Because It’s You (Novel Online) – Chapter 9

Comments 18 Standard

BiyCover3Because It’s You

NB: haii.. udah pada lupa yaa ama cerita ini karena saking lamanya nggak ku post.. hehehehhe mian yaa.. kemaren sibuk tuhh ama My Wife yang alhamdulillah sekarang udah tamat… hehheh jad sekarang bisa konsen lanjutin BIY lagi nih… okk langsung aja yaaa…

 

Chapter 9
Allea masih saja menutup matanya merasakan kuas-kuas lembut itu menyentuh permukaan wajahnya. Saat ini dirinya tengah di dandani dengan cantiknya oleh Zoya di ruang pribadinya. Sedangkan Renno dan Ramma sendiri tak tau kemana perginya.
“Kamu cantik..” Kata Zoya masih dengan mempoles-poles wajah Allea.
“Terima kasih, kamu juga Cantik.” Balas Allea masih dengan memejamkan matanya.
Zoya lalu tersenyum. “Aku tidak bercanda.. lihatlah wajahmu di cermin, kamu cantik dan kamu berbeda daripada biasa-biasanya.”
Alleapun akhirnya membuka matanya dan menemukan sosok yang berbeda di hadapannya. Sosok yang amat-sangat cantik. Secantik inikah dirinya..?? Allea hampir saja mengusap pipinya jika Zoya tak menghentikannya.
“Tunggu.. Kamu mau apa..? nanti dandanannya akan berantakan.” Kata zoya sambil menahan tangan allea yang akan menyentuh pipinya sendiri.
“Maaf..” Kata Allea sambil tersenyum malu.
“Kamu cantik, dan baik, tak salah jika Renno mudah tergoda denganmu.” Kata Zoya sambil meraih sebuah gaun utuk Allea. “Ayoo sini, aku bantu memakai ini.” Kata Zoya kemudian.
“Aku bantu..? maksudnya..?” tanya allea tak mengerti.
Zoya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aku yang akan menggantikan bajumu, memangnya kamu bisa pakai ini sendiri,..?”
“Tapi..”
“Astaga… kita sama-sama perempuan, jadi kamu nggak usah pasang ekspresi seperti itu..” dan Alleapun sedikit menurut.
“Kupikir ini bukan makan malam resmi, jadi kamu nggak perlu pakai baju yang terlalu mewah. Baju ini terlihat sederhana namun tetap elegan untuk pemakainya.” Kata Zoya masih dengan memakaikan gaun itu untuk Allea.
“Terimakasih.. kamu baik sekali.”
Zoya tersenyum. “Sudah selesai..” kata Zoya sambil mengamati Tubuh Allea. “Perut dan dadamu semakin terlihat besar karena gaun ini..” Kata Zoya lagi-lagi dengan tersenyum.
“Apa itu bagus..? Emm.. aku tidak yakin untuk memakai baju ini.. apa tak ada yang lain..?” Tanya Allea kemudian.
“Tidak.. ini sangat cocok untukmu. Kamu terlihat Elegan dan seksi walau sudah berbadan dua.” Allea hanya bisa menunduk malu dengan perkataan Zoya. “Apa hamil itu menyenangkan..?” tanya Zoya tiba-tiba.
Allea langsung mendongak mendengar pertanyaan Zoya. “Emm aku senang aku bisa mengandung dia..” Kata Allea sambil mengelus perutnya.
Zoya tersenyum pahit. “Kamu calon ibu yang baik, dan aku yakin kamu juga akan jadi istri yang baik untuk Renno.” Kata Zoya kemudian.
“Emm… apa kamu nggak menikah dengan mas Ramma..?”Allea mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
“Menikah..?? Itu tak akan terjadi dengan kami, kami Enjoy dengan hidup seperti ini. Bahkan Ramma tak punya inisiatif untuk mengenalkanku kepada keluarganya.”
“Jika Mas Rama berniat, apa kamu….”
Zoya lalu tersenyum kearah Allea. “Percayalah… Ramma tak akan melakukan itu. Ayoo… mungkin Renno sudah lama menunggumu.” Kata Zoya sambil menarik tangan Allea.
Akhirnya Zoya mengajak Allea kembali keruang kerjanya, disana sudah ada Renno dan Ramma yang masih asyik bercakap-cakap.
“Heii.. dia sudah siap.” Kata Zoya sambil memperlihatkan Allea kepada Renno dan Ramma. Keduanyapun menoleh, dan menatap Allea dengan tatapan takjubnya masing-masing.
Renno langsung berdiri, mengamati setiap jengkal dari tubuh Allea.
Allea tampak Cantik deengan Make Up tipis dan Rambut di sanggul-sanggul Ala Zoya, Gaun sederhana berwarna kuning Gading itu sangat pas melekat pada tubuh Allea yang saat ini terlihat lebih berisi, membuat Renno menelan ludahnya dengan susah payah, Ingin sekali Renno mencumbunya saat ini juga hingga dia kehabisan nafas. Astaga.. apa yang sudah difikirkannya saat ini..?
Allea semakin menunduk malu ketika Renno yang sudah berada dihadapannya memandangnya tanpa sepatah katapun dan tanpa sekalipun berkedip. “Apa ini Aneh..?” tanya Allea kemudian.
“Sialan…!!! Kamu Cantik.. dan Seksi pastinya.” Ramma yang menjawab pertanyaan Allea dengan semangat. “Perutmu yang besar itu membuatku ingin mencicipimu.” Kata Ramma lagi tersenyum menggoda.
