Protected: My Handsome Devil #1 – (Oneshoot) Justin Bieber

Standard

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

That arrogant Princess – Chapter 5 (Dia cantik)

Comments 7 Standard

TAP2That Arrogant Princess

Chapter 5

-Dia Cantik-

“Jadi Clara seorang Model??” Tanya Allea dengan lembut kearah Clara yang saat ini duduk di sebelahnya dan sesekali menyuapi Allea dengan masakan Mommynya yang di bawanya tadi.

“Iya Ma.. Kenapa? Mama nggak suka punya menantu Model?”

“Tidak, Apapun pilihan Rey, Mama pasti setuju kok.”

“Bagus dehh kalau begitu.”

Allea masih mengamati Clara, Wanita ini benar-benar terlihat angkuh dalam pandangannya. Clara bahkan tak berhenti mengangkat Dagunya, sangat berbeda jauh dengan Dina yang suka menunduk dan malu-malu. Kenapa Reynald bisa bersama dengan wanita ini?? Apa Reynald memiliki masalah hingga harus bersama dengan wanita ini???

Tak lama Reynald dan Renno Masuk kedalam ruang inap Allea, yaa kedua lelaki tersebut tadi sedang mengurus beberapa urusan luar, mennggalkan Allea hanya berdua dengan Clara.

Clara lantas menghampiri Reynald dan berbisik di telinga Reynald.

“Sialan..!! bagaimana mungkin kamu meninggalkanku sendiri di tempat membosankan ini??” Bisik Clara.

Tapi Reynald tak menghiraukan perkataan Clara, Reynald malah menghampiri sang Mama dan berbicara padanya.

“Ma.. Besok Mama sudah boleh pulang.” Kata Reynald dengan lembut.

“Benarkah?? Wahh bagus sekali, Mama sudah bosan disini.” Allea berkata dengan wajah bahagianya.

“jangankan Mama, Aku saja yang baru beberapa Jam disini sudah merasa sangat Bosan.” Gerutu Clara yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Reynald.

Ya tuhan… Bisa-bisanya dia berkata seperti itu di hadapan kedua calon mertuanya??? Wanita ini benar-benar harus di ajari sopan santun. Gerutu Reynald dalam Hati.

“Baiklah Ma… Karena Besok Mama pulang, Maka Hari ini Kami akan menginap di sini.” Ucap Reynald sambil melirik kearah Clara disertai dengan senyuman kemenangannya.

“Menginap?? Apa maksud kamu Rey??” Claraa tentu saja kelabakan saat mendengar Reynald mengucapkan kata menginap.

“Kita menginap disini sayang… Jadi besok bisa mengurus kepulangan Mama.” Reynald tk berhenti tersenyum ketika melihat wajah panik Clara.

“Tapi aku besok ada pekerjaan, dan aku tidak membawa peralatan Make Up dan lain sebagainya.” Clara masih saja terlihat panik. Tentu saja, Ia kan tak pernah tidur sembarangan, belum lagi peralatan tempurnya seperti Make Up segala macam, ia tak membawanya. Clara tak bisa membayangkan bagaimana dirinya di depan umum tanpa Make Up. Ahhh Siall!! Reynald benar-benar mengerjainya.

Reynald menghampiri Clara dan berlaku seperti seorang kekasih dengan mengusap pipi lembut Clara dengan ibu jarinya. “Tidak perlu Sayang, Kamu sudah sangat cantik tanpa Make Up.” Tak lupa Reynald mengerlingkan Matanya seakan memberi tau pada Clara jika ini hanyalah permainannya.

Dengan kesal, Clara menginjak keras-keras kaki Reynald dengan stiletto yang di kenakannya. Membuat Reynald mengerang kesakita sambil terpincang-pincang.

“Maafkan aku sayang.. Bukankah tidak baik bermesraan di depan orang tua..??” kali ini Clara berkata dengan nada menggoda, lalu menarik tangan Reynald keluar dari ruangan.

“Apa yang kamu lalukan, bisa-bisanya kamu mengajakku menginap di tempat seperti ini??” Sembur Clara ketika mereka sudah berada di luar ruang inap Allea.

“Maaf Mbak.. Mas… Kalau mau bertengkar silahkan keluar, pasien merasa sangat terganggu.” Ucap seorang Suster yang baru keluar dari ruangan sebelah Ruang inap Allea. Yaa tentu saja, Clara mengucapkan kata-kata tadi dengan berteriak tanpa tau tempat.

“Heiii saya nggak peduli ya… Mau marah di mana saja itu urusan saya..” Kaali ini Clara malah marah terhadap suster tersebut.

“Tapi mbak.. maaf, ini rumah sakit dan butuh ketenangan.”

“Kamu nggak kenal siapa… Heeiiii apa yang kamu lakukan, lepaskann… turunkan aku..” Clara tak dapt melanjutkan kata-katanya ketika Reynald mulai memanggulnya seperti memanggul karung beras.

***

“Sialan.. lepaskan aku..” Claratak berhenti meronta meski mereka kini sudah berada di parkiran Rmahsakit.

Reynald menurunkan Clara, dan ketika Clara bersiap menamparnya dengan cepat Reynald menggenggam pergelangan tangan Clara, memenjarakannya kesampingdaan memepet tubuh Clara dengan tubuh kekarnya.

“Sialan lepaskan aku.”

“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu merubah sikap Brutalmu itu.”

“Brutal?? Heii, Jangan sembarangan bicara, Aku tidak Brutal.” Protes Clara.

“Dan cerewet.”

“Aku tidak cerewet.” Teriak Clara.

“Berhenti bicara atau aku akan menciummu lagi.”

Dan seketika itu juga Clara terdiam, Ia tak bisa membiarkan Reynald mencium dirinya semau lelaki itu, Enak saja. “Baiklah, aku akan diam. Tapi lepaskan aku Rey… Kamu membuat Kulitku luka.”

Dan seketika itu juga Reynald melepaskan Cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Clara. Dan terlihat jelas bekas kemerahan di kulit Clara.

“Lihat… ini memerah, Kulitku sensitif tau..” Gerutu Clara dengan memanyunkan bibirnya.

“Maaf, aku nggak tau. Kita bisa mengobatinya.”

“Nggak ada obatnya.” Jawab Clara ketus.

“Apa?? Kenapa bisa??”

“Sudah nggak usah banyak tanya, sekarang antar aku pulang.”

“Kita menginap disini Cla… Aku sudah bilang tadi.”

“Dan bukannya aku sudah bilang kalau aku tidak bisa menginap sembarangan tanpa peralatanku???”

“Ayolahh… Kamu jangan manja?”

“Aku nggak manja.”

“Kamu manja, Memangnya apa yang kamu butuhkan supaya bisa menginap disini??”

“Ranjangku.” Ucap Clara ketus.

Reynald tersenyum menyeringai. “Ohh jadi hanya ranjang?? Kita bisa menyewa Sebuah ranjang di hotel dekat rumahsakit ini.” Reynald berkata sembari menempelkan dirinya lagi kearah tubuh Clara. Dan entah kenapa itu membuat Clara terpengaruh.

“oke.. oke,.. Kita menginap disini. Tapi aku butuh sabun Bayi dan Toilet Bersih.” Akhirnya Clara mengalah.

Reynald tersenyum lalu tanpa di duga Reynald mengacak Poni Clara. “Wanita penurut.” Dan kemudian Reynald bergegas masuk kedalam mobil, meninggalkan Clara yag masih ternganga tak percaya dengan apa yang sudah di lakukan Reynald.

***

Clara kembali dari sebuah Apotek dengan wajah yang lebih segar, Rambutnya di ikat seadanya, wajahnya polos taanpa Make Up. Ya tuhan… Apa yang akan dikatakan Reynald saat dia melihatnya berpenampilan seperti ini?? Ahhh Masa bodoh, kenapa juga Ia memikirkan pendapat lelaki itu.

Clara masuk kedalam Mobil Reynald dengan menundukkan wajahnya, tentu saja sangat berbeda dari Clara yang biasanya mengangkat dagunya.

“Ada apa?? Kenapa kamu aneh??” Reynald bertanya saat melihat keanehan Clara.

“Sudah lah.. Jalan saja, nggak usah banyak tanya.” Ujar Clara dengan ketus tanpa mau memandang kearah Reynald.

“Cla… Aku nggak akan jalankan mobil sebelum tau apa yang terjadi.” Yaa.. tentu saja Reynald sangat penasaran, apa yang membuat Wanita di sebelahnya ini selalu menunduk dan tidak seperti biasanya.

Clara Lalu mengangkat wajahnya dan menatap Reynald dengan beringas. “Nihh lihat, kamu berhasil melihat wajah tanpa Make Up ku..”

Reynald meelihat Clara dengan ternganga tanpa Berkedip. Clara terlihat berbeda jika wajahnya polos tanpa hiasan apapun. Tak ada bulu mata tebal, tak ada warna lain di wajahnya selain warna putih pucatnya, tak ada Efek merah di pipi. Semuanya terlihat polos, bibirnya terlihat lebih tipis dari biasanya. Clara terlihat seperti wanita baik-baik yang polos.

Dan dia Cantik…

Reynald mendekatkan wajahnya kearah Clara, mengangkat Dagu Clara hingga mmbuat Clara ssedikit terkejut, mengusap lembut Pipi halus milik Clara dengan ibu jarinya.

“Kamu Cantik.”

Hanya itu yang dapat di katakan Reynald, entah kenapa Ia bisa mengatakan dua kata tersebut, Reynald menatap bibir tipis Clara dan pada saat itu entah kenapa ada rasa ingin menyentuhnya. Sambil menelan ludah dengan susah payah, Reynald menyentuh ujung bibir tersebut dengan ibu jarinya.

Clara merasakan sesuatu yang membakar dalam dirinya. Ada apa ini?? Kenapa Lelaki ini berperilaku aneh seperti ini??? tak ingin terbawa suasana, Clara akhirnya menampik tangan Reynald.

“Apa yang kamu lakukan?? Kamu mau mengejekku?? Jelas-jelas aku jelek tanpa Make Up.” Clara lantas mempalingkan Wajahnya hingga menghindari tatapan mata Reynald.

Reynald gelisah tak menentu sambil membenarkan letak duduknya. “Yaa.. Kamu memang jelek.” Ucap Reynald Datar sambil menjalankan mobinya. Sedangkan Clara hanya bisa puas dengan mengumpat dalam hati. Sialan…!!!!

***

Clara terbangun dengan badan yang sangat pegal dan kaku, Bahkan ia mersakan dirinya tak dapat bergerak karena ada seseorang yang sedang memeluknya dari belakang. Memeluk?? Clara sontak membuka matanya lebar-lebar, melihat ke arah perutnya yang ternyata benar jika ada seseorang yang sedang melingkarkan lengannya disana, pelan-pelaan Claraa menolehkan kepalanya kebelakang, Dan benar saja, Ada Reynald yang ssudah tidur di belakangnya dan sedang memeluknya. Mereka tidur bersama di Sofa ruang inap Mama Reynald yang sedikit lebih kecil untuk di tiduri mereka berdua.

