romantis

Bianca – Chapter 12 (The Danger)

 

Chapter 12

-The Danger-

 

Malam itu, Jason ternyata benar-benar datang ke rumah Bianca. Bianca mengira jika Jason hanya akan bermain ke rumahnya, rupanya lelaki itu meminta izin pada orang tuanya untuk mengajak Bianca pergi. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, Jason ingin membawa Bianca bermain ke rumahnya, rumah keluarganya.

Terkejut, sungguh, itulah yang dirasakan bianca. tapi ia tidak mungkin menolak keinginan jason, apalagi saat orang tuanya sudah mengizinkan Bianca pergi ke rumah Jason.

Kini, Bianca dibuat ternganga saat Jason menurunkannya di halaman sebuah rumah yang baginya sangat mewah. Inikah rumah Jason?

Sebenarnya, Bianca memang sudah mengetahui fakta bahwa Jason adalah anak seorang pengusaha kaya. Tentu saja info itu didapatkan Bianca melalui situs-situs di internet tempatnya mencari tahu tentang Jason. Tapi hanya sebatas itu, Bianca tidak tahu kalau Rumah Jason bakal sebesar ini, atau alasan apa yang membuat Jason memilih menjadi anak band ketimbang mengikuti jejak orang tuanya yaitu seorang pengusaha.

Bianca turun dari atas motor Jason. Diikuti dengan Jason. Kemudian Bianca membuka helmnya begitupun dengan Jason. Oh iya, Bianca bahkan tidak melupakan bagaimana penampilan Jason malam ini.

Jason mencukur habis bulu-bulu di wajahnya, membuat lelaki itu tampak lebih muda dari sebelumnya. Lalu, lelaki itu juga mencopot semua anting-anting di wajahnya. Meski Bianca suka melihatnya, tapi Bianca merasa sedikit aneh melihat perubahan yang ada pada diri Jason.

“Kenapa?” tanya Jason kemudian saat mendapati Bianca yang seakan tak berkedip saat menatapnya.

“Kamu beda.” Hanya itu Jawaban Bianca.

Dua kata itu tentu bisa membuat Jason salah tingkah jika Bianca yang mengucapkannya. Jason segera mengusap pipinya sendiri seketika. “Apanya yang berubah?” tanya dengan sedikit malu.

“Wajah kamu, kayak lebih muda.”

“Benarkah? Kamu suka?” tanya Jason dengan  antusias.

Bianca memicingkan matanya ke arah Jason. “Kamu, berubah karena aku?” tanya Bianca penuh selidik.

Oke, saat ini Jason benar-benar salah tingkah. Dia menggaruk tengkuknya sendiri kemudian segera memalingkan wajahnya dari tatapan mata Bianca. “Enggak, yang bener aja.” Sanggahnya.

“Ayolah, jangan malu-malu.” Goda Bianca yang saat ini sudah bergelayut pada lengan Jason.

“Lepasin.” Sungguh, Jason tak dapat menahan rasa malunya. “Kamu seneng apa enggak?” tanya Jason untuk memastikan.

Bianca tersenyum seketika. Ia memposisikan diri untuk berada tepat di hadapan Jason. Bianca menangkup kedua pipi Jason dan memaksa wajah lelaki itu agar menatap ke arahnya karena sejak tadi Jason tampak tak percaya diri dan memilih menatap ke arah lain.

“Aku menghargai kamu mengubah penampilan kamu untuk aku.” Ucap Bianca kemudian. “Tapi aku nggak mau kamu jadi orang lain. Lihat, kamu tampak tak percaya diri. Aku nggak suka.”

“Lalu kamu sukanya kayak apa?”

“Aku suka Jason yang mempengaruhiku, mengintimidasiku, membuatku sesak napas saat melihatnya.”

“Kamu kehilangan diriku yang seperti itu?” tanya Jason kemudian.

“Enggak.” Jawab Bianca dengan polos. “Kalau boleh jujur, kamu masih membuatku sesak napas saat berdekatan denganmu. Tapi beberapa menit yang lalu, aku seperti melihat sisi lain dari dirimu. Sisi tidak percaya diri dari seorang superstar yang biasa berada di atas panggung dengan ribuan mata penonton yang melihatnya.”

Jason menundukkan kepalanya. “Dan ketidak percayaan diriku itu karena kamu. Karena aku khawatir, jika aku belum cukup pantas untuk dirimu.”

“Benarkah?” tanya Bianca dengan senyum lembutnya.

