My Beautiful Mistress – Bab 20

Comments 2 Standard

 

Bab 20

 

 

 

Buuugghhh…

Jiro jatuh tersungkur setelah ayahnya, Mr. Robberth, mendaratkan pukulannya pada Jiro. Jiro tahu bahwa hal ini akan terjadi. Orang tuanya akan murka saat tahu bahwa ia sudah memperlakukan Ellie dengan begitu tak adil. Dan hal ini, benar-benar terjadi.

Selama ini, Jiro hampir tak pernah mengajak Ellie berkunjung ke rumah orang tuanya dengan alasan sibuk. Lagi pula kedua orang tuanya juga jarang berada di negeri ini. mereka lebih sering ke luar negeri mengurus bisnis dan lain sebagainya. Maka Jiro cukup tenang ketika ada beberapa gosip buruk dan keluarganya tak ada yang mengetahui tentang gosip-gosip tersebut. Tapi kini, semuanya terbuka, dan kemurkaan ayahnya menjadi tanggungannya.

Jiro mencoba bangkit, tapi kemudian ayahnya menghampirinya, mencengkeram kerah kaus yang ia kenakan.

“Aku menjodohkan kamu dengannya bukan dengan tujuan agar kamu bisa menyakiti hatinya!” seru Sang Ayah. “Dia adalah puteri dari sahabatku, dia sudah kuanggap sebagai puteri kandungku sendiri. bagaimana mungkin kamu memperlakukan dia sekejam itu?!”

Tadi, Jiro memang sempat bercerita kepada kedua orang tuanya tentang apa yang sedang terjadi. Dan mungkin sebelumnya Ellie juga sudah bercerita tentang masalah mereka hingga kini ayahnya menjadi murka terhadap Jiro. Meski begitu, Ellie tidak salah, selama ini memang dirinyalah yang salah, jadi ia memang pantas mendapatkan semua ini.

“Aku… aku hanya…”

“Kamu tidak suka menikah dengannya? jika karena alasan itu, maka aku bisa menceraikan dan memutuskan hubungan kalian berdua.”

“Tidak!” Jiro berkata dengan cepat. “Jangan. Sampai kapanpun aku tidak ingin menceraikan Ellie.”

“Lalu kenapa kamu melakukan ini? Ya Tuhan! Jika ayahnya tahu, mau ditaruh dimana muka ayahmu ini?!”

“Maaf.” Jiro melirih. Ia memang salah, satu-satunya cara untuk menebus semuanya adalah dengan memperbaiki hubungannya dengan Ellie, memperlakukan wanita itu sebaik mungkin sesuai dengan hak-haknya. Tapi, apakah ia masih berkesempatan untuk melakukan hal tersebut?

Mr. Robberth melepaskan cekalannya pada kerah kaus Jiro, kemudian ia bangkit dan memunggungi Jiro. “Kamu tidak perlu meminta maaf padaku. Seharusnya kata itu kamu ucapkan pada Ellie.”

“Ayah…”

“Semoga saja dia masih mau memaafkanmu.” Ucapnya sebelum pergi meninggalkan Jiro.

Jiro hanya tertunduk lesu. Ya, ia tidak tahu apa Ellie masih mau memaafkannya, atau minimal mendengarkan penjelasannya. Jiro tidak tahu bagaimana jadinya jika nanti tak ada lagi kesempatan untuk dirinya.

***

Ellie mendengar ketukan pintu ketika ia sedang asyik mengamati album foto masa kecil Jiro. Ia tidak tahu siapa yang datang, apa itu Mei atau Ibu Jiro, karena sepanjang sore, Ellie menghabiskan waktunya di dalam kamar Jiro.

Banyak sekali barang-barang berharga milik lelaki itu, foto-foto masa mudanya, dan lain sebagainya. Hingga detik ini, Ellie tidak mendapati sesuatu apapun yang special tentang seorang perempuan. Bahkan foto-foto Jiro di masa mudanya kebanyakan foto dengan teman laki-lakinya atau paling tidak sendiri. tak ada suatu yang patut dicemburui. Apa memang seperti itu karakter suaminya? Sulit dekat dengan lawan jenis?

