romantis

Baby, Oh Baby! – Chapter 8 (Anak Daddy)

 

Chapter 8

-Anak Daddy-

 

“Ceritakan padaku, maka aku bisa mengerti apa yang kau rasakan.Aku bisa menerima kebencianmu jika kau mau mengungkapkan semuanya.Bukan malah kabur dengan surat sialan itu.”Dimitri berkata dengan lembut.Ia mendekat ke arah Rosaline, sedangkan Rosaline sendiri sudah mulai terpana dengan kelembutan Dimitri.

Jemari Dimitri kembali terulur meraih dagu Rosaline, mengangkatnya, sedangkan kakinya semakin mendekat hingga jarak diantara keduanya semakin dekat.

“Kau, masih secantik dulu, Rose.”Dimitri berbisik dalam bahasa Rusia. “Aku begitu rindu menyentuhmu.” Bisiknya lagi.

Rosaline tidak menjawab, ia kembali terpana dengan mata Hazel milik Dimitri. Begitu indah, begitu mempesona hingga ketika Dimitri mendekatkan wajahnya, yang dapat Rose lakukan hanya menutup matanya.

Dimitri mendaratkan bibirnya pada bibir Rosaline.Melumatnya dengan lembut, lidahnya menari dengan begitu indah hingga membuat Rosaline terbuai dalam cumbuan lelaki tersebut.

Jemari Dimitri yang lain menelusup masuk ke dalam baju yang dikenakan Rosaline, mendaratkannya pada perut Rose yang sudah membuncit tempat bayinya berlindung di sana. Ya, ini adalah pertama kalinya Dimitri menyentuhnya, padahal sudah sejak lama ia ingin mencurahkan kasih sayangnya pada calon bayi mereka, bahkan kepada Rosaline juga, tapi wanita itu yang selalu menolak kehadirannya.

Dimitri tak kuasa menahan diri saat Rosaline juga membalas cumbuannya.Jemarinya dengan spontan merayap ke atas, dan mendarat sempurna pada payudara ranum milik Rosaline.Dimitri menggodanya, hingga membuat Rosaline mengerang seketika dalam cumbuannya.

Ya, payudaranya memang sangat sensitif semasa hamil ini, bahkan tak jarang Rosaline hampir orgasme saat membersihkannya ketika mandi.Saat Rosaline mengingat itu, Rosaline seakan tersadarkan oleh sesuatu.

Matanya membuka seketika, dan ia begitu terkejut saat sadar jika bibirnya kini masih bertautan dengan bibir mantan suaminya itu.Dengan sisa-sisa kesadarannya, Rosaline mendorong dada Dimitri sekuat tenaga agar tautan bibir mereka terputus dan lelaki itu menjauh darinya.

Napas keduanya memburu ketika bibir mereka tak lagi bertautan.Mata Rosaline menatap marah ke arah mata Dimitri. Oh, bagaiamana mungkin ia tergoda hingga seperti ini? Hampir saja ia takhluk dalam gairah yang diciptakan oleh lelaki itu.

“Kau menikmatinya, Rose.” ucap Dimitri dengan sedikit mengejek.

Rosaline sangat marah dengan ejekan Dimitri.“Pergi saja kau!”

“Tidak, aku akan menginap di sini malam ini.”jawab Dimitri santai sembari membuka mantel yang dikenakannya, menggantungnya di tempat gantungan yang tersedia. Ia lalu menyisingkan kemejanya hingga sesiku, dan sialnya, hal itu membuat Rosaline seakan terbakar oleh sesuatu.

Dimitri tampak begitu panas, otot-otot dilengannya menyembul, dadanya tampak bidang dengan kemeja yang memang didesain melekat pas di tubuhnya. Rosaline merasa iri, Dimitri masih tampak begitu mempesona, begitu menggoda meski usia lelaki sudah menginjak Tiga puluh tiga tahun. Pastinya akan banyak wanita yang tertarik dengan lelaki itu, apalagi saat tahu jika lelaki itu salah seorang pewaris keluarga terkaya di Rusia.

Rosaline menatap dirinya sendiri. Astaga, dibandingkan dengannya, ia sungguh tak ada apa-apanya. Tak ada sesuatu yang dapat dibanggakan dari dirinya, apalagi saat sadar jika kini tubuhnya sudah membengkak karena kehamilannya.Sungguh, ini benar-benar tidak adil untuknya.Dan hal itu membuat Rosaline semakin kesal dengan lelaki tersebut.

“Apa yang kau pikirkan, Rose?”

“Tidak ada.” Jawabnya ketus.

“Kau, ingin berciuman lagi?”

“Yang benar saja.Kalau kau masih berpikiran kotor seperti itu, lebih baik kau angkat kakimu dari flatku.”

Dimitri tersenyum menanggapi keketusan Rosaline. Tanpa diduga, ia malah menuju ke arah dapur sembari membawa bingkisan yang tadi ia bawa dari luar. “Sikapmu berubah drastis, kau sekarang menjadi pemarah, Rose.Dan aku semakin tertarik denganmu.” Dimitri berkomentar sembari mengeluarkan daging yang ia bawa.

