Love In The Dream – Chapter 5 (Rasa Apa Ini..??)

Comments 7 Standard

LITD2Love In The Dream

Chapter 5

-Rasa apa ini..??-

Alisha terbangun seutuhnya dengan keringat dingin, Jantungnya berdebar lebih cepat, Raut wajahnya menampakan Rasa ketakutan yang mendalam. Mimpi apa itu?? Bagaimana mungkin dirinya bermimpi seperti itu.
Mimpi itu terasa begitu nyata. Alisha memimpikan sang kakak Bersanding dengan bahagia bersama dengan Brandon, Lelaki yang baru di kenalnya. Dan entah kenapa Alisha merasa tidak Rela.
“Baru bangun Al..? Tuhh sudah di tunggu sama Lelaki kemarin.” Kata Felly yang sudah masuk kedalam kamarnya.
Alisha mengernyit. “Lelaki kemarin?”
“iya.. lelaki yang dari kemarin ngajakin kamu makan siang terus.”
“Ohh.. Brandon.”
“Al.. Dia Keren juga Loh..”
“Sial.. Dia Tunangan Kakak kembarku. Udah sana pergi aku mau mandi dulu.”
“Huhhh dasar,” Gerutu Felly sambil meninggalkan Alisha.

***

Alisha keluar dan mendapati Brandon sudah duduk dengan gagahnya didalam ruang tamunya yang kecil. Yaa… Alisha dan Felly hanya bisa menyewa rumah yang sedeerhana seperti ini jika mengandalkan gajih mereka dari pekerjaan Masing-masing.

Sebenarnya Felly adalah seorang gadis dari kalangan berada seperti dirinya. Fellysia Puteri Revano. Tapi entah kenapa Felly lebih memilih tinggal di daerah kumuh seperti ini bersama dengannya. Felly tidak memiliki hubungan yang buruk kepada kedua orang tuanya seperti Alisha dan orang tuanya. Orang tua Felly bahkan setring mengunjungi Mereka di rumah kontrakan ini. tapi Alisha masih tidak tau apa Alasan Felly tinggal di tempat seperti ini.

“Sudah menunggu Lama?” Tanya Alisha sambil menghampiri Brandon.
Brandon tersenyum. “Lumayan. Kamu bangun siang terus?”
“Tentu saja, aku kerja malam Brand. Ayo pergi.” Ajak alisha yang langsung diikuti Brandon di belakangnya.
“Kita kemana kali ini?” tanya Alisha ketika sudah didalam mobil Brandon. Beberapa hari setelah Makan siang dengan Kakaknya waktu itu, Brandon selalu mengajaknya makan siang di tempat-tempat Mahal. Tentu saja tanpa Sungkan lagi Alisha menerima ajakan Brandon. Keluar dari rumah dan hidup sederhana dengan serba kekurangan membuat Alisha merindukan masakan-masakan mahal.
“Kita ke bandara.”
“Kenapa?” Alisha sedikit terkeejut.
“Nisha berangkat ke kuala lumpur Hari ini.”
“Apa?? Bukankah itu masih akhir minggu ini?”
“Keberangkatannya Dipercepat.” Jawab Brandon kemudian.
Alisha langsung membenarkan penampilannya. “Astaga.. jika tau ke bandara, mungkin aku akan berenampilan lebih baik lagi.” Gerutu alisha.
“Kamu Cantik Kok.”
Alisha sedikit terkejut dengan perkataan Brandon, entah kenapa dirinya menjadi sedikit salah tingkah. Tapi itu tidak berlangsung Lama, Alisha lantas membentengi dirinya kembali hingga tidak jatuh pada pujian Brandon. Ingat Al.. Dia tunangan Kakak kamu.. bisiknya dalam hati.
“Heii… Kamu sudah punya tunangan, ingat itu.” Kata Alisha mencoba seketus mungkin.
Brandon tersenyum. “Aku tau, tapi sepertinya Kamu salah tingkah.”
“Hahhahahhaa Please.. Brand, kamu bukan Type Lelaki idamanku.”
“Lalu apa Type lelaki idamanmu?”
“Yang jelas, dia tidak terlalu kaku dengan Kemeja sepertimu, Dan juga tidak membosankan seperti Lelaki kantoran pada umumnya.”
“Jadi menurutmu aku terlalu kaku dan Membosankan?”
“Yuuppss… Dan terlalu tua hahhaha” Kata Alisha sambil tertawa lebar.
Brandon lalu menepikan Mobilnya dan memberhentikan Lajunya.
“Kenapa Kita berhenti disini?” Tanya Alisha sedikit heran.
Brandon lalu mebuka SeatBelt yang dikenakannya lalu mendekatkan wajahnya kearah Alisha. Mebuat Alisha gugup setengah mati karena kedekatan mereka.
“A.. Apa yang Kamu lakukan,, Brand..” Alisha serpatah-patah saat mengucapkan Kalimat tersebut.
Brandon tersenyum Menyeringai. “Jadi… Kamu lebih suka Bad Boys dari pada Good Boys..?” Brandon bertanya penuh dengan penekanan, dan masih mendekatkan wajahnya kearah Alisha.
Alisha semakin meringsut kesisi Mobil untuk menjauhi Brandon. Tapi di sisilain dirinya tidak mau kalah dengan Brandon. “Te.. Tentu saja… Bad Boys Lebih keren menurutku..” Alisha masih saja terpatah-patah meski dirinya sudah bersikap setenang mungkin dengan kedekatan mereka.
Brandon tersenyum mengejek. “Kamu belum mengenalku Al.. Aku bisa lebih buruk dari pada ini.”
“Benarkah?? Aku nggak takut.”
Lalu ‘Cuuupp’.
Bibir Brandon Mengecup Bibir Alisha singkat. Kecupan singkat itu mampu membuat Alisha ternganga. “Kamu belum mengenalku Al..” Kata Brandon lagi tepat di telinga Alisha. Lalu Brandon kembali ketempat duduknya dan kembali mengemudikan mobilnya sambil sesekali tersenyum melihat Alisha yang masih Merah padam.
Sedangkan Alisha sendiri tidak tau Apa yang terjadi denganya. Tubuhnya menegang, Bisikan Brandon seakan menghantarkan sesuatu yang membuat semua bulu di lehernya meremang, Kecupan singkat Brandon membuatnya seakan-akan dialiri puluhan ribu Voltase listrik, membuatnya hanya bisa Diam, tak dapat mencerna apapun dalam pikirannya. Jantungnya… Ohh jangan ditanya lagi, detakannya Seakan-akan sudah seperti Bom yang akan meledak.
Rasa apa ini…?? Rasa ini rasa yang tidak pernah Alisha rasakan sebelumnya…

***

Alisha masih diam membatu ketika duduk di ruang tunggu bandara di sebelah Brandon. Alisha terlihat sangat gelisah dan tidak nyaman dalam duduknya, dia tidak berani mengangkat Wajahnya hanya untuk sekedar melihat Brandon. Ada apa ini??
Berbeda dengan Brandon yang malah nampak ceria dan tidak pernah berhenti menyunggingkan senyumannya. Apalagi ketika melihat Alisha yang masih sedikit salah tingkah dan juga memerah karena kelakuannya yang sedikit mengejutkan tadi.
“Kalian sudah lama? Maaf aku telat.” Kata seorang wanita yang tak lain adalah Anisha.
Brandon menghampiri Anisha dan membawakan koper yang di seret Anisha. “Kami baru samapai juga Kok.” Kata Brandon dengan lembut.
Entah kenapa Alisha sedikit risih dengan pemandangan yang ada dihadapannya tersebut. “Kenapa berangkat sekarang Kak?”
“Dari pihak rumah sakit memajukan semuanya.” Kata Anisha yang kini sudah berdiri tepat dihadapan Alisha. “Al.. Aku titip Brandon yaa… Kalau dia nakal telepon aku.” Kata Anisha sambil tersenyum simpul.
Alisha merasakan perasaan Aneh saat Kakaknya meengucapkan kalimat tersebut. “Tenang saja Kak, Kak Nisha nggak usah khawatir. Dia Aman denganku.” Lalu keduanya tertawa sambi berpelukan.
Waktu Chek in pun tiba, Anisha berpamitan dengan Brandon dan Alisha. Saat Anisha akan masuk untuk Chek In, Brandon memiliki suatu ide didalam pikirannya. Dikejarnya Anisha, lalu Brandon memeluk Anisha erat-erat seperti sepasang kekasih yang akan berpisah.
“Ada apa Brand..?” Bisik Anisha sedikit risih.
“Maaf, Mungkin ini sedikit keterlaluan.” Kata Brandon sambil tersenyum lalu diikuti Ciumannya tepat di kening Anisha. “Terimakasih sudah memepercayakan Adikmu untukku.” Kata Brandon sambil tersenyum.
Anisha tersenyum. “Jadi kamu ingin membuatnya Cemburu?” Tanya Anisha yang juga ikut tersenyum. Brandon mengangguk. “Kalau begitu maaf juga tentang ini.” Anisha Berjinjit dan mengecup Pipi Brandon dengan lembut. “Semoga Berhasil Brand..” Bisik Anisha di telinga Brandon.
Keduanya lalu sama-sama tersenyum dan saling melambaikan tangan layaknya sepasang kekasih yang sedang berpisah. Mereka melupakan Alisha yang berdiri sendiri sedikit jauh dari tempat Mereka saling mengecup mesrah tadi. Alisha berdiri membatu, Telapak tangannya tanpa sadar meraba dadanya yang entah mengapa terasa nyeri melihat pemandangan tersebut..
Alisha berbalik dan pergi begitu saja meninggalkan Brandon yang masih asyik menatap kepergian Anisha, Kakaknya. Perasaannya Kacau, entah kenapa bisa seperti itu Alisha sendiri tak tau. Yang alisha tau adalah saat ini dirinya membutuhkan Cokelat atau makanan manis lainnya untuk menghilangkan Rasa pahit dalam hatinya.

***

Brandon mengelilingi Bandara dan masih tidak menemukan Dimana Alisha berada. Sial…!!! kemana perginya wanita tersebut..?? sudah berkali-kali dirinya menghubungi Alisha tapi Alisha tetap tidak mengangkatnya.
Brandon masih berkeliling, lalu pandangannya tertuju pada sebuah Cafe lebih tepatnya kedai cokelat dan Ice Cream disebuah di ujung bandara. Disana ada seorang wanita yang duduk sendiri dengan berbagaai macam menu di mejanya.
Ujung bibir Brandon tertarik keatas menampilkan sebuah senyuman menawanya saat mendapati wanita yang dia cari berada dalam kedai tersebut. Brandon ahirnya menghampirinya dan duduk tepat di hadapan Alisha.
“Apa Kamu tau Kalau aku sejak tadi mencarimu? Kamu malah asik-asikan makan disini.” Kata Brandon sambil menghela nafas leganya.
“Aku lapar.” Jawab Alisha Cuek tanpa memandang kearah Brandon, bahkan Alisha masih saja menyantap Ice Creamnya dan Muffin Cokelat di hadapannya.
“Kalau Kamu lapar kenapa Hanya makan Ice Cream?”
“Memangnya kenapa, Bukan urusan kamu Kan?” Dan keketusan Alisha membuat Brandon tertawa. “Kamu Gila?” Alisha tampak kesal saat mendapati Brandon malah menertawakan Dirinya.
“Enggak, Kamu lucu Saja.” Kata Brandon yang saat ini sudah tersenym penuh Arti. “Besok malam Kita akan kerumahku untuk bertemu orang tuaku, Ingat Kamu harus perbaiki penampilah kamu.”
“Apa, kenapa Aku harus kesana?”
“Bukankah Kamu janji mau menggantikan kakak kembarmu saat dia tidak ada?”
“Ya tapi Kenapa harus aku yang kerumahmu? Kenapa bukan Kak Nisha sendiri ?”
“Jadwal pertemuannya di jadwalkan Besok, dan ternyata keberangkatan Nisha di percepat, akhirnya Besok aku sudah mulai menggunakan jasa kamu.”
“Jasa..??”
Dan Brandon hanya tersenyum mengangguk.`”Pokoknya besok siang Kujemput.” Kata Brandon tak bisa di ganggu gugat.
“Brand.. Emm… Kamu beneran serius sama Kak Nisha.?? Maksudku..”
“Tentu saja aku serius, Apa kamu nggak lihat tadi bagaimana mesrahnya kami??”
Alisha mencoba tertawa meski Hatinya sedikit perih. “hahha Mesrah?? Yang seperti itu kamu bilang mesrah?? Kamu Kuno Brand..”
Brandon mengangkat sebelah alisnya, “Lalu bagaimana Mesrah menurut kamu?”
“Tentu saja lebih dari itu..” kata Alisha sambil Menyendok ice Creamnya kembali.
“Maksud kamu seperti ini.??” Brandon berdiri lalu mencondongkan Badanya kearah Alisha, mengangkat dagu Alisha dan tanpa permisi menyambar Bibir mungil Alisha yang masih penuh dengan Ice Cream Coklat. Ciuman Panas tapi terasa dingin karena Ice Cream tersebut, Menggairahkan dan juga manis.. astaga.. Alisha bahkan tidak menyangka Brandon akan melakukan Hal ini di depan Publik.
Brandon Mengakhiri Ciumannya , mengusap ujung bibirnya yang ternyata ikut belepotan karena Ice Cream cokelat milik Alisha, tanpa sedikitpun meninggalkan Senyuman puasnya. “Bagaimana, Apa Kamu sudah mengenalku??” Tanya Brandon dengan Seringaiannya.
Sebenarnya Alisha sangat Gugup, tapi tentu saja Alisha berusaha menutupi kegugupannya. Dia tak mau Brandon merasa menang atas dirinya. “Mengenal, Apa maksud Kamu?”
“Bahwa aku bukan Lelaki Kaku, membosankan Tua dan Kuno seperti yang kamu bilang.”
“Ohh Yaa..???” Alisha masih saja tak bisa menghentikan detakan jantungnya yang semakin menggila.
“Kamu mau lebih??”
“Apa..??” Alisha terbelalak ketika Brandon mengucapkan Kata ‘Lebih’. Tentu saja Alisha tau Apa maksud dari Brandon tersebut. Apakah Brandon bukan lelaki baik-baik seperti yang terlihat pada penampilannya?? “Jangan-jangan.. Kamu dan Kak Nisha Sudah…”
“Hahhaha Kamu jangan berfikir aneh-aneh. Jika aku mencintai seseorang, Aku hanya akan mencium keningnya. Itu saja.”
“Aku nggak Percaya, Kamu tadi menciumku mana mungkin Kamu nggak pernah Mencium Kak Nisha..”
“Karena aku mecintai Nisha, Bukan mencintai Kamu.” Kata Brandon penuh penekanan dengan menyunggingkan senyuman Misteriusnya.
Kata-kata Brandon entah kenapa membuat Alisha sedikit Sakit. “Jadi Kamu..”
“Lupakan.” Brandon memotong Kalimat Alisha sambil bergegas menarik Alisha berdiri. “yang penting mulai sekarang, Kamu menjadi tunangan Palsuku. Ayo sekarang kuantar pulang.” Brandon menggandeng pinggang Alisha dengan mesrah dan mulai pergi meninggalkan Kedai tersebut.
Perasaan Alisha saat ini tentu saja tak karuan, sedikit sedih saat mengingat semua ini Sandiwara.. tapi entah kenapa Alisha juga merasa senang bisa sedekat ini dengan Lelaki disampingnya tersebut. Astaga… Perasaan apa ini??? Rasa apa ini..??

