romantis

Rex Spencer (Dark Romance) – Bab 1

 

Yuhhuuuu yuhhuuuu sapa yang sudah nuggu buat kenalan ama abang Misterius Rex Spencer kita??? marii merapat manjahh.. hahahahhaa

 

Bab 1

 

Renne masih tak dapat mengabaikan apa yang ia alami hari ini.  Seorang wanita mengangkat telepon suaminya,  dan wanita itu berkata seolah-olah apa yang dikatakan wanita tersebut adalah benar adanya.  Bahwa Rex, lelaki yang baru Tiga bulan menikahinya, berhubungan dengan kematian Lucas, mantan suaminya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Renne tentu ingin mengabaikan saja apa yang dikatakan wanita tersebut,  toh,  ia tidak mengenalnya.  Tapi entah kenapa apa yang dikatakan wanita tadi terasa membekas di dalam hatinya.  Seakan terputar berulang kali di kepalanya.  Sebenarnya,  apa yang sedang terjadi?

Hingga kini,  Renne memang tidak tahu dengan jelas apa yang menimpa suaminya saat itu. Lucas memang bekerja di perusahaan Rex, keduanya memang berteman dengan akrab karena mereka memang belajar di perguruan tinggi yang sama. Hingga kemudian Renne dan Lucas memutuskan untuk mengakhiri masa lajang mereka.

Pernikahannya saat itu baru seumur jagung saat kenyataan bahwa Lucas pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Sungguh, Renne cukup terpukul karena hal itu. Polisi setempat hanya mengidentifikasi jika Lucas mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Tak ada indikasi pembunuhan di sana,  dan hal itu membuat Renne tak mencari tahu apapun tentang kemungkinan kematian Lucas.  Lagi pula,  saat itu dirinya sedang sangat berduka. Tak ada yang ingin Renne pikirkan kecuali kepergian Lucas yang begitu menyakitkan untuknya.

Lalu Rex, selaku temannya dan juga teman Lucas datang.  Memberikan hiburan tersendiri untuk Renne.  Rex bahkan tampak sedang mencoba menggantikan posisi Lucas,  dan itu benar-benar menyentuh hati Renne.

Hingga kemudian hubungan mereka semakin dekat lagi dan lagi, semakin serius. Renne bahkan mengira jika kehadiran Rex mampu mengobati luka hatinya akibat ditinggalkan oleh Lucas.  Dan benar saja, Rex benar-benar mengobati lukanya.

Keduanya berakhir dengan komitmen serius mereka.  Bahkan awal tahun,  Rex melamar Renne dan berakhir menikahi Renne tiga bulan yang lalu.

Kini, saat hubungan  pernikahannya berjalan dengan baik dan begitu sempurna,  kenapa harua ada seorang wanita gila yang mebcoba menghancurkan semuanya? Renne tahu jika mungkin saja wanita itu menyukai Rex lalu melakukan apapun untuk membuat hubunganya dengan Rex Renggang,  atau bahkan putus. Tapi Renne sama sekali tak bisa mengenyahkan perkataan wanita tadi tentang Rex yang mungkin berhubungan dengan kematian Lucas.

Renne berjingkat seketika saat merasakan sebuah lengan kekar melingkari perutnya. Hal itu membuat si pemilik lengan melepaskan pelukannya pada tubuh Renne dan bertanya “Ada apa?”

Renne membalikkan tubuhnya seketika,  ia medapati Rex yang sudah berdiri tegap dengan kemeja yang sudah tak serapih tadi pagi.  Dasi yang sudah dilonggarkan,  serta lengan panjang yang sudah disisingkan sesikunya.  Oh,  bahkan melihat Rex yang seperti itu saja membuat Renne kepanasan.

Ya, Rex memang memiliki sesuatu yang membuatnya tampak begitu memikat siapa saja yang sedang menatapnya. Lelaki itu memiliki sebuah sisi sensual yang saat menatapnya saja membuat siapa saja kepanasan dan juga sesak napas dibuatnya.  Tak terkecuali dengan Renne.  Hal itu pulalah yang melandasi dirinya menerima Rex ketika lelaki itu menawarkan diri untuk menjaga Renne dan menggantikan posisi Lucas di hatinya.

“Ah,  tidak.  Aku hanya terkejut dengan kedatanganmu. “

“Ada yang kau pikirkan?” Rex bertanya dengan penuh selidik.

“Tidak.” Renne berbohong.

