(Mini Story) – Natal Pertama (My Beautiful Mistress)

Comments 10 Standard

 

Dislaimer : Haiii… ini dia mini story pertama yang aku Posting di blog aku, dan hanya di blog yaa… mungkin nanti bakal aku convert dan aku jual juga di google play, tapi aku jamin, di blog gak akan aku hapus mini story ini. INFO juga, cerita ini TIDAK ada di dalam novel my beautiful mistress sendiri. jadi kayak cerita ini itu Oneshoot atau side story cerita utama my beautiful mistress gitu yaa.. hahhaahhaah  dan betewe, aku juga bakal bikin mini story cerita lainnya, entah ceritanya kak Dhanni, Renno, Brandon, atau yang lainnya. jadi biar Blog aku kembali seperti suasana dulu, rame dan asikk.. okee…. ya sudah, happy reading….

 

(My Beautiful Mistress) – Natal  Pertama

 

Aku masih duduk tepat di depan jendela. Kulihat hujan tak berhenti turun. Jika ini di inggris, mungkin salju yang turun. Astaga, aku merindukan salju. Besok adalah natal pertama yang kulalui tanpa kedua orang tuaku.

Beberapa bulan yang lalu, aku menikah dengan seorang yang tak kukenal. Namanya James Drew Robberth. Seorang yang cukup pendiam, dan bagiku sedikit misterius. Kahidupan pernikahan kami biasa-biasa saja awalnya, tapi kemudian, semua menjadi tak normal ketika James memutuskan untuk pindah ke apartmen yang baru ia beli.

Semua karena ambisinya menjadi seorang artis. Ia tidak ingin hubungan pernikahan kami terendus oleh media. Karena James juga memiliki kontrak dengan pihak managementnya. Dan yang bisa kulakukan hanya menerimanya saja. Toh, aku masih tetap menjadi istrinya.

Bicara tentang James, sebenarnya, aku tak menyesal menikah dengannya. Walau dingin, pendiam dan terkesan tak peduli, James adalah sosok yang baik. Dia memenuhi apapun yang kuinginkan, dia memberiku segala fasilitas layaknya aku seorang ratu. Dan dia sangat tampan.

Aku terpesona pada pandangan pertama dengannya. Jantungku selalu berdebar tak karuan saat berada di dekatnya. Dan hal itulah yang membuatku bertahan di sisinya, meski sebenarnya kini hubungan kami jauh dari kata normal.

James hanya akan pulang ketika dia membutuhkan sebuah pelepasan. Setelah itu dia pergi lagi. Dia bahkan tak pernah tidur di rumah ini. mungkin jika tidur, dia memilih tidur di kamar lain atau mungkin di sofa.

Aku tak tahu apa yang terjadi dengannya, apa yang dia rasakan padaku. Kenapa dia seolah menghindariku. Dan hal itulah yang membuatku sedih.

Aku merasa sendiri, aku merasa diabaikan, aku merasa dicampakan, tapi disisi lain, aku merasa bahwa James begitu perhatian padaku.

Kini, Natal pertamaku di negeri ini, dan James belum pulang sejak dua hari yang lalu. Apa dia sibuk?

Kupikir, Bandnya belum cukup terkenal, jadi sepertinya dia tidak sedang sibuk. Ingin sekali aku menghubunginya, tapi James selalu berpesan padaku bahwa aku tidak boleh menghubunginya sebelum dia sendiri yang menghubungiku.

Aku merasa sendiri…

Aku merasa kesepihan…

Tuhan, apa yang harus kulakukan?

Akhirnya aku memilih bangkit dari tempat dudukku. Aku masuk, menuju ke arah kamar. Di dalam kamar terdapat sebuah pohon natal kecil, di ujung ruangan. Aku tersenyum melihatnya.

James yang membelikannya beberapa saat yang lalu, dia tahu bahwa aku cukup religius mengingat ayahku adalah seorang pendeta. James bahkan menyediakan sebuah tempat di sudut rumah ini yang ia sebut sebagai gereja pribadiku. Ya, dia bahkan menghiasnya dengan patung Yesus dan sejenisnya. Hal-hal seperti itulah yang kadang membuatku bingung dengan sikapnya. Dia baik, tapi kadang, aku merasa dia tak cukup adil memperlakukan diriku sebagai istrinya.

Aku kembali menghela napas panjang. Kakiku menuju ke arah lemari dan mencari pernak pernik natal untuk menghias pohon natal mungil di sudut kamarku.

Sesekali aku bersenandung, membayangkan bahwa natal tahun ini sama seperti natal sebelum-sebelumnya. Bahwa aku masih berada di Inggris, dengan kedua orang tuaku, dan aku masih sendiri. Belum memiliki suami, belum memiliki James.

Ya, karena itulah yang sedang kurasakan saat ini. Sendiri dan sepi….

Jingle bells, jingle bells

Jingle all the way!

Aku mulai bersenandung, kupasangkan pernak-pernik natal pada pohon cemara buatan yang mungil. Seakan menghibur diriku sendiri saat kesepihan melanda.

Oh what fun it is to ride in a one-horse open sleigh

Jingle bells, jingle bells

Jingle all the way!

Oh what fun it is to ride in a one-horse open sleigh

Meski lagunya adalah lagu ceria, tapi entah kenapa aku merasakan kesedihan yang amat dalam. Aku kesepihan, sangat kesepihan di malam natal ini.

