(Mini Story) – Tatto (My Beautiful Mistress)

Comments 8 Standard

 

Haiiiiyaaaaa yang penasaran ama om Jiro nihhh silahkan merapat manjaahhhh hahhaha happy reading yaaa.. muwaahhhhh

 

(My Beautiful Mistress) – Tatto

 

Jiro

 

Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Tapi aku merasa jika apa yang kulakukan selama ini terhadap Ellie benar-benar kurang ajar. Meski begitu, aku tidak bisa menghentikan semuanya. Karir adalah yang utama bagiku, dan sampai kapanpun akan selalu seperti itu.

Aku memainkan kembali Bass yang ada di tanganku, sesekali pikiranku melamunkan kejadian kemarin malam. Saat dengan berengseknya aku pergi meninggalkan Ellie begitu saja setelah mendapatkan apa yang kumau.

Sial!

Kemarin adalah Natal, dan aku membiarkan Ellie merayakan natalnya sendiri di negeri ini, negeri yang cukup asing baginya. Seharusnya aku menemaninya. Toh, The Batman tidak memiliki acara, Band ini masih belum terkenal, tapi aku menjadikan alasan kesibukan untuk meninggalkannya.

Aku masih ingat dengan jelas saat bagaimana Ellie menatapku dengan mata wajah sendunya. Ekspresinya sedih, tapi dia masih tetap menyunggingkan senyumannya, seakan-akan dia rela diperlakukan seperti seorang simpanan untuk kebaikannya.

Astaga, bagaimana mugkin ada wanita sebaik itu?

Nada yang kumainkan salah, total! Dan personel lainnya menghentikan aksinya lalu menatapku penuh tanya.

“Ada masalah?” Jason bertanya.

“Ya. Sedikit.” Jawabku.

Lalu mereka diam, saling pandang kemudian menghentikan latihan kami. Ya, diantara yang lain, memang hanya aku sendiri yang sedikit misterius. Mereka tak ada yang mengenalku secara dekat.

Maksudku, Ken, Jase dan Troy memang sudah berteman dan mendirikan The Batman sejak SMA, mereka baru mengenalku Dua tahun yang lalu. Saat mereka  baru memasuki sebuah dapur rekaman, dan management mereka memilihku untuk gabung bersama dengan The Batman. Sejak saat itulah aku menjadi teman mereka, menjadi bagian keluarga besar The Batman. Dan sejak saat itu, aku berambisi untuk membawa The Batman pada puncak kesuksesan.

Meski begitu, aku tak serta merta menceritakan semua tentang diriku pada mereka. Awalnya, aku ingin menceritakan tentang pernikahan kilatku dengan Ellie, tapi setelah kupikir-pikir lagi, sepertinya lebih sedikit orang yang tahu, maka lebih baik.

Maka, hanya segelintir orang saja yang kutahu, seperti, asisten pribadiku yang memang sudah sangat lama sekali bekerja dengan keluargaku, dan juga kepala management The Batman.

Aku ingin, mereka tak mengetahui apapun tentang Ellie, bukan karena aku ingin terlihat seperti pria lajang, tapi karena aku tak ingin hubungan pribadiku terekspos media. Lagi pula, sepertinya tidak penting juga membahas tentang statusku.

Kembali lagi pada Jase, Ken dan Troy. Ketiganya malah segera duduk di sofa yang tersedia saat mereka memilih mengakhiri latihan.

“Kita nggak jadi latihan?” tanyaku yang masih berdiri dengan Bass di tanganku.

“Elo kayaknya banyak pikiran. Mending tenangin diri dulu, musiknya juga bakal nggak nyambung kalau yang main pikirannya kemana-mana.” Ken menjawab. Ya, Ken benar.

“Terus, kita ngapain?”

Troy melompat bangkit. “Gue mau pasang tato, ada yang mau ikutan?” tawarnya.

Jason ikut bangkit. “Gue juga. Gue ikut.” Ucapnya.

“Ken, elo?” tanya Troy.

Ken hanya mengangkat kedua bahunya. “Gue sudah kemaren.”

“Sialan! Cuma dua doang.” Umpat Troy sembari mengejek.

Ya, diantara kami,  memang hanya Ken yang paling simpel. Tidak bajingan, dan paling setia. Ken hanya memiliki dua tato. Satu tepat di bawah tulang rusuk kirinya, bergambar sepasang mata cantik, mata kekasihnya. Dan satu lagi di pergelangan tangan kirinya tepat di atas nadinya, tato dengan huruf latin yang nyaris tak bisa terbaca, Kesha Kirana.

Aku tidak tahu, bagaimana mungkin Ken mengukir nama seorang wanita di tubuhnya. Maksudku, mereka hanya pacaran. Apa sedalam itu cinta yang dimiliki Ken untuk kekasihnya? Bagaimana jika mereka putus? Apa Ken akan  menghapus tatonya?

“Kalau elo? Nggak mau ikut?” tanya Troy padaku.

Aku yang sempat melamunkan tentang Ken akhirnya menjawab dengan spontan, “Ya, gue ikut.”

Entah apa yang membuatku berpikir untuk ikut dengan Troy, bahkan berpikir mengukir nama Dia di tubuhku. Astaga, apa aku sudah segila Ken? Yang benar saja.

***

Akhirnya, aku benar-benar mengukir namanya di tubuhku. Lebih menggelikan lagi bahwa aku menuliskannya tepat di dada kiriku. beruntung, sedikit banyak aku mengetahui tentang huruf Yunani kuno, jadi aku menuliskannya dengan huruf itu.