Jemari Jason terulur, mengusap lembut ujung bibir Bianca yang tampak menggoda untuknya. “Ya, hanya kamu yang membuatku tidak percaya diri, hanya kamu yang membuatku salah tingkah seperti ini.”

“Berarti aku hebat, karena sudah membuat superstar seperti kamu tidak percaya diri di hadapanku.”

“Ya. Sangat.” Jawab Jason cepat yang saat ini fokus matanya sudah tertuju pada bibir Bianca. Jason menunduk lagi, kemudian tanpa permisi ia menggapai bibir Bianca, mencumbunya dengan lembut, dan menikmatinya.

Bianca memejamkan matanya, menikmati bibir Jason membelai lembut setiap inci dari Bibirnya. Oh, apa lelaki ini gila? Bagaimana mungkin lelaki ini bisa salah tingkah hanya karenanya? Yang ada, dialah yang salah tingkah karena sudah diperlakukan seistimewa ini dengan seseorang yang memiliki jutaan ribu penggemar seperti Jason.

***

Kehadiran Bianca disambut hangat oleh Mama Jason. Tampak jelas di wajah gembira wanita paruh baya itu di mata Bianca. Jason dan Bianca dibimbing ke arah ruang keluarga kemudian Bianca dipersilahkan duduk nyaman di sofa panjang yang berada di sana.

“Mama benar-benar nggak nyangka kalau kamu akan membawa gadis cantik pulang ke rumah secepat ini.” ucap Mama Jason sembari mengamati lekat-lekat wajah Bianca.

“Aku cuma nggak mau Mama khawatir dengan pemberitaan yang beredar.”

“Ya, tentang berita-berita itu, mama benar-benar stress.”

“Maaf, Ma, Jase nggak bisa mengendalikan media sebanyak itu. Jadi, yang bisa Jase lakukan hanya diam.”

“Tapi kamu bisa kan mengenalkan Bianca ke depan publik?”

Jason menggelengkan kepalanya. “Tidak sesederhana itu, Ma.” Jawab Jason kemudian. Mama Jason segera menatap Bianca, tapi Bianca tampak mengerti dengan ucapan Jason.

“Jadi, kalian hanya akan diam-diam seperti ini?” tanya mama Jason kemudian.

“Tidak juga, Tante. Jase kemarin malah menggunggah sebagian foto aku di akun sosial medianya. Akhirnya publik menggila.”

“Benarkah?” tanya Mama Jason yang segera dijawab dengan senyuman dan juga anggukan dari Jason. Hal itu membuat Mama Jason tertawa lebar. Entah apa yang dipikirkan anaknya, ia tidak tahu, yang pasti, ia akan mendukung apapun keputusan dari puteranya tersebut.

“Papa…” Jason menggantung kalimatnya. Ia ingin menanyakan Sang papa, tapi karena hubungan mereka tidak baik, membuat Jason ragu untuk bertanya.

Mama Jason menghela napas panjang. “Papa ada di ruang kerja. Dia tau kamu datang, tapi dia memilih berada di sana. Kalau kamu mau, temui saja dia. Biar Mama di sini sama Bianca.”

Jason lalu menatap ke arah Bianca. “Aku tinggal dulu, oke?”

Bianca hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Jason. Lalu Jason akhirnya pergi hingga di dalam ruangan tersebut hanya ada Bianca dan juga Mama Jason.

“Jadi, ceritakan tentang hubungan kalian.” Ucap mama Jason dengan antusias.

Bianca bingung harus mulai bercerita dari mana. Masalahnya, hubungannya dengan Jason adalah hubungan kilat. Mereka bertemu, bertukar nomor telepon, Jason menghubunginya lalu jadian. Hanya itu. Bianca bahkan merasa jika hubungannya dengan Jason tak memiliki proses yang istimewa. Kecuali, hubungan ranjang mereka. Dan Bianca tak akan mungkin mengungkapkan tentang hubungan ranjangnya dengan Jason pada Mama Jason.

“Apa ya, tante. Aku bingung mau cerita dari mana.”

“Haduh, tante bener-bener seneng banget saat lihat Jase bawa pulang gadis secantik kamu. Jase itu dekat banget sama Tante, apa saja dia ceritakan sama Tante. Dulu, saat dia cerita tentang Felly, pacarnya yang dulu, tante kira Jase bakal ngajak Felly pulang. Ternyata, dia memilih mengajak kamu.”