Ellie menutup album tersebut dan beralan menuju ke arah pintu. Ellie sangat berharap bahwa yang datang adalah Jiro. Tapi sepertinya tidak mungkin, Jiro tak akan tahu bahwa ia sedang kabur ke rumah orang tua lelaki tersebut.

Jadi tadi siang, setelah melihat gosip yang beredar, Mei dan Ellie segera mencari tahu darimanakah asal mula foto tersebut. Rupanya foto itu berasal dari salah satu akun fansbase Vanesha yang hobby menjodohkan Vanesha dengan Jiro. Ditambah lagi caption yang dibuat seolah-olah keduanya memang sedang  memadu kasih bersama di sebuah hotel.

Sungguh, Ellie merasa panas dibuatnya. Tapi kemudian ia mencoba berpikir lebih positif lagi dari sebelumnya. Bukan hanya sekali ini Jiro terlibat skandal, bukan kali ini saja Jiro digosipkan yang tidak-tidak dengan seorang wanita. Sering kali Jiro digosipkan seperti itu. Tapi mungkin kali ini yang paling parah hingga memunculkan foto syur keduanya. Yang dengan mudah dikenali Ellie sebagai foto editan.

Bagaimana Ellie tahu jika itu adalah foto-foto editan? Ada sebuah foto yang tampak menunjukkan tubuh telanjang bagian atas si lelaki, dan Ellie tak mendapati ukiran namanya di sana.

Ya, Tatto Jiro dengan huruf yunani kuno yang disebut Jiro sebagai ukiran nama Ellie tersebut tak ada di sana. Padahal Jiro berkata jika tatto tersebut sudah cukup lama berada di sana, meski tempatnya sedikit tertutupi dengan tatto-tatto lainnya, dan Ellie baru mengetahui beberapa bulan terakhir.

Saat mengetahui tentang hal itu, Ellie tahu bahwa itu hanya foto hasil dari editan seorang yang jahil, kalaupun foto itu asli, Ellie tahu bahwa lelaki itu bukan Jiro.

Meski begitu, Mei tak ingin tinggal diam. Mei berkata bahwa Jiro harus diberi pelajaran karena hal ini. semua ini terjadi tentu karena ketidak tegasan Jiro dalam mengungkapkan status hubungannya dengan Ellie. Dan Ellie merasa bahwa hal itu ada benarnya juga. Lagi pula, Ellie ingin tahu bagaimana reaksi Jiro saat lelaki itu tahu bahwa dirinya pergi meninggalkan suaminya tersebut. Apa Jiro akan mencarinya? Atau, apa Jiro mengabaikannya? Ellie hanya ingin tahu, seberapa berarti dirinya untuk lelaki tersebut.

Ellie membuka pintu di hadapannya, dan alangkah terkejutnya ketika ia mendapati Jiro berdiri menjulang di hadapannya.

“James?”

Tanpa banyak bicara lagi, Jiro menghambur memeluknya. Erat, begitu erat seakan takut jika Ellie pergi meninggalkannya. Ellie bahkan merasakan napasnya sesak akibat pelukan erat dari Jiro tersebut.

“James! Lepaskan.” Ellie meronta, dan akhirnya Jiro melepaskan pelukannya pada tubuh Ellie.

“Ellie. Maafkan aku, sumpah, aku bisa menjelaskan semuanya. Tolong maafkan aku.” Jiro menggenggam erat kedua belah telapak tangan Ellie.

Ellie ingin tertawa tapi ia mencoba menahan dirinya. Ya Tuhan! Jiro tampak sangat lucu dan manis ketika memohon padanya seperti saat ini. Dengan berani, Ellie menghempaskan cekalan tangan Jiro, ia lalu bertanya dengan nada yang dibuat seketus mungkin.

“Apa yang ingin kamu jelaskan, James? Aku sudah tahu semuanya.”

“Tolong. Itu hanya skandal yang diciptakan oleh pihak management Vanesha untuk menaikkan namanya. Sama sekali tak berhubungan denganku. Aku memang pernah menciumnya, tapi demi Tuhan! Aku tidak pernah menidurinya.”

Ellie berkacak pinggang. “Kamu yakin dengan sumpahmu, James?”

“Ellie, aku memang berengsek, sikapku memang bajingan, tapi aku tak pernah tidur dengan perempuan manapun kecuali istriku sendiri.”