“Apa yang kau lakukan?”

“Memasak.”Dimitri menjawab pendek.

“Aku tidak mengizinkanmu memasak di dapurku.”

“Aku tidak meminta izin darimu.”

“Oh Dimitri, sebenarnya apa yang kau inginkan? Tidak bisakah kau meninggalkanku sendiri agar lebih tenang?Kau membuatku stress, dan stress tidak bagus untuk bayi.”

“Kau boleh mengunci dirimu di dalam kamar dengan anjing kecilmu itu, tapi kau tidak bisa mengusirku keluar dari dalam flatmu.”

“Kenapa?”

“Karena aku kan menginap di sini malam ini.Aku yang memutuskan, dan kau tidak bisa melarangku.”

Rosaline mendengus sebal. Dengan kesal ia mengajak Snowky masuk ke dalam kamarnya. Ya, ia tidak dapat berbuat banyak. Memaksa lelaki itu pergi?Yang benar saja. Dimitri tidak akan pergi jika bukan karena keinginannya sendiri. Menyeretnyapun tidak mungkin.Tubuh lelaki itu tinggi besar, berotot dan tampak kuat.Ia tidak mungkin menyeretnya keluar dengan tubuh mungilnya. Oh, bahkan membayangkannya saja membuat Rosaline bergairah.

Sial! Apa-apaan ini? Kenapa juga ia membayangkan tentang tubuh Dimitri?

Sedangkan Dimitri, ia hanya tersenyum mentap kepergian Rosaline. Ya, setidaknya, ia bisa tidur di dalam Flat Rosaline, dan tidur di sana membuat Dimitri lega karena dapat satu langkah lebih dekat dengan wanita itu.

***

Satu setengah jam berlalu, Dimitri sudah selesai dengan masakannya. Ia bahkan sudah menatanya dengan rapih di sebuah meja kecil yang ia yakini sebagai meja makan Rosaline. Aroma masakannya menguar hingga membuat Rosaline mau tidak mau mengintipnya dari balik pintu kamarnya.

Tampak makanan tertata rapih di meja makannya, dan melihat itu membuat perut Rosaline berbunyi. Ya, satu lagi kebiasaan yang ia rasakan ketika hamil. Ia jadi mudah sekali lapar.

Sesekali Rosaline memang masih merasakan mual muntah, tapi sering kali ia merasa jika nafsu makannya bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Dan saat ini, ia sedang merasakannya. Sungguh, kenapa harus saat ini?Ia tidak suka membayangkan makan malam satu meja dengan Dimitri yang begitu mengintimidasinya. Ia tidak suka!

“Ada yang kau inginkan?”Saat Rosaline sibuk dengan lamunannya.Pertanyaan Dimitri sontak membuatnya gelagapan.Rose merasa menjadi orang bodoh saat ini.

Rosaline mencoba mengendalikan dirinya dengan berdiri tegap dan bersedekap.“Kau sungguh tidak sopan, memasak ditempat orang tapi kau akan memakannya secara diam-diam.”

“Aku belum memakannya, aku menunggumu.”

“Oh ya?Sayang sekali aku sedang tidak ingin makan malam bersamamu?”

Dimitri tersenyum melihat tingkah Rosaline.“Benarkah?Padahal aku sudah memasakkan steak yang enak, apa lebih baik aku memakannya dengan Snowky?”

“Hei, Snowky tidak bisa sembarangan makan dengan orang asing.”

Well, kalau begitu aku akan memakannya sendiri.”Dimitri berjalan dengan santai menuju ke arah meja makan.

Rosaline mendengus sebal, ia mengesampingkan rasa malunya dan memilih berjalan mengikuti Dimitri tepat di belakang lelaki itu. Ya, perutnya benar-benar tak dapat di ajak kompromi.Apa karena bayinya? Yang benar saja, bagaimana mungkin bayinya bisa mendukung ayahnya untuk mengerjai dirinya seperti ini?

Kau benar-benar nakal, Baby!Serunya dalam hati sembari melirik ke arah perutnya sendiri.

Tanpa tahu malu, Rosaline duduk begitu saja di kursi yang sudah disiapkan Dimitri.Ia benar-benar mengesampingkan rasa malunya, karena masakan Dimitri tampak begitu menggoda untuknya.

“Rupanya, kau benar-benar lapar.”Dimitri berkomentar.

“Aku akan pura-pura tidak mendengar setiap ejekanmu.”

Dimitri tertawa lebar.“Apa anak Daddy yang ingin makan malam dengan Daddy?”

“Apa?” Rosaline tidak mengerti apa yang diucapkan Dimitri.

“Kau berkata jika kau akan pura-pura tidak mendengarku, maka sekarang aku tidak sedang berbicara denganmu.”

“Lalu?”

“Aku berbicara dengan bayiku.”Dimitri menjawab dengan cuek.

Bayiku?Jadi, Dimitri sedang berbicara dengan bayi mereka?Apa tadi dia bilang? Anak Daddy? Astaga, mengingatnya saja membuat sesuatu berdesir di dadaRosaline.

