Missing Him – Bab 1

Comments 2 Standard

 

Bab 1

 

“Soto ayam satu Bu…” ucapku pada ibu kantin.

“Porsi banyak seperti biasa.” Aku menoleh ke sampingku dan di sana sudah duduk sosok yang selama ini selalu menemani hariku, siapa lagi jika bukan Edo.

Ini sudah  sebulan sejak kepindahanku ke sekolah baruku ini, dan selama sebulan itu, hubunganku dengan Edo mengalami kemajuan pesat. Kami sangat dekat, amat sangat dekat. Bahkan tidak sedikit yang mengira jika kami sudah jadian.

“Do, lebih baik kamu pesan sendiri gih… nggak enak di lihatin anak-anak kalau kita makan sepiring berdua terus.” Ucapku mengingatkan.

“Enggak, aku suka makan sepiring denganmu.”

Dan aku hanya menghela napas panjang.

Ven, nanti malam temani aku futsal, ya”

“Enggak, aku sibuk.” Jawabku ketus.

“Ayolah… teman-temanku ngajak pacarnya, masa aku sendiri Ven. please…”

“Kalau gitu, ajaklah pacarmu.”

“Aku nggak punya pacar Ven,  kamu tau kan?”

Dan lagi-lagi aku menghela napas panjang. Astaga, aku juga tidak mengerti kenapa aku sama sekali tak dapat menolak permintaan Edo. Edo…. entah perasaan apa yang kurasakan saat ini…

****

Aku melihat sebuah amplop tepat di hadapanku.

“Apa ini mas?” Tanyaku pada Mas Rangga yang baru saja pulang dari kantor.

“Gajihku bulan ini, kamu simpan, ya.”

“Yang kemarin masih ada, lebih baik Mas saja yang menyimpan.”

“Jangan, aku percaya kamu, Sayang, kalau Mas yang bawa nanti pasti habis.”

Aku tersenyum melihat kelakuan suamiku tersebut. Namanya Rangga  Kurniawan. Orangnya sederhana, tidak banyak bicara dan dia pekerja  keras. Aku mengenalnya saat bekerja di sebuah perusahaan. Ya, Mas Rangga adalah rekan kerjaku.

Kami tidak pernah berpacaran, karena  saat itu tiba-tiba Mas Rangga datang melamarku. Orang tuaku tentu sangat setuju dan menerima Mas Rangga. Dan entah kenapa saat itu aku pun menerimanya. Mungkin karena aku tidak tega mengucap kata “Tidak” padanya.

Kami menikah sekitar Dua tahun yang lalu. Dan selama ini hubungan rumah tangga kami baik-baik saja.

Aku melihat ke arah suamiku tersebut yang masih mengenakan kemeja kerjanya. Ia sibuk menggendong Tasya dan bercengkrama dengan puteri pertama kami.

“Mas, besok minggu, kita belanja, Ya. Aku pengen membelikan sesuatu buat  Mas Rangga.”

“Membelikan apa? Aku nggak  perlu apa-apa kok..”

“Bukan sesuatu yang istimewa, tapi sesuatu yang semoga saja dapat membuat Mas Rangga selalu mengingat aku dan Tasya.”

“Baiklah, terserah kamu saja.”

Aku tersenyum lagi. Mas Rangga memang  tak  pernah menolak  keinginanku.

***

Pagi ini masih sama dengan kemarin hari. Aku masih terbangun di dalam pelukan seorang lelaki yang yang sangat menyayangiku. Siapa lagi jika bukan Mas Rangga, suamiku.

Aku bangkit tapi kemudian tubuhku kembali di tarik ke dalam pelukan lelaki yang tadi memelukku.

“Jangan bangun dulu, Ven”

“Aku harus bangun Mas, siapa yang masak sarapan kalau aku masih di sini?”

“Kita makan di luar saja nanti kita kan akan keluar.”