“Jadi, kalau Vanesha istrimu, kamu juga akan menidurinya?”

“Aku tidak menikah dengan sembarang orang. Aku hanya menikah satu kali, dan itu hanya denganmu, Ellisabeth Julia Williams.” Jiro menjawab penuh dengan penekanan. Sungguh, Jiro tak menyangka jika Ellie akan berpikir sejauh itu. Menikahi Vanesha? Yang benar saja. Selama ini ia tidak pernah intim dengan perempuan manapun kecuali dengan Ellie. Ya, hanya dengan wanita itu.

Karena tak dapat menahan senyumnya, Ellie memilih membalikkan tubuhnya memunggungi Jiro lalu berjalan menuju ke arah ranjang Jiro. Ellie meraih kembali album foto masa remaja Jiro dan membuka serta melihat-lihat kembali. Hal tersebut tak luput dari tatapan mata Jiro.

Jiro akhirnya mendekat, ia merasa aneh karena Ellie tampak mengabaikan permasalahan mereka, sebenarnya ada apa? Apa Ellie tidak ingin lagi memercayainya?

Jiro akhirnya memilih berjongkok dihadapan Ellie, ia menutup paksa dan menyingkirkan album foto yang ada di pangkuan Ellie, kemudian menggenggam erat kedua telapak tangan wanita tersebut.

“Tolong, jangan abaikan aku seperti ini.” lirih Jiro. Ia sungguh takut jika Ellie benar-benar mengabaikannya. Ia tidak ingin hal itu terjadi.

“Aku tidak mengabaikanmu, aku hanya fokus melihat foto-foto ini.” Ellie menjawab dengan ekspresi polosnya.

“Ellie…” Sungguh, Jiro merasa gila karena sikap Ellie. Jika Ellie harus marah, maka Jiro akan menerima kemarahan Ellie. Tapi jika perempuan ini bersikap seperti tak terjadi apapun, maka Jiro merasa semakin bersalah pada perempuan di hadapannya ini. “Kamu mau marah? Oke, marah saja. Mau mukulin aku? Ayo, pukul saja. Tapi jangan bersikap seperti ini. Jangan mengabaikanku.”

Ellie bersedekap. “Jadi aku boleh mukul kamu?”

“Ya. Jika itu membuatmu lebih lega.”

“Beneran?” pancing Ellie.

Jiro tidak menjawab, ia memilih mendekatkan wajahnya kemudian memejamkan matanya agar Ellie segera menjatuhi hukuman sebuah tamparan diwajahnya. Jiro memilih ditampar Ellie berkali-kali asalakan wanita itu mau memercayainya lagi. Tapi, tanpa diduga….

Cuppp…

Jiro merasakan bibir lembut Ellie menempel pada pipinya. Jiro membeku seketika, ia tidak menyangka jika Ellie akan mengecup lembut pipinya. Bukankah seharusnya wanita ini marah? Jiro membuka matanya dan mendapati wajah Ellie yang begitu cantik di hadapannya, cantik dengan senyuman lembut mempesonanya.

“Ellie?” sungguh, Jiro merasa tak mengerti apa yang sedang dirasakan perempuan di hadapannya ini.

“Aku percaya sama kamu, James. Aku percaya.”

“Tapi, aku belum cukup menjelaskan semuanya.”

“James.” Ellie menangkup pipi Jiro. “Aku hanya percaya bahwa itu bukan kamu.”

“Dari mana kamu bisa percaya? Maksudku… seharunya, kamu…”

Dengan paksa Ellie memberdirikan tubuh Jiro, sedangkan Jiro mengikuti saja apapun yang dilakukan istrinya tersebut. Ellie juga membuka paksa kaus yang dikenakan Jiro, menariknya keatas melewati kepala dan tangan Jiro hingga kemudian Jiro bertelanjang dada di hadapannya.

“Ini…” Ellie menyentuhkan jemarinya pada ukiran huruf yunani kuno, “Tidak ada ini di foto-foto itu, jadi aku tahu bahwa foto itu bukan kamu.”

“Kamu yakin?” Jiro tak percaya jika Ellie akan sejeli itu.

“Ya. Aku sudah melihat semua foto-fotonya.”