_TBC_

Jangan Lupa Vote dan Coment Yaa… Btw sedikit Info.. Untuk My Brown Eyes, mungkin nggak akan Update akhir2 ini karena aku maunya nyelesein dulu sampek End baru di Update secara berkala,,, Itu cerita soalnya berat nggak kayak cerita ini yang ringan dan gampang di bolak balik… heheheh jadi maaf yaa lama updatenya nanti.

That Arrogant Princess – Chapter 1 (Bertekuk Lutut dihadapanmu..)

Comments 16 Standard

TAP2That Arrogant Princess

Chapter 1

-Bertekuk lutut dihadapanmu..-

 

“Bagaimana mngkin bisa rusak seperti ini.?? Ahhh Kalian benar-benar Bodoh. Mily.. Pecat mereka semua.” Teriak Clara yang belum juga berhenti mengomel pada beberapa Asistennya.
Clara sangat sebal, bagaimana mungkin baju kesayangannya yang di belinya dari luar Negeri rusak begitu saja karena keteledoran beberapa Asistenya??
“Ada apa sih Cla… apa kamu bisa berhenti mengomel sehari saja.? Kata Mily yang merupakan Manager sekaligus teman terdekat Clara.
“Mereka Bodoh Mil, Lihat bajuku seperti ini, bahkan gaji mereka setahun pun tidak cukup untuk membayar Laundy buat baju ini.” Gerutu Clara.
“Kamu berlebihan Cla, ini bisa diperbaiki.” Kata Mily sambil memeriksa Baju Clara terebut.
“Whatt.?? Di perbaiki.? Kamu pikir aku mau pakai baju yang di daur ulang?” Clara semakin kesal dengan ucapan Mily. Ya.. tertu saja dirinya tak iingin memakai baju yang sudah pernah rusak. Dirinya merasa menjadi Model TOP papan atas di negeri ini mana mungkin dirinya mau terlihat cacat sedikitpun dalam hal Fashion.
“Maaf Cla.. aku nggak bermaksud.”
“Dengar Yaa Mil.. Kamu memang Manager dan temanku, tapi aku cukup tersinggung saat kamu bilang baju itu bisa diperbaiki. Bagaimanapun juga seorang Clara Adista harus selalu terlihat sempurna.”
“Iya Cla.. aku tau.. Maaf ya.”
“Oke, Tapi aku mau mereka dipecat.” Kata Clata tak bisa di ganggu gugat. Dan tanpa menunggu jawaban dari Mily, Clara pergi begitu saja meninggalkan Mily dengan beberapa Asisten yang kini sudah menangis karena akan kehilangan pekerjaan.
***
Reynald menancap Gas Mobilnya hingga melaju lebih cepat lagi. Yaa… saat ini waktu adalah hal terpenting untuk dirinya mengingat sang mama sedaang berjuang untuk Hidup.
“Bagaimanapun juga aku harus mendapatkan Darah wanita itu.” Gumam Reynald sendiri. Lalu tiba-tiba dirinya ingat kata sang Dokter tadi.

“Pak Reynald apa tidak sebaiknya mencari darah Orang lain Saja, saya akan beruaha mencari kontak yang lainnya siapa tau ada yang lain selain wanita itu, saya sangsi Pak.” Kata Dokter tersebut dengan wajah sedikit ragu.
“Jika Mama saya membutuhkan sesuatu walaupun itu ada di Neraka, saya akan mengambilkannya Dok. Lagipula bukankah waktu sekarang yang terpenting, Kalau Dokter mencari lagi bukankah itu akan lebih lama, dan belum tentu juga ada nama lain selain nama wanita itu.”
“Tapi Pak, dulu pernah ada kejadian seperti ini, Dan Clara Adista diminta dengan sangat untuk mendonorkan Darahnya, tapi ternyata dia menolak hingga pasien tak bisa bertahan.”
“Apapun akan saya lakukan untuk keselamatan Mama saya, apapun itu.” Tegas Reynald sekali lagi.

Ya.. tentu saja, Allea adalah segala-galanya untuk Reynald. Apapun yang terjadi Reynald Harus mendapatkan Darah Wanita tersebut. Reynald sedikit tersentak saat mendapati teleponnya berbunyi. ‘My Love’. Astaga… Reynald bahkan lupa memberi kabar terhadap kekasihnya tersebut.
“Hallo sayang..”
“Mas Rey ada dimana. Kok Nggak pulang, Ibu juga belum pulang.”
“Dina, Mama.. Mama kecelakaan. Sekarang Mama butuh darah dan aku masih di jalan, mencarikan Darah untuk Mama.”
“Astaga.. kenapa bisa..”
“Tenang sayang, Mama akan baik-baik saja. Aku akan melakukan apapun untuk menolong Mama.”
“Kalau Bapak Telepon, Apa yang harus saya bilang Mas?”
“Kasih tau saja jika aku dan Mama sedang menghadiri sebuah Pesta, aku nggak mau Papa kepikiran dan pulang dalam keadaan kacau karena menghawatirkan Mama.”
“Iya Mas.. Mas Rey hati-hati ya..”
“Iya sayang.. I Love You..”
“I Love You too.”

Lalu teleponpun di tutup. Reynald menghela nafas panjang. Ya tuhan… Mamanya harus kembali seperti semula sebelum Papanya yang tugas di luar kota pulang. Mamanya juga harus sembuh karena Reynald sebenarnya akan memberikan kejutan spesial untuk semuanya.

Reynald sebenarnya sudah menjadwalkan jika bulan ini dirinya akan melamar Dina dihadapan semua orang yang ada dirumahnya. Ardina.., Wanita yang dikenalnya sejak kecil. Teman masa kecilnya. Anak dari pembantunya yang sekarang menjadi kekasihnya.
Wanita itu benar-benar mirip dengan sang Mama, lugu, cantik, lembut dan Baik. Reynald merasa menemukan Mamanya pada sosok Dina. Dan Reynald tak bisa memungkiri jika perasaan cintanya terhadap Dina semakin membesar setiap harinya.

Papanya pernah berkata, Jika Cinta datang begitu saja, tidak akan memandang mana yang sempurna mana yang tidak sempurna. Sama halnya dengan belahan jiwa, bisa siapa saja. Contohnya belahan jiwa Papanya ternyata adalah Mamanya yang teryata dulu hanya sebagai tukang bersih-bersih di Apartemenya. Itu sebabnya Papanya tidak pernah melarang Reynald berhubungan cinta dengan siapapun walau orang itu tidak memiliki status sosial yang tinggi seperti Dina.

Ahh.. lupakan masalah itu dulu, Bukankah sebentar lagi Dina akan menjadi miliknya?? Yaa.. tentu saja. Saat ini yang utama hanyalah kesembuhan sang Mama supaya dapat melihat dirinya bersanding dengan wanita yang dicitainya tersebut.

Reynald menambah kecepatan Mobilnya lagi supaya dirinya dapat dengan cepat bertemu dengan wanita yang bernama Clara Adista,satu-satunya Wanita yang dapat menyelamatkan Mamanya.

***

‘Ckreekk..’

‘Ckreekk..’

“Good Job Cla.. Good Job..” Kata sang Fotografer sambil menghampiri Clara lalu mencium pipinya tanpa menghiraukan banyaknya orang di studio foto tersebut.
“Siaal..!! Main cium sembarangan,” Kata Clara yang langsung mengusap bekas ciuman sang fotografer di pipinya dengan sebuah tissue.
“Astaga Cla.. Kita sudah dua bulan pacaran.” Kata Sang fotografer sambil berbisik ditelinga Clara. Yaa tentu saja mereka berdua tidak ingin ada yang tau tentang hubungan mereka.
“Helloo.. Boy, Walau kita sudah pacaran, kamu nggak seharusnya main cium Aku. Aku nggak suka kotor.”
“Jadi kamu pikir bibirku kotor.”
“Kamu habis minum Kopi Boy.”
“Oke, aku kalah.” Kata lelaki yang bernama Boy tersebut, yaa.. dirinya tidak ingin berdebat semakin jauh dengan Clara, Wanita cerewet dan sombongnya minta ampun.
“Cla… Daddy telepon.” Kata Mily sambil membawakan Clara ponselnya.
“Sial.. Dia pasti menagih janjiku.” Gerutu Clara. Clara lalu menjauh keujung ruangan di depan jendela “Hallo Dad..” sapa Clara terhadap ayahnya yang sedang meneleponnya.
“Bagaimana Sayang, apa kamu masih ingat janjimu dengan Daddy daa Mommy??” tanya suara di seberang.
“Oh Please Dad.. Clara masih banyak pekerjaan.”
“Ingat Clara.. Batas waktu kamu hanya sampai akhir minggu ini. Jika Kamu tidak membawa Lelaki Kriteria Mommy dan Daddy, maka kamu harus Vakum dari dunia permodelan itu dan masuk dalam dunia perbisnisan.”
“Ayolah Dad… Daddy menjadi sangat menyebalkan.”
“Kamu sudaah menjanjikan itu sejak setahun yang lalu Cla.. ingat.”
Dan dengan jengkelnya Clara memutuskan sambungan Teleponnya begitu saja tanpa memiliki rasa sopan santun sedikitpun. Hatinya terlalu kesal. Yaa tentu saja. Bagaimana mungkin dirinya bisa membawa lelaki Kriteria orang tuanya tersebut. lelaki kantoran yang saat membayangkannya saja mungkin akan sangat membosankan. Sialan..!!
“Cla.. Ada yang mencari.” Kata Mily menghampiri Clara.
“Siapa lagi Sih Mil..” Kali ini Clara sedikit berteriak sambil memutar badanya menghadap kearah Mily yang ternyata disana sudah ada seorang lelaki tak dikenalnya. Dia tinggi tegap, dengan wajah tampan namun terlihat sendu. Berpakaian Rapi dengan kemeja dan celana Khaki khas pegawai kantoran. Tidak, mungkin dia tidak akan terlihat seperti pegawai jika mengenakan setelan Jas, Kemejanya jelas terlihat mahal dan berkelas, meski sudah sedikit kusut, kancing atasnya sudah dibuka dan lengannya sudah digulung keatas seadanya membuatnya terlihat begitu Gagah.

“Clara Adista?” tanpa canggung lelaki tersebut maju menghampirinya. Siapa lelaki ini, kenapa dia bisa disini, masuk kedalam ruangan ini. ruangan yang jelas-jeelas terlarang bagi siapapun selain kru pemotretannya.