Aku tersenyum “Bukannya itu pemborosan?” Tanyaku sedikit menyindirnya.

Mas Rangga semakin mengeratkan pelukannya padaku sambil terkikik geli. “Veny sayang… sesekali boros tidak apa-apa kan?”

Aku kembali tersenyum meski sebenarnya tubuhku kaku dengan panggilan lembut yang di berikan Mas Rangga padaku.

Sejak menikah, kami memang tidak pernah bermesraan layaknya sepasang kekasih. Hubungan di ranjang? Astaga.. jangan di tanya, mungkin kami melakukan itu hanya untuk kewajiban semata.

Mas Rangga tidak pernah merayu atau meminta hak nya. Ia lebih suka langsung melakukannya tanpa banyak basa-basi. Dan aku menerima begitu saja. Ya, hubungan kami memang sangat kaku. Tapi aku tidak tau sejak kapan aku merasakan perasaan aneh seperti ini.

Perasaan aneh ketika mendengar Mas Rangga memanggilku dengan sebutan sayang. Perasaan Aneh saat tiba-tiba Mas Rangga menyentuhku penuh dengan perhatian.

Ada apa dengannya? Kenapa dia berubah? Atau… hatiku kah yang sudah berubah?

“Kamu kok diam?”

“Ah.. enggak..” jawabku dengan malu-malu.

“Ven.. apa aku boleh menciummu?”

Aku mendongak seketika ke arah Mas Rangga. Pertanyaannya itu seketika membuat jantungku jumpalitan. Kenapa dia meminta ijin padaku? Dan aku hanya dapat menjawab dengan memejamkan mata.

Kurasakan bibir Mas Rangga menyapu bibirku. Menggodanya, dan aku pun tergoda. Mas Rangga mulai melumat bibirku dengan segala kelembutan yang ia miliki, seakan menuntut sesuatu dariku sedangkan aku hanya mampu membalasnya.

Mas Rangga mulai membalik tubuhku kemudian menindihku tanpa melepaskan pangutannya di bibirku. Astaga, Apa yang terjadi dengannya? Kenapa ia melakukan ini padaku? Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Dan ketika ciuman kami tak juga berakhir, kami mendengar suara  tangisan bayi yang sangat nyaring. Siapa lagi jika bukan Tasya. Tasya bangun.

Mas Rangga menghentikan aksinya seketika lalu bangkit dan duduk di pinggiran ranjang.

“Tasya bangun, Ven.” ucapnya sambil mempalingkan wajahnya ke arah lain.

“Ya, mungkin sudah lapar.” Jawabku yang kini juga ikut bangun dan langsung bergegas menuju ke boks bayi tepat di sebelah ranjang besar kami.

Aku menggendong Tasya, menimangnya dan memberinya Asi, Ya.. mungkin dia lapar karena saat aku menyusuinya, dia berhenti menangis.

Tasya puteri Kurniawan. Bayi mungil yang ku lahirkan Lima bulan  yang lalu. Sangat cantik dan entah kenapa selalu mengingatkanku pada ayahnya, Mas Rangga.

“Emm..Aku mandi dulu.” ucap Mas Rangga sambil berjalan menuju ke kamar mandi.

“Mas..” panggilku yang sontak menghentikan langkahnya. “Tasya sudah bobok lagi, emm… kita nggak melanjutkan yang tadi?”

Astaga.. Bagaimana mungkin aku mengucapkan pertanyaan tersebut? Apa aku sedang menjajakan diri pada suamiku sendiri? ini gila.

“Jangan, Sayang, nanti kesiangan.” Lalu Mas Rangga kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.

Aku menghela napas panjang, dengan wajah yang merah padam karena penolakan yang di berikan oleh Mas Rangga, aku menggerutu dalam hati. ‘Tuhan… tenggelamkan saja aku ke dasar laut..’

-TBC-

Advertisements

2 thoughts on “Missing Him – Bab 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s