Secepat kilat Clara mendorong Reynald hingga Reynald jatuh dari atas Sofa dan mengerang kesakitan.

“Astaga.. apa yang kamu lakukan??” Reynald sedikit berteriak karena kesal dengan Clara yang membangunkannya dengan Cara yang sangat tidak sopan.

“Harusnya aku yang tanya, apa yang kamu lakukan, Main peluk-peluk, enak saja.” Gerutu Clara tak mau kalah.

“Kalian sudah bangun??” Kali ini suara lembut Allea menyadarkn keduanya jika mereka tidak hanya berdua di dalam ruangan tersebut.

Reynald dan Clara menatap Allea dengan tatapan anehnya masing-masing.

“Mama kok sudah rapi?”

“Kan hari ini Mama pulang Rey.. ini sudah jam 10 siang, tadi mama mau bangunin kalian tapi nggak enak, Kalian pulas tidurnya.”

“Astaga… Jam sepuluh??” Clara berdiri dan sedikit berteriak panik.

“Kenapa lagi?” Tanya Reynald dengan menghela nafas panjang.

“Aku ada pemotretan jam satu nanti.”

“Aku sudah membatalkan semuanya.” Jawab Reynald dengan enteng.

“Apa?? Memangnya siapa kamu membatalkan semua jadwalku?”

Reynald tak menjawab, Reynald malah bergegas duduk di Ranjang mamanya dan mulai berbicara dengan mamanya.
Clara benar-benar sangat kesal dengan sikap Reynald. Akhirnya dengan menghentak-hentakkan kakinya Clara masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri.

***

“Rey.. Kamu nggak boleh kayak gitu sama Clara.”

“Biar Saja Ma… Sekali-sekali dia harus di kasih pelajaran.”

“Dia cantik dan terlihat berbeda jika tidak mengenakan riasan apapun di wajahnya.” Ucap Allea dan entah kenapa itu membuat Reynald sedikit Aneh. “Kamu benar-benar suka sama dia?”

“Mama ngomong apa sih?? Tentu saja Rey suka sama Clara Ma.. Kalau enggak mana mungkin Rey mau menikah dengannya.”

“Lalu bagaimana dengan Dina?”

Dan pertanyaan itupun menyadarkan Reynald jika sejak semalam entah kenapa tak ada sekalipun nama Dina melintas di pikirannya. Apa sudah secepat itukah Ia melupakan wanita yang sangat di cintainya tersebut??

“Emmm.. Kami sudah putus lama.” Reynald berbohong.

“Kamu jangan membohongi Mama Rey.. Mama tau kamu Bohong.”

“Sudah lah Ma.. yang penting, bulan depan aku menikah dengan Clara, bukan dengan Dina.”

“Mama hanya nggak mau kamu menyesal Rey..” Allea mengusap lembut pipi Puteranya tersebut. Yaa bagaimanapun juga Allea tak bisa memungkiri jika dirinya lebih mendukung puteranya tersebut dengan Dina, Wanita yang sudah sejak kecil ia Kenali. Tapi Allea tak pernah menutup kemungkinan untuk Clara, mungkin saat ini Allea masih sedikit kurang nyaman dengan Clara karena mereka baru saling mengenal, mungkin nanti jika sudah saling mengenal, mereka akan menjadi sepasang menantu dan mertua yang rukun dan Harmonis, Pikir Allea.

Lalu tiba-tiba pintu ruang inap Allea di buka oleh seseorang. Dia Renno dengan membawa orang di belakangnya, siapa lagi jika bukan Dina. Reynald menegang saat melihat sosok tersebut.

“Ehhh Dina juga kesini.” Sapa Allea dengan lembut.

“Iya Bu..” Dina memang selalu bersikap sangat sopan meski dirinya di istimewakan diantara pelayan lain di rumah Reynald.

“Kata Dokter sebenarnya kamu belum boleh pulang, tapi karena Kamu sudah bosan akhirnya kamu di bolehkan pulang tapi masih harus dengan perawatan intensif. Aku sengaja mengajak Dina kesini karena nanti dia yang akan merawat kamu. Jadi dia sendiri nanti yang akan mendapat interuksi dari dokter.” Jelas renno panjang lebar.

Allea tersenyum dan mengangguk, sedangkan Reynald benar-benar tak tau harus berbuat Apa. Dirinya tentu saja masih sangat Canggung jika harus berhadapan dengan Dina.

Tiba-tiba pintu kamar Mandi di belakang Reynald terbuka lebar, menampilkan Sosok Clara yang terlihat lebih segar dan cantik seperti orang yang selesai Mandi.

“Ternyata sudah kumpul semua, bagus deh..” Kata Clara tak menghilangkan nada angkuh dalam bicaranya.
Clara menatap wanita yang berdiri di sebelah Allea, sepertinya ia baru melihat Wanita tersebut. apa itu adik Reynald.?

“Ma.. Dia siapa?” Tanya Clara tanpa segan sedikitpun dengan panggilannya kepada Allea. Reynald yang mendenarnya bena-benar menegang.

Apalagi Dina, Raut penasaran jelas terlihat di wajahnya, Siapa Wanita ini???kenapa dia bisa berada disini? Kenapa Dia memangil Ibu Allea dengan sebutan Mama?? Apa dia.. Ahh tidak, tidak mungkin. Dina seakan berperaang dengan pikirannya sendiri.

“Sini Cla.. Ayo kenalkan, Ini Dina, Anak dari Bi Marni, Orang yang membantu Mama membesarkan Reynald.” Allea mengenalkan Clara dengan Dina.

“Haii..” Kata Clara yang tanpa basa basi langsung memeluk dan mencium kedua pipi Dina seperti bertemu dengan teman lama. “Kupikir Kamu adiknya Rey..”

Dina menggeleng dan tersenyum, “Saya Cuma pelayan rumah saja kok.”

“Tapi dia Istimewa Cla..” potong Allea. “Kami tidak pernah memperlakukannya sebagai pelayang, Jadi kami harap kamu nanti..”

“Wahh tenang saja Ma… Kalau aku nikah sama Rey Nanti, Aku akan menganggapnya sebagai temanku.” Jawab Clara dengan snyuman lebarnya. Tapi tentu saja Clara Bohong. Mana mungkin Ia mau berteman dengan anak seorang pembantu seperti Dina.

Clara bersikap manis Hanya karena ingin menyelidiki siapa Dina sebenarnya. Kenapa saat ada wanita Itu Ekspresi Reynald berubah menjadi sangat Datar, Dia juga jadi pendiam dan terkesan hati-hati dengan apa yang akan di katakannya, Clara jelas tau jika ada yang di sembunyikan Reynald darinya dan itu ada hubungannya dengan Dina.

Wajah Dina berubah memucat saat mendengar pernyataan Clara. Menikah?? Jadi Reynald meninggalkannya hanya karena ingin menikah dengan Wanita ini?? Dina bahkan merasakan matanya sudah berkaca-kaca saat menyadari jika Lelaki yang sangat dicintainya akan menjadi Milik wanita lain.

-TBC-

Yang udah kangen ama abang Rey silahan di baca.. hahhahaha

That Arrogant Princess – Chapter 4 (Perasaaan Aneh)

Comments 5 Standard

TapProfileThat Arrogant Princess

Chapter 4
-Perasaan Aneh-

Clara merasakan Bibir panas itu menyapu habis bibirnya, melumatnya penuh dengan gairah. Clara tak pernah merasakan perasaan seperti saat ini. Perasaan dikuasai oleh seseorang karena biasanya dirinyalah yang menguasai orang-orang di sekitarnya.

Clara mencoba meronta, ingin menjauhkan diri dari Reynald, tapi lelaki yang sedang menndihnya kini sangatlah kuat. Clara bahkan tak dapat melakukan apa-apa selain membalas Ciuman panas dari Reynald.

Yaa.. Clara akhirnya membalas ciuman itu.. Ciuman yang semula hanya di jadikan sebagai hukuman untuk membungkan mulut Cerewetnya, akhirnya kini berubah menjadi Ciuman yang Sarat akan Hawa nafsu. Sesekali Clara bahkan mendengar suara erangan, entah itu darinya atau dari Reynald, Clara sendiri tak tau. Yang Clara sadari adalah saat ini dirinya sangat menikmati Momen ini. Momen dimana Dirinya merasakan perasaan Aneh yang membuncah dihatinya.

***

Reynald benar-benar tak sadar dengan apa yang sudah dilakkannya. Mencium wanita di atas tempat tidur dengan posisi yang sangat intim ciuman panas seperti saat ini barulah ia lakukan dengan Clara. Dengan Dina?? Astaga, Bahkan Reynald bisa menghitung berapa kali ia mencium Dina.

Reynald merasakan Rasa yang Aneeh pada Dirinya, Perasaan ingin memiliki Dan ingin menyatu dengan wanita ini benar-benar mendorongnya untuk melakukan Lebih. Reynald melepaskan pangutan bibir itu dan mulai mencumui Rahang Clara. Ohh rahang yang sangat feminim. Kulitnya Halus Dan Reynald sangat Suka. Yang dibawah sana sudah mengetat seketika. Sial..!! Reynald tak pernah seperti ini sebelumnya.

Reynald besar dengan didikan Allea, mamanya. Dari pada dengan Renno yang sering keluar kota, Reynald lebih dekat dengan Allea. Allea mendidiknya menjadi Sosok yang baik, Sopan, bertanggung jawab. Bukan menjadi Bad Boy seperti Ayahnya pada masa muda dulu. Bahkan Allea selalu mengajarkan Reynald untuk selalu menghormati wanita. Itu sebabnya Reynald selalu bersikap tenang, Ramah dan mengalah bahkan pada wanita menyebalkan seperti Clara.

Namun entah kenapa Saat ini Berbeda. Ciuman nya kepada Clara yang mendapatkan Balasan entah kenapa membangkitkan sesuatu didalam dirinya yang seakan tak pernah bangun dan tersentuh oleh siapapun. Reynald tak tau itu apa, yang Reynald yakini adalah sesuatu itu membuatnya Gila dan ingin segera memiliki Wanita di bawahnya kini.

Reynald mulai mencumbui Sepanjang Leher jenjang Clara. Astaga… Aromanya bahkan membuat Reynald tak ingn berheti mencumbui Wanita ini.
“Rey… Arrgghh…”

Clara mengerang saat telapak tangan Reynald tanpa permisi mendarat di dadanya. Ahh.. Sialan..!!! lelaki ini benar-benar Sialan..!! Clara ingin menolak tapi entah kenapa tubuhnya menghianati pikirannya.

Dan ketika Reynald mulai menyentuh kulit dadanya yang lembut itu, Clara seperti tersentak akan Sesuatu. Sial!! Ini tidak benar, kenapa bisa dirinya jatuh terjerembab dalam pesona Seorang Reynald Handoyo..???

Sekuat tenaga Clara mendorong cepat Dada Reynand hingga Reynald menghentikan Aksinya. Reynald menatap tajam kearah Clara, begitupun sebaliknya. Clara melihat Mata Reynald yang sudah berkabut penuh dengan gairah, mungkin matanya juga. Tapi Clara menepis pikiran-pikiran kotor tersebut.