“Astaga Ellie…” Secepat kilat Jiro menngkup kedua pipi Ellie kemudian mencumbunya dengan panas. Kerinduannya seakan terobati, padahal belum Dua puluh empat jam Ellie meninggalkannya, tapi Jiro benar-benar merasa hampa.

Jiro lalu melepaskan tautan bibirnya kemudian bertanya dengan wajah bingungnya pada Ellie. “Lalu, kenapa kamu kabur ke sini?”

Pipi Ellie merona seketika. Ia menundukkan kepalanya dan menjawab, “Jadi, semua ini rencana Mei, dia hanya ingin melihat reaksi kamu, apa kamu merasa kehilangan atas kepergianku, apa kamu merasa gila karena hal itu.”

“Sialan Mei! Aku tidak bisa berpikir jernih lagi ketika aku mendapati kamar kosong tanpa kamu dan juga barang-barangmu di dalam saja. Aku merasa gila, aku ketakutan Ellie.”

Ellie tersenyum lembut. “Apa yang membuatmu takut?”

“Aku takut kamu benar-benar pergi meninggalkanku dan tak akan memaafkanku lagi. Itu menjadi hal yang paling mengerikan yang pernah terbayangkan dalam kepalaku.”

“Jangan berlebihan, James.” Ellie Mendorong dada Jiro.

“Aku tidak berlebihan.” Jiro mengecup lembut bibir Ellie. “Mungkin, aku terlambat mengatakannya, tapi aku akan mengatakannya sekarang. Aku mencintaimu, aku benar-benar takut kehilanganmu.”

Ellie ternganga mendengar pernyataan cinta dari suaminya tersebut.

“Aku tidak pandai dalam hal ini. aku bukan seorang pria yang romantis dan suka mengumbar kata cinta pada pasangannya. Jika kamu menginginkan hal itu, maka bukan aku orang yang kamu inginkan. Aku hanya akan mengatakan ini satu kali. Aku mencintaimu, Ellisabeth Julia Williams, entah sejak kapan aku tidak tahu. Yang kutahu bahwa saat ini, aku sudah jatuh hati padamu.”

Mata Ellie berkaca-kaca seketika. Ia tidak menyangka bahwa penantiannya selama ini akan berbuah manis. James Drew Robberth akhirnya jatuh cinta padanya, dan ia benar-benar keluar sebagai pemenangnya.

“Hei, kenapa menangis?” Jiro menangkup pipi Ellie, ia bahkan menghapus setetes air mata yang jatuh begitu saja dari pelupuk mata istrinya tersebut.

“Tidak. Aku hanya terlalu senang.” Jawab Ellie dengan senyuman mengembang di wajahnya.

“Benarkah?”

Ellie mengangguk dengan antusias. “Aku senang karena aku menang.”

“Menang?” Jiro tampak bingung dengan jawaban Ellie.

Tanpa diduga, Ellie malah memeluk erat tubuh Jiro. “James, aku sudah jatuh cinta denganmu sejak lama, tapi aku mencoba menguburnya. Selama ini, kupikir, jika kamu adalah milikku, maka itu sudah cukup. Tapi aku salah, aku salah karena jika hanya aku yang mencintaimu, maka itu tak akan ada bedanya. Aku hanya mencintai, bahkan banyak orang di luaran sana yang juga mencintaimu, tak ada bedanya aku dengan mereka. Akhirnya, aku memutuskan untuk berjuang, berjuang dan berperang agar kamu juga jatuh mencintaiku. Dan kini, aku keluar sebagai pemenangnya.”

Jiro tersenyum mendengar pernyataan Ellie tersebut. “Ya Tuhan! Darimana datangnya istriku ini? aku sudah mengabaikanmu, tak mempedulikan keberadaanmu, tapi kamu masih setia mencintaiku. Kamu benar-benar jelmaan malaikat.”

Ellie melepaskan pelukannya, ia tersenyum lembut penuh arti, sedangkan wajahnya tak berhenti merona merah karena pujian yang terlontar dari bibir suaminya tersebut.

“Ellie. Berjanjilah, kamu tidak akan meninggalkan aku lagi seperti ini, oke?”

Ellie mengangguk lembut. “Aku berjanji, dengan syarat, kamu juga harus janji padaku.”

“Janji apa?”

