romantis

Secret Wife – Epilog

Haiiii maaf bgt baru nongol lagi. jadi ceritanya kemaren aku ganti Leppy, dan tau sendiri lahh kalo aku gaptek, jadinya yaa gini deh, harus belajar lagi, lohin ulang blog ini lagi, dan loadingnya asli bikin gondok. padahal waktuku sekarang mepet banget karena ngurusin Venom, nulis, dan juga ngurus warung. 

Oke, langsung saja, ini adalah Part Epilog, alias part terakhir dari Secret Wife #Alden Story. untuk Part2 sebelumnya, sudah saya hapus yaa karena kepentingan penerbitan. “udah terbit mom?” udah.. Terbit di google play seperti gambar di atas. nanti di sana ada tambahan 6 special partnya yang nggak pernah aku pupblish dimanapun. so, yang baru sempat baca atau mau baca lagi silahkan otewe ke google play. dan untuk Versi bukunya, Insha allah bulan Ini Open PO bareng dengan Novel Evelyn yaa. More info silahkan Follow Instagram saya @Zennyarieffka.

Happy Reading…

 

Epilog

Suara lumatan menggema di dalam ruangan. Desahan demi desahan saling bersahutan, erangan demi erangan membuat suasana dimalam tersebut terasa semakin panas karena dua insan yang saling memadu kasih. Ya, tentu saja. Malam itu adalah malam dimana Alden dan Naura baru saja selesai melakukan resepsi pernikahannya setelah satu tahun mereka menikah.
Pesta akbar itu dilaksanakan di Bali. Sangat mewah dan megah. Disaksikan oleh banyak orang, seperti apa yang diinginkan Alden. Bahkan beberapa mediapun turut meliput pernikahan mereka dengan tajuk utama ‘pernikahan mewah sang pewaris.’
Sungguh, sebenarnya Naura merasa jika itu berlebihan. Tapi tidak dengan Alden. Alden merasa jika itu harus dilakukan sebagai tanda kesungguhan hati Alden, dan untuk menepati janji Alden dulu di masa lalu, bahwa ia akan memperistri Naura sekali lagi di hadapan dunia, dan ya, dia benar-benar melakukannya.
“Al..” Naura mengerang saat pergerakan Alden semakin cepat. Sedangkan bibir Alden kini sudah mencumbu sepanjang pundak telanjang Naura.
Alden menghujam lagi dan lagi, dengan posisi miring tepat di belakang Naura. Naura sendiri tak kuasa menahan erangannya. Sungguh, Alden sangat luar biasa. Bergairah, panas seakan dapat membakar habis seluruh tubuhnya.
“Astaga, ohh, aku akan sampai, aku akan sampai…” Naura tak mengerti lagi apa yang telah ia ucapkan. Ya, sepertinya ia tidak sadar, semua itu terucap dengan spontan tanpa bisa dicegah. Jika ia masih dalam mode waras, mungkin ia tak akan pernah meneriakkan kalimat-kalimat tersebut dihadapan Alden. Kalimat yang seketika itu juga membuat Alden tersenyum dengan gairah yang semakin menyala-nyala.
Ahh, percintaan meraka benar-benar panas.
Alden mempercepat lajunya. Pergerakannya semakin intens, menghujam semakin dalam hingga ia tak mampu lagi untuk menahan kenimkatan yang seakan ingin meledak saat itu juga.
Naura melenguh panjang ketika ia sampai pada pelepasannya, pun dengan Alden yang segera menyusul Naura pada puncak kenikmatan. Ia memeluk erat tubuh Naura dari belakang. Meledakkan gairahnya di dalam tubuh Naura, sedangkan bibirnya tak berhenti mencumbu mesra sepanjang kulit halus dari pundak Naura.
Napas keduanya memburu, saling bersahutan satu sama lain saat gelombang orgasme masih mempengaruhi mereka.
“Kamu benar-benar luar biasa.” Alden memuji Naura. Ia menarik diri lalu membalikkan tubuh Naura untuk menghadapnya. Alden kembali memeluk tubuh Naura lagi, sedangkan kakinya segera menarik selimut di bawahnya agar dapat menyelimuti tubuh telanjang mereka.
“Kamu nggak bosan?” tanya Naura dengan suara lembutnya. Ia masih menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Alden yang kini semakin terasa nyaman untuknya.
“Enggak, kenapa harus bosan? Kamu kan istriku.”
“Kupikir kamu bosan, kan kita sudah setahun menikah.” Ya, tentu saja. Kadang Naura takut jika Alden akan bosan terhadapnya karena suaminya itu hampir setiap hari menyentuhnya. Sesekali Alden memang masih bertemu dengan teman-temannya di kelab malam, lalu pulang dalam keadaan mabuk, tapi setidaknya Naura bersyukur ketika Alden pulang, bukan bermalam di tempat lain dengan wanita lain.