“Aa.. Apa yang kamu lakukan??” Clara mencoba berbicara setegas mungkin namun nyatanya tidak bisa. Suaranya serak dan terpatah-patah.
“Aku akan mengajarimu bahwa hubungan kita tidak main-main.”
“Kamu Gila? Minggir sana.” Clara mendorong-dorong dada Reynald tapi Reynald tak bergeming sedikitpun.
“Kamu menikmatinya Kan?” Tanya Reynald dengan senyuman mengejeknya, senyuman penuh dengan kemenangan.
“Sialan.! Aku bilang minggir.” Clara mulai berteriak.
Akhirnya dengan senyuman kemenangannya Reynald bangkit Dan berdiri meelihat Clara yang masih berantakan karena ulahnya. Clara Akhirnya bangkit dan tanpa di duga…

‘Plaaakkk’

Tamparan keras itu mendarat tepat di pipi kiri Reynald.
“Itu harga yang kamu bayar karena sudah lancang menciumku.” Kata Clara dengan ketus lalu bergegas masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Reynald meraba Pipinya yang sudah merah akibat tamparan keras Clara. Bukannya marah, Reynald malah tersenyum penuh dengan kemenangan.
‘lihat, Sedikit demi sedikit aku akan menundukkan kesombonganmu, Dan saat itu terjadi. Aku akan membuatmu menekuk lutut di hadapanku.’ Tekat Reynald dalam hati.

***

Clara masuk kedalam kamar mandi. Marah..?? tidak bukan perasaan marah yang ia rasakan. Clara menyandarkan punggungnya di dinding kamar mandi sambil mengusap Dadanya. Dada yang sejak tadi tak berhenti berdegup kencang karena perakuan Reynald.

Clara mengusap bibirnya.. rahangnya.. lehernya.. tempat bibir Reynald tadi berada. Ahhh Sial..!! kenapa bisa bibir itu mempengaruhinya??? Pikirannya mulai kacau, pikiran-pikiran erotis sketika menyelimuti pikiran Clara, membuat Clara menggelengkan kepala keras-keras untuk menepis segala pikiran kotor tersebut.

Bagaimana mungkin dirinya bisa memikirkan hal aneh disaat seperti sekarang ini?? Sialan..!! ini semua gara-gara Lelaki tak tau sopan santun terssebut. Lelaki sialan.!!!

Clara tak berhenti mengumpat sambil membersihkan diri dan membenarkan penampilannya. Setelah selesei, Clara mengambil nafas dalam-dalam dan mulai keluar dari dalam kamar mandi. Dan Clara sedikit heran karena tidak ada Reynald disana. Apa lelaki itu marah karena ia sudah menamparnya?? Bagaimana jika Reynald marah dan membatalkan pernikahan mereka nanti?? Tidak, Itu tidak boleh terjadi. Itu tandanya Clara harus eniggalkan dunia permodelan karena tidak menikah dengan lelaki Kriteria sang Daddy.

Akhirnya Clara berlari keluar kamarnya berharap bida mengejar Reynald. Namun sesampainya di ruang tengah Clara dapat bernafas lega karena melihat Reynald sedang berbicara dengan Daddynya lengkap denga beberapa senyuman yang menghiasi wajah tampan tersebut.

‘Deg.. Deg.. Deg..’

Lagi-lagi Clara meraba Dadanya yang seakan bergetar, berdetak kencang saat melihat Wajah tampan itu tersenyum. Tampan, Yaa.. sangat tampan, Clara sangat sadar jika lelaki yang menciumnya tadi adalah lelaki yang Tampan, tapi selalu berwajah datar dan suram. Entah kenapa saat ini berbeda. Reynald tersenyum dan itu membuat Perasaan Clara semakin tak karuan.

Sialan..!! kenapa bisa seperti ini??

Clara melangkahlkan kakinya dan mengenyahkan kegugupan yang dirasakannya, Clara mencoba bersikap sewajar mungkin dengan mengangkat dagunya dan berkata seketus mungkin.

“Rey, Ayo balik. Aku ada kerjaan.” Ajak Clara tanpa memandang wajah Reynald. Yaa tentu aja dia tak akan berani memandang Wajah Reynald yang penuh dengan kemenangan tersebut.
“Lohh sayang, Makan malam dulu disini. Mommy masak banyak loh.” Mommy Clara berbicara sambil menata makan malam di meja makan.
“Lain kali saja Mom, Aku banyak kerjaan.”
Reynald berdiri dan mulai berbisik di telinga Clara. “Kita makan malam disini.”
Clara memutar matanya kearah Reynald. “Heyy Kamu siapa, Bisa-bisanya mengatur kehidupanku.”
“Aku Calon suamimu, kita kaan menikah bulan depan. Dan aku nggak suka punya istri yang tidak sopan dengan orang tua.”

“Kolot.” Kata Clara dengan memutar matanya jengah. Mau tak mau Clara menuruti kemauan Reynald yaitu makan malam dengan keluarganya. Astaga.. setelah ini dirinya harus mengelilingi stadion supaya lemak-lemak yang dimakannya malam ini tidak tertinggal di tubuh rampingnya.

***

Reynald menatap piring Clara dengan heran. Hanya Ada sekelumit Nasi dan sayur Capcay. Apa Wanita ini hanya makan ini?? apa dia tidak kelaparan??
“Kenapa?” Tanya Clara sedikit risih melihat Reynald yang sejak tadi menatapnya.
“Kamu hanya makan itu?”
“Terus aku harus makan apa? Mereka semua berlemak, Nggak baik untuk tubuh dan kulitku.”

Ahh Sialan wanita di sebelahnya ini. Bisa-bisanya dia berbicara dengan penuh keangkuhan seperti itu, apa dia tidak menghargai ibunya yang sejak sore sibuk memasak untuknya???

“Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu. Mommy sudah sibuk masak Sejak sore Cla, harusnya kamu menghargai.”
“Tidak apa-apa Nak Reynald, Clara memang tidak biasa makan baanyaak. Lambungnya akan bermasalah. Belum laagi beberapa Alergi yang di deritanya.” Jawab ibu Clara dengan lembut dan penuh dengan senyuman.
Ahh yaa tentu saja wanita ini tumbuh menjadi wanita tersombong yang penah ada, karena ternyata keluarganya saja memanjakannya seperti ini. Wanita ini Harus di ajari jika tidak semua keinginannya dapat terjadi.
“Mom, Saya boleh bungkus makanan ini? Makanannya enak, Saya mau membawanya kerumah sakit.”
“Benarkah Nak Reynald mau membawanya?? Ahhh senang sekli.” Terlihat wajah bahagia dari wajah ibu Clara.

Clara memandang Reynald dengan tatapan sinisnya. “Cari Muka.” Ucap Clara dengan sinis.

Sedangkan Reynald tak menghiraukan ucapan Clara, dia meneruskan maan malamnya dengan semangat, entah kenapa ada perasaan nyaman saat bersama dengan keluarga Clara, seperti ia sedang bersama dengan Mama papanya. Aneh, Sunggng aneh. Harusnya Reynald merasa terbebani dengan ini semua, tapi nyatanya tidak.

***

“Kok kita ke Apartemenku sih.?? Katanya mau kerumah sakit?” Clara sedikit bingung karena Reynald memparkirkan Mobilnya di area parkir Apartemennyaa.
“Ganti bajumu.”
“Apa?? Kenapa??”
“Kenapa kamu bilang? Aku nggak mau kamu menemui ibuku daam keadaan setengah telanjang.”
“Haahh Setengah telanjang?? Hello.. Kamu nggak tau Fashion terkini yaa?”
“Aku nggak peduli dengan Fashion sialanmu itu. Yang aku ingin adalah Ibu dan ayahku mengenal calon istriku sebagai wanita baik-baik.”
“Trus kamu pikir aku bukan wanita baik-baik??”
“Iya.”
“Sialan..!!!” Umpat Clara. “Kalau tau kamu orangnya Kuno dan kolot, aku nggak akan mau meminta untuk kamu nikahi.” Clara laalu keluar dari mobil Reynald dengan perasaan kesalnya.

***

Tak lama Clara kembali dengan Dress yang lebih panjang dan lebih sopan. Dan itu membuat Reynald tersenyum senang. Ternyata walau menyebalkan, Wanita ini cukup penurut. Pikirnya kala itu. Reynald akhirnya mulai menjalankan mobilnya dengan Clara yang duduk di sebelahnya.

“Aku harus bicara apa sama Mama kamu Rey??” Tanya Clara tiba-tiba.

“Bilang saja kalau kita akan menikah awal bulan depan.”
“Kamu yakin menuruti kemauan Daddy ku?? Astaga, Apa kamu belum nyambung juga jika aku nggak bisa pernikahanku terlihat biasa-biasa saja tanpa persiapan yang Wooww.”
“Apa pernikahan ini sangat berarti untuk kamu?? Tidak kan?”
“Yaa walaupun pura-pura tapi aku ingin semua serba Mewah Rey, aku ini Model papan atas.” Jawab Clara tanpa meninggalkan kesan sombongnya.
“Kamu tenang saja, Orang-orangku akan mengatur pernikahan kita nanti.”
Entah kenapa Clara jadi sedikit merinding saat mendengar Reynald mengucapkan kata ‘Pernikahan Kita’ dengan santainya.
“Apa pernikahan ini berarti untukmu Rey??” Dan akhirnya pertanyaan yaang bagi Clara menggelikan itu akhirnya keluar juga dari Bibir Clara.
“Tidak.”
Clara menegang saat Reynald berbicara dengan tegas tapi datar.
“Tapi setidaknya ini akan menjadi pernikahan terakhirku.”
“Apa maksud kamu.?? Ingat yaa Rey.. kita akan bercerai sesuai kesepakatan awal kita.”
“Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup.” Jawab Reynald dengan pasti. ‘Dan itu bukan denganmu.’ Tambahnya lagi kali ini dalam hati.

Sedangkan Clara hanya membulatkan matanya karena perkataan Reynald. Sekali seumur hidup?? Apa itu tandanya Reynald tak akan menikah dengan wanita lain lagi setelah bercerai dengannya nanti?? Kenapa?? Ahh Persetan dengan apa yang di lakukan lelaki sialan di sebelahnya kini.

