About The Batman

Comments 2 Standard

About The Batman

  • James  Drew Roberth (Jiro The Batman) 

James, biasa dikenal dengan nama Jiro adalah Personel The Batman yang paling tua. Usianya 32 th. Blasteran indo inggris. Bertubuh tinggi, kekar, dengan rambut panjang sebahu berwarna cokelat kepirangan. Jiro adalah personel dengan tampang yang mendekati cantik. Dia paling kritis tetang penampilan diantara personel yang lain, meski begitu, dia juga punya banyak Tatto ditubuhnya loh… Hubungan percintaannya tak pernah terekspos.  Bahkan dimata para personel The Batman, Jiro ini yang paling misterius karena Jiro gak pernah ngomongin masalah pribadinya saat mereka kumpul2 gitu. Meski begitu, Jiro pernah sekali kepergok kamera The Danger sedang berciuman dengan seorang cewek di kelab malam.  Dan hal itu benar2 membuat dia super marah.  Dia paling gak suka ada yang ngorek atau bahas tentang masalah pribadinya. 

  • Kenzo Arya (Ken The Batman) 

Kenzo, atau biasa dikenal dengan Ken The Batman adalah salah satu personel yang paling bersih diantara personel yang lain.  Dia juga memiliki satu dua Tatto, tapi itu tersembunyi di balik bajunya. Dia juga dikenal sebagai personel yang setia.  Karena sejak sebelum jadi artis hingga terkenal seperti saat ini, dia setia dengan seorang kekasihnya. Ken adalah sosok yang romantis. Memiliki paras tampan, tinggi tegap namun sedikit lebih pendek dibandingkan dengan Jiro. Wajah tampannya khas cowok2 kalem, tapi gaya alisnya yang terbelah membuat Dia kadang terlihat keras dan keren, tak sekalem biasanya. Dan dia tidak pernah main2 dengan wanita2 bayaran ataupun fans2nya untuk mencari kepuasan dan sejenisnya. Pokoknya dia itu good boy nya The Batman. 

  • Thomas Ryan Yoseph (Troy The Batman) 

Thomas, atau biasa dipanggil Troy ini kebalikan dari Ken sifatnya. Kalau Ken itu good boynya The Batman, maka Troy ini Bad boynya. Dia memiliki darah Amerika dari ayahnya. Dia paling sebel kalo ada yg manggil nama aslinya. Posturnya tinggi tegap seperti Jiro,  bedanya, Troy ini gaya rambutnya lebih suka tipis2 stengah gundul gitu, trus di ukir2 gitu. Dia lebih pede kalo pakek topi, padahal walau gak pekek topi dia kelihatan keren bgt. Troy ini paling berengsek diantara yg lain, dan dia masuk dalam jajaran cowok2 penjahat kelamin.  Hahhaha. Ehh iya, dia paling muda lohh diantara yang lain. Usianya 27th. Dan dia sering banget nongol di majalah2 dewasa dengan setengah telanjang bersama beberapa model cewek lainnya. Yaaa kalian bisa bayangin lah seperti apa.  Hahhahahha 

  • Jason Febrian (Jason The Batman) 

Seperti yang sudah digambarkan sebelumnya, Jason punya postur tinggi tegap dengan Tato yang menghiasi kedua belah lengannya. Usianya 28th. Tapi dia lebih suka menumbuhkan bulu2 diwajahnya hingga membuatnya terlihat lebih dewasa dari usianya. Jason punya suara emas. Dia vokalis sekaligus pencipta lagu di The Batman (meski yg lain juga sesekali nyiptain lagu tapi yaa banyakan Jason). Dia lebih suka punya gaya rambut seperti anak Punk dan juga hobby ganti2 gaya rambutnya. Pun dengan gaya berpakaiannya,  lebih suka tanpa lengan dengan celana robek2. Selain hobby Tatto, dia juga hobby pasang tindik, katanya itu membuatnya lebih percaya diri. Jason itu tipe cowok setia kayak Ken, tapi karena dia patah hati, dia jadi ketularan berengsek seperti Troy. Meski begitu,  jika dia sudah menyukai seorang gadis, maka dia gak akan melepaskannya, bahkan sifat over posesifnya benar2 membuat siapa saja merasa tercekik.

Ps. Jika Jason, Troy dan Ken berteman dan ngeband bareng sejak sekolah,  maka Jiro baru bergabung ama mereka saat mereka mulai debut jadi artis.  Itu sebabnya umur dia beda jauh.
 ūüėĀūüėĀ

Oke, cukup itu aja kayaknya gambarannya. Update lagi malam minggu lah…  Hhehehe minggu ini bener2 sibuk.  Aku bolak balik Rs. ūüėāūüėāūüėāūüėāūüėā see you…  Muaaahhh ūüėöūüėöūüėöūüíčūüíčūüíč‚̧‚̧‚̧

Advertisements

Bianca – Prolog

Comments 4 Standard

Bianca

 

Judul : Bianca

Seri : The bad Girls #3

Penulis : Zenny Arieffka

Genre : Romance Adult

Seri sebelumnya : Elena (The Bad Girls #1). Evelyn (The Bad Girls #2).

Cerita yang sedikit berkaitan : My Young Wife, My Beloved Man.

 

 

Prolog

 

-Bianca-

Aku melihatnya.

Vokalis itu bergaya ala penyanyi Rock dengan rambutnya yang setengah plontos, telinga yang beranting, beberapa tindik di wajahnya, dan tak lupa tato yang menghiasi lengannya. Astaga, kupikir aku tak akan menemukan lelaki seperti ini di dunia nyata. Karena lelaki ini adalah lelaki yang kubayangkan saat aku membaca novel dewasa karya salah satu penulis best seller di New York. Tapi aku melihatnya di sini? Di ndunia nyata?

Tuhan! Kupikir aku sudah mulai gila. Bagaimana mungkin aku kepanasan hanya karena melihat aksinya di atas panggung?

Sienna benar. Jason adalah penggambaran sempurna dari seorang lelaki. Dia tampan, berkarisma dan tampak panas.

Dan sialnya, aku menginginkannya.

***

 

 

-Jason-

 

Bianca tampak begitu mempesona.

Ya, tentu saja. Dia adalah salah seorang yang kukenal beberapa saat yang lalu. Mengaku menjadi penggemarku, dan aku tertarik dengannya.

Selama ini aku menutup mata, hati, dan pikiranku karena aku sudah memiliki seorang yang kucintai. Tapi ketika aku memutuskan untuk berhenti mencintai orang itu, Bianca datang. Kupikir aku sedikit beruntung, disaat aku membutuhkan orang untuk menghibur diri, aku mengenal Bianca.

Dia sedikit berbeda dengan gadis-gadis yang kukenal, sedikit polos, tapi kepolosannya kadang menggelitikku, membuatku semakin tertarik dengannya, membuatku semakin menginginkannya.

Bianca mampu dengan mudah menggodaku, dan aku tak memungkiri jika diriku mulai tergoda dengannya.

 

-TBC-

Yeaayyy kenalan dulu ama abang Jase dan non Bee..

Venom Publisher – Penerbit Ebook di Google Playbook

Comments 8 Standard

Venom Publisher

 

Haiiiiii huaaa aku seneng bangettt iya seneng banget,,, kenapa? karena mulai sekarang aku sudah bisa menerbitkan bukuku sendiri di google playbook. yeaaayyyyy

sejak tgl 13 bulan agustus kemarin, aku secara resmi mendirikan sebuah penerbitan. uumm, bukan penerbitan sih, lebih tepatnya sebuah wadah untuk aku dan teman-teman penulis lainnya yang mempublikasikan karya di google playbook.

jadiiiii, untuk kalian-kalian para penulis yang sedang bingung mau nerbitin karyanya, bisa nerbitin karya kalian lewat aku, nanti akan aku bantu mempublikasikan karya kalian tersebut di Google Playbook.

berikut ketentuannya, baca baik-baik yaaa.. hihihi

 

Tentang Venom Publisher

Menganut tujuan utama kami saat mendirikan penerbitan ini yaitu untuk memudahkan penulis dalam  mempublikasikan  atau  menjual  ebook  mereka  di  google  playbook,  mempermudah mereka,  dan  memberi  keuntungan  bagi  mereka,  maka  berikut  sistem  kerja  dalam  Venom Publisher :