“Bahwa kamu akan selalu ada di sisiku, menemaniku, selamanya.”

“Ya Tuhan! Tentu saja. Aku berjanji padamu, Ellie.” Setelah itu, Jiro menggapai bibir Ellie, mencumbunya dengan lembut penuh cinta. Astaga, Jiro tak pernah merasa secinta ini dengan seseorang, ia tak pernah merasa sedalam ini mencintai seseorang hingga ia sendiri tidak sanggup mengukur kedalamannya.

***

Dua minggu kemudian…

Ini adalah pertama kalinya dan mungkin akan menjadi terakhir kalinya Ellie menemani Jiro tampil di sebuah acara. The Batman memang di undang di sebuah acara tersebut, dan ini akan menjadi penampilan terakhir dari The Batman karena sebelumnya mereka sudah memutuskan untuk vakum selamanya dan hanya akan melanjutkan kontrak yang memang tak dapat dibatalkan seperti acara pada siang ini.

Jika biasanya Ellie hanya menyaksikan penampilan Jiro dan The Batman dari Tv atau dari Youtube, maka siang ini Ellie memiliki kesempatan untuk menyaksikannya secara live perfome, dan menjadi salah satu official dari The Batman.

Sebenarnya, Ellie tak mengerti apa tujuan Jiro. Ia sempat tak percaya saat Jiro mengajaknya untuk menyaksikan penampilan lelaki itu secara langsung. Pasalnya, hingga kini, Jiro belum mendeklarasikan hubungan mereka dihadapan publik, dan Elliepun tak lagi menuntut hal itu. Ellie hanya khawatir jika nanti akan ada wartawan yang memergoki kebersamaan mereka. Meski Ellie tak peduli, tapi Ellie takut jika itu akan menimbulkan skandal baru pada akhir dari karir Jiro dan The Batman.

Ellie mencoba mengabaikan kerisauan hatinya, karena kini ia memilih menikmati penampilan Jiro dan juga The Batman. Rupanya, penampilan mereka begitu memukau. Banyak fans yang turut serta menyaksikan penampilan mereka secara langsung. Ellie merasa beruntung karena ia sempat menyaksikan penampilan Jiro secara langsung sebelum The Batman benar-benar vakum dari dunia hiburan. Ia merasa terharu, tersentuh, apalagi ketika The Batman menyanyikan salah satu lagu melankolis mereka.

Hingga tak terasa, penampilan mereka benar-benar telah usai. Jiro, Jason, Ken dan juga Troy sempat berpamitan pada semuanya. Saat itu, Ellie tak mampu lagi membendung air matanya. Ya, semuanya telah usai, The Batman benar-benar telah berakhir. Meski begitu Ellie tahu bahwa hubungannya dengan Jiro baru saja memasuki babak baru. Babak dimana mereka akan berperan sebagai suami istri yang sesungguhnya, tanpa takut diusik oleh media dan juga yang lainnya.

Ellie menuju ke sebuah ruangan tempat dimana Jiro dan yang lainnya berkumpul setelah selesai tampil. Dan saat Jiro datang, Jiro segera menuju ke hadapan Ellie.

“Bagaimana penampilanku tadi?” tanyanya.

“Kamu keren.” Ucap Ellie sembari mengusap keringat yang berada di dahi Jiro dengan handuk kecil.

“Sialan! Mentang-mentang bawa istri saat pentas, Si Jiro pamer kemesraan ama kita-kita.” Troy mengumpat sebal.

“Kalau gitu, elo bawa istri elo gih, biar impas.” Ken menyahut, dan semua yang ada di sana tertawa, sedangkan Troy hanya bisa mengumpat seperti biasanya.

***

Tak menunggu acara usai, semua personel dan official The Batman sudah diperbolehkan pulang karena mereka memang sudah selesai tampil saat itu. Saat mereka keluar dari area acara tersebut, banyak sekali fans yang menunggu mereka, memberikan banyak sekali hadiah sebagai penghormatan terakhir.

Ellie yang sejak tadi jemarinya digenggam erat oleh Jiro dan berjalan di sebelah lelaki tersebut akhirnya membiarkan Jiro menghampiri para fansnya. Tak ada rasa cemburu, yang ada hanya rasa haru, tak menyangka bahwa suaminya bisa disayangi begitu banyak orang.