***

Reynald membuka pintu ruang inap kamar Mamanya. Dan mendapati sang mama sedang dalam posisi setengah duduk, menonton televisi dengan papanya yang duduk di sebelahnya. Mereka sontak melihat kearah Reynald yang baru masuk kedalam ruangan tersebut.
“Malam Mah.. Pah..” kata Reynald yang langsung menghambur dalam pelukan Mamanya
Clara yang melihatnya sedikit aneh dengan pemandangan d hadapannyaa. Yaa rupanya alau memiliki badan tinggi besar dan juga Ekspresi dingin seperti Bos-Bos peerusahaan pada umumnya, Reynald ternyata sosok yang sayang keluarganya, terbukti bukan dengan dia Rela menikahi Clara hanya demi darah untuk ibunya.
Allea dan Renno sedikit Heran dengan sosok wanita cantik yang ternyata sejak tadi berada di belakang Reynald.
“Rey.. Siapa Dia?” Allea bertanya sambil menatap Clara dari ujung rambut hingga ujung kakinya.
“Emm Mah.. Kenalkan Dia..”
“Saya Clara Adista. Calon istri Reynald.” Kata Clara tanpa basi-basi lagi sambil berjalan dengan penuh percaya diri kearah allea dan memeluknya. “Mama cepat Sembuh Yaa..” Kata Clara Lagi sambil memeluk Allea.
Allea dan Renno tentu saja memandang kearah Reynald dengan tatapan Terkejutnya. Berbagai macam pertanyaan muncul di benak Allea dan Renno. Mulai dari bagaimana bisa puteranya tersebut memiliki calon istri?? Kenapa Mereka tidak mengenal Clara sebelumnya?? Bagaimana dengan Dina?? Dan kenapa Reynald bisa memilih wanita ini??
Sedangkan Reynald sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya. Astaga… Dari mana datangnya Wanita menyebalkan ini?? apa ia terkena kutukaan hingga Harus berurusan bahakan menikah dengan Wanita ini?? Siall!!!

-TBC-

maaf lama Postnya… karena badan kurang Fit… BTW buat yang sudah punya PW ceritaku.. selamat membaca aja yaakkk… ngebut2 tuh yaa bacanya karena nanti bulan depan TLK, BIY sama ME udah terbit dan ada Versi buku novelnya yang tentunya lebih keren lagi. dan karena udah terbit, maka sebagian cerita akan di hapus yaakk… mohon mengerti yaakkk…

CARA Untuk Mendapatkan Password Chapter yg di PROTECT

Comments 4 Standard

Haiii ReadersS…

Makasih sekali  lagi udah mau mampir ke blog gaje ini… BTw ada beberapa Chapter cerita yang sudah ku Protect loh.. mengingat plagiatisme yang terjadi pada Ceritaku baru2 ini…

Akhirnya setelah berpikir, aku berusaha untuk melindungi karyaku dengan memprotectnya…

“Lohh kak.. bagaimana cara bacanya??  Aku kan masih pengen baca..”

Masih bisa baca kok.. tapi ada caranya yaakkk…

“Caranya gimana Kak..??”

Silahkan Like Fanspage  Zenny Arieffka – Mamabelladramalovers di Facebook kamu.

Untitledpj

*itu gambar FPNya adalah foto saya sendiri dengan Background tumpukan buku karya saya yaa…. hehehhehe

“Bagaimana caranya Kak..??”

Punya Facebook toh..?? Kalo punya silahkan cari Zenny Arieffka – Mamabelladramalovers trus kalau udah ketemu kamu buka setelah itu klik suka / Like/ Gambar jempol.

“Udah kak.. trus abis itu gimana??”

Silahkan Inbox dan meminta Password untuk membaca cerita yang kamu akan baca.

“Kalau sudah.??”

Ya sudah, nanti saya sendiri yang akan balas inboxnya  kamu…hahahhahahah

“Kalo nggak punya Fb gimana Kak???”

Maaf nggak bisa, hehehhe semuanya harustransparan lewat Fb…supaya aku tau siapa aja yang baca Ceritaku, dan itu bisa mengurangi Resiko plagiatisme.

Oke…sudah mengerti semuanya kan.. hehehhe

Ps.  Dilarang pakek akun palsu.. aku hanya menerima akun asli, dan BTw… password bisa berubah sewaktu2 yaakkkk…. 😉 :*

Terimakasih sudah menyempatkan mampir ke blog ini apa lagi membaca cerita2nya yang nggak masuk akal….hahaahahaha
Sampai jumpa lain waktu..

#KISSHUGFROMauthor.
🙂  😉

My Beautiful The Witch – Chapter 2

Comments 5 Standard

MbtwMy Beautiful The Witch

NB : Tinggalkan Logika kalian jika ingin membaca cerita ini…. dan mari masuk kedalam imajinasi dan fantasi Author Gaje yaakk…

*Cuplikan Chapter 1

“Robb.. Apa Kau.. Seorang…”
“Penyihir.?” Kali ini Robb melanjutkan pertanyaan Ellie. “Aku manusia biasa Ellie, jika Kau mengira aku penyihir karena Warna Mataku, Kau salah.” Kata Robb sambil tersenyum. “Aku bahkan Hidup untuk memberantas para Penyihir yang berkeliaran di muka bumi ini.” Jawab Robb dengan tegas yang entah kenapa mampu membuat Ellie merinding karena perkataannya tersebut.

Chapter 2

 

Hari ini Ellieora bertekat untuk masuk kedaalam hutan. Bulan purnama akan terjadi dua hari lagi, sedangkan dirinya belum memiliki apa yang diperlukan dalam ritual yang dilakukannya dalam bulan purnama tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya hari ini.

Ellieora masuk kedalam Hutan yang semakin lebat hanya untuk memburu seekor Unicorn, Makhluk berbentuk seperti kuda dengan sebuah Tanduk di dahinya. Makhluk suci. Ellieora memburunya untuk diambil jantungnya dan di masukkan kedalam sebuah Ramuan yang dibuatnnya setiap bulan purnama tiba.

Tidak seperti penyihir pada umumnya yang lebih memilih membunuh Manusia pada bulan purnama, Ellieora dan keluarga sekaligus penyihir putih lainnya lebih memilih jantung Unicorn sebagai bahan Ramuannya dibandingkan dengan jantung manusia.

Ya… Ellieora adalah seorang penyihir…

Penyihir berdarah putih. Ada perbedaan pada dunia penyihir. Ada penyihir hitam yang cenderung lebih jahat dan ada pula penyihir putih yang sebenarnya tidak ingin menampakkan diri sebagai Penyihir. Para penyihir putih lebih suka menyendiri dan berbaur dengan manusia seperti layaknya manusia biasa. Mereka tidak menggunakan kekuatan sihirnya dimanapun seperti yang dilakukan penyihir Hitam.

Penyihir putih biasanya Lahir penuh dengaan kesucian, darah pertamanya didapatkan dari tetesan darah suci Unicorn, bukan seperti penyihir hitam yang sangat menolak dengan darah Unicorn.

Sudah menjadi Tradisi jika setiap bulan purnama para Penyihir membuat sebuah Ramuan untuk memperkuat dirinya. Ramuan tersebut terdiri dari bermacam-macap tumbuhan langkah, Dan Jantung. Jika penyihir putih lebih memilih Jantung Unicorn, maka Penyihir Hitam memilih Jantung Manusia. Kabarnya, Jantung manusia akan membuat paraa penyihir semakin kuat bahkan melebihi dari memakan jantung Unicorn. Itu sebabnya para penyihir Hitam kebanyakan lebih kuat dibandingkan para penyihir putih.

Ellieora menghentikan langkahnya ketika dirinya menemui sungai kecil yang amat sangat bening. Ellieora ingin meminum air sungai tersebut. Tapi sebelum meminumnya, Ia menatap wajahnya terlebih dahulu diatas pantulan air dihadapannya.

Wajah cantiknya… tapi bukan itu yang membuat Ellieora tersenyum merekah. Ia tersenyum saat melihat Matanya, Mata yang berwarna cokelat biasa seperti manusia disekitarnya, bukan berwarna kuning cerah seperti penyihir pada umumnya.

Beberapa tahun yang lalu, sang ibu yang merupakan seorang Ahli Ramuan menemukan Ramuan yang dapat mengubah warna mata seorang penyihir. Dan Ellieorapun rela mencobanya, meski dirinya harus menahan sakit selama berminggu-minggu karena ramuan tersebut. Ellieora bahkan sempat tak bisa melihat selama beberapa Hari karena efek dari ramuan tersebut. kini, Hasilnya sungguh memuaskan untuknya. Matanya berwarna biasa layaknya seorang manusia pada umumnya.

Ellieora merasakan seorang sedang memperhatikanya dari belakang, Ia membalikkan tubuhnya dan mendapati tigaa orang lelaki asing sedang memandanginya dengan mata kelaparan. Lelaki Hidung belang tentunya.
“Apa yang Kau lakukan di dalam hutan sendirian Manis..” tanya seorang lelaki yang berperawakan Tinggi besar itu.
“Apa yang kalian inginkan?” tanya Ellieora sambil sdikit memundurkan langkahnya.
“Kami tidak akan berbasa-basi lagi. Kami menginginkan tubuhmu.” Kata seorang lelaki tinggi tapi kurus tersebut sambil menyambar lengan Ellieora.
Kedua lelaki tersebutpun mengikuti aksi temannya yang sudah mencekal pergelangan tangan Ellieora. Ellieora meronta sekuat tenaga, berharap jika ada seseorang yang dapat membantunya. Tapi sepertinya Nihil. Mana ada orang didalam hutan lebat seperti ini.
Ellieora merasakan beberapa bagian pada kulitnya perih karena Cakaran dari lelaki-lelaki tersebut. bajunyapun sudah koyak, Ia tak bisa menahannya lagi. Hampir saja Ia mengucapkan Manteranya jika suara Lelaki itu tidak muncul dibalik Rimbunnya semak belukar.
“Lepaskan Dia.” Kata lelaki tersebut dengan dingin.
“Heii.. siapa Kau.. Kau berani dengan Kami.? Jika Kau menginginkan mangsa, carilah yang lain, wanita ini milik kami.” Kata Lelaki bertubuh tinggih besar yang sedang mencengkeram lengan Ellieora dengan keras.
“Aku tak menginginkan yang lain. Aku menginginkannya.” Kata Lelaki itu tegas. Dan tanpa banyak bicara lagi lelaki itu menghajar satu persatu lelaki yang berada di hadapannya tersebut hingga para lelaki hidung belang tersebut lari tunggang langgang.
Lelaki tersebut lalu menghampiri Ellieora, membuatnya sedikit bergidik takut. Siapa Lelaki ini?? Bagaimana mungkin dia bisa menghajar para lelaki hidung belang tersebut dengan tangan kosong dan hanya sendiri??
“Kau Baik-baik saja.?” Tanya lelaki tersebut dengan suara Gagahnya.
Ellieora hanya bisa mengangguk, Ia merasakan Dagunya diangkat dan diperhatikan oleh lelaki tersebut. Ohh lelaki ini benar-benar sangat tampan. Aromanyapun memikat, membuatnya membayangkan bermacam-macam Hal aneh dalam fikirannya. Dan matanya.. Astaga… kenapa lelaki ini memiliki mata seperti seorang penyihir..?? Apa dia seorang penyihir???
Lelaki itu lalu melepaskan Mantelnya, memberikannya kepada Ellieora, Ellieora tersentak, tak pernah ada lelaki yang memperhatikannya seperti ini. Emm bukan karena tidaak ada yang ingin memperhatikannya melainkan Memang dirinya tidak pernah sedekat ini dengan seorang lelaki.
“Pakai ini, Bajumu tak layak pakai.” Kata Lelaki tersebut yang suaranya kini sudah parau seperti sedang menahan sesuatu.
“Terimakasih Tuan.” Kata Ellieora pelan.
“Aku Robbin William. Panggil saja Robb. Siapa Namamu.?”
“Ellieora.”
“Kau dari mana. Kenapa Kau berada dalam hutan lebat seperti ini sendiri.?”
“Aku… emm.. aku..”
“Kau tak memiliki tempat tinggal.?” Tanya Robbin lagi.
“Aku memilikinya di sana.” Ellieora menuntuk kesebuah Arah. “Aku mencari sesuatu di dalam Hutan.”
“Setidaknya Kau harus mengajak seseorang. Disini tak Aman.” Kata Robbin Lagi.
“Tuan..”
“Panggil saja Robb, Aku terlalu muda untuk panggilan tersebut.”
“Robb.. Apa Kau.. Seorang…”
“Penyihir.?” Kali ini Robbin melanjutkan pertanyaan Ellieora, Ellieora tersentak dengan kata-kata Robbin yang memotong pertanyaannya. “Aku manusia biasa Ellie, jika Kau mengira aku penyihir karena Warna Mataku, Kau salah.” Kata Robbin sambil tersenyum. “Aku bahkan Hidup untuk memberantas para Penyihir yang berkeliaran di muka bumi ini.” Jawab Robbin dengan tegas yang entah kenapa mampu membuat Ellieora merinding karena perkataannya tersebut.