Dan setelah aku membohongi diriku sendiri dan mencoba bersikap kuat, pertahananku runtuh.

Aku terduduk di dekat pohon natal. Memeluk lututku sendiri, kemudian menangis.

Aku kesepihan…

Aku merindukan ibu dan ayah…

Dan aku merindukan James…

Kenapa dia tidak pulang?

***

Rupanya, aku menangis hingga tertidur di sana. Sedikit terkejut saat aku bangun dan sudah berada di atas ranjangku. Yang lebih mengejutkan adalah bahwa tubuhku sudah polos tanpa sehelai benangpun dan hanya tertutup oleh selimut tebal.

Dalam sekejap mata, aku merasakan seseorang menindihku. Dia James, dia pulang. Dan aku senang.

James hanya menatapku, dan aku tersenyum.

“Kamu pulang, James.”

“Ya.” Hanya itu jawabannya.

Tanpa kuduka, James menundukkan kepalanya, dia menciumku. Bukan ciuman yang lembut, tapi aku cukup mengerti bahwa ciuman itu adalah tanda jika dia sedang menginginkanku.

Dan benar saja, tak lama kemudian, James menyatukan diri. Yang bisa kulakukan hanyalah menggigit bibir bawahku. Aku ingin mengerang, tapi aku cukup malu melakukannya. Seks yang kulakukan dengan James biasanya memang hanya seperti ini. Dia lelaki panas yang mampu menggoda siapa saja, tapi aku cukup malu mengakui apa yang kurasakan. Hubunganku dengan James tidak sedekat itu, tidak seintim itu. Kami bahkan jarang saling berbicara.

James mulai menggerakkan tubuhnya, menghujam lagi dan lagi, dan yang bisa kulakukan hanya diam. Aku sudah cukup senang saat dia senang, aku sudah cukup senang saat dia pulang kepadaku. Aku tak akan menuntut lebih karena aku…. Aku mencintainya..

Astaga, entah sejak kapan aku merasakan perasaan ini. Tapi Ya, aku mencintainya. Mencintai James Drew Robberth, lelaki yang sering mengabaikanku, lelaki yang sering membuatku sedih, lelaki yang berstatus sebagai suamiku. Aku mencintainya, meski aku tak yakin, apa yang dia rasakan terhadapku.

Entah sudah berapa kali James memuaskan diri, aku tak peduli, yang kupedulikan hanyalah kewajibanku terhadapnya, untuk membuatnya senang, untuk memuaskannya. Hingga ketika James memutuskan untuk berhenti, aku terkulai lemah tak bertenaga.

Rasa kantuk tiba-tiba menyergapku. Samar-samar kulihat James bangkit, dia memunguti pakaiannya sendiri, mengenakannya. Dan aku hanya bisa tersenyum.

Dia akan pergi lagi…

Dia datang hanya untuk meminta haknya…

Setelah itu dia pergi lagi…

Aku memejamkan mataku, menghentikan bulir air mata agar tidak tumpah dari pelupuk mataku. Lagi pula, aku sudah sangat lelah. Aku ingin tidur, dan mungkin bangun dua hari setelahnya.

Mataku mulai terpejam, dalam kegelapan aku merasakan bibir James menyapu keningku, lalu dia berucap dengan lembut…. “Selamat Natal, Ellie, istriku.”

Aku hanya tersenyum, tak ingin membuka mata karena aku takut jika ini semua hanya mimpiku. Air mataku jatuh dengan sendirinya. Mungkin benar itu hanyalah mimpi, tapi aku tahu bahwa itu akan menjadi mimpi terindah untukku.

Kemudian aku memposisikan diri senyaman mungkin, kembali tertidur dan kembali bermimpi indah. Natal pertama setelah menjadi istri James, ternyata tidak buruk. Aku memang sendirian di negeri ini, aku kesepihan, tapi aku memiliki James, dan James membuatnya indah dengan caranya sendiri.

Selamat Natal, James. Aku mencintaimu….

-End-

Advertisements

10 thoughts on “(Mini Story) – Natal Pertama (My Beautiful Mistress)

  1. satu yng ada d otak q sbner na apa yng ada d pikiran jiro yaa ??
    jadi ibu harus bikin versi jiro juga , biar kita tau sbner na gmn perasaan jiro …

    itu kan bukan mimpi kan , itu beneran jiro yng ngomong ma elie ..

    sbner na ini tu menyakitkan tapi ada manis” na juga , seperti yng elie bilang jiro membuat indah dengan cara na sendiri ..

    Like

  2. Sangat menyesakkan jika seorang istri di abaikan suaminya sndri,, walau materi full,,perhatian jg harus nya dikasih bukn malah seenaknya sndri

    Like

  3. Jiro😑😑😑
    Apa yg slah dgn ellie ampe d perlakukan bagai wanita simpanan

    Klw ga setuju ama pernikahan ny…knapa mw brhubungan fisik 😣😣

    Butuh pov ny jiro momz

    Like

  4. Jiro itu sebenarnya cinta atw gk sih sama istrinya masa pulang cuma buat minta jatah az…???
    Ya walaupun dia memenuhi smua kebutuhan hidup Ellie… Tapi gk harus gitu juga…???
    Untung itu Ellie yg bisa tahan karna Cintanya yang sudah begitu besar untyk Suaminya yg berambisi…
    Tambah donk mom bella ttg perasaan jiro ke Ellie, Biar adil…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s