“Brengsek Lo Ramm..!!” Umpat Renno kemudian.
Ramma tertawa terbahak-bahak melihat Ekspresi kesal dari Renno. Sedangkan Zoya hanya tersenyum dan menggeleng-gelegkan kepalanya melihat tingkah Ramma yang yang seperti anak kecil.
“Lebih baik kalian segera pergi, sebelum jam makan malam terlewatkan.” Kata Zoya kemudian.
“Ok, Gue pergi dulu, Thanks untuk Semuanya…” Kata Renno kepada Zoya. Dan tanpa pikir panjang lagi di menggandeng tangan Allea dan mengajaknya keluar Tanpa peduli seruan Ramma yang mengejeknya.
***
Didalam Mobil….
Renno seakan-akan susah bernafas saat duduk di dekat Allea, Pandangannya seakan-akan tak ingin berpaling dari sosok yang menjelma sebagai bidadari di sebelahnya itu. Sedangkan Allea sendiri tak mengerti jika Renno sedari tadi sudah menahan diri untuk tak menyentuhnya. Dia merasa nyaman dengan penampilannya saat ini. Tapi tak bisa dipungkiri jika dirinya juga gugup karena akan bertemu dengan keluarga Renno.
“Apa kamu takut..?” tanya Renno kemudian. Allea hanya mengangguk. “Tenang aja, mereka Baik, mereka akan menerimamu.”
“Tapi… Kenapa Mas Renno tiba-tiba…”
“Aku pikir dia harus punya ayah yang sah.” Kata Renno memotong kalimat Allea sambil mengusap perut buncit Allea.
“Apa kita nggak terlalu cepat..?”
“Kamu mau nunggu sampai dia semakin besar..?” Renno bertanya balik.
“Emm.. Enggak juga.. Tapi..”
“Apa kamu punya pacar yang Nungguin kamu makanya kamu nggak mau kunikahi..?” tanya Renno kemudian.
“Eemm. Bukan seperti itu…”
“Kalo memang iya nggak apa-apa Kok, Toh kita nikah juga Cuma buat dia, setelah dia lahir kamu bisa minta cerai dan balik sama pacar kamu.”
‘Deggg…’
Pernyataan Renno entah mengapa membuat hati Allea nyeri. Allea hanya terdiam, matanya sudah berkaca-kaca. Kenapa seperti ini..? Dia tak ingin Renno menikahinya hanya karena alasan itu. Rennopun demikian, meski dia terlihat tenang saat mengucapkan kalimat tersebut tapi sebenarnya entah kenapa hatinya sedikit Sakit saat mengucapkan kalimat tersebut. Dia tak Ingin Allea pergi dari dirinya….
***
“Ayoo cepat selesaikan semuanya, Mereka akan segera datang.” Kata Wanita setengah baya yang sedang sibuk menata meja makan dengan aneka hidangan yang menggugah selera. Wanita itu adalah tante Ria, mama Renno. Renno tadi ternyata sudah menghubungi Mamanya memberitahukan jika dia akan pulang kerumah dengan seseorang.
“Duhh Mahh.. Emangnya Mas Renn pulang sama siapa sih..? Mama kok Sibuk sekali.” Tanya Shasha yang sudah duduk manis di meja makan sambil sesekali mencomot makanan di hadapannya.
“Hentikan itu Sha.. kamu akan mengotori taplak mejanya, sebentar lagi kan ada tamu.”
“Iyaa.. tamunya itu siapa..? Kenapa Mama repot begini Setelah Mas Renn telepon.”
“Yang jelas, tamu itu Calon menantu Mama..” Kata Mama Renno sambil tersenyum bahagia. “Astaga… mama masih nggak nyangka jika mama akan punya menantu.”
“Serius Ma.?? Jadi Mas Renn mau bawa pacarnya pulang..?” Shasha masih terlihat terkejut dan tak percaya.
“Iyaa… Mas mu sendiri tadi yang telepon katanya mau pulang ngenalin seseorang sama kita. Siapa lagi kalau bukan pacarnya.” Mama Renno masih tersenyum bahagia.
“Jangan Senang dulu, siapa tau itu bukan wanita baik-baik. Mama tau sendiri kan bagaimana pergaulan Renno dan teman-temannya.” Kata suara berat namun terdengar bijaksana dari seorang Lelaki yang tak lain adalah Oom Handoyo, Ayah Renno.
“Mau seperti apapun itu, Mama tetap akan menerimanya, karena dia sudah mampu membuat Anak Mama serius ingin menikahinya Pah…” Jawab Mama Renno.
Lalu tiba-tiba Bell pintu Rumah pun berbunyi, tanda jika tamu yang di tuunggu-tunggu sudah datang.
“Biar Mama saja yang buka pintunya.” Kata Mama Renno sambil bergegas pergi kearah pintu depan.
Mama Rennopun akhirnya membuka pintu, dan mendapati puteranya yang tampan berdiri dengan seorang wanita cantik di hadapannya.
“Hai Ma…” Sapa Renno dengan melemparkan sebuah senyuman. “Ini Allea, Calon menantu Mama.” Kata Renno tanpa Basa-basi lagi.
Allea sedikit terkejut dengan cara memperkenalkan Dirinya kepada Mama Renno, “Malam tante..” kata Allea sedikit gugup.
Sedangkan Mama Renno sedikit ternganga melihat Allea. Dipandangnya Allea dari ujung rambut sampai ujung Kaki tak terkecuali perut Allea yang sudah terlihat besar, membuat Allea semakin gugup.