Clara menelan ludahnya dengan susah payah, entah kenapa lelaki dihadapannya ini sedikit mempengaruhinya. “Ya.. saya sendiri, anda siapa ya.. “ Jawab Clara dengan mengangkat Dagunya seakan-akan tak ingin terintimidasi dengan penampilan lelaki dihadapannya.

“Reynald Handoyo.” Kata lelaki tersebut sambil mengulurkan tangannya.
Mau tak mau Clara menyambut uluran tangan lelaki tersebut. dan setelah saling bersentuhan, entah kenapa Clara merasa ada sebuah aliran listrik yang merayapi tubuhnya. Apa ini??

***

Reynald menatap tajam wanita yang sedang bersalaman dengan dirinya. Wanita yang terlihat benar-benar Angkuh. Angkuh tapi cantik. Ya… pantas saja Wanita ini adalah wanita tersombong di negeri ini. Wajah dan tubuhnya sangat patut untuk disombongkan. Belum lagi gosip mengenai keeluarganya yang merupakan keluarga konglongmerat.
“Apa kita saling mengenal? Ada apa anda mencari Saya?” tanya Clara dengan Dagu yang tak berhenti diangkat menunjukkan betapa Angkuhnya dirinya.
“Maaf sebelumnya jika saya mengganggu. Saya mendesak. Saya.. Saya meminta anda mendonorkan sedikit Darah anda untuk Ibu saya.”
“Apa?? Siapa Anda berani-beraninya meminta hal itu pada saya.” Kata Clara dengaan angkuhnya sambil menyunggingkan sedikit tawa jahatnya.
“Saya Mohon, Saya akan melakukan apapun untuk kesembuhan Ibu saya.” Kata Reynald tidak ingin menyerah.
“Well… Maaf, Anda salah Orang. Sialahkan pergi.” Kata Clara Acuh dan sedikit ketus.
Tanpa di duga, Reynald Bertekuk lutut dihadapan Clara, Bahkan seluruh Orang didalam ruangan itupun mau tak mau melihat kearah mereka berdua.
“Apa ini, Kamu pikir dengan kaamu bertekuk lutut seperti ini saya mau mendonorkan Darah untuk ibu Kamu?? Lupakan saja.” Kata Clara sedikit muak dengan apa yang dilakukan Reynald.

“Saya Reynald Handoyo, CEO dari Handoyo Group Bertekuk lutut dihadapan Anda, meminta Anda untuk membantu Saya, Membantu ibu saya yang sedang sekarat dirumah sakit. Saya Mohon.. Saya akan melakukan apapun demi kesembuhan ibu saya.” Reynald benar-benar menurunkan harga dirinya demi kesembuhan sang Ibu.

Clara Mengernyit. CEO..? Handoyo Group..? tunggu dulu. Itu bukan nama perusahaan kecil. Beberapa kali Daddynya pernah berkata jika sangat senang bekerja sama dengan salah satu cabang perusahaannya. Clara sedikit menyunggingkan senyumannya saat sebuah Ide meluncur di otaknya.
“Kamu yakin akan melakukan apapun demi Darah saya??” tanya Clara kemudian.
“Saya yakin, apapun itu akan saya lakukan.” Jawab Reynald dengan tegas dan sungguh-sungguh.
“Baiklah..” Kata Clara kemudian. “Nikahi saya.” Lanjutnya lagi membuat Reynald tersentak dengan permintaan Konyol wanita dihadapannya tersebut.

-TBC-

Bagaimana Chapter perdananya..??? semoga suka yaa… btw sedikit info cerita ini akan slow update karena aku lagi ngebut nyelesaikan MBE… ok hanya itu saja,,, jangan lupa komen yaa…

That Arrogant Princess – Prolog

Comments 6 Standard

TAP2That Arrogant Princess

NB : haii… aku balik lagi nihhh dengan cerita baru… moodku sekarang sudah membaik jadi aku meluncurkan Chapter perdana ini untuk para Readers sekalian sebagai ungkapan terimakasih karena sudah mendukungku kemarin… terimakasih banget…. btw cerita ini sedikit berbeda lohh dari di sinopsis yang pernah aku share sebelumnya… awalnya aku ingin membuat kisah perjodohan gitu.. tapi ahhh kayaknya udah biasa.. hehhehe jadi ceritanya aku rombak ulang menjadi seperti ini… semoga kalian suka yaa… untuk yang sudah menunggu Brandon (LITD) dan juga Mike (MBE) sabar yaaa… hahhahahah

Prolog

 

“Ma.. Bertahan yaa Ma.. Bertahan..” Rengek Reynald yang matanya sudah penuh airmata menangisi Allea, sang Mama yang baru saja tertabrak oleh sebuah Mobil saat akan menyeberang jalan.
“Rey.. Jaga Papa Kamu yaa..” Kata allea dengan lemas.
“Enggak Ma.. aku nggak mau jaga Papa, Mama yang Harus Jaga Papa.” Kata Reynald masih dengan menagis.
“Mama sayang Kalian…”
“Ma… Mama… Mama…” Reynald berteriak keras saat Mata sang Mama tertutup Rapat.
Tidak, dirinya tidak boleh sampai kehilangan sang Mama. Reynald benar-benar sangat menyayangi Allea lebih dari apapun juga. Mamanya itu sudah seperti cinta pertama untuknya, Mamanya yang lemah lembut dan berhati putih Bak malaikat. Baagaimana dengan Papanya Kelak jika Mamanya meninggalkan Mereka..???
Reynald cukup lama berperang dengan pikiran-pikiran anehnya tentang kondisi sang Mama hingga dirinya tidak sadar jika sang Dokter sudah memanggilnya sejak tadi.
“Keluarga Ibu Allea..”
Reynald tersentak Kaget dan langsung berlari menghampiri sang Dokter. “Iya Dok, Bagaimana dengan Mama saya..?” Tanya Reynald penuh dengan kekhawatiran.
“Maaf, Ibu Anda kehilangan banyak Darah, dan saat ini beliau sedang sangat membutuhkan banyak Darah.” Kata Dokter tersebut.
“Ambil Darah saya sepuas Dokter, asalkan Mama saya sembuh Dok.”
“Masalahnya, golongan Darah Mama anda sangat Langkah. AB dengan Rhesus Negative. Dan saya tidak yakin bisa menemukannya dalam persediaan rumahsakit atau PMI.”
“Apa..?? Lalu saya Harus bagaimana Dok, Saya tidak mungkin membiarkan Mama saya pergi begitu saja.” Kata Reynald dengan Frustasi.
“Tenang pak, Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari donor darah tersebut.” Kata Dokter tersebut sedikit menenangkan Reynald.

***

Satu Jam berlalu tapi Dokter belum juga memberi kabar baik terhadapnya. Reynald masih berjalan mondar-mandir di luar pintu IGD. Dirinya Bersumpah akan melakukan apapun demi kesembuhan sang Mama, Ohh mama yang sangat disayanginya melebihi apapun didunia ini.
Dokter kembali dengan Raut tak terbacanya. Reynald segera menghampiri Sang Dokter. “Maaf pak Reynald, Sepertinya ini akan menjadi berat untuk Anda.”
“Apa maksud Anda Dok..??”
“Kami sudah berkeliling mencari darah tersebut pak, tapi tidak ada pendonor, Dan darah ini memang sangat susah ditemukan, hanya 1% penduduk di negara ini yang memiliki Darah langkah seperti ibu Anda.”
Reynald terduduk, kakinya terasa lemas, dan Reynald tak kuasa menahan tangisnya. “Lalu apa yang harus saya lakukan Dok..”
“Pak, Hanya ada satu nama yang mungkin bisa menolong ibu Anda.”
Reynald Sontak berdiri kembali menatap Dokter penuh harap. “Siapa Dok..? Siapa? Saya akan melakukan apapun Demi Mama saya supaya orang itu mau mendonorkan Darahnya.”
“Dia… Clara Adista, Model papan atas di kota ini yang terkenal dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya.” Kata dokter tersebut dengan tersenyum.
“Darimana Dokter tau Darahnya bergolongan sama dengan Mama saya.”
“Dia pernah tes darah di rumah sakit ini, dan kami akan menyimpan setiap data orang yang memiliki golongan Darah langkah.”
“Saya butuh Kontaknya, dan saya akan menemuinya saat ini juga.”
“Tapi Pak, Clara Adista terkenal sebagai wanita yang…”
“Saya Tau.” Reynald memotong kalimat sang dokter tersebut. “Saya Akan malakukan Apapun untuk menundukkan Kesombongannya.” Desis Reynald penuh tekat. Yaa dia akan melakukan apapun demi mendapatkan Darah untuk Mamanya walau itu harus berurusan dengan Wanita tersombong di negeri ini, Clara Adista…

-TBC-

SAYA BENCI PLAGIATOR (The Lady Killerku Di Plagiat)

Comments 9 Standard

Aaplagiat1

 

Haii… maaf hari ini aku nggak update Cerita tapi malah curhat.. nggak papa yaa…  kenapa aku nulis dengan judul di atas??? pasti sebagian dari teman-teman sudah tau kan kenapa aku nulis tentang hal ini mengingat baru kemarin hari aku mengalaminya.

Yuuppsss… salah satu ceritaku yang mungkin pernah teman-teman baca ternyata Di Plagiat, di Jiplak, Di Copast, atau apapun itu namanya, dengan DUA orang sekaligus. Hebat kan..??? Hebat..??? Hebat dari HOngkong..?? Rasanya tuhh sakiiiiiiiitttttt bangett… Aku udah capek2 ngetik, kadang sampek begadang, kadang juga saat jualan aku menyempatkan diri buka Laptop jika ada ide tulisan yang tiba-tiba muncul, kadang jenuh saat tiba-tiba menemui jalan buntu dan enggan melanjutkan itu cerita. tapi DUA orang itu seenaknya menCOPAST tulisanku dan -Secara tidak langsung- mengaku jika itu Karyanya.

Kalian mungkin pernah membaca Novelku yang berjudul “The Lady Killer”. Novel dewasa bergenre Metropop dengan Cast Dhanni Revaldi dan Nessa Arriana. Yuuppss… itulah Novelku yang sedang di jiplak oleh seseorang…
dhannesss-1_Tlk Cover new12321303_1096393880379258_6013373791260930497_n  dhanness2  tlknewCovertlk

Di atas Adalah Cover2 The Lady Killer Real Entah itu versi di Blog Di wattpad, di E-Book Playstore maupun versi buku novelnya.

1453916080380  Screenshot_2016-01-28-15-32-00

Sedangkan ini Adalah salah satu Lady Killer Bentuk Plagiatnya.. bisa dibilang Versi Instagramnya karena dia Copast dan di Share di Instagram. Bagaimana kasus ini bisa terkuak..???? Awalnya beginii…

Kemaren.. Rabu sore, Aku mendapat Inbox di wattpad dari salah satu pembacaku. Aku sebut namanya disini yaa… Namaya @AyuPutriWulandari (Sekali lagi makasih bgt buat kamu jika kamu membaca Artikelku ini) Dia Inbox bertanya tentang asal-usul cerita The lady killer, tentu saja aku menjawab Kalau itu karyaku sendiri bahkan sudah terbit di sebuah penerbit E-Book di Playstore (Yang Belom Download, Harus Download yaa.. #Maksa #LohhMalahNgelantur) dengan Nama penulis ZENNY ARIEFFKA. Akhirnya dia bercerita jika ternyata dia pernah membaca ceritaku ini di sebuah aku di Instagram dengan Nama pemain berbeda. Saat itu aku masih santai tuhh.. kupikir ahh mungkin cuma sama ide cerita karena Ide The Lady Killer ini kan ide cerita yang sangat umum, tentang perjodohan dan cinta segitiga. tapi Akhirnya entah kenapa perasaanku kok jadi nggak enak yaa…

Aku korek2 terus tuh inFo dari Ayu ini.. ayu Cerita katanya Cerbung (Di Instagram Novel The Lady Killer ini dijadikan Cerbung Oleh Plagiatornya) The lady Killer ini Bagus Bgt.. Banyak yang Komen dan menungu Updatan selanjutnya. Bahkan Ayu ini sangat suka dengan Cerbung tersebut. Saat itu Ayu iseng2 baca Di Wattpad dan ternyata nggak sengaja ketemu dengan ceritaku. Ayu sedikit Heran dengan judul yang sama, akirnya ayu Coba sedikit membaca Dan ternyata….. Boooommm Sama Persisss….