  1. Kami  tidak  menyediakan  layanan  ISBN.  Ya,  karena    kami  bukan  penerbit  yang sebenarnya, kami  hanya membantu penulis mempublikasikan  atau menjualkan hasil karyanya di google playbook.
  2. Tidak ada kontrak.Ya, Naskah masih menjadi hak milik penulis, kami tidak mengikatnya dengan kontrak, jadi jika penulis ingin mencetak karya tersebut ke penerbit lain, maka silahkan. Atau jika mungkin saja di tengah-tengah kerja sama kita, karya tersebut di lirik oleh  penerbit  besar,  maka  kami  dengan  senang  hati  melepasnya  dan  membantu menghapusnya dari google play.
  3. Kami tidak menyediakan layanan Editing.Ya, Naskah yang sudah di kirim pada kami adalah Naskah yang sudah rapih dan sudah dalam bentuk Pdf. Kami tidak akan mengedit apapun atau menambahkan apapun karena kembali pada poin pertama, tujuannya hanyamembantu penulis mempublikasikan karyanya di google playbook.
  4. Harga di tentukan oleh penulis. Ya, Harga jual di tentukan oleh kalian sendiri yaa.
  5. Tidak di pungut biaya karena menggunakan sistem royalti. Jadi begini, setelah naskah masuk, kalian di minta menentukan harga. Misalkan, harga jual novel kalian adalah 50.000, maka 48% dari harga tersebut adalah milik google play, sedangkan 52% dari harga tersebut adalah Laba penerbit ( 50.000 x 52% : 26.000). dan 62% dari Laba Penerbit adalah Royalti Penulis (Jadi 26.000 x 62% : 16.120) gitu cara ngitungnya yaa… bisa di sebut royalti kalian lebih dari 32% harga Buku.
  6. Menerima Naskah dalam Genre apapun dan tidak  ada proses seleksi. Ya, tidak perlu di seleksi ya, jadi jangan takut naskahnya nggak keterima.. wkwkkwkwkkw. (Pastikan naskah tersebut original karya kalian, bukan hasil plagiat.)
  7. Hanya menerbitkan Ebook, bukan mencetak versi buku.Jadi kalau kalian ingin memiliki cerita kalian dalam bentuk buku, maka silahkan di cetak ke percetakan lain, kami hanya membantu mempublikasikan di google playbook dalam bentuk ebook.
  8. Royalti akan di bayarkan pada bulan selanjutnya.Jadi, misalkan bulan 8 kalian sudah masukin naskah, dan sudah terjual, maka royalti kalian di bulan 8 akan di cairkan pada bulan 9 (Di atas tangal 15, karena google membayarkan royaltinya pada tgl 15). Dan seterusnya. (Royalti di bawah 50.000 akan di tahan dan di cairkan kembali bulan selanjutnya setelah cukup 50.000 atau mungkin lebih)
  9. Setiap pertengahan bulan akan ada penampakan penjualan yang akan di update di IG story Zennyarieffka (maap pakek akun pribadi karena kami belum buat akun Venom, hihihi)
  10. Wilayah  penjualan.  Nahh,  berhubung  saya  belum  memiliki  NPWP,  maka  wilayahpenjualan google play pada penerbitan Venom Publihser saya persempit dan hanya bisa di  beli  di  negara-negara  yang  mata  uangnya  tidak  menggunakan  US  Dolar  seperti,indonesia, malaysia, singapura, Hongkong dan taiwan (Untuk saat ini, hanya negara ini dulu yaa).

 

Tamabahan :

* Yg pertama. Venom Publisher tidak menerima Naskah yang sedang di publish oleh penerbit lain di google playbook. Jadi, kalau naskah kamu masih di publish oleh penerbit lain, tolong jangan di kirimkan ke Venom. Kenapa? Karena itu melanggar kebijakan konten di google playbook. Google playbook akan secara otomatis membaca jika ada kesamaan konten. (Jadi misalnya, aku punya cerita Lady killer di penerbit A yang sedang di publish di playbook. Aku mau masukin ke Venom, untuk di publis juga di playbook. Maka itu tidak bisa karena google akan membaca secara otomatis jika konten tersebut sama). tapi, jika kalian tetap ingin terbit di Venom, maka silahkan Terlebih dulu menarik naskah tersebut di penerbit google playbook sebelumnya.

*Yang kedua. Hanya menerima naskah siap publish dalam bentuk Pdf dan juga jangan lupa sertakan covernya. jadi tolong, jangan mengirim naskah yang masih mentah dan bentuk format Word. karena kami masih kekurangan admin.. huuuhuuuhuuu T_T

*Yang ketiga. File sinopsis. Sinopsis maksud kami disini adalah keterangan atau deskripsi singkat tentang cerita kalian. Atau bisa juga disebut Blurb yang biasanya ada di Back cover novel2 versi buku. Jadi cuma deskripsi singkat aja biar yang baca penasaran dan tertarik membeli buku kalian. ūüôā

*Yang keempat. Laporan penjualan. Jika buku kalian terjual (dalam hal ini memang ada beberapa buku yang tidak terjual sama sekali), maka informasi penjualan akan di kirimkan di email setiap tanggal 3-5. -Jika kalian tidak mendapatkan info penjualan, berarti tidak ada buku yang terjual ūüôā

Kayaknya untuk saat ini hanya ini dulu, sisanya menyusul karena ini juga masih baru, jadi kalau ada tambahannya nanti akan di beritahukan.

 

Cara mengirimkan Naskah : 

  1. Naskah sudah harus selesai dan dan sudah di edit. Lalu di kirim dalam Format Pdf ke Email : Venompublisher@gmail.com dengan Subjek GOOGLE PLAY. 
  2. Sertakan juga File Word (Atau bisa ditulis di badan email) yang berisi Judul Cerita, Nama Penulis, Deskripsi cerita /sinopsis,jumlah halaman, dan juga Harga jual. (Jika kalian baru pertama kali mengirimkan naskahke Venom Publisher, maka sertakan juga No. Rek dan juga nama penerima dana royalti).
  3. Jangan lupa sertakan juga File Cover depan cerita kamu dalam bentuk JPG.

Nahh!!! Cukup mudah, kan?? Kalau masih bingung silahkan tanya di komentar.

 

Terimakasih, kami tunggu naskah-naskahnya….

 

 

Lovely Wife – Chapter 1 (Wanita menggoda)

Comments 7 Standard

Lovely Wife

 

Akhirnyaa rilis juga bang Dirganya yaa,,, wakakkaka semoga suka,…

 

Chapter 1

-Wanita yang menggoda-

 

Dua tahun yang lalu…

Pagi itu, nadine sedang sibuk membantu ibunya menyiapkan sarapan untuk keluarga kecil mereka. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, jika sebelum-sebelumnya Nadine sarapan dengan santai, maka hari ini ia sedikit terburu-buru.

Ya, hari ini adalah hari pertamanya kerja di salah satu perusahaan besar meilik keluarga dari sahabatnya sendiri. Meski si pemilik perusahaan sangat baik terhadap dirinya dan keluarganya, tapi tetap saja Nadine harus profesional. Ia tidak ingin di terima dalam perusahaan tersebut hanya karena kenal dan dekat dengan si pemiliknya, tapi karena potensinya berada di dalam perusahaan tersebut.

‚ÄúNadine, ini bekal untuk kamu, sayang.‚ÄĚ Nadine melirik ke arah kotak bekal yang di siapkan sang ibu. Sederhana tapi Nadine suka.

‚ÄúTerimakasih, Bu.‚ÄĚ

‚ÄúApa Karin juga ikut kerja di perusahaan ayahnya?‚ÄĚ

‚ÄúSepertinya tidak.‚ÄĚ

Sang ibu hanya menganggukkan kepalanya. Nadine melirik ke arah jam tangannya, waktu menunjukkan jika hari sudah semakin siang, akhirnya ia menyambar tasnya dengan membawa sepotong roti tawar yang sudah di olesi dengan selai cokelat, lalu berpamitan dengan sang ibu untuk segera berangkat.

‚ÄúKamu yakin hanya sarapan itu?‚ÄĚ

‚ÄúYa, Bu. Kan aku sudah bawa bekal.‚ÄĚ

‚ÄúBaiklah, hati-hati di jalan, sayang.‚ÄĚ Nadine menganggukkan kepalanya dengan pesan sang ibu, ia mengecup lembut punggung tangan sang ibu tak lupa juga ia berpamitan dengan ayahnya lalu segera berangkat menuju ke tempat kerja barunya.

***

Saat Nadine sibuk menunggu Bus di sebuah halte tak jauh dari gang rumahnya, sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya. Nadine tersenyum saat mendapati siapa pemilik dari mobil tersebut. Itu Darren Pramudya, lelaki yang sudah resmi menjadi kekasihnya sejak beberapa minggu yang lalu.

Darren membuka kaca mobilnya lalu melonggokkan kepalanya ke arah Nadine. ‚ÄúAyo masuk.‚ÄĚ

‚ÄúUum, kamu mau ngantar aku? Kamu nggak sibuk?‚ÄĚ tanya Nadine masih berdiri tepat di sebelah mobil Darrenh.

Ya, setahu Nadine, Darren adalah orang yang sibuk. Lelaki itu juga sibuk dengan perusahaan keluarganya, jadi Nadine tidak enak jika harus merepotkan Darren untuk mengantarnya kerja.

‚ÄúUntuk kamu, aku nggak akan pernah sibuk. Ayo, masuklah.‚ÄĚ Nadine tersenyum lembut. Ah, lelaki ini gampang sekali membuatnya berbunga-bunga.

Nadine akhirnya masuk ke dalam mobil Darren, setelah duduk di sebelah lelaki itu, Nadine sedikit mengerutkan keningnya saat mendapati ada yang berbeda dengan tampilan mobil Darren. Pada Dashboar mobil Darren, dulu terdapat sebuah bingkai mungil yang di dalamnya ada foto Darren, Karina dan dirinya, tapi kini bingkai tersebut hanya berisikan foto dirinya saja. Oh, jangan di tanya bagaimana terkejutnya Nadine saat ini. Pipinya bahkan sudah merona-rona.

