
“Kalau bisa ajak juga Angelmu itu.” Kali in Kezia berucap sambil tersenyum mengejek.
Brandon tersenyum. “Kamu masih sakit hati karena aku memutuskan pertunangan kita?”
Senyum di wajah Kezia luntur seketika saat Brandon mengucapkan kalimat tersbut. Tentu saja dirinya masih sakit hati. Bagaimana tidak, Brandon lelki pertamaanya dalam segala Hal, dirinya benar-benar sangat mencintai Brandon bahkan hingga kini. Tapi Brandon dengan mudahnya memutusskan hubungan mereka hanya karena Gadis fantasinya belaka.
“Kita sudah putus lama Brand, mana mungkin aku sakit hati terhadapmu.”
Brandon berdiri, mengitaari meja kerjanya dan berdiri tepat dihadapan Kezia. “Kamu nggak pandai Berbohong Sayang, aku masih lihat jelas dimata kamu jika kamu masih mencintaiku..” Kata Brandon yang sudah sangat dekat dengan Kezia.
Kezia benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Semuanya begitu sesak menghimpitnya. Ada sebuah keinginan untuk mencium Brandon saat ini juga, menyadarkannya jika Angel itu tidak ada, jika hanya ada dirinya dihadapan lelaki tersebut.
“Brand.. Please.. Bilang sama aku kalau Kamu masih mencintaiku, aku akan membatalkan semua pertunanganku kalau kamu bilang seperti itu sama aku.”
Brandon kini sedikit menjauh. “Maaf Zia.. Aku mencintai wanita lain.” Kata Brandon sambil memalingkan wajahnya.
“Kamu gila Brand.. kamu Gila… Wanita itu tidak nyata, Dia hanya fantasi kamu saja Brand..” Kali ini Kezia sudah berteriak karena kesal, sudah lima tahun dan Brandon masih sama, masih mengharapkan wanita yang belum tentu nyata tersebut.
“Walau dia bukan wanita nyata, tapi aku tetap mencintainya, Hati dan pikiranku tidak bisa di bohongi.”
“Kamu akan menyesal Brand.. kamu akan menyesal karena sudah melepaskanku.”
“Maafkan aku Zia, Aku hanya nggak mau Kamu tersakiti Karena perasaanku yang sudah berubah terhadap kamu.”
Kezia menatap Braandon dengan tajam, dngan tatapan penuh luka. Akhirnyaa dengan kesal Kezia keluar dari ruangan Brandon. Gagal sudah rencananya, sebenarnya Kezia memberikan undangan pertunangannnya kali ini kepada Brandon hanya untuk membuat Brandon cemburu dan kembali mengejarnya. namun ternyata, Brandon masih sama, dia masih berharap dengan Wanita dalam Fantasinya tersebut.
Brandon kembali terduduk di kursi kebesarannya. Memejamkan mata dan mengusap wajahnya dengan Frustasi. ‘Ya… aku memang Gila… Aku gila karena menginginkanmu Angel…’ Runtuknya daam Hati.

****

Brandon tak berhenti mengumpat kasar ketika dirinya terjebak Macet di tengah padatnya lalu lintas kota jakarta ini, tentu saja, bukankah ini jaam pulang kantor. paginya sudah cukup buruk karena mimpi tersebut, ditambah lagi kedatangan Kezia siang ini, lalu kemacetan yang parah ini membuatnya semakin sesak. Brandon akhirnya menyalakan musik santai di mobilnya, ssambil menyandarkan kepalanya.