“Kupikir sekarang kau pandai merayu.”

“Benarkah?Apa kau sedang merasa terayu oleh perkataanku? Padahal aku tidak sedang merayumu.”

“Baiklah, lebih baik kita segera makan, makanannya sudah mendingin.” Rosaline memilih mengalihkan pembicaraan ke arah lain. Sungguh, ia tak dapat lagi menyembunyikan rona merah di pipinya karena pengaruh dari Dimitri.

Perkataan lelaki itu, pergerakannya, setiap lirikan matanya, bahkan setiap desah napasnya mampu mempengaruhi Rosaline, menarik Rosaline hingga ia merasakan panas yang bersumber dari dalam dirinya. Astaga, apa yang sudah dilakukan lelaki ini terhadapnya?

Dimitri duduk dengan tenang, ia meraih steak yang ada di hadapan Rosaline, dan memotongkannya untuk wanita tersebut.

“Aku bisa memotongnya sendiri.”

“Aku ingin memotongkannya untukmu.”Dimitri menjawab dengan santai.Dan Rosaline kembali kalah dengan lelaki tersebut.

“Makanlah yang banyak, aku bisa memasakkannya untukmu lagi.” Ucap Dimitri sembali memberikan piring tersebut.Lalu Dimitri kembali pada makanannya sendiri.

Rosaline tidak membuang waktu lagi, ia segera menyantap masakan Dimitri. Rasanya sangat Enak, dan Rosaline tidak dapat menyembunyikan ekspresi kenikmatannya setelah menyantap masakan tersebut.

“Kupikir selama ini kau tidak makan dengan baik.”

“Ya, menurutmu bagaimana?Aku masih harus membayar sewa flat ini, dan juga kebutuhan lainnya, setidaknya aku masih memiliki penghasilan yang cukup, dan aku harus menabung untuk bayiku.”

“Kembalilah padaku, kau tidak perlu kesulitan seperti ini.”

Rosaline tertawa seakan mengejek Dimitri.“Ya, kembali padamu dan menjadi barang pajanganmu?”

“Kau memulainya lagi, Rose?”Dimitri mencoba mengendalikan dirinya. Ya, ia tidak suka kembali membahas masalah mereka. Tidak cukupkah mereka hanya hidup bersama tanpa membahas masalah-masalah tersebut?

“Kau yang lebih dulu memulainya.”

“Aku hanya memintamu untuk kembali padaku.”

“Dan aku tidak mau.”

“Baiklah, sebagai gantinya, aku yang akan pindah ke sini dan menemanimu.”

“Hei, aku tidak memintamu.”

“Ya, kau tidak perlu memintaku, karena ini adalah inisiatifku sendiri.”

“Benarkah?Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?”

“Bisa dikerjakan secara online, mungkin sekali dua kali pertemuan.”

Rosaline berpikir sebentar.“Tidak, aku tetap tidak mengizinkanmu tinggal di sini.”

“Rose, kita harus mencoba lagi, demi bayi kita.”

“Bayiku. Aku mengandungnya bukan karena kau! Maksudku..”

“Apa?Jika tidak ada aku, kau tak mungkin dapat mengandung.”

“Jika kau mempermasalahkan keterlibatanmu dalam kehamilanku, maka aku bisa membayar sperma yang sudah kau donorkan agar kau bisa melupakannya.”

“Benarkah? Kau mau membayarku dengan apa?” tantang Dimitri.

Ya, dengan apa? Bahkan apa yang ia punya saja tidak sebanding dengan apa yang dimiliki lelaki tersebut.

“Rose, kau tahu yang kuinginkan bukanlah uangmu.Aku ingin kau kembali, aku ingin kau mau berkompromi demi bayi kita.Bisakah?”

Rosaline hanya diam, ia tidak mampu menjawab, bahkan untuk menolak gagasan Dimitri saja, ia tidak sanggup. Perkataan Ana kembali terputar dalam ingatannya, usulan jika ia dapat memanfaatkan kehadiran Dimitri untuk memuaskan hasrat sialannya karena hormonnya yang kacau tampak menggoda untuk Rosaline, dapatkah ia melakukannya? Menerima Dimitri kembali dan hanya memanfaatkan kehadiran lelaki tersebut untuk meredakan dahaga primitifnya?

 

-Tbc-

2 thoughts on “Baby, Oh Baby! – Chapter 8 (Anak Daddy)”

  1. q rasa dimi bener” jatuh cinta ma rose ..
    dimi bukan seseorang yng romantis , tapi dia tau cara memperlakukan rose dengan baik , hal sederhana pun kadang biza menjadi sesuatu yng sangat istimewa ql d lakukan dengan hati 😍😍

    Like

  2. Dimitri sangat pandai sekali mencari kesempatan untuk bisa membuat orang yang di cintanya Luluh, ya walaupun Tata Rose Kadang ego nya masuk maksimal..
    Walau bukan cowok yg romatis tapi setiap kata2 tulus nya bikin hati luluh pembaca ikut luluh..😊😊😊
    Nggak sabar nunggu part selanjutnya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s