‚ÄúKenapa?‚ÄĚ Darren bertanya sambil mulai mengemudikan mobilnya.

‚ÄúFotonya, apa yang terjadi dengan fotonya? Kenapa ganti?‚ÄĚ

Darren sedikit tersenyum. ‚ÄúApa yang terjadi? aku hanya memasang foto wanita yang sedang menjadi kekasihku.‚ÄĚ

‚ÄúAissh, aku nggak enak sama Karin kalau kamu hanya memasang fotoku di sini.‚ÄĚ

‚ÄúKarin? Kenapa dengan dia? Dia pasti mengerti. Dia adalah sahabat terbaik kita, jadi dia tidak akan mempermasalahkan foto ini.‚ÄĚ

‚ÄúYa tapi dia belum tahu tentang hubungan kita.‚ÄĚ

‚ÄúNanti aku yang akan memberi tahunya. Oke?‚ÄĚ dan Nadine hanya mampu menghela napas panjang.

Ya, ia Karina dan Darren memang sahabatnya sejak kecil karena orang tua mereka memang bersahabat sejak remaja. Sebenarnya Nadine sedikit tidak enak, ketika tiba-tiba Darren mengungkapkan perasaan lelaki tersebut padanya. Baginya, Darren adalah seorang yang istimewa, sama dengan Karina, tapi hanya itu, tidak lebih. Nadine melihat Darren sebagai sahabat yang ia sayangi, hingga kemudian beberapa minggu yang lalu saat lelaki itu mengungkapkan perasaannya, Nadine jadi galau tak menentu.

Ia ingin menolak, tapi tidak enak, takut jika hubungannya dengan Darren akan merenggang, atau lelaki itu akan menghindarinya. Akhirnya, Nadine mencoba hubungan tersebut dengan Darren, meski sebenarnya tanpa cinta. Saat itu Nadine sedang sendiri karena ia baru putus dengan kekasihnya, dan dengan hadirnya Darren, ia mau mencoba menjalin kasih kembali dengan seorang pria. Setidaknya, ia mengenal Darren, lelaki itu adalah lelaki baik, jadi tidak ada salahnya mencoba dengan Darren.

‚ÄúJadi, apa nanti mau makan siang bersamaku?‚ÄĚ Nadine menolehkan kepalanya pada Darren.

‚ÄúAh, maaf, aku bawa bekal.‚ÄĚ

‚ÄúAku bisa ke tempat kerjamu dan makan di kantin kantormu nanti.‚ÄĚ Darren menjawab lagi.

‚ÄúDarren, itu nanti akan sangat merepotkan kamu. Lagian aku baru di sana, jadi aku harus banyak bergaul dengan pegawai lainnya-‚ÄĚ

‚ÄúDari pada makan siang bersamaku?‚ÄĚ potong Darren.

Nadine tersenyum. ‚ÄúBukan begitu maksudku.‚ÄĚ

‚ÄúOke Princess, aku mengerti. Kalau ada yang jahat sama kamu, lapor saja sama aku.‚ÄĚ

Nadine terkikik geli. ‚ÄúBaik Boss.‚ÄĚ ¬†Keduanya lalu melanjutkan percakapan ringan mereka dengan sesekali bercanda gurau bersama.

***

‚ÄúASTAGAAAAAAAA!!!!‚ÄĚ

Suara teriakan tersebut seketika menghentikan pergerakan Dirga, membuat Dirga dan Amel, wanita yang kini masih menyatu dengannya menolehkan kepalanya ke arah wanita yang berteriak tersebut.

‚ÄúAda apa?‚ÄĚ seorang lelaki datang menghampiri wanita yang sedang berteriak tersebut, wanita itu menutup matanya karena melihat pemandangan yang menurutnya amat sangat vulgar. Dan lelaki itu segera menatap pemandangan di hadapannya.¬† Tampak seorang lelaki yang kembar identik dengannya sedang bersenggama dengan seorang wanita dalam posisi yang begitu panas dan berani.

‚ÄúBrengsek lo Ga! Apa yang lo lakuin di sini?!‚ÄĚ Seru lelaki itu lantang. Dia Davit, saudara kembar Dirga yang kini tinggal di Bandung.

Dirga mengumpat dalam hati. Bagaimana tidak, sebentar lagi ia akan mencapai klimaksnya, tapi di ganggu oleh Davit dan juga Sherly, istri dari kembarannya tersebut. Ah sial! Apa juga yang di lakukan Davit di sini? Bukankah mereka seharusnya berada di Bandung?

Dirga menarik dirinya dari penyatuan terhadap tubuh Amel, dan tanpa mempedulikan ketelanjangannya, ia bertanya balik pada Davit.

‚ÄúLo sendiri ngapain di sini?‚ÄĚ

‚ÄúIni apartemen gue, jadi terserah gue mau ke sini atau enggak.‚ÄĚ

Sial! Tentu saja. Harusnya Dirga sadar diri karena apartemen yang ia jadikan sebagai  basecamp untuk bercinta dengan para wanitanya adalah apartemen milik Davit.

‚ÄúSetidaknya lo bisa ketuk pintu sebelum masuk.‚ÄĚ gerutu Dirga sambil menyambar kimono tidurnya. Ia melirik ke arah Amel, wanita itu tampak sangat malu karena kini menutupi sekujur tubuh telanjangnya dengan selimut tebal mereka.

‚ÄúKetuk pintu? Ngapain gue ketuk pintu kalau kue punya kuncinya? Lo benar-benar sialan.‚ÄĚ

‚ÄúSlow man, lo kayak nggak kenal gue, keluar dulu sana, lo mau seharian di situ dan lihat gue telanjang?‚ÄĚ

Davit menggelengkan kepalanya. ‚ÄúSinting lo!‚ÄĚ lalu ia mengajak istrinya pergi meninggalkan kamar yang masih di tempati Dirga tersebut.

Dirga menyambar baju wanita teman kencannya yang berserahkan di lantai, dan melemparkannya begitu saja pada wanita itu. ‚ÄúPakai bajumu, kita akan pergi dari sini.‚ÄĚ

‚ÄúKita nggak lanjutin tadi?‚ÄĚ

‚ÄúKamu bercanda? Aku sudah tidak bergairah. Cepat pakai.‚ÄĚ Dirga lalu melirik ke arah jam tangannya dan mendapati jarum jam menunjukkan pukul sebelas siang. ‚ÄúSial! Kita ada rapat jam satu siang.‚ÄĚ

‚ÄúKamu kan bisa batalin rapatnya.‚ÄĚ Wanita itu berkata sambil mengenakan pakaiannya satu persatu.

‚ÄúMembatalkan? Meski aku brengsek, aku tidak pernah mangkir dari pekerjaanku.‚ÄĚ Dirga memakai kembali kemejanya. ‚ÄúBrengsek! Ngapain juga si Davit ke sini.‚ÄĚ

Setelah memakai pakaiannya, Dirga keluar menghampiri kakak kembarnya. ‚ÄúLo ngapain ke sini? Bukannya harusnya lo ada di Bandung?‚ÄĚ

‚ÄúGue lagi ada kerjaan di sini. Sialan! Bukannya wanita itu sekertaris pribadi lo? Lo kencan sama dia?‚ÄĚ

Dirga meraih sebotol air mineral di dalam lemari pendingin lalu meminumnya. ‚ÄúDia suka godain gue di kantor, jadi gue kencani aja.‚ÄĚ Jawab Dirga dengan datar.

‚ÄúBener-bener sinting lo. Lo nggak akan bisa profesional sama dia nantinya, Ga.‚ÄĚ

‚ÄúWell, setelah gue selesai sama dia, gue akan pindah tugaskan dia ke bagian lain.‚ÄĚ

‚ÄúDan lo akan cari sekertaris pribadi baru gitu? Seperti sebelum-sebelumnya?‚ÄĚ

‚ÄúTepat sekali.‚ÄĚ

‚ÄúLo benar-benar gila.‚ÄĚ

‚ÄúJadi kamu mau memecatku?‚ÄĚ terdengar suara Amel yang baru saja keluar dari kamar.

Dirga menghampiri wanita tersebut. ‚ÄúOh, aku tidak sekejam itu sayang, kamu hanya akan di pindah tugaskan ke tempat lain.‚ÄĚ

‚ÄúKenapa? Supaya kamu tidak ada yang menggoda?‚ÄĚ

‚ÄúTepat sekali.‚ÄĚ Dirga menjawab santai.

Wanita itu akan menjawab lagi, tapi suaranya tercekat di tenggorokan ketika seorang wanita lainnya menuju ke arah dapur melewati dirinya dan juga Dirga. Itu wanita tadi yang memergoki mereka saat sedang asik menyatu dan bergerak seirama, itu Sherly, istri Davit.