Angel… ya Tuhan.. apa Kamu benar-benar nyata..?? Lagi-lagi Brandon berangan-angan dengan dengan Angel dalam mimpinya. Brandon lalu menegakkan posisi duduknya kembali ketika Mobil di depannnya mulai sedikit demi sedikit berjalan merayap. Brandon mengarahkan pandangannya kekiri jalan tepat di seberang jalan ada sebuah halte Bus. Disana berdiri beberapa orang yang sedang menunggu Bus, tapi yang menarik hati Brandon adalah seorang gadis dengan celana Jeans penuh dengan Robekan-robekan Khas anak muda dipadukan dengan sbuah T-shirt longgar dengan Rambut panjang terurainya. Gadis itu.. gadis itu..
“Angel…” tanpa sadar Brandon menyebutkan nama tersebut.
Jantung Brandon terasa ingin meledak karena detakannya sangat cepat bahkan suara detakannya hingga terdengar olehnya sendiri. Angel… wanita itu benar-benar nyata.
Brandon ingin keluar tapi sayangnya pintu mobilnya tidak bisa terbuka, akhirnya dia meembuka Kap atas mobilnya dan meloncat keluar dari dalam Mobilnya. Persetan jika barang-barangnya yang ada didalam mobil di curi orang, yang jelas dirinya harus segera menghampiri wanita itu.
Brandon sedikit berlarian tidak memperhatikan mobil-mobil yang membunyikan Klakson untuknya. Tapi belum sempat dirinya sampai di Halte tersebut, Sebuah Bus sudah berhenti di Halte tersebut tak lama Bus itu kembali berjalan meninggalkan Halte yang sudah Kosong.
“Heii tunggu… Angell…” Teriak Brandon masih dengan berlari menuju Halte Bus tersebut.
Nafas Brandon tersenggal-senggal ketika sampai di Halte tersebut dan mendaapati Bus yang sudah melaju jauh. “Ahhhh Siall..” Umpat Brandon keras-keras.
Lagi-lagi Brandon meraba dadanya yang terasa sedikit sakit karena detakan yang semakin cepat dan keras. Yaa… Brandon sangat yakin jika itu Angel.. Angelnya…. bahkan Hatinya saja sudah meyakininya, jantungnya sudah mengenalinya. Seulas senyum terukir dari bibir Brandon, setidaknya dia tau jika Angel adalah Wanita nyata, bukan hanya fantasinyaa belaka..
“Angel… Aku akan menemukanmu…” kata Brandon dengan pasti.

-TBC-

Bagaimana Chapter pertamanya..?? Mungkin LITD (Love In The Dream) Perchapternya akan sedikit pendek karena menggunakan judul tiap Chapternya.. jadi karena pendek aku akan usahakan Post seering mungkin, meski nggak setiap hari loh yaa… heheheh yang utama saat ini Tetap MBE (My Brown eye) dulu yang baru masuk Konflik, jad untuk LITD mungkin agak Slow… hehhehehe

Love In The Dream – Prolog

Comments 8 Standard

LITD2Love In The Dream

NB : Haiii haii haii.. diriku sudah kembali dengan New Story…. Mari tinggalkan sejenak kisah sedih Dara&Revan atau Mike&Hana… kita kembali pada para anak-anak BadBoys ku yang tergabung dalam serial The Soulmate. Ini Seri pertamanya udah keluar nihh… yee.. yee… yee… semoga kalian suka yaaa… Enjoy Reading…

*Prolog

 