Ayu kembali ke IG dan komen bahkan DM @Cerbungaudimrs (Orang yang Plagiat The Lady Killer di Instagram). Bertanya keaslian Cerita The lady killer, apa Karyanya atau dia menjiplak, karena disitu tidak ada Nama SAYA selaku penulis Asli The Lady Killer. Hasilnya Si Atyu ini malah di Bully ama Yang Komen di sana Dan @Cerbungaudimrs membalas jika memang ide cerita dapat dari Wattpad dan itu sebagai Referensi dia menulis. Tapi ayu nggak percaya, Lalu Ayu kembali menghubungiku dan melapor jika Karyaku sudah di Jiplak dan di Publish di IG. Sebenarnya saat itu aku sedikit nggak percaya. Mana mungkin sihh ada orang yang mau menjiplak Karya abal-abal Saya… Akhirnya karena saya penasaran saya minta Tuhh alamat IG si plagiat tersebut. Ehhhh setelah saya cari ternyata IGnya sudah Di Private. Saya sedikit curiga dari situ. Jika dia benar-benar menerbitkan Cerbung Karyanya sendiri, kenapa dia Harus Memprivate IGnya..?? Bukankah itu sama saja menghalang pembaca untuk membaca ceritanya…???

akhirnya aku menghubungi Ayu lagi. aku tanya, apa Ayu yakin dengan tuduhannya itu. Lalu Ayu minta Contak Line aku, dan mengirimiku beberapa Gambar Screenshoot  IG si Plagiator tersebut.

1453916080380  ini gambar Kiriman Ayu, Saat kulihat sedikit terkejut, judulnya sama, apa mungkin ceritanya sama juga yaa… Rabu malam aku sudah nggak bisa tidur memikirkan Hal ini. Gimana cara buka IG itu Orang.. Plisss aku hanya ingin melihat saja. Lalu aku coba otak-atik itu IG, ternyata walau di Private aku masih bisa kirim Pesan buat si dia.. akhirnya aku coba kirim pesan Sesopan mungkin tanpa marah2 nggak jelas.

Screenshot_2016-01-28-07-37-48          Screenshot_2016-01-28-07-38-10

Apa bisa baca tulisan Screenshootku diatas, kalau nggak bisa karena kekecilan nggak papa, lupakan saja.. hhahahah yang jelas isinya aku ingin tau apa Benar IG dia memuat Cerita Novel karyaku. Akhirnya dengan mudah dia mengakuinya. dan dia langsung meminta maaf dengan pada Aku.. Okk.. Setelah itu aku minta untuk diijinkan melihat Isi dari IGnya dengan cara menerima Following ku. ternyata dia malah MemFollow akunku lalu ptak lama aku diterima sebagai Followingnya. Dari situlahh semua kesedihanku dimulai…. ini ScreenShootnya silahkan Dilihat sama persis atau tidak.

Screenshot_2016-01-28-15-32-00  ===>>  Screenshot_2016-01-28-15-34-54

Screenshot_2016-01-28-15-32-46  ===>>  Screenshot_2016-01-30-01-04-09

Kalau kalian bisa membuka gambar diatas pasti tau jika ini benar2 PLAGIATISME. Dia mengcopast semuanya dan baru sampai Chapter 12 (kalau ada didalam Novel)… Parahnya lagi dia mengganti nama pemeranku dengan nama Idolanya. Dhanni jadi Billy (Billy davidson) Nessa jadi Icha (Audi Marisha), dan Renno jadi Azof (Rangga Azof). keterlaluan memang. apalagi saat membaca para komentatornya yang rata2 penggemar AudiBilly.. Lalu aku minta sama @Cerbungaudimrs untuk menyertakan Namaku di dalam Ceritanya, dan juga menyertakan Nama penerbit sekaligus Link Downloadnya. dia pun menurutinya bahkan mengajak para pembacanya untuk mendownload NOvelku di Playstore. Kalian taau apa reaksi para pembacanya itu..?? Ada yang Comen “Kak.. Aku lebih suka baca disini dari pada di tempat lain, ayoo lanjut..” Ada juga yang komen “Aku sudah Download, tapi nggak asik.. nggak seru karena pemainnya Bukan Billy.” Dan banyak lagi komen menyakitkan dari parapembacanya..

Hellooooooo… Buat kamu-kamu yang pernah membaca cerita ini Di IG tersebut, dan komen disana dan nggak sengaja ketemu Artikel saya Ini TOLONG DENGARKAN YAAA….

“Saya Menulis Novel ini Ketika saya Membayangkan SOSOK KAK DHANNI, bukan Sosok BILLY, The Lady Killer Ada Karena Saya SELALU MEMBAYANGKAN SOSOK KAK DHANNI.. Jika Kamu nggak suka Maka Nggak usah Baca Itu Cerita The Lady Killer. Bikin saja cerita sendiri dengan pemeran siapapun yg kamu mau. Apa Kamu nggak Malu, Jelas2 Kamu membaca Hasil dari PLAGIATISME, tapi kamu masih menghina Karya Aslinya hanya karena Cast yang tidak sesuai dengan yang kamu Harapkan. Itu namanya Kamu mendukung seseorang untuk menjadi Plagiat. Dan Satu Lagi. Sampai Kapanpun Lady Killer Dalam Novel THE LADY KILLER hanya cocok diperankan Oleh KAK DHANNI Alias Chinawut Indracusin (Nama aslinya).”

Screenshot_2015-06-30-20-22-04-1 Screenshot_2015-06-30-20-24-13-1 tumblr_m5q04fFsAN1ryhc5ho4_r1_250

Jadi emosi saya saat mengingat komentar2 mereka di IG itu. huffttt…

lalu ternyata saya mendapat Inbox dari penerbit saya di Playstore, katanya itu cerita tetap harus di hapus walau sudah menyertakan nama penulis, penerbit, bahkan alamat Downloadnya… akhirnya saya memberi tau @Cerbungaudimrs jika dia tetap harus menghapus postingannya tersebut. Dan Alhamdulillah @Cerbungaudimrs mau menghapus Ceritaku tersebut dalam Akun IG nya (Terimakasih untuk kamu siapapun itu @Cerbungaudimrs).

@Cerbungaudimrs bahkan cerita sama aku katanya dia melihat cerita itu pertama kali di Fansbase CJR di Fb, dan cerita itu udah END disana. Saat itu dia baca salah satu komen yang mengatakan jika pernah membaca Cerita ini di Wattpad Akhirnya @Cerbungaudimrs ikutan meluncur ke wattpad dan bukannya pelapor padaku dia malah ikutan Mempagiat Cerita The Lady killer ku di IG.. Hadeehhh…

Satu fakta aku temukan ternyata ada Plagiatisme lain di FB.. Aku ubek2 tuhh Fansbase CJR di FB, dan sampai sekarang nggak ketemu. Aku juga meminta tolong dengan @Cerbungaudimrs untuk membantuku mencari Fansbase teersebut karena dia memang -Katanya- sudah tidak berhubungan dengan Fansbase tersebut. Namanya susah diingat, dan judulnyapun di ganti dengan judul bahasa indonesia.. Tapi @Cerbungaudimrs janji akan memberi tauku jika dia menemukan Akun tersebut….

Akhirnya Kasus ditutup dengan damai.. hehhehhe. Akun IG @Cerbungaudimrs pun sekaran sudah nggak ada. sebelum menghapus akun tersebut dia bahkan berpamitan dulu dengan ku,,, yaaa setidaknya suatu saat nanti dia berjanji akan menghubungiku dengan akun aslinya. dan saat itu tibaa aku mau berteman dengannya, membantunya kembali membuat Cerbung2 menarik tanpa harus memplagiat karya orang… Aku tunggu itu yaa @Cerbungaudimrs…

Dan untuk para pembaca.. aku mita tolong bgt yaa.. kalau pernah baca salah satu ceritaku di Akun lain selain blog ini, Playstore, Wattpad yang semuanya dan tidak dengan nama penulis ZENNY ARIEFFKA, Tolong kasih tau aku yaaa… Sebenarnya, aku sangat senang jika ceritaku di Remake Orang… karena aku pernah dengar dari seseorang, ‘Jika ceritamu di Remake Orang, atau karyamu di Plagiat seseorang, itu tandanya Cerita atau Karya yang kamu buat adalah Karya yang menarik.’ oke.. lupakan kalimat tersbut, karena menurutku pada dasarnya Ceritaku hanya cerita Roman yang biasa2 saja dan masih banyak banget kekurangannya. tapi tolong, Jika kalian ingin Meremake sesuatu karya Tulis entah itu karyaku atau karya author yang lainnya, TOlong Minta Izin terlebih dahululah pada si penulis aslinya.. Kalian nggak tau betapa sakit hatinya seorang penulis saat Cerita mereka dimuat disuatu media dengan Nama orang lain, Saat ada komentar membahagiakan datang dari seorang pembaca tapi bukan untuk pemnulis aslinya, saat Beberapa pembaca membandingkan dengan karya Aslinya… Rasanya sakitt,,, sedihh dan kecewa… jujur aja, kemaren aku sampek nggak makan lohh… da sesekali menangis.. terlihat Lebbay mungkin, tapi itulah yang kurasain saat itu….

Dan alhaamdulillah semuanya sudah selesei sekarang… Tinggal yang di Fansbase FB itu.. tapi sudah lah… nanti mereka juga akan kena batunya sendiri jika terus2an memplagiat Karya orang.

Pesanku adalah.. Seberapa bagus pujian yang kalian dapat, seberapa banyak Like yang kalian peroleh, semuanya hanya Sia-sia Jika Karya yang kalian tulis Tidak Lebih dari Karya Orang lain yang Kalian Plagiat… Aku lebih memilih Tidak memiliki banyak pembaca, tidak ada yang Like ceritaku, tidak ada yang Komen bagus dalam Ceritaku, tapi Ada kebanggaan tersendiri saat mengingat itu cerita terlahir dari pikiranku, Dari keringatku saat siang hari, dan juga dari rasa kantukku saat tengah malam….

Sekian dan terimakasih Dariku.. semoga ceritaku ini memberikan pelajaran bagi kita semua bahwa apapun itu perbuatan kita entah itu baik atau buruk, suatu saat nanti pasti ada imbal baliknya… apapun itu yang kita tutupi, jika itu tidak benar pasti akan terbuka juga….

#SalamSayang #KissHugFromAuthorGaje #AntiPlagiatisme

Camera 360

    Zenny Arieffka

Love In The Dream – Chapter 4 (Hatiku Memilihmu..)

Comments 5 Standard

LITD2Love In The Dream

Chapter 4

-Hatiku Mmilihmu..-

 

Brandon masih saja memandangi wanita yang duduk dihadapannnya kini tanpa sekalipun berkedip. Astaga.. Apa dia Angelku?? Apa dia yang hadir dalam mimpiku selama ini?? tapi entah kenapa Hatiku berkata lain?? Pikirnya kemudian.

“Maaf Pak Brandon, Apa nggak diminum kopinya.?” Tanya Anisha dengan lembut tak lupa degan senyuman mempessonanya.
Senyuman itu berbeda… Pikir Brandon lagi.

“Ohh iya, Maaf, Saya terlalu kaget.” Kata Brandon sambil menyeruput Black Coffe pesanannya. Yaamereka ini ada disebuah Cofeeshop tak tauh dari rumahsakit tempat Anisha bekerja.

“Ngomong-ngomong, Ada yang bisa saya bantu? Kenapa Pak Brandon mencari saya?” tanya Anisha langsung pada inti permasalahannya. Siang itu, Anisha sedikit terkejut saat mendapat telepon dari seorang yang tidak dikenal bernama Brandon. Brandon ingin mengajak Anisha bertemu, namun tentu saja Anisha menolaknya, taapi ketika Brandon berkata jika ini ada hubungannya dengan Alisha adik kembarnya, akhirnya Anisha menerima ajakan Brandon untuk bertemu dengannya.

“Panggil saja, Brandon. Saya tidak setua itu.” Kata Brandon sambil tersenyum. Astaga.. Berbicara dengan Anisha bahkan lebih mudah dibandingkan dengan berbicara dengan Alisha, kembarannya.

“Oke Brand, Apa kita pernah mengenal sebelumnya? Kenapa Kamu mencari saya?”

“Begini,” Brandon menarik nafas panjang dan memulai aksinya. “Saya bingung harus mulai bercerita darimana. Sebenarya saya mencari seseorang yang tidak saya kenal.”

Anisha tertawa lebar. “Bagaimana mungkin kamu mencari orang yang tidak kamu kenali?”

“Emm.. Saya mempunyai mimpi aneh, dan mimpi itu terjadi sejak lima tahun yang lalu setelah saya bangkit dari Koma hingga sekarang. Dan dalam mimpi itu saya melihat Kamu.. Emmm maksud Saya Alisha..”

“Kamu yakin itu Alisha??”

Brandon menunduk dan menggeleng. “Sungguh, ini benar-benar membuatku Gila, Bagaimana mungkin kalian bisa ada dua??”

“Memangnya seperti apa wanita dalam mimpi kamu itu??”

“Secara Fisik dan sikap, Dia seperti Kamu, Tapi… Aku merasa ada yang salah Disini. Aku merasa…..”

“Jika Alisha lahh wanita itu, benar bukan??” Brandon menatap Anisha dengan tajam lalu menganggukkan kepalanya. Yaaa tanpa di suruh entah kenapa Hati Brandon sudah memilih Alisha, padahal secara fisik jelas Alisha sangat berbeda dengan Angel dalam mimpinya.