Dirga melirik sekilas ke arah istri Davit, lalu menyapanya dengan suara menggoda. ‚ÄúPagi, Kak.‚ÄĚ

Sherly  hanya melirik sekilas ke arah Dirga, lalu melanjutkan langkahnya mendekat ke arah suaminya tanpa menghiraukan Dirga. Dirga tampak kesal dengan istri dari kembarannya itu, ia hanya bisa berakhir dengan mendengus sebal.

‚ÄúGue cabut.‚ÄĚ Dirga berkata dengan wajah yang sudah masam.

‚ÄúLo nggak mandi? Badan lo masih bau seks.‚ÄĚ

‚ÄúNggak.‚ÄĚ Hanya itu jawaban Dirga sambil bergegas pergi menuju pintu keluar apartemen Davit.

Sialan! Sherly benar-benar mampu membuat moodnya memburuk.

***

‚ÄúJadi kamu benar-benar memecatku?!‚ÄĚ Amel, sekertaris pribadi Dirga akhirnya tak kuasa menahan amarahnya saat Dirga memberika surat pernyataan jika dirinya di pindah tugaskan ke bagian lain saat setelah mereka sampai di kantor. Astaga, padahal baru beberapa jam yang lalu Dirga bercinta dengannya, bagaimana mungkin lelaki ini melakukan hal sekejam ini padanya?

‚ÄúJangan berlebihan, aku tidak memecat, kamu hanya di pindah tugaskan ke tempat lain.‚ÄĚ

‚ÄúYa, dan artinya aku nggak akan bisa berhubungan lagi denganmu.‚ÄĚ

‚ÄúSayangnya, memang seperti itu tujuannya. Maaf.‚ÄĚ Dengan begitu menjengkelkan, Dirga mengucapkan kalimat tersebut dengan senyuman miringnya.

‚ÄúKamu benar-benar keterlaluan, baru beberapa jam yang lalu kamu memasukiku, dan sekarang-‚ÄĚ

‚ÄúSekali lagi, jangan berlebihan. Aku belum klimaks.‚ÄĚ Dirga memotong kalimat Amel lagi-lagi dengan begitu menjengkelkan.

‚ÄúBrengsek!‚ÄĚ setelah mengumpat keras,¬† Amel keluar dari ruangan Dirga. Dan Dirga hanya menatapnya dengan tersenyum penuh kemenangan. Ia bahkan tidak menghiraukan Amel yang membanting keras-keras pintu ruangannya.

Dirga kembali duduk di kursi kebesarannya, tapi baru beberapa detik ia duduk, pintunya kembali di ketuk oleh seseorang. Siapa lagi ini? Pikirnya.

‚ÄúMasuk.‚ÄĚ Dengan malas Dirga mengucapkan perintah tersebut.

Pintu di buka, Dirga mengangkat wajahnya dan mendapati sosok cantik berdiri di ambang pintu ruang kerjanya. Sosok yang tidak asing baginya, karena dulu, ia sering sekali bertemu dengan sosok tersebut, tapi kini, entah apa yang membuat Dirga ternganga mendapati penampilan sosok tersebut yang baginya cukup berbeda.

Itu Nadine, sahabat dari Karina, adiknya.

Kenapa Nadine di sini?

Dirga mengangkat sebelah alisnya, menatap penampilan Nadine dari ujung rambut sampai ujung kaki wanita tersebut.

Rambutnya tergerai indah, dia mengenakan kemeja dan juga rok yang menurut Dirga terlihat begitu seksi saat di kenakannya, belum lagi sepatu hak yang membuat kaki jenjang wanita itu terlihat begitu menggoda untuk Dirga.

What the F*ck!

Sejak kapan Nadine menjadi wanita menggoda seperti saat ini? Sejak kapan ia menegang seutuhnya hanya karena melihat teman dari adiknya itu berdiri dengan pakaian lengkapnya?

Dirga menelan ludahnya susah payah. Ia mulai tidak nyaman dalam duduknya, dan entah mengapa dahinya mulai berkeringat.

Sial! Ia kepanasan.

‚ÄúSiang Pak, saya di suruh megantar dokumen ini pada Pak Dirga.‚ÄĚ Nadine berkata seformal mungkin. Meski sebelumnya ia sudah mengenal Dirga, tapi tetap saja saat ini Dirga adalah atasannya.

Dengan gerakan pelan tapi mengintimidasi, Dirga melangkah menuju ke arah Nadine. Jemarinya dengan spontan melonggarkan ikatan dasinya yang entah kenapa terasa mencekiknya.

‚ÄúNadine, kamu, kerja di sini?‚ÄĚ

‚ÄúUum, iya pak, ini hari pertama saya kerja di sini.‚ÄĚ

‚ÄúDi bagian apa?‚ÄĚ tanyanya lagi.

‚ÄúBagian administrasi.‚ÄĚ

‚ÄúBereskan barang-barang kamu, mulai hari ini kamu jadi sekertaris pribadi saya.‚ÄĚ Dengan arogan Dirga mengucapkan kalimat tersebut.

‚ÄúApa?‚ÄĚ Nadine tampak shock dengan ucapan Dirga.

‚ÄúYa, saya lagi butuh seorang sekertaris, dan saya rasa, kamu orang yang paling cocok menggantikan sekertaris saya yang baru saja saya pecat.‚ÄĚ

‚ÄúTapi pak-.‚ÄĚ

‚ÄúBersikap biasa saja seperti sebelum-sebelumnya.‚ÄĚ

‚ÄúMaaf?‚ÄĚ

‚ÄúSekarang, kembali ke ruanganmu, dan bereskan barang-barangmu. Sisanya, aku yang akan mengurus semuanya.‚ÄĚ Nadine hanya mengangguk patuh lalu ia membalikkan badannya dan mulai pergi meninggalkan ruangan Dirga.

Dirga sendiri menghela napas panjang setelah Nadine keluar dari ruangannya. Sial! Bagaimana mungkin Nadine mampu menciptakan ketegangan seksual di dalam dirinya hanya karena melihat penampilan wanita itu?

***

Cukup lama Nadine membereskan meja kerjanya, meski ini hari pertamanya menempati ruangan mungilnya tersebut, tapi tetap saja banyak yang di bereskan, mengingat ia membawa banyak barang di atas mejanya.

Sedikit risih karena beberapa rekan kerjanya menatap ke arahnya dengan sesekali berbisik pada yang lainnya, seakan dirinya kini menjadi bahan gosip. Tentu saja, siapa yang tidak menggosipkan tentang dirinya dalam keadaan seperti ini? Sangat aneh jika ada seorang pegawai biasa baru yang langsung naik pangkat menjadi sekertaris pribadi wakil direktur utama perusahaan besar tersebut.

Seorang rekan kerja Nadine datang menghampirinya. ‚ÄúJadi, kiamu benar-benar akan menjadi sekertaris pribadi pak Dirga?‚ÄĚ tanya salah satu¬† rekan kerja wanita Nadine.

‚ÄúYa, sepertinya begitu.‚ÄĚ

‚ÄúWahh, sepertinya Pak Dirga sedang membidik mangsa baru.‚ÄĚ

Nadine mengerutkan keningnya. ‚ÄúMembidik mangsa baru?‚ÄĚ

‚ÄúLihat saja, posisi kamu di sana tidak akan lama. Paling lama juga mungkin dua bulan. Pak Dirga selalu bergonta-ganti sekertaris pribadi setelah dia berhasil mendapatkannya.‚ÄĚ

‚ÄúMendapatkannya? Maksud kamu, mendapatkan apa?‚ÄĚ Nadine benar-benar tidak mengerti.

‚ÄúMendapatkannya di ranjang.‚ÄĚ

‚ÄúApa?‚ÄĚ dengan spontan Nadin membulatkan matanya seketika.

‚ÄúTenang, itu sudah menjadi rahasia umum, jika atasan kita yang satu itu memang seperti itu. meski begitu, banyak yang mengidamkan menjadi sekertaris pribadi pak Dirga meski nanti ia akan menjadi kekasih semalam pak Dirga dan berakhir di campakan.‚ÄĚ

Nadine merasa mual dengan kenyataan tersebut. Tidak! Kak Dirga tidak akan memperlakukannya seperti itu, mereka sudah kenal lama, keluarga mereka sudah saling mengenal dengan baik, tidak mugkin lelaki itu akan memperlakukannya seperti memeperlakukan sekertarisnya yang dulu-dulu.

-TBC-

 

 

Curahan hati – 1

Comment 1 Standard

Curahan Hati – 1

Apakah ini Cinta???

Entahlah….
Ku pikir ini suatu kegilaan…
Ku pikir ini suatu kesalahan….

Ya… aku salah…
Salah karena terlalu mencintainya….
Menginginkanya….
Terlalu ingin selalu berada di sisinya….
Hingga aku tak pernah memikirkan saat dia menyakitiku….
Saat dia meninggalkanku lagi dan lagi….
Saat dia membuat luka di hatiku….

Semuanya seakan tak berbekas…
Aku memaafkannya lagi dan lagi….
Membuatnya tak jera melakukan kesalahan yang sama….
membuatnya selalu merasa menang dan aku selalu kalah karena cinta yang membunuhku ini….