“Kamu.. Kamu hamil..?” Tanya Mama Renno terlihat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Iya Ma.. sudah 5 bulan, dan itu anakku.” Kata Renno mendahului Allea untuk menjawab.
Tanpa di sangka-sangka mama Renno langsung memeluk Allea. “Astaga Sayang… Kenapa baru datang kesini..?” Allea sedikit terkejut dengan tanggapan Mama Renno tentang dirinya. Mama Renno lalu melepaskan pelukannya terhadap Allea dan mulai memukuli Lengan Renno. “Kamu juga ini Yaa.. Anak Nakal, Bisa-bisanya Hamilin anak orang tanpa menikahinya. Memangnya Mama pernah ngajarin kamu kayak gitu..?”
“Maaf Ma..”
“Ayoo sayang, Kita masuk. Kamu pasti lapar Dan capek.” Kata Mama Renno sambil menggandeng tangan Allea menggiringnya keruang Makan. Dan setelah sampai di ruang makan Allea di sambut dengan tatapan tak percaya dari Shasha.
“Mbak Allea..??” Shasha masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
“Haii Nat..” Allea menyapa dengan sedikit menyunggingkan senyum Anehnya.
“Ini beneran Mbak Allea..?” tanya Shasha lagi yang masih tak percaya dan mendekat memandangi Allea dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“Kalian saling kenal..?” tanya Mama Renno kepada keduanya.
“Tentu saja Ma… dia Mbak Allea, teman kerjaku di Cafe yang pernah aku ceritakan sama Mama.” Jawab Shasha Lagi. Ternyata dulu shasha pernah bercerita dengan mamanya waktu awal kerja di Cafe itu, jika Shasha memiliki Teman yang baik, Bahkan mas Robby terlihat menyukainya, tapi sayang hidup temannya itu menyedihkan, dia Hamil dan Ayah dari anaknya itu tak tau kemana perginya.
“Astaga.. jadi kamu wanita itu..?” kata Mama Renno dengan tatapan iba.
Allea hanya tersenyum walau sebenarnya tak mengerti apa yang dikatakan Shasha dan Mamanya.
“Sudah.. sudah… dibahas nanti saja. Sekarang Ayo makan. Papa sudah lapar.” Papa Renno yang sejak tadi tak bereaksipun akhirnya membuka suara.
Dan merekapun akhirnya makan bersama. Shasha masih saja memandangi Allea dan Renno yang duduk di seberangnya secara bergantian.
“Kamu kenapa sih Sha..? risih tau nggak kalo Kamu liatin kayak gitu.” Renno akhirnya membuka suara saat Shasha masih memandangi dirinya dan Allea secara bergantian.
“Hehhehe aku Cuma nggak nyangka Aja Mas..” kata Shasha sambil cekikikan. “Tapi aku sempat curiga kalau kalian ada hubungan saat Mas Renn njemput aku malam itu.” Lanjut Shasha lagi.
“Itu nggak seperti yang kamu fikir Sha..”
“Tapi Kalian cocok kok… Sumpah. Dan Mbak Allea malam ini cantik Banget, aku benar-benar nggak Menyangka Jika yang akan jadi kakak iparku itu Mbak Allea..”
“Terimakasih.” Hanya itu yang dapat di katakan Allea.
“Ayoo.. makan yang banyak. Apa masakan Mama nggak enak..?” Tanya Mama Renno kemudian pada Allea.
“emm…. Masakan tante enak Kok..”
“Jangan panggil tante, panggil Mama dong..” pinta Mama Renno.
“Ehh iyaa Ma..” Allea sedikit kurang nyaman dengan paggilan itu.
“Dia nggak bisa makan banyak Ma.. Sedikit-sedikit tapi sering.” Renno akhirnya menjawab.
“Jadi.. kapan Kalian akan menikah..?” Tanya Papa Renno kemudian.
“Secepatnya.” Renno menjawab dengan pasti.
“Bagaimana dengan orang tuanya..?” Lagi-lagi Papa Renno bertanya. Dan Renno terkejut dengan pertanyaan tersebut. Selama ini Renno tak tau apa-apa dengan kehidupan Allea, tak tau siapa dan dimana orang tuanya. Renno bahkan menyadari jika dirinya terlalu sibuk dengan perasaannya sendiri sehingga melupakan keadaan Allea.
“Saya tidak punya orang tua, Saya besar di sebuah panti Asuhan. Ibu panti sudah seperti ibu kandung saya sendiri.” Jawab Allea jujur membuat semuanya ternganga termasuk dengan Renno. Renno tak percaya jika Allea dengan tenang menceritakan asal-usulnya tersebut.
Mama Rennopun langsung bergegas kearah allea daaan memeluknya. “ohh sayang… Kamu sudah mengalami masa-masa berat itu, Mama Janji kamu nggak akan ngalami itu lagi disini nanti.” Ada perasan bahagia yang membuncah di hati Allea saat mendengar pernyataan hangat dari orang yang sedang memeluknya kini. Mama Renno ternyata menerimanya dengan apa adanya.
“Baiklah, berarti sudah tak ada lagi yang keberatan dengan pernikahan kalian nantinya.” Kata Papa Renno kemudian.
“Jadi Papa merestui kami..?” Renno bertanya dengan antusias.
“Papa merestui siapapun pilihan Kamu, asal itu bukan Tannia.” Jawab Papa Renno yang lalu membuat Renno kaku seketika.
“Papa Nggak perlu lagi membahas tentang Tannia disini.” Kata Mama Renno kemudian.