“Apa yang akan kamu lakukan jika Alisha benar-benar wanita dalam mimpi kamu??” tanya Anisha secara langsung.

“Saya Akan menikahinya.” Jawab Brandon dengan cepat dan tegas. Naamun jawaban itu mampu membuat Anisha menyunggingkan senyumannya.

***

Alisha sedang melingkuk-lingkukkan tubuhnya. Kakinya menari dengan berjinjit-jinjit. Memakai Rok pendek yang mengembang dengan bulu-bulu Angsa sebagai hiasan di kepalanya. Hari ini dia menjadi seoraang putri angsa putih diatas panggung. Melangkah kesana kemari memperlihatkan lekukan indah dari tubuhnya.. tarianya terlihat beritu Harmoni dengan musik yang mengiringinya..

Ohh Balet… Adalah tarian yang sangat digemarinya sejak SMA… sejak sang Kakak ingin dirinya menggantikan Kakak kembarnya tersebut menari Balet karena terhalang oleh sesuatu.

Ekspressi manjanya terlihat begitu saja saat dirinya menari Balet.. Balet membuatnya berbeda dengan sosok yang selama ini dia bangun.. Balet membuatnya memiliki dunia tersendiri, dimaana tidak ada orang yang akan membedakannya denga sang kakak..
Alisha masih melanjutkan tariannya hingga sang pemain musik berhenti. Nafasnya tersenggal-senggal, tapi dirinya masih menyempatkan diri untuk membungkuk pada para penonton.

Penonton..?? Saat Alisha mengangkat wajahnya, hanya ada satu penonton di depan panggung besar tersebut, penonton tersebut tersenyum dengan mata berkilat penuh kekaguman dan juga tepuk tangan untuknya. Dia adalah lelaki itu, Brandon. Lelaki aneh yang selalu menyebutnya Angel.

Alisha ternganga mendapati Brandon yang kini sudah dihadapannya dan melihat semua tariannya. Astaga.. ini pasti akan sangat menggelikan bagi lelaki itu. Alisha ingin segera pergi dari panggung aneh ini, tapi nyatanya, tangan Brandon sudah lebih dulu meraih tangannya.

“Mau kemana??” Tanya Brandon dengan suara berat nan parau.
“Aku Harus pergi.” Kata Alisha dengan gugup.
“Kamu malu?? Kenapa Malu??”
“Tidak, aku tidak Malu..”
Brandon lalu mengangkat Dagu alisha.. “Alisha… Aku mencintaimu…” kata Brandon sambil mendekatkan wajahnya, lalu bibir merekapun akhirnya saling bertemu, saling bertautan seakan-akan tak bisa dipisakhan..

Alisha terjatuh dari ranjang mungilnya ketika Jam Weekernya berbunyi keras tanda jika dirinya harus segera bangun dari mimpi indah yang sedang dialaminya. Mimpi..?? Ahh sial.. kenapa dirinya bisa bermimpi aneh seperti itu?? Dengan lelaki itu???

Ah yaa Brandon… kenapa Dirinya jadi memikirkan Brandon?? Sejak awal bertemu di Bus tersebut, Alisha memang merasa ada yang aneh dari lelaki tersebut. Lelaki itu sangat mempengaruhinya, membuat jantungnya tak berhenti berdegup kencang.
Wajah tampan, perawakan yang gagah, penampilan yang menawan, suara beratnya, dan juga aroma tubuhnya benar-benar bisa di sebut dalam satu kata yaitu ‘Perfect’.

Semua yang ada dalam diri lelaki tersebut adalah Sempurna. Mana mungkin Alisha dapat menghindari kenyataan tersebut. hanya satu Hal yang membuat Alissha enggan berdekatan dengan Brandon. Brandon selalu menyebutnya dengan nama Lain, Angel.

Bisa saja Angel adalah istri Brandon yang sudah meninggal dan mirip dengannya dan Brandon ingin dirinya menjadi pengganti istrinya tersebut, atau bisa Jadi Angel dalah Kakak kembarannya yang bagaikan malaikat tersebut.

Alisha benar-benar sangat tidak suka jika dirinya dilihat sebagai sosok lain, seperti keluarganya yang selalu menekannya hingga dirinya memilih untuk kabur dari rumah.

Alisha mengusap wajahnya dengan frustasi. Kenapa dirinya bisa memimpikan Brandon?? Dan laki-laki itu, Kemana dia?? apa benar jika dia sudah menemukan Sosol Angel dalam diri Kakak kembarannya tersebut?? Ahhhh mengingat itu entah kenapa Alisha ingin marah.
Alisha bergegas mandi lalu berganti pakaian. Saat dirinnya sedang menyisir rambut,Ponselnya berbunyi. Dan terpampang jelas nama sang Kakak kembarannya tersebut.

“Iya Kak?”
“Al.. bisa makan siang bareng?”
“Dimana Kak? Aku nggak bisa lama tapi.”
“Oohh tenang saja, Di tempat biasa yaa.. Ada yang mau Aku kenalin sama kamu.”
Alisha mengangkat sebelah alisnya. “Siapa?”
“Tunanganku.”
Deggg… Entah kenapa Hati Alisha seakan dipukul oleh Martil. Perasaan itu selalu muncul, perasaan iri akan diri sang kakak kembarnya karena selalu sempurna, selalu mudah hidupnya, tidak seperti dirinya kini yang masih luntang-lantung, jangankan tunangan, pacar saja mungkin tidak punya.

“Baiklah, tapi tidak lama yaa…” Kata Alisha yang sudah dengan Mood buruknya.
“Okay…”

Alisha menghela nafas panjang saat telepon sudah di tutup. Kini bebannya bertambah satu lagi. Kakaknya akan segera menikah, tentu saja itu akan menyusahkan dirinya. Bagaimana tidak. Tidak cukupkah selama ini dirinya kalah dengan karir dan kesempurnaan kakak kembarnya tersebut?? kini dirinya harus dihadapkan oleh sebuah kenyataan jika Harus melihat kakaknya menikah terlebih dulu saat dirinya sama sekali tidak memiliki calon pacar atau apapun itu.

Alisha melanjutkan mendandani diri seadanya. Toh tidak akan ada yang melihatnya saat dirinya berdiri disebelah Kakak sempurnanya tersebut.

***

Menunggu dengan segelas jus jeruk dan juga makanan pembuka lainnya yang tertata rapi diatas meja adalah hal yang paling menyenangkan untuk Alisha. Kali ini Kakaknya itu pasti akan menteraktirnya jadi dirinya tidak perlu Khawatir harus makan banyak dan makan enak disini.

“Haii Al.. sudah menunggu lama?” Suara itu memaksa Alisha mengangkat keapala dan memandang Kakak cantik yang berada di hadapannya tersebut.

Anisha yang memang pada dasarnya lembut langsung memberdirikan adiknya yang masih ternganga dan memluknya erat-erat penuh dengan kerinduan.

“Kak… Ke.. Kenapa.. Kamu Sama Dia??” tanya Alisha terpatah-patah saat melihat sosok tinggi yang berdiri tepat dibelakang kakaknya tersebut, sosok yang tadi pagi mampir dalam mimpinya, Brandon.

“Ohh yaa.. kenalkan Dia Brandon, Tunanganku.” Kata Anisha penuh dengan senyuman sambil memperlihatkan jari manisnya yang dilingkari oleh Emas berwarna putih dengan berlian sebagai matanya.

Alisha ternganga mendapati kenyataan itu. Bagaimana bisa?? Bagaimana Mungkin?? Apa Kakaknya adalah Sosok angel yang dicari Brandon selama ini?? Kenapa seperti ini?? Entah kenapa Alissha merasakan hatinya Pilu. Dan matanya mulai berkaca-kaca.

“Kamu nangis Al??” tanya Anisha yang langsung dibalah pelukan dari Alisha.

“Aku menangis bahagia Kak..” Jawab Alisha berbohong. Tidak perasaannya tidak Bahagia, tapi Alisha juga tidak tau kenapa dirinya saat ini menangis???

***

Brandon menatap Wanita dihadapannya yang sedang berlinang air mata. Perasaan itu kembali muncul.. perasaan saat pertama kali mimpi aneh itu menghampirinya.

 

“Heii tenang… Bantuan akan segera datang..” Kata seseorang yang samar-samar terlihat dalam matanya. Bayangan itu membelakangi cahaya lampu hingga terlihat seperti seorang malaikat dengan cahaya di belakangnya.
“Ya ampunn… Aku benar-benar Nggak tahan melihat darah kamu..” kata wanita tersebut sambil sesekali memalingkan wajahnya. Brandon merasakan pandanganya mulai mengabur karena sang wanita tersebut semakin tak terlihat.
“Heii.. Kumohon, tetap buka matamu… Lihat Aku..” Suara wanita itu bergetar, dia menangis. Siapa wanita ini hingga bisa menagisinya..???Brandon tak bisa memikirkan apa-apa lagi karena semuanya menggelap.
Lalu Brandon terbangun dengan keadaan yang lebih baik lagi… keadaan dimana hanya ada dirinya seorang, disebuah tangga yang tebuat dari kaca. Tangga tersebut seakan mengambang diatas langit. Entah menuju kemana Brandonpun tak tau.
“Heii.. Apa Kamu mengingatku?” Brandon mengangkat wajahnya mendapati seorang wanita berambut pendek berpakaian putih dengan bando yang membuatnya terlihat sangat Feminim. Itu adalah Wanita dalam mimpi pertamanya, wanita yang sedang menangisinya.
“Kamu….” Hanya itu yang dapat terucap dari bibir Brandon.
“Yaa… aku malaikat penolongmu.” Kata wanita tersebut dengan senyum manjanya, memperlihatkan lesung pipi yang membuatnya semakin terlihat manis.
“Siapa Namamu??” tanya Brandon cepat.
“Angel.. Panggil saja angel..” jawab wanita tersebut sambil berlari naik keatas tangga mendahului Brandon.
“Angel… Tunggu… Apa ini nyata??” Tanya Brandon sedikit bingung. Brandon tak pernah melihat ada tempat seperti ini di dunianya.
“Tentu saja nyata..”
Jawaban wanita bernama Angel tersebut membuat jantung Brandon terasa Berdegup kembali, bahkan lebih kencang dari degupan jantung Normal. “Jika ini Nyata, Maukah Kamu Menjadi istriku..?” Brandon bahkab tak sadar jika sudah melamar wanita aneh yang baru ditemuinya tersebut.
Angel hanya tersenyum. “Temukan aku Brand.. Maka aku akan menerimamu.” Kata Angel dengan senyuman manisnya lalu kembali berlari menaiki anak tangga dan semakin jauh dari Brandon. Brandon mengejarnya menyingkirkan setiap awan yang semakin menyulitkan pandangannya.
“Angel… Angell.. Angelllll…”
Lalu Brandon mendapati dirinya membuka mata untuk pertama kalinya setelah lima hari Koma didalam sebuah rumahsakit di Singapore.

 

Mimpi pertama tentang Angelpun kembali muncul saat melihat Alisha Menangis. Debaran jantungnyapun kembali tak beraturan hanya karena berada di dekat Alisha.

“Brand.. kenapa melamun, Ayoo duduk..” Kata Anisha mempersilahkan Brandon duduk. Brandon akhirnya memilih duduk disebelah Anisha yang sedang berhadapan dengan adik kembarnya tersebut.

“Emm begini Al.. Kakak kan sedang sibuk sekali, jadi kamu mau membantu Kakak bukan?” Anisha mulai membicarakan maksudnya.

“Membantu apa Kak..?”

“Bantu Kakak mengurus semua tentang pernikahan Kakak dengan Brandon.”

“Tapi kenapa harus aku? Bukankah Kak Nisha tau bagaimana seleraku, Kita berbeda Kak..”

Anisha memegang kedua Bahu alisha. “Kita sama Al.. Kita tidak berbeda, kita bahkan saling berbagi rahim saat dalam kandungan Mama, jadi Please.. Percaya sama Kakak.”

“Tapi Kak..”

“Al… Brandon ini pengusaha muda yang sukses, dia selalu membutuhkan kehadiran Kak Nisha dimanapun dia berada sebagai pasangannya, sedangkan kamu tau sendiri, kakak tidak bisa menemaninya apalangi minggu ini Kak Nisha akan dipindah tugaskan ke sebuah rumah sakit di kuala lumpur . Jadi kamu mau kan menggantikan Kakak sementara??”

“Kak Nisha akan kluar Negeri..? Kenapa Aku nggaak tau.?”

“Aku berniat memberi taumu nanti sebelum berangkat. Bagaimana, Apa Kamu mau menggantikan Kak Nisha sementara ini?”

“Apa Kakak gila? Enggak aku nggak Mau. Terakhir kali aku menggantikan kakak semuanya jadi kacau berantakan.”