Beginikah orang yang sedang mencintai???
Apa dia selalu kalah sepertiku..??
Selalu menangis sepertiku???

06-06-2016
Zenny arieffka

My Young Wife – Chapter 2

Comments 3 Standard

myw1.jpgMy Young Wife

Ada yang udah kangen bang aldo?? Heheeh Enjoy reading ya… wkwkwkkwkwk Btw setelah ini diriku akan berhenti Update sampek haru rabu.. Astaga,,, kalian pasti bosen banget ketemu sama aku melulu, Seminggu ini udah 4x Up.. wkwkkkwk¬† jadi Next akan ada bang Aaron, mungkin hari rabu yaa,, hahaha soalnya awal puasa saya mau liburan dulu ..wkwkwkkwk

Chapter 2

 

Setelah pintu tertutup, Aldo kembali melumat habis bibir gadis mungil di hadapnnya. Keduanya sama-sama saling mendesah menikmati permainan yang penuh dengan kenikmatan aneh tersebut.

‚ÄúSiapa namamu??‚ÄĚ Tanya Aldo sambil membantu gadis di hadapnnya tersebut membuka gaun yang Ia kenakan.

‚ÄúSienna…‚ÄĚ Jawab Gadis itu dengaan suara tertahan-tahan.

‚ÄúSial..!! Kamu sangat menggoda..‚ÄĚ Ucap Aldo dengan parau lalu mendorong sedikit demi sedikit gadis tersebut hingga jatuh di atas ranjang Mario.

Aldo semaki mennggelap saat melihat pemandangan di hadapannya tersebut. Wanita belia dengan bentuk tubuh wanita dewasa. Ohh yang benar saja, Payudara gadis di hadapannya itu terlihat ranum dan sangat mengoda seakan melambai-lambai ingin di sentuh. Kulit putih polos dengan tekstur lembut dan kencang benar-benar membuat Aldo ingin mendaratkan bibirnya pada sertiap permukaan kulit tersebut.

Serta wajah itu… wajah polos nan penuh dengan ekspresi kenikmatan benar-benar membuat Aldo tak kuasa menahan gairahnya, semua yang di bawah sana sudah menegang seketika.

‚ÄúApa kamu pernah melakukan ini sebelumnya??‚ÄĚ Tanya Aldo dengan hati-hati.

Sienna hanya menggelengkan kepalanya, dan saat itu, Aldo tampak ragu. Tapi kemudian Hasrat kembali mempengaruhinya, Ia butuh pelepasan malam itu, Akhirnya Aldo memutuskan untuk melanjutkan apa yang akan Ia lakukan.

Aldo kembali menindih Sienna, bibirnya tak pernah lepas dari mencumbu setiap inci dari leher jenjang milik Sienna. ‚ÄúDengar, Aku jug baru pertama kali melakukan ini dengan seorang perawan, Tapi tenang, Aku akan bersikap baik.‚ÄĚ Bisik Aldo tepat pada telinga Sienna.

Sienna yang sudah terlampau sangat mabuk tak mempedulikan apa yang di katakan Aldo, Baginya, rasa aneh yang di rasakannya inilah yang paling utama. dan mungkin karena pengaruh dari mabuk, Sienna kemudian mengangkat wajah Aldo yangmasih di dalam lekukan lehernya, menatap mata coklat tersebut dengan tatapan anehnya, ‚ÄúLakukan semaumu.‚ÄĚ Ucap Sienna pada Aldo, belum sempat Aldo menjawab apa yang di katakan Sienna, Bibir Sienna sudah terlebih dahulu membungkam bibir milik Aldo.

Lagi-lagi Aldo terkejut dengan apa yang di lakukan Sienna. Gadis di hadapannya ini terlampau sangat Agresif saat mabuk seperti sekarang ini, apa kalau tidak mabuk dia juga seperti ini?? Aldo tak ingin terlalu lama berpikir lagi karena yang di bawah sana sudah sangat nyeri seakan ingin meledak karena perlakuan Sienna kepadanya. Gadis itu kini bahkan telah menempelkan pusat dirinya pada bukti gairah milik Aldo, menggoyang-goyangkan pinggulnya seakan mengoda Aldo, dan benar saja, Aldo semakin tergoda seakan ingin meledak saat itu juga.

Secepat kilat, Aldo melucuti pakaiannya sendiri lalu kembali menindih gadis di hadapannya yang sejak tadi memang sudah polos tanpa sehelai benang pun. Aldo memposisikan dirinya mencoba memasuki diri Sienna dan menyatu dengannya, tapi nyatanya sangat sulit.

Saat menemukan penghalang tersebut, Aldo menatap Sienna dengan tatapan tak terbacanya. ‚ÄúMenangislah jika kamu ingin menangis.‚ÄĚ Ucap Aldo yang di iringi dengan gerakaan menghujam lebih keras kedalam tubuh Sienna. Dan Akhirnya satu kali hentakan tersebut mampu membuat tubuh mereka menyatu seutuhnya.

Dan benar saja, Gadis yang berada di bawahnya itu kini menangis dan merintih kesakitan.Masih dengan menyatu, Aldo memeluk tubuh Sienna, menenangkannya sambil sesekali mengecupi bahu gadis tersebut.

‚ÄúMaafkan aku.. Maafkan aku…‚ÄĚ Selalu kata itu yang di ucapkan Aldo tepat pada telinga Sienna.

Sienna sendiri masih tidak berhenti menangis kesakitan, Rasanya sangat tidak nyaman, pedih bercampur menjadi satu dengan rasa nyeri, seakan sesuatu merobek dirinya. Sienna ingin mendorong Lelaki yang kini memeluknya itu menjauh, namun nyatanya lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya.

Cukup lama mereka berdua saling berpelukan hingga Aldo melepaskan pelukannya dan menatap Sienna dengan tatapan tak terbacanya.

‚ÄúAku harus bergerak Si, Kita tidak mungking seperti ini terus hingga pagi..‚ÄĚ ucap Aldo dengan parau.

‚ÄúJangan..‚ÄĚ Sienna berkata dengan suara seraknya.

‚ÄúTenanglah, Tidak akan sakit.‚ÄĚ Aldo menenangkan Sienna sambil sesekali mengecup lembut bibir ranum milik Sienna.

Lalu kemudian Aldo mulai menggerakkan tubuhnya. Sienna mengerutkan keningnya merasa tak nyaman dengan apa yang di lakukan Aldo. Kenikmatan yang tadi di rasakannya seakan menghilang begitu saja di gantikan dengan rasa sakit dan tidak nyaman dari lelaki di atasnya tersebut. Namun anehnya semakin lama, rasa sakit dan tak nyaman itu pun kembali menghilang dan di gantikan rasa aneh yang tadi di rasakan Sienna sebelum tubuhnya menyatu dengan tubuh Lelaki di atasnya tersebut.

Napas Sienna terputus-putus seakan kewalahan dengan kenikmatan aneh yang di berikan Oleh Aldo.

Aldo yang memperhatikannya hanya mampu tersenyum melihat Ekspresi kenikmatan yang ditampakkan dari wajah Sienna.

‚ÄúBagaimana?? Apa Kamu menyukainya.?‚ÄĚ Tanya Aldo dengan nada menggoda.

‚ÄúAhhh… yaa.. Astaga….‚ÄĚ

‚ÄúBerapa umurmu??‚ÄĚ Tanya Aldo masih dengan sesekali mengecup payudara milik Sienna.

‚ÄúTujuh belas….‚ÄĚ Hanya itu yang mampu di jawab oleh Sienna.

‚ÄúRasamu seperti wanita umur Dua puluh lima.‚ÄĚ Ucap Aldo dengan terpatah-patah. ‚ÄúDan aku suka.‚ÄĚ Tambahnya lagi.

‚ÄúNamamu..???‚ÄĚ Sienna ingin bertanya siapa nama Lelaki yang kini berada di atasnya, namun lagi-lagi rasa aneh yang sedang menyelimutinya seakan mencekat suaranya di tenggorokan.

‚ÄúAldo.. Osvaldo Handerson..‚ÄĚ Aldo kembali melumat bibir Sienna sesekali menjaga ritme permainannya. ‚ÄúPanggil saja Kakak…‚ÄĚ tambahnya lagi.

‚ÄúKak Aldo….‚ÄĚ Desah Sienna.

‚ÄúHemmm??‚ÄĚ

‚ÄúTubuhku gemetar..‚ÄĚ Ucap Sienna dengan polosnya masih dengan memejamkan matanya.

Aldo tersenyum mendengar ucapan polos dari Sienna,Gadis di bawahnya ini sebentar lagi pasti akan mencapai klimaks, terbukti dengan Cengkeraman erat pada pusat dirinya yang membuat Aldo semakin tak kuasa menahan kenikmatan yang di tahannya supaya terasa sedikit lebih lama lagi.