Kemudian tanpa diduga, Rex kembali memeluk erat tubuh Renne.  “Kau tahu,  sepanjang hari ini aku begitu merindukanmu.  Aku tak berhenti memikirkanmu.” Bibir Rex lalu turun pada leher jenjang Renne dan menggodanya dengan kecupan-kecupan basahnya “Memikirkan setiap lekuk tubuhmu.” Lanjut Rex lagi.

Renne memejamkan matanya frustasi.  Memang selalu seperti ini ketika berdekatan dengan Rex.  Rex adalah lelaki panas dengan gairah yang selalu menyala-nyala.  Lelaki itu juga sangat menggairahkan bagi siapapun yang melihanya. Ketertarikan seksual diantara mereka seakan tak pernah padam, meski mereka sudah sering kali melakukannya.

“Rex, ini,  di dapur.” Bisik Rennne dengan suaranya yang sudah tertelan oleh gairah.

“Kalau begitu,  kau tak keberatan bukan, jika aku mengajakmu ke kamar kita, saat ini?” Rex melepaskan pelukannya.  Lalu menatap tajam ke arah Renne.

Renne tentu tak dapat menolak permintaan Rex.  Ia sama bergairahnya dengan lelaki itu.  Renne juga ingin disentuh,  dengan sentuhan panas Rex,  dengan cumbuan lembutnya.  Dan akhirnya, Renne menuruti apapun permintaan Rex.

Rex menuntun Renne menuju ke arah kamar mereka,  dan sampai di sana,  Rex tak menunggu lama lagi.  Ia segera menerkam tubuh Renne kemudian mencumbu habis bibir istrinya itu.

Oh,  Rex bahkan tak mengerti,  kenapa ia bisa begitu terobsesi dengan seorang Rheinata MCBride. Rheinata dulu adalah temannya ketika di perguruan tinggi.  Wanita cantik dengan rambut cokelatnya.  Bermata biru dan senyumannya benar-benar manis dan menggoda. Tapi sayang,  wanita itu adalah kekasih dari temannya sendiri, Lucas Hoover. Akhirnya,  Rex hanya mampu memendam keinginannya di dalam hati.

Rex tak tahu,  keinginan itu akan menjadi boomerang baginya seiring berjalannnya waktu.  Ya,  keinginan itu semakin besar lagi dan lagi,  hingga muncul rasa obsesi yang sulit untuk dikendalikan Rex.

Dan kini,  saat Rex benar-benar memiliki diri Renne seutuhnya, Rex tak ingin membuang-buang waktu lagi.  Selama mereka berdekatan,  saat itulah gairah terpantik hingga membakar hangus semuanya.

Jemari Rex melepaskan satu persatu pakaian yang membalut tubuh Renne tanpa menghentikan cumbuannya. Sedangkan Renne sendiri lebih sibuk menikmati cumbuan Rex dengan sesekali mencengkeram kemeja suaminya itu tepat di dadanya.

Renne begitu menikmati cumbuan Rex hingga ia tak sadar jika kini tubuhnya sudah setengah telanjang dengan hanya berbalutkan bra dan juga celana dalamnya saja. Kemudian dengan spontan,  Renne melepaskan dasi yang masih dikenakan Rex, membuka kancing demi kancing kemeja lelaki itu kemudian mepepaskannya hingga kini lelaki itu sudah berdiri telanjang dada.

“Kau, tak pernah membuatku bosan, Renne.” Ucap Rex parau sembari berjalan mendekat.

Dengan senyuman lembutnya,  Renne berjalan mundur,  lagi dan lagi hingga kakinya sampai pada ranjang mereka berdua.

Rex mendorong tubuh Renne hingga kini wanita itu terbaring diatas ranjang dengan dirinya berada di atas wanita tersebut.  Oh,  Renne tampak begitu indah dari tempatnya melihat. Tampak begitu menggairahkan hingga membuat Rex tak dapat menahan diri lagi.

Secepat kilat Rex melucuti sisa-sisa pakaian yang membalut tubuh mereka hingga kemudian keduanya sudah terbaring telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Setelah sesekali mencumbu Renne Rex tak menunggu waktu lama lagi untuk menyatukan diri.

Renne mengerang panjang, begitupun dengan Rex yang tak mampu menahan hasratnya lagi.  Oh,  Renne benar-bebar luar biasa,  hingga membuat Rex merasa tak ingin menarik diri dari balutan lembut tubuh istrinya tersebut.