“Bagiku, kita sudah menikah sejak bertahun-tahun yang lalu. Dan aku tidak akan pernah bosan menyentuhmu.”
Naura mengerutkan keningnya. “Maksud kamu?”
“Saat setelah aku menikahimu dulu, meski itu hanyalah pernikahan main-main yang tidak pernah disahkan, aku sudah menganggapmu sebagai istriku.”
“Kamu yakin? Bukankah aku hanya sebagai pemuasmu saja?”
“Ya, memang benar, aku juga hanya menganggapmu sebagai pemuasku, tapi dalam hatiku yang paling dalam, sebenarnya aku ingin pernikahan kita saat itu benar-benar Sah. Aku benar-benar melihatmu sebagai istriku.”
“Kenapa bisa begitu?”
Alden mengusap lembut pipi Naura. “Ketulusanmu yang merubahku, kepolosanmu mengetuk pintu hatiku. Aku benar-benar jatuh karenamu saat itu. Meski egoku memaksa untuk memungkiri semuanya.”
“Dan sekarang?”
Alden tersenyum lembut. “Sekarang aku sudah tidak peduli dengan egoku lagi.” Alden menundukkan kepalanya, lalu menggesek-gesekkan hidungnya pada hidung Naura. Naura terkikik geli dengan apa yang dilakukan Alden.
“Tapi Al, aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu masih memiliki kontak teman-temanmu. Maksudku, mereka yang pernah menjadi saksi pernikahan palsu kita dulu. Itu kan sudah sangat lama. Kupikir mereka tidak akan datang di pesta kita malam ini.”
Ya, Alden memang mengundang semua temannya tanpa terkecuali, dan syukurlah, mereka semua dapat datang.
“Dirga, dia yang punya kontaknya. Jadi aku memaksa dia untuk mengundang semuanya tanpa terkecuali.” Alden mengecup puncak kepala Naura. “Na, kamu mau pindah ke Bandung?” tanya Alden dengan tiba-tiba.
Naura menjauhkan diri seketika “Loh, kenapa tiba-tiba?”
“Nggak tiba-tiba sih, ini sudah agak lama rencananya, karena aku akan ada sedikit proyek di sana dengan kenalanku, aku kan nggak mungkin ninggalin kamu dan Deeva di Jakarta, dan nggak mungkin juga aku bolak-balik Jakarta-Bandung.”
“Ya, semuanya terserah kamu, sih. Aku ikut aja.”
Alden merengkuh kembali tubuh Naura di dalam pelukannya. Dan Naura pun menikmati rengkuhan hangat dari tubuh Alden.
“Berbicara tentang Deeva, apa dia sudah tidur? Apa dia nggak ngerepotin Mama?” Naura bertanya-tanya.
Ya, Puteri cantik mereka Aldeeva Revaldi, yang usianya bahkan belum genap satu tahun. Tentu saja sang nenek yang mengurusnya selama keduanya sibuk memadu cinta seperti saat ini.
“Mama pasti sudah mengurusnya, lagian, kita kan sepakat untuk membuatkan adik untuk dia.”
Naura memutar bola matanya ke arah Alden. “Belum, ya. Aku bilang nanti kalau Deeva sudah sekolah.”
“Oke, oke, aku nyerah, semuanya terserah ibu ratu saja. Tapi, malam ini, aku boleh nambah lagi, kan?”
Pipi Naura merona seketika saat tahu apa yang dimaksud dengan Alden. “Uum, uumm.” Ia tidak tahu harus menjawab apa.
“Tidak perlu menjawab, karena aku sudah tahu jawabanmu.” Lalu, secepat kilat Alden membalik tubuh Naura hingga wanita itu kini berada di bawahnya. Bibir Alden segera mendarat pada bibir Naura, lalu mencecap rasanya sekali lagi. Rasa yang sangat ia sukai. Yang dapat Naura lakukan hanya membalas apa yang dilakukan Alden kepadanya. Membalasnya dengan sentuhan lembut menggairahkan hingga membuat Alden semakin tergoda, semakin tak kuasa untuk menahan dirinya.
Keduanya saling bercumbu mesra, saling memadu cinta layaknya sepasang kekasih yang saling merindukan karena telah lama terpisahkan. Ya, mereka telah terpisahkan oleh keadaan di masalalu, dan kini, mereka dipersatukan kembali karena sebuah kerinduan yang menggebu, kerinduan yang membawa mereka pada sebuah cinta dan juga kebahagiaan yang abadi, selamanya….

-The End-

3 thoughts on “Secret Wife – Epilog”

  1. Setelah bolak balik hampir dua minggu akhirnya yang di tunggu Up juga…
    Ending yang Membahagiakan sekali,,
    Turut bahagia untuk babam Alden dan tata Naura…
    Akhirnya Janjinya babam Alden di tempati juga…

    Sukses untuk mom Bella…

    Like

  2. ciyeeee yng mo kerja sama ma papa peri memutus kan pindah k bandung biar biza tetanggaan ma papa peri 😂😂
    spesial part na banyak banget , jadi penasaran , dirga ma darren az ga sebanyak ini .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s