“Robby mana Ma..?” Renno akhirnya mengalihkan topik pembicaraan, dia tak ingin membahas lebih bayak lagi tentang mantannya seperti Tannia ataupun Nessa.
“Dua minggu yang lalu Robby dan tante Mia pindah dari sini. Mereka sudah menemukan Rumah baru. Meskipun Tannia belum bisa kembali ke jakarta, Tapi Tante Mia Dan Robby bersikeras tinggal berdua, mereka tak mau selalu menyusahkan kita.” Jawab mama Renno panjang lebar.
Dan Rennopun hanya terdiam tak menanggapi jawaban Mamanya tersebut karena mendengar nama itu disebut lagi. Selalu seperti ini ketika mereka kumpul bersama pasti selalu ada nama itu disebut lagi. Itu yang membuat Renno kadang enggan pulang kerumah. Mendengar nama itu seakan-akan membuka luka Lama di hatinya, meski Renno sendiri tak yakin apa sampai saat ini masih ada perasaan itu atau tidak, apa perasaan itu tertutup oleh perasaannya kepada Nessa atau tidak, tapi kenyataannya ada Rasa sakit dan canggung Saat Renno mendengar nama itu di sebut.
***
“Kamu harus jaga dia baik-baik Renn… Mama tau dia wanita yang baik.. Mama nggak mau kamu kehilangan dia.” Kata Mama Renno kepada puteranya yang kini sedang duduk di sebelahnya. Keduanya kini berada di ruangan Santai sambil melihat Allea yang membantu para pelayan rumah membersihkan Dapur. Sebenarnya tadi Mama Renno melarang tapi Allea tetap bersikeras mmbantu dengan alasan Wanita hamil harus banyak gerak.
“Hubungan Kami tak seperti yang Mama Kira.” Jawab Renno Lirih.
“Apa maksud Kamu Renn..?? Kalian Akan menikah dan kamu akan jadi Ayah, apa yang kamu maksud dengan perkataanmu itu..?” mama Renno sedikit terkejut dengan pernyataan Renno.
“Ini sedikit Rumit Mah… Dia Hamil karena kesalahan, dan aku hanya mencoba bertanggung jawab..”
“Jadi ini hanya bentuk tanggung Jawab kamu..?”
“Yaa… “ Jawab Renno dengan menghela nafas panjang. “Mungkin dia punya kekasih yang dicintainya, jadi aku nggak mungkin nahan dia Mah..”
“Apa yang kamu maksud itu Robby..?”
Kali ini Renno yang terkejut dengan pernyataan Mamanya. “Dari mana Mama Tau tentang Allea dan Robby..??”
“Shasha pernah bercerita sama Mama, kalau dia punya teman dan Robby sangat menyukainya, begitupun temannya itu juga terlihat suka dengan Robby, tapi temannya itu sedang hamil dengan lelaki lain, dan mama baru tau jika Teman Shasha itu adalah Allea.” Jelas Mamanya panjang lebar dan itu membuat Renno sedikit terdiam.
Ternyata selama ini Allea memang benar-benar ada hubungan dengan Robby. Lalu kenapa malam itu Allea mau disentuh olehnya..?? Dan kenapa juga dirinya mempermasalahkan hubungan Allea dengan Lelaki lain, itu kan Hak Allea mencintai siapapun.
“Renn… Mama suka sama Allea, Mama harap ini bukan sekedar tanggung jawab darimu, Mama harap Allea adalah jodoh yang diberikan tuhan untukmu..”
“Tapi kita tak saling mencintai Mah..”
“Kamu ingat ada pepatah jawa bilang ‘Witing Tresno jalaran Soko Kulino’..?? ‘Cinta itu datang karena terbiasa’ Renn… Belajarlah Mencintai seseorang yang ada di sekitarmu sebelum dia pergi dan membuatmu menyesal.”
Renno hanya terdiam meresapi kata-demi kata dari Mamanya. Sepertinya mamanya ada benarnya juga. Tak ada salahnya jika ia mulai belajar mencintai Allea. Perasaannya dulu terhadap Tannia-Cinta pertamanya sekaligus sepupu kandungnya- adalah perasaan tertarik dan bertumbuh menjadi Cinta. Pun Dengan Nessa, Perasaannya juga sama, tertarik pada pandangan pertama lalu bertumbuh jadi Cinta. Mungkinkah dengan Allea juga bisa..??? perasaan yang pertama hanya karena tanggung jawab dan rasa kasihan apa akan bertumbuh jadi Cinta..?? Ahh mungkin saja cinta itu sudah tumbuh tanpa sepengetahuan Renno sendiri..
Rennopun merenung sendiri setelah ditinggalkan oleh Mamanya. Tanpa sadar kakinya sudah mendekati Allea yang sedang membantu para pelayan Rumahnya mencuci piring. Pelayan-pelayan itupun langsung pergi ketika melihat kedatangan Renno.
“Kamu nggak Capek.?” Tanya Renno kemudian.
“Enggak.. aku biasa lakuin ini Kok.”
“Nanti jangan di biasakan, Kamu Nyonya di rumah ini.”
“Apa Nyonya rumah nggak boleh mencuci piring..?” Tanya Allea dengan sedikit tersenyum.
“Bukan Nggak Boleh, tapi nggak pantes.” Jawab Renno lagi. Lalu Renno mulai menyingsingkan Kemejanya. “Sini aku bantuin.”
“Nggak perlu mas, ini sudah mau selesai.”
“Nggak apa-apa, Sini Aku bantu..”
Dan alleapun mengalah dengan Renno yang keras kepala tak mau mengalah.