***

Ellieora akhirnya berjalan tertatih-tatih dengan Robb disebelahnya yang setia menuntunnya. Mereka menuju kepada Kuda Robb yang di ikat di sebuah pohon. Kuda Hitam nan gagah, sangat pantas dimiliki oleh seoran Robbin William.
“Naiklah, Aku akan mengantarmu pulang.” Kata Robbin Kemudian.
“Tidak Robb, Aku bisa pulang sendiri.”
“Aku memaksa Ellie.”
Akhirnya dengan bantuan Robbin, Ellieorapun menaiki kuda tersebut. dan tanpa disangka Robbin juga ikut menaiki kuda tersebut. Bahkan memeluk Ellieora dari belakang.
Ellieora merasakan bulu kuduknya berdiri, perasaan aneh menghampirinya, Ototnya seakan Kaku tak berani menggerakkan setiap inci dari tubuhnya. Lelaki di belakangnya ini sangat mempengaruhinya.
“Rumahmu dimana Ellie??” Suara Robbin membuat tubuh Ellieora bergetar. Ahh ssuara yang sangat merdu dan yaa.. sangat menggairahkan.
“Dii.. Disana.. Di sebelah utara sungai itu.” Kata Ellieora sambil menunjuk kearah sungai kecil.
“Apa yang Kau cari di dalam huta seperti ini Ellie??”
“Aku.. Aku…”
“Aku mencari sebuah Jamur untuk temanku yang sedang terkena Racun ular. Tapi aku bingung harus mencarnya kemana.” Kali ini Robbin malah becerita tentang masalahnya.
“Racun Ular?? Emmm aku mungkin bisa membantumu Robb.”
“Ohh Yaa..?? Benarkah?”
“Tentu saja. Ibuku adalah seorang Tabib dan juga Ahli ramuan, Dia pasti bisa menolong temanmu.”
“Benarkah? Jika itu benar, berarti aku sangat beruntung bertemu denganmu Ellie..” kata Robbin dengan sungguh-sungguh. Sedangkan Ellieora hanya dapat tersipu-sipu dengan pernyataan Robbin.

***

Robbin masih memacu kudanya dengan sebelah tangannya. Nafasnya memburu ketika sesekali kulitnya bersentuhan dengan kulit lembut Ellieora. Astaga.. Wanita ini benar-benar mempengaruhinya. Robbin bahkan tak mengingat kapan terakhir kali dirinya berhenti di kedai minuman dan berakhir dengan beberapa wanita bayaran.
Robbin menginginkan wanita dihadapannya ini, Wanita yang dengan sengaja ia peluk dari belakang..
“Ellie.. Apa kita tidak tersesat.” Tanya Robbin kemudian ketika mendapati dirinya masuk kedalam hutan yang semakin lebat. Bukan hanya itu, Bahkan rerumputan di dareah ini tumbuh subur hingga selutut, belum lagi tanaman-tanaman berduri dan juga semak belukar yang seakan memperlihatkan jika daerah ini tak pernah di lewati manusia sebelumnya.
“Tidak Robb, Kita tidak tersesat.” Ellieora menjawab dengan pasti.
“Tapi daerah ini seperti tidak pernah tersentuh oleh manusia Ellie.”
“Percayalah padaku Robb.”
Dan Robbin tak memiliki pilihan lain selain mengikuti arahan dari Ellieora. Robbin memacu kudanya lebih perlahan karena tanaman-tanaman berduri itu semakin tumbuh lebat. Tak lama jalan yang dilewati oleh mereka semakin terbuka, semakin lebar, tak ada lagi tanaman berduri, atau semak belukar tinggi. Yang ada hanya Pepohonan Besar yang sangat jarang sekali Robbin lihat, bahakan mungkin tak pernah dilihatnya.
Robbin ternganga mendapati pemandangan di hadapannya. Banyak tumbuhan-tumbuhan aneh yang tak pernah ia lihat.
“Kita dimana Ellie..?”
Ellieora sedikit tersenyum melihat wajah tampan Robbin yang sedikit terkagum dengan keadaan d sekitarnya.
“Kita berada di daerah rumahku. Itu rumahku Robb.” Kata Ellieora menunuk kehadapan mereka.
Tepat dihadapan mereka berdiri sebuah Pondok sederhana dari kayu. Hanya Pondok kecil. Namun terlihat bersih. Berbagai macam tanaman tumbuh di sekitar pondok tersebut. Ahh Yaaa bukankah tadi Ellie nmengatakan jika ibunya seorang ahli ramuan?? Tentu saja akan banyaak tanaman obaat langkah di sekitar rumah mereka.
Robbin mengehentikan Kudanya. Dia turun lalu membantu Ellieora turun dari kudanya. Keadan Ellieora sudah membaik, tidak lemah seperti tadi. Robbin mengikat kuda hitamnya di sebuah Pohon yang mirip dengan pohon pinus, tapi sedikit lebih aneh menurutnya.
“Ellie.. apa ini Masih di bumi?”
Ellieora tersenyum melihat Wajah Robbin yang terlihat polos. “Tentu saja Robb. Memangnya ada apa?”
“Entahlah, aku merasa ada yang aneh disini.”
“Tak ada yang Aneh Robb.. percayalah.”
Walau Robbin mencoba untuk percaaya, nyatanya hatinya masih memungkirinya. Yaa.. ada yang aneh disini. Tanaman liar tadi, semak belukar dan tanaman berduri tadi seakan-akan sengaja di tanam untuk menyembunyikan tempat yang mirip dengan surga ini.
Robbin mengikuti Ellieora masuk kedalam Area pondok tersebut. Saat Ellieora membuka Pintu pondok tersebut, nampaklah seorang wanita paruh baya berambut Putih mengkilap, Dan juga mata berwarna Kuning cerahnya. Wanita itu sama sekali tak terlihat sebagai ibu Ellieora, Wajahnya menegaskan jika ia lebih cocok disebut sebagai Kakak Ellieora.
Sontak Robbin mundur dan menarik pedang yang sejak tadi terikat di pinggangnya.
Ellieora tersentak. Saat mendapati Robbin di belakangnya mengaambil Ancang-ancang untuk menebas kepala seseorang yang berada dihadapannya.
“Ada apa Robb..??” Tanya Ellieora degan sedikit Khawatir.
“Siapa dia?” nada suara Robbin mendingin, tidak seperti tadi yang terkesaan lembut dan bersahabat.
“Robb dia Elaine, Ibuku.” Jelas Ellieora.
“Apa Dia penyihir?” Robbin Masih kukuh dengan Posisinya yang siap menebas kepala lawannya.
Ellieora baru sadar. Yaa tentu saja, Bukankah tadi Robbin berkata jika dia hidup dengan memberantas para penyihir?? Sedangkan Elaine tentu saja terlihat sangat jelas sebagai seorang penyihir dengan Rambut putih anehnya dan juga Mata kuning Cerahnya. Apa Ellieora haruss mengaaku?? Tidak, Ellie tak ingin mengaku.
“Tenang Robb, Elaine bukan Penyihir.” Ellieora berbohong. Sedangkan ibunya,Elaine, nampak bingung dengan apa yang sudah dikatakan sang Puteri.
“Kenapa Matanya berwana…”
“Bukankah Matamu juga berwarna seperti Penyihir Robb??” Ellieora memotong kalimat Robbin. “Robb percayalah, Kami manusiaa biasa, Elaine hanya pernah mengalami kesalahan saat meramu sesuatu hingga membuat Matanya berubah seperti penyihir.” Elliora lagi-lagi berbohong.
“Kau yakin Ellie.”
“Aku bersumpah Robb.” Ellieora berkata dengan pasti.
Robbin mengembalikan pedangnya pada tempatnya semula. “Baiklah, kali ini aku percaya padamu Ellie.” Kata Robbin kemudian.
Ellieora menghela nafas lega.”Robb, kenalkan Dia Elaine, ibuku. Dan ibu, Dia Robbin William, Lelaki yang sudah menolongku.”
Keduanya akirnya saling bersalaman. Ketika kulit Elaine menyentuh permukaan kulit Robbin, Bayangan akan sesuatu muncul begitu saja dalam kepala Elaine.
“Kekuatan… Keabadian… Tak Tertandingi…” Racau Elaine seperti seorang yang sedang meramal sesuatu. Ellieora dan Robbin saling bertatap mata seakan-akan menyatakan jika mereka berdua sama-sama tak mengerti dengan apa yang dikatakan Elaine.
“Apa Kau seorang Penyihir?” tanya Elaine tanpa basa-basi kepada Robbin.
“Tidak, Saya hanya maanusia biasa.” Jawab Robbin dengan tegas.
“Tidak Nak.. Kau bukan manusia Biasa..” Kata Elaine sambil sedikit tersenyum lalu masuk kedalaam pondoknyaa tanpa berpamitan dengan Elliora dan Robbin.
Sedangkan Robbin dan Ellieora saling pandang dengan tatapan tanda tanyanya masing-masing. Apa yang dimaksud dengan perkataan Elaine tadi?? Benarkah Robbin bukan manusia biasa??

 

-TBC-

Roman fantasi ini memang Slow update.. karena aku nulisnya enjoy… nggak ada yang baca dan nggak ada yang pengen cepet2 baca alhasil aku Update cerita ini Slow dan santai bgt…  hehhehe

 

new1          new2

That Arrogant Princess – Chapter 3 (Wanita Menyebalkan)

Comments 7 Standard

TapProfileThat Arrogant Princess

Chapter 3

-Wanita Menyebalkan-

Dina keluar dari dalam Mobil Reynald dan langsung Menuju ke kamarnya di dekat Dapur. Sedangkan Reynald hanya menatap punggung Dina dengan tatapan sendunya. Berakhirlah sudah impiannya bersama dengan wanita yang sangat di cintainya tersebut.
Reynald ingin Marah, Tapi dengan siapa?? Reynald tak mungkin menyalahkan keadaan. Mamanya pernah berkata, ‘Seberapa buruk keadaan yang pernah kita alami, yakinlah jika akan ada kebahagiaan dibaliknya, Ingat, akan selalu ada pelangi setelah Hujan.’ Kata Allea pada saat itu.
Reynald akhirnya melangkah dengan langkah Gontainya menuju kekamarnya yang berada di lantai dua. Reynald menghempaskan Dirinya di atas Ranjang dengan sesekali menghela Nafas Kasar.