Alisha mengingat saat itu, Saat dimana Dirinya sedang menggantikan Kakaknya yang sedang sakit untuk latihan Balet, akhirnya dirinya jadi ikut mencintai tarian tersebut. Alisha bahkan lebih menekuni bidang kesenian tersebut dari pada sang Kakak, tapi saat lulus SMA, orang tuanya melarangnya lagi untuk menari Balet lagi Dan menyuruh Alisha mengambil jurusan perbisnisan supaya nanti bisa melanjutkaan usaha sang ayah, tentu saja Alisha menolak, Alisha merasa ini tidak adil, bagaimana mungkin Kakaknya bisa mengambil jurusan kedokteran sesuka hatinya sedangkan dirinya tidak bisa. Akhirnya dengan sisa-sisa keberaniannya Alisha keluar Dari rumah melanjutkan kuliah dengan jurusan kesenian yang dia inginkan tanpa sedikitpun menerima bantuan sang Ayah.

“Ini tidak akan seperti saat itu Al.. Percaya sama Kak Nisha.” Anisha meyakinkan Adiknya yang keras kepala tersebut.

Akhirnya Alisha menurunkan Bahunya pertanda dia kalah dengan bujuk rayu sang kakak. “Baiklah.. Aku akan menggantikan Kak Nisha sementara ini.” Raut bahagia terpancar seketika di wajah Anisha maupun Brandon. “Lalu.. bagaimana kalian bisa bertemu dan memutuskan untuk tunangan?” Tanya Alisha penasaran.

“Emm.. itu karena…”

“Kakak kamu adalah Angel yang selama ini aku cari.” Kata Brandon dengan cepat memotong kata-kata Anisha.

“Yaa aku Angel yang berada dalam mimpinya.” Tambah Anisha meyakinkan.

“Bagaaimana kamu bisa yakin?” Tanya Alisha menyelidik kearah Brandon.

“Aku juga meemimpikan Hal yang sama dengannya Al.. Kami berdua sama-sama saling memimpikan mimpi aneh tersebut selama lima tahun terakhir. Bukankah seperti itu Brand..??” Anisha meminta persetujuan kepada Brandon.

“Yaa.. seperti itulah.” Kata Brandon membenarkan.

“Kak Nisha nggak pernah cerita sama aku.”

“Kadang ada suatu Hal yang pnting tapi tidak masuk akal yang tidak perlu dibagi dengan orang lain, walaupun itu kembaran kita sendiri.” Jelas Anisha kemudian. “Baiklah, aku harus Pergi, sebentar lagi ada jadwal operasi.” Kata Anisha sambil melihat jam tangannya. “Brand, antar Alisha ketempat kerjanya yaa..” Pinta Anisha pada Brandon.

“Tentu saja sayang.” Brandon menerimanya dengan semangat dan juga senyuman lebarnya sambil mengerlingkan Matanya pada Anisha.

“Loh.. kok malah ngantar aku, kenapa Nggak ngantar kak Nisha.?”

“Aku bawa mobil sendiri, sedangkan kamu kan Bandel, nggak punya mobil karena menolak pemberian papa.”

Ahhh topik itu lagi, membuat alisha jengah. Lebih baik menerima tawaran Brandon untuk mengantarnya saja.

“Baiklah.. Lebih baik aku diantar Brandon saja.” Kata alisha dengan nada seikit cueknya.

Akhirnya Anisha pergi dan Brandon mengantarnya sampai parkiran Mobilnya, sedangkan Alisha lebih memilih duduk dan menghabiskan makan siangnya, sungguh, ini sedikit berat untuknya. Entah apa itu tapi Alisha merasa ada beban berat pada pundaknya.

***

“Anisha.. Terimakasih sudah membantu.” Kata Brandon sambil menahan Pintu mobil Anisha yang akan tertutup.

Anisha teersenyum manis. “Tentu saja Brand, Apapun demi kebaikan saudara kembarku, aku akan melakukannya.”

“Kenapa Kamu percaya sama aku?”

“Karena kamu terlihat sungguh-sungguh. Aku sangat bersyukur jika Alisha bersama lelaki seperti kamu.”

Brandon tersenyum. “Benarkah?? Tapi sepertinya akan sulit mendapatkannya.”

“Dia keras kepala Brand, kamu harus sabar dan tahan dengan semua kelakuannya, Oke..”

“Oke.. Sekali lagi terimakasih Nisha..”

Akhirnya Anisha pergi, dan Brandon mulai melangkah masuk kedalam Restoran tersebut dan kembali pada Alisha.. Angelnya..

“Well.. Jadi Kamu sudah menemukan Angelmu tuan?” tanya Alisha dengan nada sedikit sinis ketika Brandon sudah kembali duduk dihadapannya.

“Sudah, Aku sudah menemukannya.” Kata Brandon dengan tersenyum tapi tegas. ‘Dia dihadapanku.’ Tambah Brandon lagi tapi di dalam Hati.

“Oke.. Karena kamu sudah menemukannya, Maka seminggu terakhir ini Kamu harus Menteraktirku Makan.”

Brandon mencoba menyembunyikan rasa senangnya dengan berwajah datar. “Kenapa harus seperti itu.”

“Heii.. kamu akan jadi kakak iparku Brand, dan aku tidak mau punya kakak ipar yang pelit. Lagi pula bukankah kamu ketemu dengan Kak Nisha karena Aku??”

“Baiklah, Aku akan menteraktirmu makan siang selama seminggu terakhir ini.” Jawab Brandon dengan senyuman gelinya.

“Oke.. Sekaraang Antar aku ketempat kerjaku.” Perintah Alisha kemudian.

Brandon Akhirnya menurutinya. Berjalan dengan tegap dibelakang Alisha layaknya seorang Bodyguard. Brandon memandang puggung Alisha di hadapannya seraya bergumam dalam hati. ‘Al.. Walau ada seribu orang yang mirip denganmu atau Angel dalam mimpiku, aku tidak peduli, Hatiku Memilihmu, Jantungku mengenalimu, Aku tau Jika Kamulah Angel Dalam mimpiku. Aku akan mendapatkanmu Al… Dan aku akan menagih janjimu dalam mimpiku.’

-TBC-

Bagaimana Chapter 4 ini… Hayooo siapa yang sudah penasaran… komen yaaa,,, heheheheh Btw di bawah ini Cast untuk mereka bertiga yaa…

page22

Love in The Dream – Chapter 3 (Bukan Angel..??)