 

****

 

“Ini Kamarku.” Kata Renno saat membuka sebuah pintu Ruangan di lantai dua rumahnya.
Allea memandangi kamar itu dengan seksama. Kamar yang amat-sangat Luas. Mungkin seluas seluruh isi Apartemen Ramma yang di pinjam Renno. Ada beberapa ruangan di dalam kamar tersebut. Ada ruang Kerja, Ruang pakaian, dan ada beberapa lagi. “Ini sangat Luas.” Gumam Allea masih dengan melihat-lihat isi dari Kamar Renno.
“Begitupun dengan Kamar Shasha.”
“Jadi Kamar Shasha juga seluas ini..??”
“Iyaa..”
“Kalian benar-benar orang yang sangat beruntung.” Kata Allea kemudian.
Renno lalu mendekati Allea tepat di belakang Allea, Renno lalu memeluk Allea dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu kanan Allea membuat Allea sedikit terkejut dengan tingkah laku Renno.
“Mas..”
“Sebentar.. saja..” Kata Renno kemudian.
“Ada masalah..?” Tanya Allea sedikit Khawatir.
“Enggak.. Aku Cuma Kangen sama Kamu.”
‘Degggggg’
Jawaban Renno membuat jantung Allea kembali berdetak tak menentu. Ada apa dengan Lelaki ini..?? “Emm.. Aku pikir orang tua kamu tadi nggak setuju. Tapi aku bisa mengerti.”
“Mereka sangat mendukungku.” Jawab Renno yang masih memeluk Allea dari belakang. Renno lalu melepaskan Pelukannya dan membalik tubuh Allea hingga menghadap kearahnya. Renno mengusap pipi Allea dengan ibu jarinya. “Kamu Cantik.” Kata Renno kemudian.
Mendengar pujian itu Pipi Allea langsung memerah, malu dan gugup Allea lalu menundukkan kepalanya. Tapi Renno mengangkat Dagu Allea hingga Allea kembali mendongak dan tepat menatap Wajah Renno. Renno semakin mendekatkan Wajahnya hingga Ciuman itupun tak terelakkan lagi.
Ciuman yang sangat lembut seperti Ciuman renno biasanya yang mampu membuat Allea terbuai seakan-akan terbang di awan.. lama mereka saling memangut satu sama lain, bahkan suara decapan ciuman itu berbaur menjadi satu diantara Desahan keduanya. Keduanya sama-sama terbakar dan terpancing gairahnya hingga..
“Mbak.. ayoo tidur…” Suara Shasha mengagetkan keduanya. Shasha yang berniat mengajak Allea tidur dikamarnyapun hanya ternganga mendapati keduanya yang saling Bercumbu mesrah.
Sedangkan Renno dan Allea sontak melepaskan Ciumannya dan saling menjauh membenarkan dandanan masing-masing. Membuat keduanya sama-sama canggung. Sialan..!!! Mau Apa shasha kemari..? Mengganggu saja. Pikir Renno kemudian.
“Ada perlu apa Kamu kemari..?” Tanya Renno kemudian.
“Emmm.. Astaga.. apa Aku mengganggu kalian..?? maaf aku nggak sengaja..” Kata Shasha dengan sedikit tersenyum malu.
“Lain kali ketuk pintunya dulu.” Gerutu Renno sedikit kesal.
“Hehhee Maaf Mas…” jawab Shasha dengan Cengingisan. “Mbak.. Ayoo kekamarku, Aku ingin Cerita dan aku butuh penjelasan Mbak Allea.” Kata Shasha sambil menghampiri Allea dan menarik lengan Allea.
“Kamu mau ngajak dia kemana..? Dia harus istirahat.”
“Mbak Allea tidur sama Aku mas..”
“Apa..??”
“Mama yang Nyuruh Weewwwkk..” Jawab Shasha Sambil menjulurkan lidahnya.
“Dasar Gadis Manja..”
“Biarin..” lagi-lagi Shasha menjulurkan lidahnya sambil berlari pergi dengan menyeret Allea meninggalkan Renno yang sedikit kesal dengan tingkah laku Adeknya tersebut.