Clara Adista… Astaga bagaimana mungkin dirinya akan menikah dengan wanita Menyealkan dan Wanita tersombong yang pernah ia temui??

Pikiran Reynald semakin Berkelana tak menentu. Yaa setidaknya dengan menikahi Clara, dirinya tidak akan khawatir lagi jika terjadi sesuatu dengan Sang Mama. Bukankah itu salah satu manfaat Clara, yaitu darahnya yang langka??
Reynald lantas bergegas mandi dan mengganti pakaiannya, lalu bergegas turun untuk makan malam dan kembali kerumah sakit untuk menunggu mamanya. Sekarang yang terpenting adalah sang Mama, masalah perasaannya bisa di pikirkan nanti.

***

Reynald duduk terpaku menatap makan malam di hadapannya yang di hidangkan oleh Dina, Mantan kekasihnya. Jika biasanya Reynald sesekali menggoda Dina, maka saat ini Tak ada satu katapun diantara mereka. keduanya sama-sama diam.
Bi Marni, Ibu Dina yang melihat merekapun akhirnya menyadari jika ada sesuatu yang aneh diantara mereka.
“Kamu ada masalah dengan Mas Reynald.” Tanya Marni pada putrinya.
“Enggak Bu.” Jawab Dina sedikit Lemas. Dia tidak ingin sang ibu tau jika dirinya sudah putus hubungan dengan Reynald.
“Jangan Bohong Dina.”
“Aku pergi dulu.” Kata Reynlad mengagetkan Dina dan ibunya.
Dina Menatap wajah sendu Reynald. Lalu menatap makanan di hadapannya, ternyata Reynald sama sekali tak menyentuh makanannya tersebut. “Mas Rey nggak Makan?”
“Aku makan di rumah sakit saja.” Jawab Reynald lalu pergi begitu saja.
“Kalian sedang dalam masalah, ibu tau itu.” Bi Marni kembali membuka suaranya ketika Reynald sudah tak terlihat Lagi.
Sedangkan Dina hanya terdiam tak menanggapi perkataan ibunya. Pikirtannya terlalu kacau. Reynald seperti bukan dirinya sendiri, Reynald seperti orang lain dihadapannya. Kenapa Reynald berubah seperti itu?? Kenapa tiba-tiba Reynald memutuskan hubungan mereka secara sepihak?? Dan masih banyak lagi kenapa-kenapa yang lain yang menari-nari dalam pikiran Dina.

***

Lagi-lagi Reynald terbangun dalam keadaan pegal-pegal karena tidur di sofa rumah sakit. Reynald menatap kearah ranjang sang Mama dan sudah mendapati Mamanya sedang memakan buah-buahan dengan Sang Papa yang menyuapinya.
Pemandangan manis yang bagi Reynald sudah lama tak terlihat.
“Sudah bangun sayang.” Kata Allea masih dengan suara yang lemah.
Reynald mengangguk. Reynal lalu melihat jam tangannya dan sedikit terkejut mendapati dirinya ternyata bangun saat waktu menunjukkan pukul sepuluh siang.
“Kenapa Mama nggak bangunin Rey??” tanya Reynald sedikit panik.
“Tenang Rey… Libur sehari nggak apa-apa kan?” Renno yang menjawab.
Reynald menghela nafas, Yaa libur sehari sepertinya bagus untuk badan dan pikirannya yang sedang kacau. Tak lama Reynald mendapati ponselnya bergetar. Tanda jika ada panggilan masuk. Semoga saja bukan Dina. Reynald belum ingin berbicara dengan Dina setelah mereka resmi putus hubungan.
Reynald mengernyit saat mendapati Nomer baru di ponselnya. “Halo..” Akhirnya Reynald menjawab telepon tersebut.
“Kamu masih ingat Kan jika kamu baru saja tunangan dengan seorang wanita Cantik??” Tanya suara di seberang dengan nada sinisnya. Ya tuhan… Itu adalah si Wanita menyebalkan. Sial..!!!
“Aku sibuk, bisa telepon nanti saja?”
“What?? Hello, Jangan berpikir kamu akan lari dari tanggung jawabmu.”
Reynald mendengus. “Lari dari tanggung jawab apa maksudmu?”
“Ingat Rey.. Aku sudah Donor darah untuk Ibumu, Sekarang gilira kamu nikahin aku.”
“Oke.. aku akan menikahimu. Apa kamu puas?” Reflek Reynald berteriak pada ponselnya. Seperti disadarkan oleh sesuatu, Reynald akhirnya menatap kedua orang tuanya yang kini sedang terngaga menatap dirinya.
“Kalau begitu aku mau kamu jemput aku Rey..”
Reynald tak menjawab, Dirinya masih sibuk mencerna apa yang di katakannya tadi. Ahhh Sial..!! kedua orang tuanya pasti akan tau jika Reynald akan menikahi seorang Wanita, Padahal Reynald ingin menyembunyikan kabar ini dulu setelah suasana hatinya membaik.
“Reyy… kamu dengar kan?? Jemput aku.”
“Iya, aku akan jemput kamu.” Pungkas Reynald lalu cepat-cepat menutup teleponnya dan pergi kekamar mandi sebelum Orang tuanya menyerbunya dengan berbagai macam pertanyaan.

***

Dengan bosan Reynald menunggu Clara di dalam Mobilnya. Tadi setelah keluar dari kamar mandi di dalam ruang inap Mamanya, Reynald segera bergegas pergi walau di iringi dengan tatapan aneh Sang Mama dan Papa.
Reynald tak tau harus berkata apa dengan Mama Papanya tentang Hubungan percintaannya kali ini. Mama Papanya tau jika Reynald memiliki hubungan serius dengan Dina, tapi bagaimana cara Reynald menjelaskan jika hubungan mereka sudah berakhir?? Reynald juga tak mungkin tiba-tiba mengenalkan Clara sebagai calon istrinya kepada kedua orang tuanya.
Lagi-lagi Reynald mengacak rambutnya dengan Frustasi. Ahhh Sial…!!! kenapa ini bisa terjadi dengannya??
Tiba-tiba seorang wanita membuka pintu mobilnya, dan tanpa permisi wanita tersebut duduk begitu saja di kursi penumpang di sebelahnya. Reynald ternganga saat melihat Wanita tersebut.
Aroma Vanilla bercampur dengan Lavender seketika memenuhi mobil Reynald. Aroma khas dari seorang Clara adista. Siang ini dia mengenakan Mini Dress berwarna hitam dengan potongan ketat. Sedangan kakinya dibalut dengan Stiletto hitam yang membuat kakinya terlihat semakin seksi. Wajah cantiknya itu di poles dengan Make up tipis dan juga dengan kaca mata hitam menghias wajahnya.
Reynald benar-benar ternganga mendapati penampilan Clara yang baginya super seksi tersebut, belum lagi sepanjang kulit Clara yang terpampang entah kenapa menimbulkan letupan-letupan Aneh dalam Diri Reynald.
Clara menatap kearah Reynald sambil menurunkan sedikit kacamatanya. “Kamu kenapa?” Tanya Clara dengan nada anehnya.
“Ehh.. enggak..” entah kenapa Reynald menjadi gugup seketika, dirinya juga tak mngerti kenapa bisa menelan ludah berkali-kali saat melihat wanita di hadapannya ini.
“Antar aku Ke cafe langgananku. Setelah itu kita temui Mommy sama Daddyku.” Perintah Clara penuh dengan keangkuhannya.
Siall!! Reynald merasa dirinya sudah seperti cecunguk suruhan Clara. “Mau apa kita ke Cafe?”
“Ada yang perlu kita bahas nanti disana.”
Akhirnya Reynald hanya menuruti permintaan Clara. Reynald berusaha mengemudikan Mobilnya penuh dengan konsentrasi, Aroma dari tubuh Clara benar-benar mempengaruhi otaknya, membuat Reynald merasakan sesuatu yang tak pernah dirasakannya dengan Dina sebelumnya.

***

“Apa maksud kamu dengan ini?” Tanya Reynald setelah membaca beberapa berkas yang di berikan oleh Clara.
“Kamu sudah baca kan? Itu surat perjanjian kita tentang pernikahan palsu kita.” KataClara dengan santainya.
“Sial..!! walau aku terpaksa menikahimu, Tapi aku tak pernah berfikir pernikahan kita main-main.” Jawab Reynald penuh penekanan.
“Terusss… Kamu ingin kita menikah selamanya dan hidup bahagia seperti di negeri dongeng Gitu?? Helloo… Rey.. Kamu mabuk??”
“Cla… Aku bukan orang yang bisa dengan mudah mempermainkan sebuah komitmen seperti pernikahan. Apa kata Orang tuaku nanti.”
“Ya bilang saja kita nggak Cocok.” Jawab Clara dengan enteng.
Reynald menghela nafas panjang. Astaga.. Dari mana datangnya wanita menyebalkan seperti Clara ini??
“Dan satu lagi. Tidak akan pernah ada hubungan badan antara kita, Oke. Aku nggak suka di sentuh oleh orang selain orang yang kukehendaki.” Clara berkata penuh dengan keangkuhannya.
“Bagaimana jika suatu saat kamu yang ingin kusentuh.?”
“Kamu Mimpi??? Hahhaha” Clara tertawa Lebar.
‘Aku bersumpah akan menundukkan kesombonganmu itu dengan Cinta.’ Gumam Reynald dalam Hati. Cinta?? Tunggu dulu, kenapa dirinya berbicara Cinta ketika memikirkan Wanita sialan ini??? Sial..!!