Comments 7 Standard

litdh1Love In The Dream

Chapter 3

-bukan Angel..??-

“Saya Bukan Angel.” Teriakan Alisha masih terngiang di telinga Bradon. Brandon masih saja mengikuti Alisha hingga Alisha tiba di sebuah Pub tempatnya bekerja.
“Kamu Mau apa kesini.?” Tanya Brandon sambil menarik tangan Alisha.
“Saya mau kerja, memangnya mau apalagi?”
“Kamu kerja di tempat seperti ini?”
“Memangnya apa urusan Anda, Kita tidak saling Kenal.” Kata Alisha sambil berbalik meninggalkan Brandon taapi Brandon lagi-lagi menarik tangan Alisha.
“Angel..”
“Stop..!!!” Kata Alisha sambil melepaskan tangannya yang di cekal oleh Brandon. “Maaf ya Mas.. Saya Bukan Angel, Saya Alisha, anda mungkin salah Orang.” Kata Alisha yang sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya lagi.
“Enggak, Kamu Angel.”
“Dasar Gila.” Kata Alisha lagi sambil berbalik meninggalkan Brandon.
“Tunggu..” lagi-lagi Brandon menahan Alisha.
“Apa lagi sih..”
“Aku.. Boleh pinjam Ponsel kamu?”
Alisha Memutar bola matanya. “Maaf, saya nggak punya pulsa.”
“Angel..”
“Saya Bilang Saya bukan Angel..” Teriak alisha.
“Ok.. Ok.. Alisha.. Saya Brandon Revaldi, saya benar-benar butuh bantuan kamu, saya akan mengembalikan semua yang saya pinjam saya janji, tapi saya benar-benar butuh Ponsel kamu buat menghubungi seseorang.” Kali ini Brandon mencoba bicara sesopan dan seformal mungkin, mungkin dengan begini Angelnya mau bersikap lembut padanya.
“Didunia ini Nggak ada yang Gratis yaa..” pancing Alisha.
“Baiklah, Saya akan Lakuin apa saja asal kamu mau bantu saya.”
Alisha menyunggingkan senyuman miringnya. “Ok, penawaran diterima. Saya hanya ingin Anda berhenti mengikuti dan memanggil saya Angel.”
“Tapi saya boleh berteman dengan kamu Kan.. Alisha..??” Brandon mengucapkan nama Alisha dengan sedikit canggung.
“Berteman? Tidak ada kata teman antara Pria dan Wanita.”
Brandon terdiam cukup lama. Ahh biarlah.. yang penting dirinya kini sudah mengetahui dimana wanita ini bekerja bukan. “Baiklah, saya terima tawaran Kamu.”
Akhirnya Alisha meminjaman Ponselnya kepada Brandon. Brandon ingin menelepon sekertarisnya tapi bukankah jam segini sekertarisnya itu sudah pulang? Apa lagi dia wanita. Akhirnya Brandon berakhir dengan menelepon Reynald. Teman sekaligus Rekan Kerjanya. Semoga saja Reynald mau menjemputnya di tempat ini.
“Rey.. Bisa jemput Gue Nggak?”
“Lo dimana? Gue sibuk Brand..”
“Gue di Pub yang nggak jauh dari taman kota.”
“Ngapain Lo disitu?”
“Ceritanya panjang, jemput Gue disini.”
“Tunggu Saja didalam, Gue sepertinya agak lama.”
“Okay..” Brandon menutup teleponnya dan mengembalikan Ponsel itu kepada Alisha. “Terimakasih.” Kata Brandon kemudian.
Tanpa menjawab ucapan Brandon, Alisha masuk kedalam Pub tersebut, semoga saja sang Manager Pub tersebut tidak marah karena keterlambatannya. Sedangkan Brandon memutuskanu untuk masuk juga sebagai tamu bukan sebagai seorang Tolol yang mengikuti wanita dalam fantasinya tersebut.
***
Lama Brandon menunggu Reynald dialam Pub tersebut. Sesekali Brandon melirik kearah Alisha yang sedang sibuk mengantar minuman dengan pakaian waitreesnya.
Jika Alisha memakai Rok seperti itu, terlihat sangat Seksi. Tidak seperti wanita yang sedikit tomboy seperti tadi. Tapi biarpun begitu, Brandon tetap yakin jika Alisha adalah Angel dalam mimpinya.
“Sorry Brand.. Gue benar-benar ada urusan tadi.” Kata Reynald yang langsung terduduk di sebelah Brandon.”Lo ngapain sampai disini dan nggak bawa apapun?”
“Ceritanya panjang.” Kata Brandon lalu menegak habis minuman Beralkoholnya.
“Cerita saja, Gue bisa jadi pendengar yang baik.”
Lalu Brandon akhirnya mulai bercerita. Pandangannya masih Lurus kedepan kearah dimanapun Alisha berada. Brandon menginginkannya, Sungguh, Brandon sangat menginginkannya.
“Sialan..!!! Lo Gila.”
“yaa sepertinya memang seperti itu.”
“Apa rencana Lo selanjutnya?”
“Antar Gue ketempat Mobil Gue, Lalu Gue akan balik kesini menunggu dia sampai Pulang.”
“Ok..” Hanya itu Jawaban Reynald yang diiringi dengan menegak habis minuman beralkohol dihadapannya.
***
Brandon akhirnya kembali dengan Mobilnya sendiri yang tadi di tinggal begitu saja tak jauh dari Halte Bus tempatnya menunggu Alisha.
Satu Jam… Dua Jam… Tiga jam… dan entah sudah berapa Jam Brandon menunggu wanita impiannya tersebut tapi Alisha masih juga belum keluar. Apa setiap hari wanita itu juga harus pulang larut malam seperti ini.??
Brandon melihat kerah jam digital di Dashboard Mobilnya yang menunjukkan pukul setengah dua Dini Hari. Sial..!!! Mamanya pasti udah bingung mencarinya saat ini. Brandon meraih Ponselnya yang sejak tadi berada didala Mobilnya dan belum tersentuh sama sekali oleh tangannya. Dilihatnya Ponsel tersebut dan benar saja, ada 20 pangilan dari rumah.
Brandon akhirnya memutuskan untuk menelepon Mamanya, tapi ternyata tidak ada yang mengangkatnya, Ahh mungkin Mama sudah tidur, pikirnya kemudian. Lalu Brandon kembali mengarahkan pandangannya kearah pintu keluar dan disana tampaklah sosok yang beberapa jam ini ia tunggu.
Brandon lekas turun dari Mobilnya dan menghampiri sang wanita yang telah lama di tunggunya. “Haaii..” sapa Brandon sedikit Gugup.
Alisha mengernyit saat mendapati Brandon berada dihadapannya. “Kamu.. Ngapain kamu masih di sini.?”
“Aku.. Aku nunggu Kamu.” Kata Brandon yang tentu saja tampak seperti orang bodoh.
Alisha menggelengkan kepalanya dan kembali berjalan tak menghiraukan Brandon.
“Heii.. tunggu.. Aku mau antar kamu pulang.” Brandon masih saja mengikuti alisha dari belakang.
“Maaf, Saya bisa pulang sendiri.” Kata Alisha dengan ketus.
“Ini sudah malam Angel..”
Alisha berhenti seketika lalu memandang Brandon dengan tatapan membunuhnya. “Sudah berapa kali saya katakan saya bukan Angel.”
“Ohh Sorry.. sorry.. Please.. ikut aku, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa.”
“Kenapa-kenapa..? Memangya aku Kenapa?”
“Enggak.. Maksudku ini kan sudah malam, Aku mau antar kamu pulang, karena aku takut Kamu kenapa-kenapa di jalan.”
“Terimakasih, tapi tidak perlu, saya biasa pulang sendiri.”
“Alisha…” Entah kenapa panggilan Brandon kali ini membuat Alisha menghentikan langkahnya, Suara Berat nan Gagah itu membuat bulu kuduknya meremang.
“Kumohon.. Ikut bersamaku..” Pinta Brandon dengan lembut.
Dan seperti terkena hipnotis karena kelembutan suara Brandon yang serak dan berat tersebut, akhirnya Alisha menurut untuk ikut masuk kedalam mobil Brandon.
***
“Terimakasih sudah mau ikut.” Kata Brandon yang kini sudah didalam Mobil bersama Alisha di sebelahnya.
“Kamu benar-benar punya Mobil, dan ini termasuk mobil Mewah, Lalu kenapa tadi siang kamu naik Bus dan nggak bawa uang..?” Tanya Alisha dengan sedikit Heran.
Brandon tersenyum. “Baiklah, mungkin saatnya aku mulai berceriita supaya kamu nggak menghindar dariku terus.”
Brandon menghela nafas panjang dan mulai bercerita. “Lima tahun yang lalu Aku mengalami kecelakaan, dan terbangun lima hari kemudian di dalam sebuah rumah sakit di singapore. Kamu tau apa nama pertama yang kusebut saat aku bangun.?? Bukan Nama Ayah atau ibuku, Bukan nama Adik atau tunanganku, Melainkan Nama asing, Angel.” Kata Brandon sambil mengingat pertama kali dia siuman dari Komanya. “setelah siuman, semuanya terasa aneh bagiku. Aku merasa kehilangan sesuatu, setiap malam aku selalu memimpikan wajah Gadis itu, gadis yang kusebut dengan Angel. Apa kamu tau baagaimana wajah Angel..?? Dia seperti kamu.”
‘Deg.. Deg.. Deg.. Deg..’ Jantung Alisha memompa lebih cepat. Please Al.. Dia hanya bercerita, bisa saja dia bohong dan berniat merayumu jadi jagan salah tingkah Oke.. Pikir Alisha dalam Hati.
“Kamu bercanda..?? Mana ada cerita kayak gitu. Ngarang kamu.” Kata Alisha dengan sinis.
“Terserah jika kamu nggak percaya. Selama lima tahun ini aku mencari sosok Angel itu, Aku baahkan memutuskan pertunangan dengan wanita yang sangat kucintai Hanya karena aku tidak bisa melupakan Angel.”
“Tapi maaf tuan.. Saya bukan Angel yang kamu maksud. Kita sama sekali tidak pernah bertemu, mana mungkin aku bisa nyasar begitu saja dalam Mimpi kamu.”
“Aku juga nggak tau Al.. dan aku berusaha mencari tau jawaban itu.” Kata Brandon bersungguh-sungguh.
Mereka terdiam sebentar, lalu Alisha mulai bicara. “Baiklah.. aku akan bantu kamu menguak misteri itu. Turunkan aku di depan Gang itu.” Kata Alisha menunjuk sebuah gang Besar di hadapan mereka.
“Kamu tinggal disitu.?” Tanya Brandon yang sedikit heran. Sebenarnya Brandon memang Heran, Brandon mengira jika Alisha buka dari kalangan biasa. Terlihat dari wajah yang sedikit kebule-bulean khas wanita Timur tengah dengan hidung mancungnya, belum lagi gaya berpakaian yang terlihat Fasionable, walau bisa dibilang jauh dari kata Feminim. Tapi kenapa Alisha naik kendaraan umum.?? Dan kenapa juga Alisha menjadi waitrees di Pub tersebut..?
“Iyaa.. Kamu kecewa Angel Kamu tidak tinggal diistana yang megah.?” Seloroh Alisha membuat Brandon sedikit menyunggingkan senyumannya.
“Setidaknya Kamu memang benar-benar berbeda dengan Angel dalam mimpiku.” Kata Brandon sambil tersenyum.
“Benarkah..? apa dia cantik, Manis, Keibuan, dan dewasa..??”
Brandon mengangguk. “Yaa.. Aku bahkan pernah memimpikannya menjadi istriku dan ibu dari anak-akanku.”
Alisha tertawa lebar. “Astaga.. menggelikan sekali.” Lalu alisha mengambil sesuatu didalam dompet di tasnya. Sebuah kartu nama dan diberikan pada Brandon. “Coba Kamu temui dia dulu siapa tau kamu kenal, dan setelah itu baru putuskan siapa Angelmu.” Kata Alisha saat Mobil sudah berhenti. Lalu Alisha keluar dari dalam mobil Brandon.
Brandon masih menatap kartu nama yang desainnya berwarna Pink kengkap dengan bunga-bunga dan kupu-kupu. “Anisha Almeera..” Gumam Brandon membaca tag nama di kartu nama tersebut.
“Brandon.. terimakasih tumpangannya, dan jangan Naik bus sembarangan lagi yaa… sampai jumpa..” Kata Alisha yang sudah keluar dari dalam mobil Brandon dan membunguk di balik kaca penumpang sambil tersenyum manis. Lalu Alisha pergi begitu saja meninggalkan Brandon yang masih ternganga karena perlakuannya.
Brandon mengusap dadanya yang terasa sakit. Detakan jantung ini sama dengan detakan jantungnya saat bagun pertama kali dari Koma. Wajah itu wajah yang sama, Ekspresi manjanya sama, dan senyuman manisnyapun sama. Entah kenapa Brandon sangat yakin jika Alisha Adalah Angelnya. Lalu kenapa Alisha ingin dirinya menemui Wanita dalam kartu nama ini…??? Pikiran Brandon penuh dengaan kata kenapa, siapa, dan bagaimana saat menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
***
Satu minggu berlalu, Bukannya hilang, Rasa penasaran itu semakin menjadi, setiap hari Brandon dengan sembunyi-sembunyi menyambangi Alisha ketempat kerjanya. Kadang Brandon sedikit geram dan jengkel ketika ada lelaki hidung belang yang mengganggu wanita tersebut. tapi Brandon menahan amarahnya, karena Brandon tidak ingin membuat Alisha takut dan kabur karena keanehannya.
Siang ini Brandon memiliki janji temu dengan Dokter Anisha, Dokter spesialis kandungan. Bukan karena Brandon ingin memeriksakan kandungan siapapun, melainkan Brandon ingin tau maksud dari Alisha memberi kartu nama Dokter tersebut padanya.
Yaa… setelah dihubungi, wanita dalam kartu nama tersebut adalah seorang Dokter spesialis kandungan. Suaranya terdengar sangat merdu dan lembut, Brandon bahkan dapat membayangkan bagaimana wajah dokter tersebut hanya dengan mendengar suaranya saja.
“Lo mulai sinting lagi.” Kata Aaron yang langsung duduk di sebelah Brandon dan menyambar Roti isi milik Brandon.
Sudah dua hari ini Aaron pulang setelah lebih dari enam tahun menimba ilmu di Harvard University. Adiknya itu terlihat lebih tampan, dan juga lebih dewasa, tapi tetap saja tidak mengurangi kesan bandelnya.
“Aaron.. Kamu gangguin kakak kamu terus.” Kata Nessa yaang sudah menyiapkan susu untuk para jagoannya.
“Dia mulai Gila lagi Mom.” Kali ini Aaron bergegaas kearah Nessa dan mengecup pipi Nessa.
Sedangkan Brandon masih diam tak menanggapi sikap usil sang Adik. Mereka berdua memang sangat akur, saling mengejek seperti sekarang ini memang sering dilakukan mereka berdua. Sebenarnya Aaron sangat sayang kepada kakaknya tersebut. Aaron bahkan langsung terbang ke Singapore saat mendapat kabar Brandon dirawat disana dan juga sempat menangis saat mendapati Brandon yang terbujur bagaikan tak bernyawa. Ahhh Anak itu memang sangat manis sebenarnya.
“Brand, Ada Acara nggak nanti siang.?” Tanya Aaron tanpa sopan santun sedikitpun.
“Jadwal Gue Full.”
“Sok sibuk. Ajakin Gue keluar, Gue nggak tau jalan, Jalanan jakarta banyak yang berubah.”
“Minta antar Mama sana.”
“hhaha Nanti Gue dikira anak Mama lagi. Malu sama umur.” Kata Aaron sambil cengengesan.
“Minta Antar sama Bella saja kalau begitu.” Nessa ikut bergabung dengan kedua puteranya.
Aaron mengangkat sebelah alisnya. “Bella.??”
Brandon tertawa lebar. “Alaahh.. Sok lupa Ma dia.. padahal dulu merengek pengen dijodohin sama Bella.” Kali ini giliran Brandon yang menggoda Aaron.
“Sialan Lo Brand..” Umpat Aaron yang membuat semua tertawa.
***
Brandon sedang duduk gelisah disebuah ruangan di dalam rumah sakit. Ruangan dokter Anisha. Wanita yang akan ditemuinya. Kata seorang suster tadi Dokter Anisha masih sibuk melakukan Operasi Caesar pada seorang pasiennya.
Brandon duduk dan pikirannya masih berkelana. Siapa Dokter Anisha?? Kenapa Alisha menyuruhnya untuk menemui Dokter Anisha..??
Brandon mendengar pintu dibelakangnya dibuka oleh seseorang bersamaan dengan suara lembut tersebut. “Selamat siang, Ohh ternyata anda sudah berada disini.”
Brandon membalikkan badannya dan ternganga mendapati Seoran yang menatapnya dengan wajah berserinya. “Pak Brandon..?? Saya Anisha.” Kata Wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai Anisha tersebut sambil mengulurkan tangannya dengan sopan dan lembut.
Brandon sama sekali tak bergerak dari Tempatnya. Dia masih memandang wajah dihadapannya tersebut, wajah yang tak asing baginya, karena wajah itulah yang menghiasi setiap malam dalam mimpinya.
“Kalian Kembar..??” Tanpa sadar Brandon mengucapkan pertanyaan tersebut dengan Ekspresi Shocknya.

-TBC-

Lagi-lagi aku minta maaf kalo banyak typo karena aku bear-benar nggak sempat ngedite dan ini aku juga ngetik dan postnya bukan dari leppy.. jadi mohon dimaklumi yaaa,,,

Love In The Dream – Chapter 2 (Pertemuan Pertama)

Comments 7 Standard

LITD2Love In The Dream

 

Chapter 2

-Pertemuan Pertama-

Lagi-lagi Brandon meruntuki kebodohannya ketika mengingat kejadian tadi sore. Ahh.. sial.. seharunya dirinya bisa lebih cepat lagi Hingga Angel tidak hilang begitu saja. Brandon memang cukup senang mengetaahui jika Angel benar-benar nyata, tapi tetap saja itu tidak mengurangi kekesalannya karena toh mencari seseorang yang tidak dikenalinya di antara ribuan penduduk jakarta sama saja mencari jarum diaatas tumpukan Jerami.

Brandon mengusap wajahnya dengan kasar. Lagi-lagi bayangan itu menyeruak. Angelnya tampak berbeda. Jika didalam mimpi Angel tampak begitu feminim maka tadi Sore Angel yang nyata tampak sedikit tomboy jika dilihat dari gaya berpakaiannya. Tapi mereka sama-sama mengirimkan getaran yang Aneh. Getaran yang hanya bisa dirasakan saat bertemu dengan sosok tersebut.

Brandon yakin seratus Persen jika wanita tadi sore adalah Angel dalam mimpinya. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Bisa Brandon memimpikan Wanita tersebut? bukankah mereka tidak saling kenal? Brandon benar-benar tidak mengenali wanita tadi sore.

Ahhhh semuanya jadi membingungkan…

Nessa yang melihat puteranya dengan raut sedikit kesal akhirnya duduk disebelah puteranya tersebut dengan membawakan beberapa kue kering dan juga Kopi.

“Ada masalah Brand..? Kamu terlihat nggak baik.”
Brandon menggeleng. “Nggak ada Mah..”
“Kamu selalu begitu. Mama juga pengen tau apa yang terjadi sama anak Mama.”
Brandon akhirnya menyerah, tidak ada salahnya bukan bercerita dengan Mamanya. “Mah.. Sepertinya Dia Nyata.”
“Dia.. Maksud kamu?”
“Angel dalam mimpiku nyata Mah.. Aku bertemu dengannya tadi sore.”
“Benarkah.? Lalu apa rencana kamu selanjutnya.?” Tanya Nessa dengan antusias.
“Aku akan mencarinyaa Ma.. Aku akan mengejarnya.”
Nessa tersenyum senang. “Bagus.. itu namanya Anak Mama. Setidaknya kamu punya semangat Hidup, nggak Kayak akhir-akhir ini selalu melamun dan membuat Mama takut.”
“Mama takut kenapa.?”