Brandon mulai mengerjapkan matanya ketika sinar matahari mulai menyusup dalam cela-cela jendela kamarnya. Ahh… Siapa yang membuka Gorden Kamarnya pagi-pagi seperti ini..? Mama..? tidak, itu tidak mungkin Mama, Mamanya hanya akan masuk kedalam kamarnya ketika dirinnya sudah bangun dan keluar dari kamarnya.
Apa Aaron..? Ahh tidak mungkin juga, Anak itu kan masih di luar negri. Akhirnya dengan Kesal Brandon bangun dari tempat tidurnya. Dengan sedikit menyeret langkahnya Brandon mulai masuk kedalam kamar mandi. Ada yang berbeda dengan kamar mandinya. Ada dua handuk yang satu berwarna biru tua, yang satu berwarna merah muda. Punya siapakah handuk tersebut..? Brandon menggelengkan kepalanya tak menghiraukan tentang handuk tersebut. Dia beralih kearah Wastafel untuk menggosok gigi. Lagi-lagi dirinya dikejutkan dengan adanya dua sikat gigi dalam satu wadah. Dua Gelas lucu untuk berkumur, dan juga ada beberapa Cream yang diyakini sebagai Cream untuk wanita.
Apa ada yang menjailinya saat ini..? Apa dirinya sedang dikerjai atau sesuatu..?
Dengan tergesa Brandon kembali keluar dari kamar mandi dan baru menyadari jika keseluruhan dekorasi kamarnya berubah menjadi warna Pink. Apa-apa’an ini..? Pikirnya kemudian. Bahkan di ujung kamarnya pun terdapan Boks Bayi yang terlihat masih baru belum di gunakan. Boks Bayi..? Apa dirinya salah masuk kamar tadi malam..?
Brandon akhirnya keluar sambil memanggil-manggil Mamanya. Mama yang sangat di sayanginya.
“Mah… Mama… kenapa kamarku….” dan Brandon tak dapat melanjutkan kalimatnya ketika mendapati Mamanya sedang memasak dengan seorang wanita di dapur mereka, sedang Papanya sedang membaca koran dengan santainya. Siapa wanita itu..? Tanya Brandon dalam hati tanpa menghilangkan rasa penasarannya.
Brandon mendekat kearah Mamanya dan wanita tersebut yang posisi mereka saat ini membelakangi Brandon. Nessa akhirnya membalikkan badannya mendapati Putra pertamanya dengan Raut bingung.
“Sayang.. Kamu sudah bangun.. padahal tadi istri kamu sudah bangunin kamu sejak jam tujuh tadi loh…” Kata Nessa, ibunya, sambil membawa beberapa maskan ke meja makan.
Istri..? istri yang mana.? Brandon bahkan merasa tak pernah menikah sebelumnya.
“Heii… kamu sudah bangun..?” Tanya suara lembut dari sosok wanita yang kini sudah menghadap kearahnya. Sosok wanita dengan wajah cantiknya yang selama ini menghiasi mimpi-pimpi dan fantasinya.
“Angel..” tanpa sadar Brandon menyebutkan nama wanita tersebut.
“Iya sayang… Aku tadi sudah bangunin kamu tapi kamu nggak mau bangun. Aku lapar, anak kita juga.” Kata wanita yang di sebut Brandon dengan nama Angel tersebut sambil mengusap perutnya yang sudah besar.
“Anak..?” Tanya Brandon masih dengan raut bingung.
“Iyaa… anak kita…” kata wanita tersebut meyakinkan.
“Sudahlah Kak… Kak Angel nggak usah ngurusin Brandon lagi, mendingan ngurusin aku.” Itu suara si Bandel Aaron. Tunggu dulu, Kenapa Aaron ada disini.? Semuanya jadi tidak masuk akal untuk Brandon.
“Aaron.” Kata Dhanni meralat ucapan anaknya. Yaahh.. Aaron memang lebih suka memanggil Brandon hanya sebutan namanya saja, tanpa embel-embel Kakak dan sebagainya.
“Iya Pah.. Kak Brandon.” Aaron membbenarkan perjkataannya dengan sedikit kesal.
Brandon tak menghiraukan Aaron dan keluarganya lagi, yang ada dalam pikirannya saat ini adalah wanita dihadapannya, bagaimana wanita ini bisa begitu nyata di hadapannya, menjadi istrinya dan mengandung anaknya..? itu.. sepertinya tidak mungkin.
“Bisa kita bicara sebentar.?” Tanya Brandon pada wanita tersebut.
“Mau bicara apa.?”
“Kita kekamarku dulu.” Kata Brandon sambil menarik tangan wanita tersebut. Ya tuhan.. bahkan tangan itu terasa nyata dalam genggaman tangannya.
Brandon menutup pintu kamarnya dan mulai menatap tajam kearah wanita tersebut. Mengamatinya, mendekatinya pelan-pelan.
“Bagaimana kita bisa menikah.? Dimana kita saling kenal, dan astaga.. Bagaimana mungkin kamu nyata..?” tanya Brandon dengan sedikit frustasi.
“Kamu nggak ingat sama sekali..?” tanya wanita itu dengan lembut. Brandon hanya menggeleng pasti. Yaa.. dirinya sama sekali tak ingat apa-apa, dirinya hanya mengingat jika wanita di hadapannya ini adalah wanita misterius yang menghiasi mimpinya selama lima tahun terakhir.
“Mungkin ini akan mengingatkan Kamu.” Kata wanita tersebut sambil merangkulkan lengannya keleher Brandon lalu mendaratkan bibir penuhnya kepada bibir Brandon. Ciuman tiba-tiba itu benar-benar mengejutkan untuk Brandon. Ciuman yang sangat intens dan begitu terasa nikmat untuknya. Brandon kini bahkan memeluk tubuh wanita tersebut, membalas ciumannya, menikmati rasanya. Hingga rasa tersebut berubah sangat cepat menjadi Gairah. Brandon menginginkannya.
Dengan terengah Brandon melepaskan pangutannya. Menatap wajah merah padam dari wanita dihadapannya tersebut. “Angel…” kata Brandon dengan parau penuh gairah.
“Apa Kamu sudah mengingatku.?” Tanya wanita tersebut dengan lembutnya.
Namun belum sempat brandon menjawab, tiba-tiba wanita tersebut sedikit demi sedikit mengabur, tubuhnya mulai bercahaya, sedikit demi sedikit menjadi lebih terang lagi hingga Brandon tan mampu melihatnya.
“Angel..” Panggil Brandon ketika tubuh wanita tersebut sedikit demi sedikit menghilang dari pandangannya.
“Angel…” Lagi-lagi Brandon memanggil wanita tersebut kali ini sedikit lebih keras. Tapi ketika cahaya itu hilang dan ketika Brandon dapat mebuka matanya dengan sempurna, Brandon mendapati dirinya sendiri di tengah ruangan tersebut.
“Angel… Kamu dimana..? Kamu dimana Sayang.?” Teriak Brandon sambil mencari-cari sosok yang sangat diinginkannya tersebut.
“Angel… Angel….”