***

“Bangunn.. Ayoo bangun..” Samar-samar Alleaa mendengar suara berat tepat di telinganya, bahkan Allea merasakan sesuatu yang basah menyentuh tengkuk leher dan pundaknya membuat Allea sedikit merinding. Ini seperti sebuah cumbuan, Sebuah Cumbuan..?? siapa yang mencumbunya..? bukankah saat ini dirinya sedang tidur di kamar Shasha..? Allea sontak membuka matanya dan Mendapati Renno yang sudah Tampan berada di hadapannya.
“Lohh.. mas Renno, Aku kok ada disini..?” Tanya Allea bingung sambil angun dan mengucek-ucek matanya. Tadi malam dia sangat ingat dengan jelas jika dirinya tidur dikamar Shasha.
“Aku yang menggendongmu kemari. Kamu pikir aku bisa tidur tanpa mengusap-usap anakku..?” Renno mencoba memberikan Alasaan seadanya. Sebenarnya dia berbohong. Renno hanya tak bisa tidur jika tak memeluk dan sesekali mengecup tubuh Allea. Renno juga bingung apa sebenarnya yang terjadi dengan dirinya hingga bisa begitu menginginkan Allea. Yang Renno tau adalah bahwa Kini dirinya sudah semakin Gila karena Allea. “Ya sudah, sekarang pakai itu, dan ayoo temani aku lari pagi..” lanjut Renno lagi.
“Lari pagi..?”
“Iyaa lari pagi sambil mengelilingi Mansion ini kamu nggak mau..?”
“Kalau aku kecape’an nanti gimana..?”
“Aku yang gendong.” Kata Renno cuek sambil menuju kearah kamar mandi. Meski dikatakan dengan nada cuek tapi entah kenapa itu membuat tubuh Allea terasa panas dingin.
***
“Waahh… ini benar-benar indah dan Luas.” Allea yang menemani Renno olahraga pagi sambil mengelilingi Mansionnya. Allea benar-benar kagum dengan halaman belakang Mansion Renno. Luass.. dan amat sangat luas. Bahkan terdapat taman dan jalan setapak seperti yang mereka lewati saat ini.
“Ini sangat mirip dengan punya Dhanni.” Kata Renno sambil berjalan mundur tepat dihadapan Allea.
“Mas Dhanni..?”
“Iyaa Dhanni temanku yang waktu itu pernah bertemu dengan kita. Dia memiliki Mansion yang sama persis dengan ini. Tapi bodohnya dia malah lebih memilih tinggal di Apartemen biasa.”
“Mas Renno juga tinggal di Apartemen.”
“Karena Aku belum punya istri dan Anak. Nanti setelah menikah Kita akan tinggal disini.” Dan mendengar pernyataan Renno tersebut tubuh Allea seakan-akan merinding. Benarkah Renno serius dengan pernikahannya nanti..??
“Kenapa harus disini..?”
“Karena semua petuahku Lahir dan besar disini, Begitupun keturunanku, Dia akan Lahir dan besar disini nantinya.”
Allea hanya terseyum miris mendengar pernyataan Renno. ‘Lahir dan besar disini’. Anaknya mungkin akan lahir disini, tapi Allea tak yakin jika Anaknya akan besar disini juga. Bukankah Renno menikahinya hanya karena tanggung Jawab..? Bahkan Renno sudah membicarakan perceraian tadi malam. Allea cukup tau diri, Renno tak akan mungkin mau mengikatkan diri selamanya kepada Wanita seperti dirinya. Ini hanya sebuah tanggung jawab.
“Ayoo kita kembali, kamu pasti sudah lapar. Aku juga sudah lapar, tapi sayang sekali pagi ini nggak ada nasi goreng buatan kamu.” Kata Renno masih dengan berjalan mundur sambil sedikit menggoda Allea.
“Kalo Mas Renno mau aku bisa membuatkannnya setelah ini.”
“Nggak usah, nanti kamu kecapekan.”
Allea tak lagi menjawab pernyataan Renno karena dirinya terlalu sibuk melihat sosok yang berdiri dihadapannya tepat di belakang Renno. Sesosok wanita yang amat-sangat cantik. Allea mengehentikan langkahnya, begitupun dengan Renno.
Renno memandang Allea dengan tatapan tanda tanya. “Kamu Kenapa..?” Tanya Renno yang melihat Allea ternganga memandangi sesuatu di belakangnya. Dan itu membuat Renno membalikkan badannya dan melihat apa yang sedang membuat Allea ternganga.
Sosok itu… Sosok yang sudah bertahun-tahun tak ditemuinya..
“Haii Kak… Lama nggak ketemu..” Sapa wanita tersebut yang tanpa aba-aba langsung memeluk Renno yang masih kaku dan ternganga karena kehadirannya.
“Tannia…..” Tanpa sadar Renno menyebutkan nama itu.. Nama yang sudah terdengar tabu di telinganya.. Nama yang sudah Renno kubur dalam-dalam bersama dengan pemilik nama tersebut.

__TBC__

 

Ehhh bersambung lagii… jiaahahahha kayak sinetron aja nihhh… hehhehehehe kayaknya udah mulai muncul Cast baru nihh… haduhh gimana kelanjutan hubungan Allea ama Renno yaaa…. Apa Tannia berpengaruh nantinya..??? Ayoo tunggu aja laggi yaa,,, semoga chapter selanjutnya bisa segera di post..

Advertisements

Tentangku….

Comments 14 Standard

ssdsdrttccwqc

Namaku adalah Zeni Dwi Rahmawati. Aku adalah seorang wanita biasa yang sangat hobby sekali menghayal, menonton drama korea dan juga mendengarkan lagu-lagunya. aku hanya seorang yang hobby membaca dan sedikit suka menulis tentang apa yang sedang terlintas dalam otakku.

Camera 360

Aku memiliki seorang suami yang menurutku cukup Tampan hehehehe, Bernama Ahmad Arief kurniawan. dan ada sebagian dari kisah di blog ini terinspirasi dari karakter suamiku sendiri.. hehehhe  He Is My Muse,.. #Abaikan.

 

 

 

 

Camera 360

IMG_20140223_1Aku memiliki seorang putri kecil yang sangat cantik jelita. Bernama Nabilla Arieffka Dewi Khumairah (Bella). putri yang sangat kusayangi, putri yang selalu menemani aku menulis kisah-kisah ini (Walau sebenarnya dia hanya menemaniku sambil menontok kartun kesukaannya marsha And the bear, hheheheh). She Is My Everything… #KissKiss

 

 

 

 

Aku hanya seorang ibu rumah tangga biasa, yang mengisi waktu luangku dengan menulis kisah-kisah khayalanku ( meski ada beberapa kisah yang diangkat dari kisah nyata seseorang yang bercerita padaku.) aku bukan penulis yang pandai merangkai kata-kata, makanya jangan heran jika tak ada satu kalimatpun yang bagus dalam kisah-kisah yang kutulis, hehehh. Aku sangat suka sekali menjadi pendengar setia bagi teman-temanku yang ingin curhat, meski kadang sebenarnya aku juga butuh tempat curhat.

jika dulu aku sangat tergila-gila dengan drama korea, maka sekarang aku sedang suka-sukanya dengan salah satu Boyband asak Korea, Yaa… apalagi jika bukan BIGBANG….

cropped-big_bang__264_1.jpg

Aku suka abang TOP… yang selalu terlihat Cool dan kharismatik,Sekseh… bahkan suaranyapun terdengar sangat Gagah, serak, Laki banget, tan tentu saja Wajahnya yang tampan-tampan gimana.. gitu… hehheeh #MaafkanAkuSuamiku..
2869884532_1

Aku suka Abang SeungRi yang tampan , yang astaga… benar benar terlihat tampan, Suaranyapun bagus.
dalamseung