***

Reynald nampak gugup ketika bertemu dengan Aryo Wibowo, Ayah Clara. Reynald mengira jika Clara adalah keturunan orang luar mengingat panggilan Clara terhadap ayah dan ibunya, tapi Ternyata Clara Asli orang Indo bahkan masih sedikit memiliki keturunan Ningrat.
Beberapa kali Reynald bertemu dengan Oom Aryo saat memiliki proyek kerja sama. Namun tentu saja kali ini sedikit berbeda karena saat ini Dirinya bertemu dengan Oom Aryo sebagai seorang yang akan menikahi puteri semata wayangnya.
“Wahh Jadi Nak Reynald yang akan menikahi Clara ya..” Tanya Oom Aryo pada Reynald.
“Tentu saja Dad.. Clara Sama Rey sudah pacaran lama.” Kata Clara yang saat ini tanpa sugkan lagi bergelayut mesrah di lengan Reynald. Sedangkan Reynald sendiri sibuk menenangkan pikirannya dan sesuatu yang akan meledak dalam dirinya.
“Jadi nak Reynald, Kapan orang tua Nak Reynald datang kemari?”
“Emm.. Mama kebetulan masih sakit Oom. Jadi sementara ini Saya sendiri yang akan melamar Clara secara langsung.”
Mendengar perkataan Reynald, entah kenapa tubuh Clara seakan menegang. ‘Saya sendiri yang akan melamar Clara secara langsung’ perkataan Reynald itu entah kenapa seakan-akan menegaskan jika Reynald sungguh-sugguh ingin menikahi Clara.
“Baiklah Nak Reynald, tapi saya ingin kalan menikah dalam jangka waktu satu bulan ini.”
“Apa?? Dad.. Kenapa secepat itu??”
“Kamu tunggu apa lagi Cla?? Kamua mau kalau Daddy memaksamu untuk…”
“Baiklah Oom..” Potong Reynald kemudian. “Saya akan menikahi Clara dalam jangka waktu Satu bulan.” Kata Reynald dengan tegas membuat Clara membulatkan mata Kearahnya.
Yaaa.. apa lagi yang harus di tunggu. Kisah cintanya dengan Dina sudah kandas, tak ada lagi Cinta yang ia miliki, Belum lagi tanggung jawab akan janjinya untuk menikahi Clara. Reynald adalah lelaki yang penuh dengan tanggung jawab dan perkataan yang dapat di pegang. Mungkin memang Clara lah jodohnya. Toh nanti jika Jodohnya adalah Dina, Jodoh itu sendirilah yang akan menyatukan mereka kembali.

***

“Kamu Gila ya..” Omel Clara pada Reynald yang saat ini sudah di seret Clara kekamarnya yang kedap suara. “Bagaimana bisa kita menikah dalam jangka waktu satu bulan?”
“Bukankah kamu yang ingin kita segera menikah.?”
“Hello Rey.. Aku ini Model kelas atas. Mana mungkin pernikahanku bisa dilaksanakan dalam jangka waktu satu bulan, Aku butuh persiapan, dan butuh pesta mewah yang Wooww.. kamu ngerti nggak??”
“Aku nggak butuh semua itu.”
“What?? Kamu ini pelit apa gimana sih?”
“Aku hanya butuh istri yang baik.”
‘Jleeebb…’ Entah kenapa perkataan Reynald sedikit membuat Clara salah tingkah.
“Dengar ya Rey.. Memang aku yang memintaamu untuk menikahiku, tapi itu semata-mata untuk menghindari permintaan menyebalkan dari Oraang tuaku. Sisanya, Kamu bukan apa-apa untukku, jadi jangan anggap aku istrimu atau menganggapmu sebagai suamiku.”
Lalu dengan cepat Reynald meremas kedua bahu Clara, mendorongnya hingga jatuh terentang diatas ranjang, memenjarakan kedua tangannya dan tanpa sungkan lagi Reynald menindihnya.
“Heiii Sialan.. apa yang kamu lakukan..??” Clara meronta dibawah tidihan Reynald. Clara tak menyangka jika Renald bisa berubah menjadi lelaki yang kuat dan sedikit mengerikan untuknya. Yaa… jujur saja saat ini perasaan Clara adalah takut pada Reynald.
“Dengar Cla.. Aku sangat tidak suka Dengan wanita yang Menyebalkan seperti kamu apalagi wanita itu adalah Calon istriku. Kamu belum kenal siapa Aku Cla.. jadi jangan Sok menjadi Boss disini.” Kata Reynald penuh dengan penekanan.
“Hahahah kamu pikir aku takut sama Ancaman kamu?” Ejek Clara.
“Aku nggak butuh rasa takut kamu, Yang aku butuhkan adalah Rasa Hormatmu pada Calon suamimu.”
“Calon.Suami.Bohongan.” Clara Berbicara penuh penekanan.
“Tidak ada kata ‘Bohongan’ dalam kamusku.” Lalu dengan cepat Reynald menyambar Bibir Clara, membungkamnya dengan ciuman penuh Gairah, menikamati setiap sudut dari bibir Seksi tersebut. Sialan!! Kenapa seperti ini?? Dirinya tak pernah berciuman segila ini saat dengan Dina, Tapi dengan Wanita menyebalkan ini, Reynald seakan bisa hangus terbakar oleh gairah hanya karena berciuman panas. Hawa nafsunya membesar, membara seakan-akan menyalakan Api dalam tubuhnya. Sial..!!! Rasa apa ini?? Apakah Hanya Hawa Nafsu semata???

-TBC-

Sorry baru update lagi.. BTW Next aku akan Update MBE Chapter 11, entah nanti malam (Setelah jualan) atau besok siang, tergantung waktu luang yaakkk…

BTW sedikit info juga Nih…  THE LADY KILLER sama BECAUSE IT’S YOU  ssudah aku PROTECT yaa… untuk TLK dari Chaapter 12-Chapter terkhir. Untuk BIY dari Chapter 9-Chapter terakhir.. untuk yang lain masih belum… maaf kalo kurang nyaman Yaakkk… Alasannya masih ama, yaitu menghindari Plagiatisme.

Ok… makasih udah mau baca ceritaa Gajeku… *KissHugFromAuthor

That Arrogant Princess – Chapter 2 (Cincin Berinisial..)

Comments 9 Standard

TAP2That Arrogant Princess

Chapter 2

-Cincin Berinisial-

 

“Baiklah.. Nikahi Saya.” Suara itu terngiang di telinga Reynald bagaikan Vonis Mati. Bagaimana mungkin Wanita ini dengan penuh percaya diri meminta Reynald untuk menikahinya.??
“Kamu dengar Kan?? Syarat Mutlak dariku adalah Kamu harus menikah denganku.” Tambah Clara lagi masih dengan suara Angkuhnya.
“Clara.. Saya mohon.. apa tidak ada cara…”
“Lupakan.” Clara memotong kalimat Reynald. “Pergi saja sana, Bukan aku juga kan yang membutuhan Darah ini.” Kata Clara sambil bergegas meninggalkan Reynald.
“Tunggu.”Kata Reynald sambil meraih Telapak tangan Clara.
Reynald lalu berdiri dan berjalan keluar sambil menyeret tangan Clara. Clarapun akhirnya mengikuti Reynald walau sesekali dirinya meronta ingin dilepaskan Cekalan tangannya Reynald berhenti tepat di sebelah mobilnya.
“Apa yang Kamu lakukan? Dasar Sialan.. Kulitku bisa Lecet karena tanganmu.”
“Persetan dengan kulitmu. Kamu ingin aku menikahimu kan??” Tanya Reynald dengan sedikit kesal, Lalu Reynald mengambil sesuatu di Dashboard Mobilnya. Sebuah kotak beludru, lalu melemparkannya begitu saja Kepada Clara Sambil berkata. “Aku akan menikahimu.”
Clara membulatkan Matanya. Astaga.. dia tak menyangka akan bertemu dengan lelaki menyebalkan seperti Reynald, lelaki aneh dengan cara melamarnya tersebut.
“Huuuh.. Ambil saja. Kamu pikir aku mau dilamar seperti ini?? Pergi saja Sana.” Clara melempar kembali kotak beludru tersebut kepada Reynald dan akan kembali masuk meninggalkan Reynald. Tapi tiba-tiba Reynal Meraih kembali tangan Clara, menariknya dan menghimpit Tubuh Clara dengan mobilnya. “Heii Lepaskan apa yang kamu lakukan.”
Tubuh keduanya saling menyentuh, Wajah mereka sangat dekat, bibir merekapun hampir bersentuhan, Reynald bahkan memenjarakan tangan Clara dengan kedua tangannya.
“Please Clara… Bantu Aku.. Dan aku akan menikah denganmu, Aku akan menjadi suami yang baik untukmu asal Kamu mau membantuku.” Reynald memohon tapi tatapan matanya tajam seakan dapat menembus iris Mata Clara.
Entah kenapa tatapan itu membuat Clara Gugup. Clara tak pernah diperlakukan seperti ini dengan seorang lelaki, di kuasai dan ditatap tajam seperti yang di lakukan Reynald.
“Baiklah, Tapi lepaskan Aku.” Reynald pun akhirnya melepaskan Clara. “Dan aku ingin Kamu berlutut melamarku.” Kata Clara sambil menaikan Dagunya kembali.
Reynald menghela nafas panjang. Sial…!!! dirinya pasti akan terjebak dengan Wanita sialan ini.. Reynald akhirnya Benar-benar berlutut dihadapan Clara. Clara tersenyum lalu menyodorkan tangannya untuk dipasangkan Cincin lamaran Reynald.
Reynald memasangkan cincin tersebut di jari mulus Clara.. Menatapnya dengan tatapan sendu.. ‘Dina.. Maafkan Aku sayang…’ Lirihnya dalam hati.

***

Dokter sangat senang ketika Reynald kembali dengan Sosok yang sudah seperti malaikat penyelamat tersebut, Namun Dokter juga sedikit tak percaya jika Reynald bisa membujuk Clara hingga mau mendonorkan Darahnya.
Setelah di cek dan lain sebagainya, ternyata Clara memang memungkinkan untuk mendonorkan darahnya. Akhirnya Kini Clara terbaring dengan selang infus di lengannya. Sedangkan Reynald Masih diam membatu di sebelahnyaa.
Sejak di mobil mereka memang tak saling bicara. Reynald sibuk dengan pikiran kacaunya mengingat dirinya Harus mengorbankan Cintanya pada Dina demi kesembuhan sang Mama. Sedangkan Clara sibuk dengan pikirannya, Dirinya akan memenuhi keinginan Sang Daddy dan dapat terus melanjutkan pekerjaannya sebagai Model Profesional.
“Apa Kamu baik-baik saja?” Tanya Reynald sedikit khawatir saat mendapati kerutan di dahi Clara seperti orang yang sedang menahan rasa sakit, saat setelah Donor darah tersebut selesai dilakukan.
“Enggak, Aku baik-baik saja, Hanya Sedikit pusing.” Kata Clara sambil bangun dan memijit pelipisnya.
Clara akhirnya Berdiri dan akan beranjak pergi namun rasa pusing dikepalanya semakin menjadi, Hampir saja dia tersungkur jika Reynald tidak Meraih tubuhnya.
“Apa yang kamu lakukan?? Dokter berkata jika Kamu harus istirahat Dulu.” Kata Reynald ssedikit membentak.
Bukannya takut, Clara malah memukul lengan Reynald. “Heii.. seharusnya aku yang tanya apa Yang kamu lakukan, Kamu menyentuhku sembarangan sialan…” Sembur Clara pada Reynald, Dan Reynald baru menyadari jika Tangannya sejak tadi tepat berada di Payudara milik Clara.
“Emm Maaf..” Kata Reynald sambil menarik tanganya. Lalu memalingkan Wajahnya yang sudah merah kearah lain.
“Sial..” Umpat Clara. Lalu sambil tertatih tatih dia berjalan keluar ruangan.
Reynald menatap punggung Clara dengan tatapan tak terbacanya. Akhirnya Reynald mengejar Clara karena bagaimanapun juga Reynald tidak tega saat Melihat Clara berjalan tertatih.
“Kamu mau kemana Sih?”
“Aku harus kembali. Masih Ada pekerjaan.”
“Aku antar.” Kata Reynald Sambil Memapah Clara untuk berjalan.
“Kamu ngapain sih aku bisa jalan sendiri.”
“Kamu tunanganku Cla.. Dan kamu seperti ini karena menolongku. Jadi Please… jangan membantah lagi.” Kata Reynald yang saat ini sudah mulai kesal dngan sikap menjengkelkan Clara.
“Hello… dengar yaa.. kita memang tunangan tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya ngatur aku.”
“Aku nggak ngatur kamu. Aku Cuma perhatian dengan orang yang sudah menolong Nyawa Mamaku.” Jawab Reynald penuh penekanan dan itu mampu membungkam seketika bibir Cerewet Clara…