Rex menundukkan kepalanya.. Ia mengecup lembut bibir Renne,  kemudian bibirnya turun menggapai payudara wanita itu,  lalu memainkannya.  Sedangkan dirinya sendiri mulai menggerakkan dirinya menghujam maju mundur kedalam tubuh istrinya tersebut.

Renne tak mampu menahan kenikmatan bertubi-tubi yang diberikan oleh Rex terhadap tubuhnya.  Yang bisa Renne lakukan hanya mengerang,  pasrah dengan gelombang kenikmatan yang seakan menghilangkan kewarasannya.

***

Makan malam telah tiba.

Renne melayani Rex seperti biasanya. Padahal dirumah Rex tentu banyak pelayan yang siap melayani keduanya.  Tapi sejak awal,  Renne memang ingin dirinyalah yang melayani Rex.  Dan hal itu disetujui oleh Rex karena ia tak akan menolak apapun yang ingin diberikan istrinya itu pada dirinya.

Berbeda dengan malam-malam sebelumnya,  Renne kini tampak banyak diam,  dan hal itu membuat Rex kurang nyaman.

“Kau,  ada masalah?” tanya Rex kemudian.

Renne yang saat itu menuangkan minuman untuk Rex akhirnya menatap suaminya tersebut.  “Tidak,  memangnya ada apa?” Renne berbalik bertanya.

“Kau banyak diam,  apa aku tadi menyakitimu?” tanya Rex lagi.

Tentang hubungan di atas ranjang,  kadang, Rex memang berjalan di luar kendalinya. Lelaki itu memperlakukannya dengan manis,  dengan panas,  tapi saat lelaki itu tak dapat mengendalikan gairahnya lagi, Rex melakukannya dengan keras.  Meski begitu, Renne suka.  Ia tidak pernah merasa sakit atau sejenisnya. Malah,  ia merasa berbeda dan lebih bergairah dari sebelum-sebelumnya.

Renne tersenyum dengan perhatian yang diberikan Rex padanya.  Ah..  Lelaki ini memang selalu perhatian, sejak dulu hingga sekarang.

“Tidak,  kau sama sekali tidak menyakitiku.” Ucap Renne dengan lembut menggoda.  Saat ini,  Renne bahkan sudah memutari tubuh Rex, berada di belakang lelaki itu kemudian menyandarkan dagunya pada pundak Rex. “Kenapa?” Renne bertanya balik.

“Kau banyak diam.”

“Uum, aku hanya sedikit berpikir.”

“Tentang apa?”

“Tentang seorang wanita yang mengangkat teleponku tadi.”

Renne merasakan jika tubuh Rex menegang seketika.  Ada apa?

“Kau meneleponku?” tanya Rex tak percaya.

“Ya,  memangnya kenapa? Apa perempuan tadi tidak memberitahu jika aku menghubungimu?” tanya Renne kemudian.

“Kara. Sialan!” Rex mengumpat pelan.

“Kara? Sekertaris pribadimu?” tanya Renne tak percaya.  Sebenarnya,  tadi Renne sempat menyangka jika itu adalah suara Kara.  Tapi menurutnya sangat tidak masuk akal jika Kara berani mengangkat telepon dari ponsel pribadi atasannya. Kecuali kalau mereka….

Renne tak ingin memikirkannya.  Sungguh.

“Kenapa kau meneleponku?” tanya Rex yang saat ini nada suaranya sudah berubah, terdengar dingin dan kurang bersahabat.

Renne menjauh seketika Dari Rex. “Ada apa Rex? Apa benar-benar ada yang kau sembunyikan dariku?”

Rex berdiri,  ia membalikkan tubuhnya dan menatap Renne ketika wanita itu mundur menjauhinya.

“Kenapa kau tidak bertanya tentang apa yang dia katakan padaku?” tanya Renne kemudian.

“Aku tahu itu tidak penting.”

Renne tahu bahwa itu sangat penting.  Tapi Rex hanya tak ingin membahas hal itu dengannya.  Apa Rex tahu apa yang sudah dikagakan sekertarisnya itu padanya? Tentang keterlibatan lelaki itu dengan kematian Lucas? Haruskah Renne menanyakannya secara langsung pada Rex? Atau, haruskah ia mencari tahu kepada Kara?

 

-To Be Continue-

3 thoughts on “Rex Spencer (Dark Romance) – Bab 1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s