‚ÄúAku ingin lebih lama lagi..‚ÄĚ Ucap Aldo dengan parau,‚ÄúTapi sepertinya aku tidak bisa, Kamu mencengkeramku terlalu erat, Seakan aku tak bisa bergerak dan ingin meledk saat ini juga.‚ÄĚ Lalu Aldo menggerakkan dirinya semakin cepat, membuat tubuh Sienna menggelinjang, kaku karena sesuatu, dan Desahan panjang lolos begitu saja dari bibir Gadis tersebut. Dan tak menunggu lama, Erangan panjang pun lolos dari bibir Aldo menandakan kepuasan yang sangat mendalam yang di rasakan Lelaki tersebut.

***  

 

‚ÄúKak.. Kak… Kok malah melamun sih??‚ÄĚ Suara manja itu membuat Aldo sadar dari lamunannya.

Aldo mengedarkan pandangan di sekitarnya, ternyata mereka sudah berhenti di parkiran sebuah rumah makan yang menyediakan aneka macam Sate. Rumah makan tersebut tampak sangat ramai.

‚ÄúAyo turun.‚ÄĚ Ajak Aldo kemudian.

Sienna pun menuruti perkataan Aldo sambil sesekali melompat-lompat kegirangan seperti anak kecil. Astaga.. Sienna memang terlampau sangat manja dan kekanak-kanakan.

‚ÄúHentikan itu, kamu sedang hamil, ingat.‚ÄĚ Ucap Aldo dengan tatapan memperingatkan.

‚ÄúMaaf..‚ÄĚ hanya itu jawaban dari Sienna.

Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah makan tersebut, setelah memesan makanan, mereka memilih duduk di ujung ruangan. Rumah makan tersebut benar-benar sangat ramai, padahal saat ini sudah sedikit larut malam.

‚ÄúDari mana kamu tau ada tempat seperti ini?‚ÄĚ Tanya Aldo pada Sienna.

Sienna benar-benar tidak suka dengan nada bicara Aldo yang selalu terkesan datar tanpa nada. Itu benar-benar membuat Sienna bosan, padahal mereka baru menikah dua bulan yang lalu.

‚ÄúAku sering kesini dengan Kevin.‚ÄĚ

Mendengar nama tersebut, Rahang Aldo mengeras. Sial..!! Nama itu lagi. ‚ÄúApa hubungan mu dengan dia??‚ÄĚ

‚ÄúKenapa Kak Aldo bertanya tentang kami??‚ÄĚ

‚ÄúMemangnya nggak boleh?‚ÄĚ Aldo berbalik bertanya.

‚ÄúBukan nya gitu, tapi bukannya Kak Aldo sendiri yang minta supaya hubungan kita tidak saling mencampuri??‚ÄĚ Sienna bertanya dengan wajah polosnya. Tentu Ia sangat ingat saat Aldo berkata jika pernikahan mereka hanya demi sang bayi yang kini berada dalam kandungan Sienna.

‚ÄúYa, Aku bukannya ikut campur, aku hanya ingin tau, itu saja.‚ÄĚ

Dengan tersenyum malu-malu Sienna akhirnya mulai bercerita. ‚ÄúKami hanya teman. Tapi, Aku suka dia.‚ÄĚ Ucap Sienna dengan sedikit menundukkan kepalanya.

Percakapan mereka akhirnya terpotong oleh kedatangan pelayan yang membawa pesanan mereka.

‚ÄúWahh… Ini yang di tunggu-tunggu..‚ÄĚ Ucap Sienna sambil berbinar bahagia. Ia sama sekali tak memperhatikan ekspresi Aldo yang sudah mengeras.

‚ÄúHabiskan.‚ÄĚ Hanya itu yang keluar dari mulut Aldo.

‚ÄúYa, Tentu saja, aku sangat suka dengan menu ini, Kevin selalu meneraktirku kemari. Makanya, Kak Aldo juga harus sering-sering mengajak ku kemari.‚ÄĚ

‚ÄúIni yang terakhir kalinya.‚ÄĚ

Sienna mengernyit. ‚ÄúKenapa?‚ÄĚ

‚ÄúAku nggak suka tempat yang ramai dan berisik seperti ini.‚ÄĚ

‚ÄúHuhhhh Kak Aldo itu harusnya cari suasana Baru, Apa Kak Aldo nggak bosan selalu bertemu orang yang sama dengan suasana yang sama setiap harinya???‚ÄĚ

Aldo hanya terdiam, Ia tak bisa menjawab pertanyaan dari Sienna. Kalau pun Ia bisa menjawab pertanyaan Sienna, Sienna pasti akan mendebatnya lagi dan lagi, maka dari itu Aldo lebih memilih diam dan mengalah.

‚ÄúKak Aldo nggak makan?‚ÄĚ

‚ÄúAku nggak suka apa pun makanan berbahan dasar daging kambing.‚ÄĚ

‚ÄúKenapa?‚ÄĚ

‚ÄúKalau nggak suka ya nggak suka.‚ÄĚ

‚ÄúAku kan Cuma ingin tau lebih banyak lagi tentang Kak Aldo..‚ÄĚ

Aldo termangu mendengar ucapan dari Sienna. Yaa.. Selama ini mereka memang tidak terlalu mengenal satu sama lain. Aldo sibuk dengan urusannya meski Ia selalu memantau Sienna dari Fandy, pengawal yang di sediakan untuk Sienna dan juga Bibi Ani, seorang yang bekerja di rumahnya dari pagi sampai Sore sebagai tukang masak dan juga bersih-bersih. Tentu saja Ia tidk seberapa tau tentang Sienna selain keadaan nya yang selalu di pantau olehnya.

‚ÄúSudah, lanjutkan makan mu.‚ÄĚ

Dan dengan mendengus kesal, Sienna akhirnya melanjutkan makan nya tanpa mempedulikan Aldo yang setia memperhatikan nya dengan tatapan tajam aneh nya.

‚ÄúSi..‚ÄĚ Panggilan itu membuat Sienna menoleh ke belakang.

‚ÄúKevin…‚ÄĚ Sienna lantas berdiri saat mengetahui siapa orang yang tadi memanggilnya.

‚ÄúAku nggak nyangka ketemu kamu di sini.‚ÄĚ

‚ÄúAku lapar, dan nggak tau kenapa lagi pengen makan sate kambing sama Sup tulang di sini.‚ÄĚ

Kevin tersenyum. ‚ÄúKamu pasti lagi ngidam.‚ÄĚ Ucap Kevin sambil membelai lembut rambut Sienna sembari melirik ke arah perut Sienna yang sudah sedikit berbentuk.

‚ÄúSepertinya begitu.‚ÄĚ Suara berat Aldo menyadarkan keduanya jika mereka melupakan sosok yang masih duduk dengan santai di kursinya sembari menatap tajam ke arah mereka.

‚ÄúEmm.. kalau gitu aku cari meja dulu ya..‚ÄĚ Ucap Kevin karena tidak enak mendapat tatapan tajam dari Aldo.

‚ÄúKenapa nggak di sini saja? Kamu sendiri kan???‚ÄĚ

Kevin mengangguk.

‚ÄúMejanya nggak muat.‚ÄĚ Ucap Aldo dengan datar.

Sienna menatap ke arah Aldo dengan tatapan tanda tanya nya. ‚ÄúNggak muat?? Itu meja nya kan masih kosong Kak, lagian Kak Aldo kan nggak pesan makanan.‚ÄĚ

‚ÄúSiapa Bilang, Aku pesan kok, Bahkan porsi dobel.‚ÄĚ Aldo menjawab masih dengan nada datarnya.

‚ÄúBenarkah?? Bukan nya Kak Aldo nggak suka apa pun yang berbahan daging kambing??‚ÄĚ

‚ÄúSudah lah.. yang penting meja kita sudah penuh dengan pesananku.‚ÄĚ Ucap Aldo lagi.

Sienna hanya menghela napas panjang.

‚ÄúBiarlah, Kita bisa ke sini nanti bersama.‚ÄĚ Bisik Kevin yang langsung di sambut dengan senyuman lebar dari Sienna.

Setelah memesan kembali, Akhirnya pesanan Aldo tersebut benar-benar datang. Meja mereka benar-benar penuh dengan berbagai macam olahan makanan, mulai dari sate, Gulai, Sop, tongseng dan masih ada lagi beberapa masakan yang di olah dari daging kambing.

Sienna membulatkan bola matanya saat melihat berbagai macam menu pesanan Aldo yang membuat meja mereka penuh dengan banyak nya masakan tersebut.

‚ÄúKak Aldo yakin mau memakan semua ini?‚ÄĚ Sienna masih tak percaya jika Aldo akan memakannya.

Aldo menelan ludahnya dengan susah payah, Seumur hidupnya Ia sama sekali tak pernah memakan makanan olahan dari kambing, karena menurutnya Daging kambing itu berbau, dan dia tak suka memakannya, namun kali ini, Entah apa yang membuatnya begitu kekanak-kanakan seperti saat ini. Ia bahkan memesan semua makanan yang di bencinya hanya untuk membuat meja mereka penuh dan si Kevin tidak duduk se meja dengannya, dan juga dengan Sienna…

‚ÄúTentu saja.‚ÄĚ Jawab Aldo dengan sedikit ragu. Ia benar-benar tidak yakin dapat memasuk kan makanan-makanan tersebut ke dalam mulutnya.