Aku suka abang Taeyang yang lagi-lagi sangat tampan, Dancenya jago banget, dan suara merdunya itulohh kagak nahan…
cd874c71397645274ab56b0205e89eb2

Aku suka Abang Daesung yang manis.. aku penasaran karena fotonya jarang nongol, (bahkan saat inipun dia tak punya instalgram seperti artis2 yang lain, jadi makin penasaran kan,,) Suaranya juga Keren… merdu.. dan enak di denger dehh..
dae_Arena37’cCreation_mag_2

Aku suka Abang JIDi karena tetusaja dia tampan(Jangan ditanya lagi) Cooll dengan tato-tato yang melekat pada tubuhnya, Suaranya juga bagus bangettttttttt…
Favim.com-big-bang-bigbang-g-dragon-kwon-jiyong-207511

 

Okk teman.. ampek sini dulu yaa… perkenalan kita… hehhehe udah ngantuk soalnya… See U Next time…
bigbangunnamed (80)tumblr_m04comupj11qbxo9jo1_500

24fff5f5c8e4daa3ec4dd37786af4689.jpg

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 8

Comments 7 Standard

BiyCover2Because It’s You

 

Chapter 8

Renno mendengar samar-samar desahan dari bibir Allea membuat Renno melarikan bibirnya kebibir mungil tersebut… mengecapnya Kembali… Sialan…!!! dirinya benar-benar semakin menggila… Renno menginginkan Allea Saat ini juga…..
Mulai di tindihnya tubuh Allea tanpa melepaskan ciuman panasnya… Sialan…!!! Renno tak pernah menginginkan wanita seperti saat ini…
Bibir mereka sampai memerah, bengkak karena Ciuman yang tak pernah putus, Nafas keduanya Terengah-engah… bahkan Sepanjang leher dan dan pundak Allea penuh dengan jejak kemerahan. Allea membuka matanya, melihat Ekspresi Renno yang benar-benar terlihat tampan di matanya. Rennopun demikian, matanya tepat memandang mata Allea, lalu menyapu seluruh wajahnya… Renno terpesona dengan wajah itu… wajah polos bercampur dengan Ekspresi kenikmatan…
Renno menghentikan Cumbuannya, dia termangu menatap wajah itu.. haruskah dirinya melakukannya sekarang..? di usapnya wajah Allea menggunakan ibu jarinya, di kecupnya berkali kali bibir merah itu penuh dengan kasih sayang… lalu di genggamnya telapak tangan Allea, di kecupnya satu persatu jari jemarinya… membuat Allea merasa di sayangi…
“Bolehkah Aku…” Renno tak dapat melanjutkan kata-katanya lagi karena Allea sudah menganggukkan kepalanya… Astaga.. Allea menyetujuinya…dan Rennopun menjalankan Aksinya dengan sangat pelan dan Romantis….
****
Allea membuka matanya ketika kesadaran mulai menghampirinya. Dirasakannya sebuah Lengan kekar melingkari perutnya, dan dia juga merasakan jika dirinyapun berbantalkan lengan dari seseorang. Punggungnya menempel sempurna pada sesuatu yang bidang , keras dan hangat… seperti dada seseorang… Allea juga merasakan hembusan nafas teratur pada tengkuk lehernya… Astaga.. Apakah ini nyata..?? jika iya Allea bahkan tak ingin bergerak, takut jika akan membangunkan lelaki tersebut dan semua kenyamanan ini akan berakhir.
Allea tersenyum mengingat kejadian tadi malam.. kejadian yang sangat panas menurutnya, hingga kedua-duanya seakan mandi keringat walau sebenarnya kamar itu ber AC.. Renno melakukanya dengan sangat lembut dan Romantis.. Alleaa menikmati semuanya, Tak Ada lagi nama Nessa di sebutkan oleh Renno seperti malam itu, walau namanya juga tak di sebut Renno, tapi Allea cukup bahagia mengingat Renno melakukannnya dengan sadar.
Tiba-tiba dia merasakan Bayinya menendang tepat di bawah telapak tangan Renno yang memeluknya dari belakang. “Kamu sudah bangun sayang..??” Bisik Allea pada bayinya sambil mendaratkan telapak tangan mungilnya diatas telapak tangan Renno yang berada di atas perut telanjangnya.
Tiba-tiba Allea merasakan tangan Renno bergerak, mengusap lembut perutnya, lalu menggenggam tangannya dan menciumi setiap jarinya seperti tadi malam, “Pagi..” Sapa Renno dengan suara yang sangat serak. Seketika itu juga Allea menjadi sangat gugup.
“Pagi..” Jawab Allea dengan gugup.
Renno lalu membalikkan tubuh Allea yang tadi membelakanginya sekarang menjadi miring menghadapnya. dipeluknya tubuh Rapuh Allea..
“Apa aku tadi malam Nyakitin kamu.?” Tanya Renno masih dengan memeluk Allea
Allea hanya menggelengkan kepalanya, dirinya malu mengingat kejadian tadi malam… Astaga… kenapa bisa Dirinya terlena oleh Renno..?? Ini kan salah.. Mereka belum menikah tapi mereka tinggal bersama, dan melakukannya lagi dengan sadar,,, Apa yang sudah terjadi dengan dirinya hingga tak bisa menolak Renno..?? Batin Allea.