Ya, setelah pernyataan cinta Jiro pada malam itu, Ellie semakin percaya dengan Jiro. Bahwa lelaki itu hanya mencintainya, jadi Ellie tidak akan membuang waktunya untuk bercemburu ria dengan para fans dari suaminya tersebut.

Setelah puas menyapa dan menghampiri para fansnya, Jiro akhirnya kembali pada Ellie. Ia menggenggam erat telapak tangan Ellie lalu mengajak istrinya itu berjalan menuju ke arah mobil mereka.

Ellie tersenyum,ia tampak senang dengan sikap Jiro yang perhatian dan padanya, seakan menunjukkan pada para fansnya bahwa ia adalah milik dari lelaki tersebut. Astaga, Jiro manis sekali.

Tapi kemudian, senyum Ellie lenyap ketika sekumpulan wartawan datang menghadang mereka. Ellie sempat panik dan meminta Jiro untuk berbalik arah lagi, tapi Jiro menenangkan Ellie dan berkata pada Ellie bahwa ia akan menghadapi semuanya saat ini.

“Jiro, bagaimana perasaanmu tentang penampilan terakhir The Batman?”

“Kamu datang dengan siapa?”

“Apakah benar ini adalah istrimu?’

“Sudah berapa lama kalian menikah?”

“Jiro, apa status hubungan kalian?”

“Apa ini istrimu?”

Bukannya segera menuju ke arah mobil, Jiro malah menghentikan langkahnya. Ia tersenyum pada semua yang ada di sana. Sangat Jarang Jiro bersikap ramah tamah seperti ini pada awak media. Lebih mengejutkan lagi ketika tiba-tiba Jiro mengangkat telapak tangan Ellie yang sedang ia genggam kemudian mengecupnya lembut dihadapan semua nya.

“Ya. Dia istriku.” Hanya tiga kata, cukup tiga kata, dan semuanya bungkam seakan terpana dengan apa yang baru saja dilakukan dan juga diucapkan oleh Jiro.

Begitupun dengan Ellie, iapun terpana dengan apa yang baru saja dilakukan dan juga diucapkan oleh Jiro. Hingga ketika Jiro melanjutkan langkahnya membelah para wartawan, yang dilakukan Ellie hanya ikut saja kemanapun kaki lelaki itu melangkah.

“Aku merasa puas.” Ucap Jiro saat setelah mereka berada di dalam mobil.

“Puas? Puas kenapa?” Ellie bingung dengan apa maksud Jiro.

Jiro tersenyum, ia menangkup pipi Ellie kemudian berkata “Aku puas setelah menunjukkan pada dunia, bahwa kamu milikku. Ellisabeth Julia Williams adalah istri dari Jiro, Bassis The Batman.”

Ellie tersenyum. “Seharusnya bukan seperti itu.”

Jiro mengangkat sebelah alisnya. “Lalu?”

“Beritanya akan menjadi seperti ini ‘Jiro, Bassis terkenal sudah beristri, atau sudah dimiliki oleh perempuan berambut merah bernama Ellisabeth Julia Williams.’ Itu yang lebih cocok.”

Jiro terkikik geli dengan ucapan Ellie. “Persetan dengan beritanya. Yang pentig aku sudah menunjukkan pada dunia bahwa kamu adalah milikku. Hanya itu yang ingin aku tegaskan.”

“Wooww, suamiku orang yang tegas ya sekarang.” Goda Ellie dengan nada menyindir. Dan hal tersebut sontak membuat Jiro mencubit gemas pipi Ellie.

Keduanya tertawa bahagia di dalam mobil, seakan tak menghiraukan kegaduhan yang ada di luar mobil akibat dari ucapan dan tindakan Jiro yang begitu mencengangkan tadi.

Jiro tak peduli, begitupun dengan Ellie, karena kini, yang mereka pedulikan hanya kebahagiaan mereka berdua tanpa memikirkan media ataupun yang lainnya.

-END-

Advertisements

2 thoughts on “My Beautiful Mistress – Bab 20

  1. Siapa sangka cerita jiro biza mengalah kan cerita utama dari seri novel ini , yaitu bianca karna menurut q pribadi q lebih suka cerita jiro 😂😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s