Akhirnya dengan ragu Aldo pun mencoba memakan masakan di hadapannya. ia memejamkan Matanya saat sesendok tongseng kambing masuk kedalam mulutnya.

Enak… hanya itu yang ada di dalam pikiran Aldo. Aldo kemudian memakannya lagi dan lagi, sedangkan Sienna hanya menatapnya dengan tatapan Anehnya.

Lelaki di hadapannya itu benar-benar sangat Aneh. Lelaki tampan dengan mata coklatnya yang entah sejak kapan membuatnya Terpesona saat menatapnya. Sienna mengusap lembut perutnya yang sudah sedikit berbentuk. Hatinya terasa bimbang dengan semua yang ia jalani. Mampukah ia mempertahankan perasaannya terhadap Kevin, Sahabat yang di cintainya tapi tak pernah mencintainya?? Ataukah Ia akan jatuh pada pesona suaminya sendiri yang cenderung bersikap dingin tapi perhatian?? Ahhhh lupakan..!! lagi pula bukannya Aldo tak pernah mencintainya??? Ingat Sienna, Pernikahan kalian hanya karena sebuah ‚Äėkecelakaan‚Äô, Tidak lebih. Sienna membatin dalam hati.

***

Tengah malam Sienna terbangun saat tenggorokannya kering. Sienna meraih gelas yang ada di meja sebelah ranjangnya, namun nyatanya gelas tersebut sudah kosong, mau tak mau ia bangkit dan bergegas menuju ke dapur untuk mengambil Air. Andai saja Aldo tidur sekamar dengannya, mungkin Ia bisa tenang karena bisa menyuruh lelaki itu mengambilkan minum untuknya. Nyatanya…

Yaa, Walau mereka sudah menikah selama kurang lebih dua bulan lamanya, Mereka sepakat untuk tidur di kamar masing-masing, Tidak saling mencampuri urusan masing-masing selalu menjadi patokan kehidupan rumah tangga mereka. Meski sebenarnya Sienna merasa sangat tidak adil.

Aldo seakan mengatur hidupnya. Lelaki itu selalu mengawasi kemanapun ia pergi dan berada, namun nyatanya Sienna tak pernah tau apa yang di lakukan Aldo di luar sana. Apa Aldo dengan wanita lain?? Ohh yang benar saja, memangnya itu urusanmu?? Lagi-lagi Sienna menggerutu dalam hati.

Ketika melewati kamar Aldo, Sienna mengernyit saat mendengar suara Aneh di dalam. Karena penasaran, Sienna mengetuk pintu kamar Aldo. Karena tak ada jawaban Akhirnya Sienna membuka pintunya. Sienna masuk dan mendapati Aldo di kamar mandi dengan wajah pucatnya.

Sienna sontak menghambur ke arah Aldo, lelaki itu tampak Pucat dengan keringat dinginnya. ‚ÄúKak Aldo kenapa?? Ada yang salah??‚ÄĚ

‚Äúkamu kenapa di sini?? Ini sudah malam, Cepat tidur, Begadang nggak baik untuk ibu hamil.‚ÄĚ

‚ÄúAisshhh aku nggak begadang, aku mau ngambil air minum, lalu ku dengar suara aneh dari sini, jadi aku masuk.‚ÄĚ

‚ÄúAku muntah.‚ÄĚ

‚ÄúMuntah??‚ÄĚ

‚ÄúSepertinya aku memang nggak bisa makan makanan berbahan dasar daging kambing.‚ÄĚ Lirih Aldo.

‚ÄúLalu kenapa Kaka Aldo tadi memakannya??‚ÄĚ

‚ÄúKarena aku udah pesan.‚ÄĚ

‚ÄúDan kenapa Kak Aldo memesan nya??‚ÄĚ

‚ÄúKarena… Karena…‚ÄĚ Aldo tak tau harus menjawab Apa, ia tidak mungkin menjawab jika Ia memesan banyak makanan tersebut hanya untuk membuat meja mereka penuh pada saat itu, Sungguh itu kekanak-kanakan sekali. ‚ÄúAhh sudah, Lupakan.!!‚ÄĚ Jawab Aldo dengan ketus.

‚ÄúAyo ku bantu.‚ÄĚ Dengan polos Sienna mengulurkan telpak tangannya. Aldo menatapnya dengan tatapan tak terbacanya. Akhirnya Aldo menyambut uluran tangan tersebut.

Aldo berbaring di atas ranjangnya. Sienna sudah keluar dari kamar Aldo, entah apa yang di lakukan wanita tersebut Aldo sendiri tak tau. Akhirnya tak lama Sienna kembali masuk ke dalam kamar Aldo dengan membawa sebuah nampan.

‚ÄúIni, Makan lah.‚ÄĚ

Aldo mengernyit. ‚ÄúApa ini??‚ÄĚ

‚ÄúBiskuit Asin dan Lemon tea hangat. Kalau aku mual muntah, aku biasanya makan ini, dan ini lumayan berefek.‚ÄĚ

‚ÄúJadi kamu memberiku makanan Ibu hamil?? Yang benar saja.‚ÄĚ

‚ÄúIni bukan makanan ibu hamil tau, ini bisa meredakan rasa mual bukan hanya mual pada ibu hamil.‚ÄĚ Jelas Sienna.

Sienna lalu megeluarkan minyak kayu putih yang ada di nampan tersebut. ‚ÄúDan ini, juga bisa meredakan mual sekaligus pusing.‚ÄĚ Dengan lembut Sienna menuangkan minyak kayu putih tersebut pada perut Aldo, lalu mengusapnya, kemudian ia juga memeberi sedikit minyak kayu putih tersebut pada pelipis Aldo.

‚ÄúNahh Sudah, sekarang Kak Aldo sudah bisa tidur dengan nyaman..‚ÄĚ Kata Sienna sambil berdiri dan akan bergegas pergi. Tapi kemudian langkahnya terhenti saat Aldo meraih telapak tangannya.

‚ÄúSi… Malam ini.. Tidurlah di sini.‚ÄĚ

Sienna sontak menatap Aldo dengan tatapan tanda tanyanya, ia tak menyangka Jika Aldo mengajaknya tidur sekamar dan seranjang. Apa yang harus ia lakukan?? Apa Ia harus menerima ajakan tersebut, atau menolaknya??

-TBC-

Gimana Chapter ini?? kasih komen kamu yaa,,, wkkwkwkw jangan lupa, Vote dan Comen selalu di tunggu… *BigHug…

Pemenang Kuis Love In The Dream

Comment 1 Standard

Sebelumnya saya ingin sedikit bercerita yaa.. karena ternyata salah satu jawaban dari seorang peserta kuis ini ternyata nyantol di hatiku, kenapa?? Oke silahkan di baca cerita pendek saya ini.

 

Settingnya terjadi sekitar bulan juni tahun lalu, saat itu mungkin kebanyakan dari kalian belum mengenalku atau membaca tulisan Absurdku ini hahhahha.

Saat itu tiba-tiba si suami menegurku. karena katanya aku sudah mulai sedikit gila karenaa sering ketawa sendiri di depan Laptop atau di depan hapeku.

Mas : “Dek, Kamu kenapa Sih, Kayak orang Gila ketawa sendiri.”

Aku : “Enggak mas, ini loh, teman2ku di facebook.”

Mas : “Oh Ya.. yg di Facebook itu, Kak Dhanni, Kak Dhanni apaan?? Berandaku penuh poto2 dari temen2mu yang menandaimu, Belom lagi statusmu atau temen2mu yang selalu nyebut Kak Dhanni Kak Dhanni, Emange Kak Dhanni itu siapa sih..” (Maklumi aja, FB Suamiku ini adalah besak FBku dulu xixiixixi jadi kebanyakan semua temanku pasti berteman dengannya.hahahha)

Aku : “Hahhahah Sampean pengen tau aja Mas..”

Mas : “Di tanyain, malah Nyengir, Wong edan.” *Suamiku mulai mencak2

Note, Kami bicara pakek bahasa jawa Asli.. hahhaha

 

Beberapa bulan kemudian tepatnya Akhir bulan 11 saat ini kak Dhanniku sudah publish di Playstore dengan bangganya aku bilang sama suamiku.

Aku : “Mas.. Mas.. mana Hapemu.”

Mas : “Mau Apa??”

Aku : “Coba buka Playstore.”

Mas : “Trus…”

Aku : “Tulis nama Zenny Arieffka.”

Mas : “Ngapain aku nulis nama anehmu itu..”¬† (Si mas ini tau kalo aku bikin Blog ini dengan nama Mamabelladramalovers dan dengan Nama Pena Zenny Arieffka.)

Aku : “Wes Tah lah mas.. ayoo tulis..”

Mas : Dengan males nulis itu namaku. dan pas keluar.. Jreeng jreeenggg.. dia melongo. “Loh Ini apa dek..?”

Aku : “Itu dia Kak Dhanniku…” sambil jingkrak2 dan tepuk tangan.

Waktu itu wajahnya sempat menyiratkan suatu kebanggaan tapi pas aku jawab ‘Itu Kak Dhanniku’ wajah suamiku itu kembali pada Mode cuek seperti biasanya.