***

Ternyata Clara tidak kembali ke tempat pemotretannya, dia ingin diantar pulang ke Apartemennya dengaan Reynald. Di sana sudah ada Mily, Manager Clara yang sudah menunggu mereka.
“Cla.. apa yang terjadi?” Tanya Mily khawatir saat melihat Clara di papah Oleh Reynald.
“Dia pusing, Bantu aku membawa kekamarnya.” Awab Reynald.
Mily sedikit mengernyit saat melihat Reynald yang seakan menguasai Diri Clara. “Memangnya Kamu siapa ya..??”
“Saya tunangannya.” Jawab Reynald yang langsung membuat Mily ternganga.
“Aduhh Sudah Deh, Kalian banyak omong. Cepat bawa aku kekamar, aku ingin tiduran.” Clara berbicara dengan ketus.
“Dokter kan memang bilang kamu harus istirahat dulu, kamu sendiri yang main pulang seenaknya.”
“Helloo.. kamu bukannya berterimakasih malah ngomel disini. Udah sana pergi.” Clara mengusir Reynald dengan sangat kasar.
Reynald menghela nafas panjang. Ahh wanita ini benar-benar menyebalkan, angkuh, Sombong dan juga Cerewet.Gerutu Reynald dalam Hati. Akhirnya Reynald memutuskan untuk pulang. Buat apa juga dia menunggu Wanita Sombong tersebut, bukankah lebih baik menunggu mamanya di rumah sakit??

***

Pagi ini Clara terbangun saat mencium aroma masakan yang sedap. Ahhh pasti itu Mily yang memasak untuknya. Rasa pusing di kepalanyapun sudah hilang entah kemana. Akhirnya Clara bergegas kekamaar mandi untuk mandi dan bersiap-siap supaya lebih rapi lagi.
“Masak Apa Mil?”
“Sup Buntut. Kamu mau kan?” Tanya Mily.
“Mau dong, kayaknya sudah seabad aku nggak makan nasi.”
“Ehhh Nggak pakek Nasi ya… kalau kamu makan sup ini, hanya supnya saja.”
“Yaa terserah. Lagian aku sudah lupa Rasanya Nasi.” Gerutu Clara. Sebenarnya Clara sangat tersiksa saat melihat makanan enak namun dirinya tidak bisa makan karena harus menjaga keproposionalan tubuhnya. Clara bukan wanita dengan anugerah seperti beberapa wanita yang bisa makan banyak tapi tetap memiliki tubuh ideal. Clara mendapatkan tubuh idealnya dengan menyiksa diri seperti tidak makan nasi, tidak makan malam dan diet Ekstrim lainnya.
Belum lagi jadwal senam segala macam yang melelahkan dirinya. Begitupun dengan masalah kulitnya yang bagus tidak didapatkan sejak lahir. Namun dengan perawatan-perawatan yang tidak murah. Maka dari itu Clara sampai dinobatkan sebagai Beauty Women Of The Year, beberapa tahun belakangan ini di negeri ini.
Bagi Clara, Semua perjuangan dan penyiksaan yang dialaminya setimpal dengan apa yang di dapatkannya, Ketenaran, Pemujaan dan lain sebagainya membuat dirinya puas.
Clara menyeruput Sup buntutnya sedikit demi sedikit. Rasa iri menghampirinya saat melihat Mily memakan semua itu bersama Nasi dengan lahapnya.
“Cla.. apa hubunganmu degan lelaki semalam.? Kenapa dia berkata jika kalian tunaangan?” Tanya Mily kemudian.
“Kami memang tunangan, Lihat ini?” Clara Mempamerkan Cincin pemberian Reynald.
Mily membulatkan Matanya saat melihat cincin berlian di jari manis Clara. “Sejak kapan kalian kenal? Kenapa aku nggak tau? Kupikir saat dia ketempat pemotretan tadi sore, Dia baru mengenalkan diri padamu Cla.”
“Memang, Kami baru kenalan Dan kami akan menikah.” Kata Clara dengan senyuman lebarnya.
“Tapi kenapa bisa kebetulan dia menyiapkan Cincin itu Cla??”
Clara mengernyit. “Benar juga yaa.. Dan ya ampun.. Cincin ini terlalu kecil untukku, Setidaknya aku ingin mata berlianya lebih besar lagi.” Kata Clara sambil melepas cincin tersebut lalu mengematinya. Clara memicingkan matanya saat mendapati Ukiran melingkar didalam Cincin tersebut. “Tunggu Dulu apa itu, ‘Forever Love R&D’..?”. Clara mengeja tulisan di dalam cincin tersebut lalu memandang Mily dengan tatapan tanda tanyanya.
“Jangan-jangan Cincin itu dia beli bukan untukmu.” Mily lantas mebekam mulutnya sendiri karena keceplosan dengan kata-katanya tersebut. bagaimanapun juga dia tidak ingin membuat Mood Clara jadi memburuk.
Clara menatap kearah lain dengan tatapan Kosongnya. Yaa mana mungkin Reynald sudah menyiapkan Cincin untuknya, bukankah mereka tidak pernah bertemu sebelumnya, R&D, Siapa itu?? Kenapa dirinya jadi penasaran sekali dengan inisial dalam cincin tersebut?? Ahhh persetan, itu bukan urusannya. Lagian bukankah mereeka menikah hanya demi kepentingan masing-masing dan tidak lebih?? Tapi betapapun hati Clara mengelak, entah knapa ada yang sedikit mengganjal saat mengingat Cincin lamarannya yang berinisial R&D tersebut.

***

Reynald baangun saat mendapati tangan lembut mengusap rambutnya.
“Mama..” Reynald mengerjap saat mendapati Allea menaatapnya dengan tersenyum. Wajahnya masih terlihat pucat, namun Reynald sangat senang mengingat allea sudah siuman.
“Kamu pulang saja.” Kata Allea pelan.
“Enggak Ma.. Rey mau nunggu Mama.”
Allea sedikit tersenyum. “Papa kamu….”
“Papa tadi malam sudah kesini, tapi aku suruh pulang Ma.. Kasian dia baru balik dari luar kota.” Jelas Reynald pada mamanya.
Allea menyapu pandangannya keseluruh penjuru ruangan dan mendapati Dina sedang tidur meringkuk di sofa ujung Ruangan. “Dina Disini?”
Reynald menatap Dina dengan tatapan sendunya. “Iya, dia mau menemaniku nungguin mama disini.”
Allea menatap Reynald dengan tatapan lembutnya. “Jaga dia Rey.. Dina wanita baik.” Dan pada saat itu juga tubuh Reynald menegang. Bagaimana mungkin dia menjaga Dina sedangkan dirinya harus menikah dengan wanita yang menolong ibunya???
“Mama nggak usah banyak pikiran Ya.. mama istirahan saja.”
“Kamu ada masalah?”
“Enggak kok Ma..” Jawab Reynald sambil tersenyum.
Allea tersenyum sambil mengangguk. Lalu Allea kembali memejamkan Matanya, mungin efek obat atau apalah yang membuatnya lemah dan ingin kembali tidur.
Reynald menghela nafas panjang, menatap Mamanya dan juga Dina kekasihnya secara bergantian. ‘Maafkan aku Dina.. bagaimanapun juga Rasa sayangku terhadap Mama lebih besar dibandingkan dengan rasa Cintaku padamu.’. pungkas Reynald dalam Hati.

***

Siang ini Clara sengaja makan siang dengan sang kekasih. Boy, Fotografer yang biasa memotretnya. Sejak pagi Mood Clara sudah buruk karena Cincin berinisial tersebut. ditambah Lagi Boy yang sengaja mengajaknya makan siang bersama dengan beberapa modelnya membuat Mood Clara semakin buruk.
“Kamu kenapa Sayang? Kok Manyun gitu.”
“Apa kamu nggak lihat makananku nggak enak gini? Membosankan sekali.” Kata Clara sambil mendorong piringnya yang berisi salad tersebut.
“Kamu bisa pesan makanan lain kok.”
“Kamu pengen lihat aku gendut? Lagian kenapa sih kamu ngajakin mereka? Bukankah ini kencan kita?” Clara menatap bebebrapa Model wanita Boy yang duduk di meja ujung Restoran tersebut dengan tatapan tidak suka.
“Kamu cemburu ya..” Boy mencoba menggoda Clara.
“Please Boy.. Nggak ada kata cemburu dalam kamusku.”
“Oke, tapi aku cemburu dengan lelaki yang tadi malam seenaknya membawa kabur kamu.” Kata Boy dengan nada yang dibuat marah.
“Dia tunanganku.”
“Apa?? Kamu jangan bercanda.”
“Apa kamu pikir aku type orang yang suka bercanda? Dia memang tunanganku Boy. Tapi hanya untuk mengakali Daddy..”
“Aku masih nggak ngerti Cla..”
“Sampai kapanpun kamu nggak akan ngerti tapi please… Jangan tanya masalah ini lagi. Yang penting aku sukanya sama kamu bukan sama dia. Oke..” pungkas Clara tanpa ingin di bantah. Tapi tentu saja itu tidak mengurangi rasa cemburu Boy pada lelaki tersebut.

***

Reynald mengemudikan Mobilnya dengan Dina duduk disebelahnya. Reynald bahkan tak berhenti menggenggam tangan Dina saat mengemudikan mobilnya kini, membuat Dina sedikit tak nyaman dengan kediaman Reynald.
“Mas Rey ada masalah?” Dina memberanikan diri bertanya pada Reynald.
Reynald bingung haruskah dirinya memberitaukan keadaannya kini pada Dina atau tidak. Akhirnya Reynald hanya menggeleng lalu mengecup singkat punggung tangan Dina.
“Aku tau Mas Rey ada masalah, Aku mengenal mas Rey sejak kecil.”
Reynald menghela nafas panjang lalu menepikan Mobilnya. Sepertinya memang harus mengatakan semuanya saat ini juga supaya Dina tidak semakin tersakiti. Pikir Reynald.
“Oke, aku memang ada masalah. Masalah tentang hubungan kita.”
“Ada apa dengan kita?”
“Kita putus saja.” Kata Reynald cepat sebelum dia berubah pikiran.
Dina hanya diam ternganga saat Reynald dengan mudahnya memutuskan hubungan mereka. Kenapa?? Apa Reynald malu memiliki kekasih seorang anak pembantu sepertinya?? Apa Reynald udah mencintai wanita Cantik dari pada dirinya?? Kenapa Reynald setega itu?? Dan masih banyak kata Kenapa yang menari-nari di pikiran Dina saat ini.

 

-TBC-