Jason, Troy maupun Ken tak akan mengerti apa yang sengaja kuukir di dadaku. Bahkan aku sendiri tak mengerti kenapa aku melakukan hal semenggelikan ini.

Dan sampai kapanpun, aku tak akan mengatakannya pada siapapun, apa makna dari tatoku ini.

Aku berdiri di depan cermin yang tersedia di tempat pembuatan tato itu. Menatap goresan tinta hitam yang baru saja selesai di dada kiriku, dan aku tersenyum.

Ellie, entah apa yang membuatku begitu menginginkan wanita itu. Tubuhnyakah? Mungkin saja. Tapi lebih dari itu, aku hanya ingin, bahwa ada sebagian dari dirinya menjaga kewarasanku, membuatku mampu mengendalikan ambisiku yang tak masuk akal, dan membuatku berpikir untuk pulang.

Karena itulah, aku menuliskan namanya di sini, di dada kiriku.

***

Sampai di apartmen, aku segera menghubungi Ellie. Entah kenapa ingin rasanya mendengar suara wanita itu. Aksen inggrisnya yang sangat kental, caranya mengucapkan bahasa indonesia yang masih terpatah-patah, oh, aku sangat menyukainya.

Panggilanku diangkat pada deringan kedua. “James, kamu menelepon?” Elie terdengar senang. Sesenang itulah ia mendapatkan telepon dariku?

“Ya, bagaimana kabarmu?” tanyaku.

“Baik, kamu sendiri?” tanyanya.

“Aku juga baik.” Hanya itu yang bisa kujawab. Entahlah, aku memang tak pandai berkata-kata.

“James, aku suka dengan hadiah natal yang kamu berikan.”

Aku mengerutkan keningku. “Hadiah?” tanyaku. Aku bahkan lupa jika sudah memberinya hadiah.

“Ya. Kalung itu, aku menyukainya.” Jawab Ellie.

Ahh ya, kalung. Aku memang sempat meninggalkan hadiah natal di atas meja saat meninggalkan Ellie malam itu. Hadiah itu berupa kalung, dengan bandul sebuah cincin yang di dalamnya terukir nama Mrs. Robberth.

Ya Tuhan! Ada apa denganku? Kenapa aku bisa semenggelikan itu?

“Lupakan saja, itu hanya kalung biasa.” Akhirnya aku menjwab seadanya. Aku tak tahu harus bersikap seperti apa, karena aku sendiri tak mengerti apa yang sudah kurasakan.

“Baiklah.” Ellie terdengar sedih. “Kamu tidak pulang? Kapan pulang?”

Pulang? Demi Tuhan! Aku  ingin. Astaga, menyentuhnya tak akan membuatku bosan. Bahkan aku seakan tak ingin berhenti. Tapi di sisi lain, aku tahu bahwa aku tak bisa seperti itu terus. Ada mimpi yang harus kukejar, ada sebuah keinginan besar untuk berada di puncak kepopuleran, dan hal itu harus kubayar dengan harga yang cukup mahal, yaitu mengabaikan istriku yang begitu cantik menggoda.

“Tidak. Mungkin aku pulang minggu depan.”

“Kamu sibuk?”

“Ya. Sangat.” Aku bohong. Tak ada kesibukan. The Batman bukanlah band yang terkenal saat ini. jadi aku tidak sesibuk yang kukatakan. Bahkan sekarang saja aku bisa pulang, tapi aku tak ingin. Aku tidak bisa bukan karena aku benci pulang, hanya saja…….

“Baiklah, aku akan menunggumu minggu depan, James.”

Aku memejamkan mataku frustasi.

Brengsek!

Bajingan!

Aku benar-benar seorang bajingan!

“Baiklah, Ellie. Aku akan menutup teleponnya. Cepat tidur.”  Dan sebelum dia membalas ucapanku, telepon kututup.

Sempurna.

Aku benar-benar bajingan bukan? Ya, biarlah, aku tak peduli. Untuk sementara, aku akan memerankan peran seperti ini dulu dengan Ellie. Dia akan menjadi simpananku, aku tahu dia akan menerimanya.

Meski ada sebuah rasa aneh yang menghhantamku ketika memperlakukannya dengan tidak adil, tapi aku berjanji jika akan memperhatikannya dari jauh. Ellie tak akan kekurangan apapun, Ellie akan baik-baik saja karena aku menjaganya dari jauh.

Sedangkan aku sendiri, aku tak akan khawatir dengan perasaanku, dengan rasa rinduku. Ellie sudah menyatu denganku, dia begitu dekat dengan jantung dan hatiku, dan dia akan selalu menjadi sosok yang mengingatkanku untuk pulang.

Ya, pulang kepadanya…

Aku menyandarkan tubuhku pada sandaran sofa, memejamkan mataku, sedangkan jemariku merayap, mendarat pada  nama Ellie yang terukir di dada kiriku…

Ellie, maafkan aku….. Aku akan pulang, aku janji… bisikku dalam hati.

 

-End-

 

Advertisements

8 thoughts on “(Mini Story) – Tatto (My Beautiful Mistress)

  1. Yeeeeee akhir na tau juga apa yng ada d otak na jilooo 😊😊
    jadi itu awal mula jilo bkin nm elie d dada na takirain d bohong pas bilang tato itu pengingat kalo dia harus pulang karna ada istri .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s