Mas : “Alaaahh Kak Dhanni lagi kak Dhanni lagi, Wong masih gantengan aku ae kok.”

sedangkan aku hanya diam, dan masih terkikik dalam hati. Ya ampun Mas,,, Kak Dhanni itu kamu kali mas… Kamu Kak Dhanniku.. kataku dalam hati. -Untung sampek sekarang suamiku nggak pernah baca dan nggak berminat baca cerita The Lady Killerku itu hahhahaaha banyak kenangan kami di cerita itu soalnya.. hehehe-

Sekitar bulan dua.. tahun ini..

Waktu itu aku nulis sambil jualan seperti biasa, pas aku jualin seorang pembeli, tiba-tiba aku lihat si Mas Suami ini sedang tertarik baca tulisan di Laptopku. padahal nihhh setelah kejadian Kak Dhanni itu dia udah nggak mau tau lagi ama dunia khayalan istri gilanya ini, tapi nggak tau kenapa saat itu dia Baca tulisanku itu.

Tulisanku saat itu adalah novel Love In The Dream, tentang Brandon yang hanya mau mencium wanita yang di cintainya di keningnya Aja. Dan….. Saat si pembeli sudah pulang, Si mas Suami ini langsung nyembur aku.

Mas : “Dek.. ini kamu nulis tentang aku yaa… Kok ada kayak gininya, cuma nyium di kening.”

Aku : “Lah sampean kok kepedean.” Aku mengelak.

Mas : “Lah Emang aku kayak gitu kan..”

Aku : “Dulu.. sekarang udah enggak.”

Mas : “Lah trus kenapa kamu nulis itu di novelmu itu, di ganti Brandon lagi namanya..”

Aku : “Emange nggak boleh, aku kan pengen lebih romantis mas..”

Mas : “Owww berarti aku sekarang udah nggak romantis gitu karena nggak pernah Nyium keningmu??”

Aku : “Yaa emange wes nggak.” Jawabku cuek.

Mas : “Huuhh Gak Kreatif. itu sama Ajaa si Brandon itu aku.”

Aku : “Masih gantengan Brandon kali mas..”

Mas : “Yaa.. tapi masih Romantisan aku, buktinya dia nyontoh aku.”

Lalu si mas pergi begitu saja. Lagi-lagi aku menghela nafas panjang. Sosok Brandon, dan aaron itu nggak jauh beda sama sosok Dhanni Mas.. Dan mereka semua itu inspirasinya dari Kamu.. masak kamu mau cemburu sama dirimu sendiri sih… Pikirku dalam hati sambil cekikikan.. hahahhaha

 

okehh jadi sudah pada tau kan siapa pemenangnya… ini dia pemenangnya…

pemenang dbdb

Komentar Di Blog dan juga di Fanspage Fb dengan Nama : Viana dia komentar seperti ini :

‘yang paling aku suka dari cerita ini yaitu saat brandon selalu mencium kening alisha ,,,hahahah itu adegan sederhana memang tapi disitu tuhh bikin aku gregetan bgt,,secara selama author update bang brand dari episode 1 sampai tamat akuu berhasil merayu my husband buat ngelakuin kaya brandon nyium kening.n itu so sweet bgt pernah ampe maksa dia baca juga..alhasil sekarang kalo ketemu rutinitas itu gak pernah ketinggal,,hahhahahahah author kali ini ceritamu sukses bikin aku ngerasa di dunia nyata walaupun sedikit,big thanks for you..dan yang konyol lagi dia selalu nyisipin kata kata ‚Äúaku lebih romantis dari brandonmu itu‚ÄĚsetiap nyium kening‚Ķ.hahahah sekali lagi thanks bgt‚Ķ.’

Yeeee selamat buat Viana.. kamu dapat Trilogi The badboys dariku… :* :* #KissKiss Alasan saat aku pilih dia adalah, Aku senyum2 Gaje saat baca komentarnya, entah kenapa itu mengingatkanku sama mas Suami yang suka cemburu sama Sosok Fiksi yang aku ciptain.. hahhahah Sekali lagi selamat buat Viana, kamu harus terimakasih lohh sama suamimu.. hehehhhe

 

dan.. berhubung pesertanya lebih dari 50 orang.. maka aku akan tambahin 3 pemenang lagi… pemenang itu akan mendapat masing2 Satu buah Novel dariku (Bisa pilih judulnya antara The Lady killer, atau My Everything -Untuk Because Its You maaf, Udah Sold dan cetakan Ulang belom jadi.. heheheh) dan ketiga pemenang itu adalah….

pemenang 2

Komentar di Blog dengan nama : Ayu Diah dan ini komentarnya

‘kalo aku suka saat brandon dan alisha ke pernikahannya kezia, waktu mereka mau pulang tiba tiba yogie muncul didepan mereka trus yogie terang terangan lagi nyatain cinta nya ke alisha didepan brandon. waktu Yogie natap lembut Alisha, tanpa sungkan mengusap lembut pipi Alisha dan bilang ‚ÄúAku benar-benar mencintaimu. Kali ini aku mengalah demi kebahagiaanmu, Tapi saat aku mendengar Kamu menderita karenanya, Aku akan kembali merebutmu.‚ÄĚ Trus si yogie pergi gitu aja ninggalin mereka berdua,haha dan lucunya brandon sama alisha nganga lagi sama ucapannya si yogie. mungkin bingung kali yahūüėÄ hihi trus alisha nanya ke brandon ‚ÄúDia tadi kenapa??‚ÄĚ
trus brandon jawab ‚ÄúDia Gila.‚ÄĚ Haha sumpah ngakak pas baca adegan ini. Lucu kali raut mukanya’

Selamat ayu diah.. aku juga ngakak baca komen kamu, karena pada sat itu aku juga bayangin ekspresi alisha dan brandon.. hahhahahhah

 

pemenang 3

Komentar di Fanspage Fb  dengan nama : Dewi Asmi dinata ini komentarnya :

kalo aku suka nya mereka pergi untuk brtmu dg kakak nya alisha. khususnya setelah alisha tau kalau kakak nya itu ternyata kerjasama dg brandon. trus yg bikin aku ngakak ketawa itu, saat mereka brdua d hotel, dg alasan alisha lagi dapett. membayangkan wajah brandon kcewa itu lohh kak. tapi untung aja si alhisa bisa memberikan yang lainnya. hahahahha…

hahahha dan aku pilih komentar Dewi Asmi ini karena tiba-tiba aku bayangin Alisha memberikan sesuatu yang lain sama si Brand.. kira2 sesuatu apa yaa itu.. hahahhaha *Ngakak *Lol

 

pemenang 4

Komentar pada Blog dengan nama : Nunaalia ini Komentarnya..

‘Adegan yg mengesankan buat aku ada di Chapter 4: Hatiku memilihmu.

Di awal part, ketika Brandon bertemu dengan Anisha, saudara kembar Alisha, namun Brandon yakin kalau Angel yg selalu muncul dalam mimpinya adalah Alisha walaupun Anisha yg feminim mirip secara fisik dan sikap dengan Angel. Karena hati Brandon sudah memilih Alisha.

Dan ketika Anisha bertanya apa yg akan dilakukan Brandon jika Alisha benar-benar wanita dalam mimpinya, dengan cepat dan tegas Brandon menjawab, ‚ÄúSaya akan menikahinya.‚ÄĚ

Kyaaa dibuat meleleh dengan tekad Brandon ini niy!!

Dan quote dari Brandon di akhir chapter bikin klepek-klepek!

“Al…walau ada seribu orang yg mirip denganmu atau Angel dalam mimpiku, aku tidak peduli.
Hatiku memilihmu. Jantungku mengenalimu. Aku tahu jika kamulah Angel dalam mimpiku.
Aku akan mendapatkamu, Al‚Ķ Dan aku akan menagih janjimu dalam mimpiku.’

heheheh Nunalia, aku memilihmu karena saat aku baca lagi Quote dari brandon di atas, aku jadi merinding,.. hehhehe terharu, tersentuh, ternyata aku bisa bikin kata2 seperti itu juga.. hahhahahah

 

Oke.. selamat buat para pemenang…. yeee.. jika kalian sudah punya novelnya, hadiah bisa di tukar dengan Voucer pulsa¬† (Untuk pemenang utama 150Ribu dan untuk pemenang tambahan masing2 50Ribu sesuai harga novel yaa.. hahahahha)

Tolong segera hubungi saya Via Inbox di Facebook Fanspage Zenny Arieffka – Mamabelladramalovers atau Chat Via Line @Bellaarieffka23¬† saya tunggu Inbox atau Chatnya yaa….

dan untuk yang belum beruntung, aku berterimakasihhh bgt karena mau ikutan berpartisipasi.. hehhehe semoga di lain hari ada kuis2 yang lain dengan hadiah yang lebih baik lagi.. aminnn….

sekalilagi makasih dan byee.. byee… *BigHug

Note : abaikan Cerita saya dan suami di atas.. hahhahah #NoDrama #Nosettingan #CumasharePengalaman