“Enggak… Mama Cuma takut kamu menghabiskan masa muda kamu Hanya untuk melamunkan orang yang belum tentu ada. Ingat Brand, Masih banyak orang ang menyayangi kamu di sekitar kamu.” Kata Nessa sambil menepuk Bahu Brandon lalu kembali masuk kedalam rumah meninggalkan Brandon yang masih duduk sediri di bangku pinggir kolam renang.

Mamanya benar, Masih banyak yang menyayanginya, Termasuk Kezia.. apa dirinya haruss kembali dengan Kezia?? Ahh tidak.. tidak mungkin. Pikir Brandon sambil menggelengkan kepalanya.

***

Sore ini Brandon sudah duduk dengan tegangnya di dalam mobilnya. Astaga.. ini bahkan lebih menegangkan dibandingkan dengan Rapat utuk memperebutkan tender Besar yang biasa dia lakukan. Brandon sengaja pulang sedikit lebih awal hanya untuk menunggu wanita tersebut di Halte tempatnya bertemu kemarin sore.

Sebenarnya tadi pagi Brandon sudah menunggunya di halte ini, namun Nihil. Wanita itu tidak menampakkan batang hidungnya. Semoga saja Sore ini Wanita itu kembali menunggu Bus di halte ini sehingga Brandon bisa dengan mudah menemuinya.

Hari sudah semakin sore. Mungkin ini sudah jam 5 sore. Sudah ada tiga Bus yang berhenti di Halte ini, tapi wanita tersebut belum juga terlihat muncul. ‘Lima menit lagi Brand.. Lima menit lagi.. Jika dia tidak juga datang, Maka Kau harus pergi’. Katanya dalam hati.

Tiga menit kemudian Bus keempat datang dan berhenti tepat di depan Mobil Brandon. Brandon menghela nafas panjang. Ahhh mungkin wanita itu tidak akan datang. Dan apakah dia Bodoh menunggu wanita yang tidak di kenal di sebuah Halte Bus..? ‘Halte Bus di jakarta bukan hanya disini Brand.. Kau benar-benar Tolol..’ Lagi-lagi Brandon meruntuki kebodohannya.

Saat Brandon akan menyalakan kembali mobilnya, Tidak sengaja Brandon menatap kaca belakang Bus tersebut. Dan nampaaklah Wanita itu.
“Angel..” Lagi-lagi tanpa sadar Brandon mengucapkan nama itu sambil ternganga.
Secepat kilat Brandon keluar dari mobilnya dan mulai mengejar Bus yang mulai berjalan itu. “Tunggu.. Tunggu..” Kata Brandon sambil berlari dan mengetuk-ngetuk Bodi Bus tersebut.
Sang Kenek Bus akhirnya menyuruh sang supir untung menghentikan laju Busnya. “Ada apa Mas.?” Tanya Kenek bus tesebut.
Dengan nafas tersenggal-senggal Brandon berkata “Saya ingin naik.”
Pernyataan Brandon membuat Kenek Bus sedikit ternganga. Seorang yang Elegan seperti lelaki ini Naik kendaraan umum.? Belum lagi masih terpampang jelas Mobil Mewah Brandon yang terparkir di belakang Bus ini tadi.
“kenapa.?” Tanya Brandon sedikit risih dengan tatapan sang Kenek Bus.
“Tidak apa-apa Mas.. Mari silahkan.” Sang Kenek Bus mempersilahkan Brandon masuk.
Brandon Masuk kedalam Bus tersebut dan pandanganya langsung terarah kepada sesosok wanita yang sedang duduk santai di ujung bangku sambil memejamkan matanya.
“Angel..” tanpa sadar Brandon mengucapkan nama tersebut.

Wanita itu terlihat begitu cantik, meski tidak sefeminim seperti yang berada dalam mimpinya, namun wajahnya sama, Rasa yang dirasakan Brandonpun sama. Jantung Brandon benar-benar berdebar Lebih kencang daripada semenit yang lalu, bukan, ini bukan karena lari Mengejar Bus ini, Ini lebih karena perasaan aneh yang sedang merayapi sekujur tubuhya. Hanya memandang wajah itu saja Brandon merasa tubuhnya seperti tersengat aliran listrik, apa lagi jika menyentuhnya..

***

Alisha Sedikit kesal karena hari ini Felly lagi-lagi tidak membangunkannya. Tidak, bukan Felly tidak mau membangunkannya, melainkan Felly terlalu lelah ntuk membangunkannya. Tadi malam dirnya bekerja hingga harus pulang jam 2 dini hari. Dan sampai di rumah hingga jam 3. Lalu berakhir dengan bercerita dengan Felly di kamar Kostnya sampai jam setengah 5. Akhirnya mereka tidur pagi.

Bangun hanya untuk makan siang lalu kembali tidur. Felly bahkan sampai Bolos kerja hanya karena mengantuk. Akhinya disini Alisha saat ini. duduk dengan setengah tertidur didalam Bus dengan sepasang mata yang selalu mengawasinya.

Sepasang mata..?? Yaa sebenarnya sejak tadi Alisha tau jika ada sepasang Mata yang sedang mengawasinya, sepasang mata milik lelaki tampan yang berdiri dihadapanya. Siapa lelaki ini? Apa dia orang jahat? Perampok mungkin? Ahhh tidak mungkin bahkan dari pakaiannya saja Sudah terlihat jika lelaki dihadapannya ini dari kalangan Elit bukan dari kalangan biasa. Lalu untuk apa lelaki ini naik Bus umum seperti saat ini? Apa lelaki ini suruhan dari ayahnya..? Ahh tidak mungkin juga.

Seorang yang tadi duduk disebelah Alisha ternyata turun di Halte berikutnya. Membuat bangku disebelah Alisha Kosong. Brandon tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Brandon mencoba duduk dengan nyamannya disebelah Alisha meski sebenarnya Jantungnya seakan ingin melompat dari tempatnya.

Alisha sedikit menjauh kearah kaca jendela ketika Brandon duduk di sebelahnya. Bagaimana mungkin lelaki ini begitu mempengaruhinya.? Aroma maskulinnya menyeruak kedalam indera penciuman Alisha, membuat alisha seakan susah untuk bernafas, Aroma yang memabukkan, yang membuat Alisha ingin menenggelamkan diri di sela-sela dada lelaki tersebut. Alisha menggelengkan kepalanya, ‘Heii.. Apa yang kau pikirkan’ pikir Alisha kemudian.

“Maaf, Apa aku mengganggu Kamu.?” Tanya Brandon dengan suara beratnya.
Aku?? Kamu?? Alisha menatap Kearah Brandon dengan tatapan herannya. Brandon berbicara seakan-akan mereka sudah kenal dengan akrab.
“Maaf apa kita pernah kenal sebelumnya.?” Tanya Alisha sedikit penasaran.
“Belum, Tapi aku ingin mengenalmu.” Jawab Brandon dengan pasti.
Alisha sedikit menjauh karena perkataan Brandon tersebut. Brandon meruntuki dirinya sendiri karena tidak bisa menahan diri. ‘Sial Brand.. Slow Man. Slow… Kau bisa menakutinya jika seperti ini..’ pikirnya dalam hati.
“Maaf saya tidak berminat.” Jawab Alisha dengan ketus lalu mulai memasang Headsetnya kembali dan berpaling menghadap keluar jendela.

Brandon tersenyum melihat tingkah wanita di sebelahnya tersebut. Wanita ini benar-benar berbeda dengan wanita yang ada di dalam mimpinya. Gaya berpakaian, cara bicara, sikap dan juga ekspresi wajahnya benar-benar berbeda. Namun entah mengapa Brandon benar-benar merasakan jika dialah Angel yang selama ini dia temui dalam mimpinya.

Brandon terus mengamati setiap inci dari wajah wanita tersebut. wanita nyata yang berasal dari dunia fantasinya. Tidak terasa Bus pun berhenti. Brandon tersadar dari lamunannya ketika Alisha menegurnya.
“Maaf ya Mas.. Saya mau turun, Permisi.” Kata Alisha yang tidak menghilangkan nada ketusnya.
Brandon tersenyum. “Ohh Baiklah… Saya juga ingin turun.” Kata Brandon cepat-cepat.
Alisha turun dari dalam Bus diikuti Brandon di belakangnya. Tapi Kenek Bus menghadang Brandon ketika akan mengikuti Alisha.
“Mas.. Bayar Dong.. belum bayar nih..” Kata Kenek tersebut.
“Oohh iya Mas, saya lupa.” Kata Brandon sambil meraba saku belakang celanya. Mencari-cari dompetnya. Tapi sial Dompernya ternyata tertinggal di dalam mobilnya. “Ahh sial..” umpatnya.
“Kenapa Mas??”
“Dompet saya tertinggal di mobil.” Jawab Brandon kemudian.
“Kalau Dompet Mas tertinggal di dalam Mobil berarti Dompet saya tertinggal di istana negara.” Kata Kenek tersebut dengan nada menyindir. “Bilang saja mau naik Gratis Mas.. pokoknya saya nggak mau tau, Mas harus bayar.” Kata Kenek itu lagi.
“Sebentar Mas, saya minta tolong teman saya Dulu.” Kali ini Brandon sedikit berlari menghampiri Alisha yang sudah berjalan sedikit lebih jauh.
“Angel.. Angel..” Brandon memanggil-manggil Alisha.
Alisha menoleh kebelakang, dan sedikit bingung mendapati lelaki yang duduk di sebelahnya tadi memangging-manggil dirinya dengan sebutan Angel.
“Maaf, Aku boleh minta tolong sama Kamu?” tanya Brandon kemudian.
“Minta tolong apa?”
“Emm aku nggak bawa uang, dan aku harus bayar Bus.”
Alisha memutar Bola matanya dengan jengah. “Ya ampun Mas.. bilang aja kalau mau naik Bus Gratis.”
“Aku akan ganti. Aku janji.”
“Heii.. didunia ini nggak ada yang Gratis, dengan bermodalkan wajah tampan dan pakaian Bagus apa kamu pikir kamu bisa mencari pinjaman dimana saja?? Enak saja..”
“Astaga… aku benar-benar akan mengganti uang kamu.”
“Lalu kenapa Kamu naik Bus kalau Kamu nggak punya uang.?”
“Aku bukan nggak punya uang, Dompetku tertinggal di mobil.” Jelas Brandon yang mulai sedikit kesal dengan percakapan konyol ini.
“Dan kenapa Kamu naik Bus jika kamu punya Mobil.”
Oke.. sepertinya Brandon akan menyerah dan menurunkan harga dirinya demi membungkam kecerewetan wanita dihadapannya ini.
“Aku mengejarmu, dan aku megikutimu. Apa kamu puas.?” Kata Brandon sedikit berteriak karena kesal dan itu membuat Alisha Ternganga menatapnya.
“Mbak.. Mas.. Kalau mau berantem nanti dulu. Bayar dulu Dong saya sudah ditungguin tuh..” Kata Kenek tersebut di antara Mereka berdua.
Denga Kesal Alisha mengambil dompet dari dalam tasnya lalu mengambil lembar Lima puluh ribuan, memberikannya kepada Kenek tersebut. “Ambil Bang, Kembaliannnya kasih saja sama Dia.” Kata Aisha kemudian lalu dia berlari cepat meninggalkan Brandon dan Kenek tersebut.
Brandon sontak mengejar Alisha tanpa mempedulikan sang Kenek Bus yang berteriak memanggilnya.
“Heiii tunggu.. Angel.. Angell..” Teriak Brandon masih dengan mengejar Alisha. Akhirnya Brandon mempercepat lagi larinya hingga dirinya dapat meraih tangan Alisha. “Angel… Tunggu Aku..” Kata Brandon sambil menarik tangan Alisha dan kini sedikit merangkulnya.
Alisha Meronta bahkan sedikit ketakutan. “lepasin aku Lepasin.”
“Angel.. Aku nggak akan nyakitin kamu.”
“Saya Bukan Angel.” Teriak Alisha yang Sontak membuat Brandon melepaskan cengkramannya dan membatu menatap kearah Alisha.

-TBC-

bagaaimana dengan Chapter 2 nya..??? BTW makasih buat yang udah Doain ksembuhanku… Hiksss… 😥 Flu ini benar-benar menyiksa… makasih buat yang udah baca.. jangan lupa tinggalin Like & Coment yaa…. 🙂 😉

untuk dibawah ini adalah Cast Brandon dan Alisha (Angel) yaaa…. yang lain nyusul… hahhaha

c041293c8ba0c7d92d9000ea18a86707

aom_sucharat-046