romantis

Secret Wife – Prolog

Secret wife (the weddimh #4)

 

judul : Secret wife

seri : The wedding #4

pemain : Alden Revaldi & Naura Melisa

from author : Oke, harusnya aku update Future Wifenya Evan dulu ya, cuman gimana ya, aku gak bias bohong kalau aku lebih dulu garap cerita ini daripada wedding series #3 jadi nikmatin aja ya… gak kalah seru kok, aku jamin dehh.. hahhahahahhah happy reading.,

 

Prolog

 

Sepasang sepatu mahal itu melangkah dengan pasti. Tubuh tegap itu berjalan dengan gagah, dan wajah tampan itu mampu mengalihkan semua pandangan seluruh orang yang berada di dalam Bandara tersebut ke arahnya. Alden berjalan penuh percaya diri, senyumnya terukir mana kala matanya mendapati seorang gadis muda yang tengah berlari ke arahnya.

“Kakak…” gadis manja itu menghambur memeluknya. Alden hanya bisa tertawa mendapati adiknya itu masih bersikap manja terhadapnya meski usianya tak lagi muda.

“Hei, jelek! Kamu sendiri yang jembut kakak?”

“Jelek? Enak saja. Lihat, aku sudah bisa make up.”

“Ya, aku sudah melihatnya, dan bagiku kamu jelek saat pakai Make up. Mana adikku yang polos dan manis tanpa Make up seperti dulu?”

“Hei, aku sudah besar, jadi wajar pakai Make Up.”

“Oke, oke, terserah kamu. Ngomong-ngomong, mama mana? Nggak ikut jemput?”

“Mama siapin kejutan untuk kakak di rumah.”

“Well, kita lihat saja, kejutan apa yang di siapkan mama untuk puteranya yang sudah hampir delapan tahun tidak pulang ke rumah.”

“Mama menggila, dia masak banyak sekali makanan enak. Katanya Kak Alden sudah terlalu lama hidup di luar, jadi sudah pasti kakak kangen masakan rumah.”

Alden tertawa lebar. “Ya, aku memang merindukan masakan Mama.” Alden menghela napas panjang. “Mom, I’m coming.”

***

Setelah membereskan pekerjaannya yaitu menjepakaian di lantai paling atas, Naura turun. Ia segera menuju ke arah dapur, dimana berada Alisha, nyonyanya yang kini sedang sibuk menyiapkan makanan untuk puteranya yang baru pulang dari luar negeri.

Mengingat itu jantung Naura kembali berdebar. Ia meraba dadanya yang terasa nyeri setiap kali ia mengingat tentang putera sulung dari keluarga Revaldi. Naura menggelengkan kepalanya, ia memilih mengenyahkan pikiran-pikiran aneh yang sedang merayapi dirinya. Naura mempercepat langkahnya, dan segera berhenti tepat di sebelah sang Nyonya.

“Bu, saya bantu apa?” tanyanya sopan.

Ya, sepagi tadi, Alisha sibuk menyiapkn makanan untuk menyambut kedatangan Alden, dan ia tidak memperbolehkan siapapun membantunya, termasuk Naura.

“Haduh, ini belum selesai juga, padahal sebentar lagi Alden datang. Tolong bantu aduk sausnya. Saya mau potongin dagingnya dulu.”

“Baik Bu.” Dan Naurapun melakukan apa yang di perintahkan wanita paruh baya tersebut.

“Mama.” Tiba-tiba, panggilan itu sontak mengagetkan kedua perempuan yang tengah sibuk dengan masakan di hadapan mereka. Naura dan Alisha menolehkan kepalanya dan mendapati Alden sudah berdiri gagah tak jauh dari dapur tempat mereka memasak.

“Alden!!” pekik Alisha yang segera berlari menghambur ke arah putera yang begitu ia rindukan. Berbeda dengan Naura, wanita itu segera memalingkan wajahnya sembari menunduk ketika mendapati siapa yang telah datang.

Naura tak lagi menghiraukan ibu dan anak yang saling melepas kerinduan, yang ia pikirkan saat ini hanyalah perasaannya, hanyalah jantungnya yang seakan tak berhenti berdebar kenjang memukul rongga dadanya yang seketika terasa begitu sakit. Hingga kemudian, sebuah tepukan di pundaknya membuatnya berjingkat seketika.

Dengan spontan Naura membalikkan tubuhnya, dan mendapati dada bidang tepat berada di hadapannya. Naura membatu, wajahnya segera menunduk karena tak berani terangkat dan mendapati sepasang mata memabukkan milik lelaki yang begitu dicintainya.

“Masih ingat aku, Na?”

Mata Naura membulat, tubuhnya gemetaran mana kala ia mendengar pertanyaan lembut namun terdengar sedikit meisterius dari lelaki yang berdiri tepat di hadapannya. Lelaki yang sudah begitu lama tak bertemu dengannya, lelaki yang sudah memiliki dunianya. Lelaki yang bernama Alden Revaldi.

Ohhh, Nerakanya akan di mulai. Ya, Naura tahu jika nerakanya akan kembali di mulai.

-TBC-

7 thoughts on “Secret Wife – Prolog”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s