Bianca tertegun seketika “Felly?” tanya Bianca tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Iya, Felly. Fellysia, Jase nggak cerita sama kamu tentang dia?”

Bianca hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian ia teringat, pertama kali ia bertemu dengan Jason dan memberikan lelaki itu nomor teleponnya, adalah saat Jason keluar dari toko ice cream Felly. Apa pada saat itu mereka masih pacaran? Tapi, bukankah Felly sudah menikah? Apa cinta mereka tak sampai karena pernikahan dadakan Felly?

***

Di lain tempat.

Seorang wanita menatap foto-foto Bianca saat Bianca bersama dengan Sienna dan juga Raga. Ada juga foto Bianca ketika wanita itu sedang berduaan dengan Raga di parkiran. Raga tampak akrab dengan Bianca, bahkan lelaki itu tampak mengulurkan jemarinya mengusap puncak kepala Bianca.

“Itu adalah Produser The Batman.” Ucap seorang wanita berambut pendek.

“Sial! Pelacur iu ternyata kenal orang dalam juga.” Komentar wanita itu.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan?” tanya wanita berambut pendek tersebut.

“Aku punya ide. Kita akan acak-acak hubungan mereka. Kalau itu belum cukup, kita akan menerornya.”

“Kamu yakin?” tanya si wanita berambut pendek tersebut.

“Bukankah ini tujuan kita mendirikan The Danger? Untuk menjaga Jason  dan The Batman agar tetap sendiri, tetap fokus dengan karir mereka tanpa memikirkan pelacur-pelacur sialan yang bisa membelokkan masa depan mereka. Jason dan teman-temannya harus tetap sendiri, karena mereka adalah milik kita. The Danger.” Jawab wanita itu dengan mata yang sudah berapi-api. Sedangkan beberapa orang yang berada di dalam ruangan tersebut hanya mengangguk setuju.

Ya, Jason dan The Batman adalam milik mereka, bukan milik salah seorang wanita saja.

***

Setelah berbincang berdua dengan Papanya, Jason kembali ke ruang tengah, dimana ia bisa melihat Bianca sedang asyik bercakap-cakap dengan Mamanya.

Suasana hati Jason yang sempat memburuk setelah kembali beradu argumen dengan Sang Papa akhirnya membaik setelah ia melihat Bianca yang tampak asyik dengan sang Mama. Kaki Jason melangkah dengan pasti menuju ke arah Bianca, tapi pada saat bersamaan ponselnya berbunyi. Jason mengerutkan keningnya, saat mendapati pesan dari email pribadinya. Kemudian Jason membuka Email tersebut, dan terkejut mendapati sebuah foto di sana.

Itu adalah Bianca, dengan Raga, yang tampak berada di sebuah parkiran pusat perbelanjaan. Raga tampak mengusap kepala Bianca, sedangkan Bianca tampak menunduk malu, seperti ketika ia melakukan hal itu pada Bianca.

Kemudian, Jason melihat si pengirim Email tersebut. Rupanya itu dari TheDanger33@Gmail.com tubuh Jason menegang seketika. Tentu Jason tak asing dengan nama The Danger. Itu adalah fans fanatiknya, sebelumnya, The Danger juga pernah memergoki kekasih Ken, dan mengirimkan Email yang sama dengan alamat Email yang hampir mirip. Lalu juga pernah memotret Jiro yang sedang berciuman dengan seorang wanita di sebuah kelab malam. Dan Jason benar-benar tidak menyangka jika The Danger akan menemukan Bianca secepat ini.

Belum lagi ada pesan singkat yang tertulis di sana ‘Tinggalkan pelacur sialan itu, atau kami akan membuatmu kehilangan dia.’ Oh, itu bukan pesan baik.

Lagi pula, apa hubungan Bianca dengan Raga? Kenapa keduanya bisa bertemu dan tampak akrab seperti itu? Jason segera menatap Bianca, wanita itu masih sesekali tersenyum dengan Sang Mama, tapi perasaan Jason kembali memburuk saat mencurigai, sebenarnya apa hubungan Raga dengan Bianca?

-TBC-

1 thought on “Bianca – Chapter 12 (The Danger)”

  1. Paling ga suka ma yng nm na fans fanatik , karna menurut q mereka itu egois , mereka itu ga jauh beda ma anti fans , mnghalal kan berbagai cara buat mngharcurkan kebahagian idol na sendri , mereka (idola) kan juga manusia butuh pripasi dan juga kebahagian 😤😤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s