 

“Angellllllll………” Teriak Brandon sambil terduduk lengkap dengan keringat dinginnya. Nafasnya menggebu, matanya merah melebar. Brandon sadar jika dirinya baru bangun dari mimpi dalam tidurnya.
Ahh… Sial.. Mimpi itu lagi. Umpatnya dalam hati.
Lalu Brandon kembali membaringkan Diri di ranjangnya, menatap jauh pada langit-langit kamarnya. Brandon meraba Dadanya. Mimpi itu terasa begitu nyata.. jantungnya bahakn masih berdetak lebih cepat seakan ingin melompat dari tempatnya. Belum lagi rasa kehilangan saat melihat wanita tersebut menghilang begitu saja, benar-benar sangat menyakitinya tepat di dadanya. Apa ini..? Kenapa seperti ini…
Brandon memijit pelipisnya. “Angel… Apakah kamu nyata..??” Lirih Brandon sedikit tak terdengar.

 

-TBC-

 

Ehhhmmm test.. test… gimana nihh prolognya.. ada yg penasaran nggak nih… aku tau pasti kalian sedikit bingung ama nii prolog… yaa maklum yaa karena baru prolog hahhaa jadi masih banyak misterinya… ok selamat menunggu chapter selanjutnya yang mungkin aga telat postnya karena aku jga harus ngbut nulis MBE nya Hana& Mike.. hehheh bye.. byee….