“Ayoo tidur Lagi.. Ini masih terlalu pagi.” Kata Renno masih dengan memeluk Allea. Renno sendiri tak tau kenapa bisa kehilangan kontrol seperti itu tadi malam dengan Allea. Sebenarnya pagi ini dia sangat gugup dan canggung, Apalagi mengingat mereka berdua yang masih dalam keadaan telanjang bulat dibawah selimut yang sama dan sedang berpeluk mesrah, membuat Renno menginginkannya lagi, tapi Renno mencoba menghilangkan keingainnannya dan Kecanggungan itu dengan bersikap seperti biasa..
Alleapun mengangguk dan memejamkan matanya kembali kali ini di dalam pelukan Renno. Dan Rennopun mulai tidur kembali dengan menutup matanya lagi.
***
Dampak Buruk untuk Renno setelah mereka bercinta tadi malam Adalah Dia menginginkannya Lagi dan lagi… Bahkan Saat ini Renno sedang Bolos ke kantor karena tak ingin meninggalkan Allea. Sedari tadi Renno hanya duduk dengan gelisah Di depan Tv, Pandangannya tak Fokus pada Tv tapi malah tak mau berhenti memandang kearah Allea. Allea yang saat ini sedang bolak-balik membersihkan Seluru penjuru Apartemennya benar-benar membuatnya Gila. Dia tak bisa konsentrasi hanya karena memandang Allea..
“Apa kamu bisa berhenti melakukan itu..?” Tanya Renno yang sedikit risih dengan Allea yang berdiri di Depan Rak buku sebelah Tv dengan Berjinjit-jintit meraih-raih sesuatu.
“Emm.. Maaf..”
“Memangnya kamu mau ngambil apa..?” Tanya Renno yang sudah berdiri dan bergegas menuju kearah Allea.
“Buku-buku itu kayaknya banyak debunya, aku mau bersihin itu..”
“Sini biar Aku ambilkan.” Kata Renno sambil mengambilkan buku-buku tersebut Tepat dari belakang tubuh Allea.
‘Degg..’
Dan Allea langsung merasa gugup karena kedekatan itu. Sejak tadi Pagi Renno tak banyak omong. Kenapa..?? Apa dia Menyesal melakukan itu..??? lamunan Allea Buyar ketika Renno mulai membalikkan tubuhnya untuk menghadap tubuh Renno.
“Kamu kenapa.? Sakit..?”
“Ahh.. Enggakk..” Jawab Allea dengan sedikit menunduk malu.
“Kamu istirahat aja dulu, biar ini aku yang bersihin.” Kata Renno yang sudah mengambil buku-buku itu.
“Jangan.. biar Aku saja.” Kata Allea sambil merebut buku-buku itu.
“Nggak, Aku Aja..” Renno kembali merebut Buku-buku itu. Dan Astaga… keduanya lalu sama-sama terenyum karena tingkah konyol mereka yang rebutan buku sudah seperti Anak SD yang rebutan permen dengan temannya.
‘Tett.. Tett…’
Bell pintu Apartemen Renno berbunyi. Allea bergegas untuk membuka pintu, tapi tiba-tiba Renno mencekal Tangannya. Allea menatap Renno dengan tatapan tanda tanya.
“Biar aku aja yang buka pintunya, mungkin itu Ramma bawa berkas-berkas kantor. Kamu disini Aja..” Kata Renno kemudian. Renno benar-benar tak mau jika yang datang bertamu itu Si Ramma, karena mungkin saja Ramma akan mengejeknya habis-habisan atau mungkin akan menggoda Allea,, Astaga.. apa yang sudah di fikirkannya..??
Dibukanya pintu tersebut dan Renno sangat Terkejut ketika mendapati wanita Sexy yang langsung melemparkan diri kedalam pelukannya.
“May… Kamu ngapain Sih..” Kata Renno mencoba melepaskan pelukan maya, Renno sedikit Risih dengan tingkah laku Maya.
“Sayang.. aku nggak mau kehilangan Kamu..”
“Apa maksudmu..? Kita sudah tak ada hubungan Lagi..”
“Enggak.. Kita masih dalam suatu hubungan.” Maya masih tak mau melepaskan pelukannya.
“May.. Jangan buat Aku Marah..” dan setelah perkataan dingin dan tajam Dari Renno tersebut, Maya langsung melepaskan pelukannya.
“Renn.. Kenapa kamu lakuin ini..?” Maya mulai menangis terisak-isak. “Kamu Pindahkan Aku kebagian Administrasi, belum lagi Gosip di kantor yang menyebut-nyebut kamu sudah Menikah. Kenapa kamu tega nyakitin Aku..?” Lanjut Maya lagi.
“Maaf tapi aku memang nggak pernah punya perasaan Lebih terhadapmu.” Jawab Renno dingin.
“Apa..?” Maya Membulatkan matanya ketika Renno dengan gampangnya berbicara tentang perasaannya setelah apa yang sudah mereka lakukan selama ini.
“Dan aku memang punya istri, dia sedang Hamil, Jadi Please… Keluar dari Apartemenku sekarang juga jika kamu masih punya harga diri.” Lanjut Renno lagi tanpa sedikitpun melihat Raut wajah Maya yang sudah memucat.
Maya ternganga dengan apa yang sudah dikatakan oleh Renno. Kenapa Renno sekasar itu dengannya..?? Pada saat bersamaan Maya melihat wanita yang berjalan menuju kearah mereka Dia Allea.
“Siapa Mas..? Kok Nggak disuruh masuk..?” Tanya Allea dengan lembut.
“Nggak perlu, dia mau pulang.” Jawab Renno dingin.
“Jadi.. Jadi ini istri kamu..?” Tanya Maya dengan tatapan tak percayanya.. Astaga.. inikah Istri Renno..?? Wanita yang menduduki kursi Sebagai Nyonya CEO yang selama ini diimpi-impikan para Gadis di kantor Renno..?? Apa Mata Renno buta sehingga memilih wanita Yang super Biasa-biasa saja seperti Wanita ini..?? Batin Maya sambil memperhatikan Allea dari ujung kepala hingga ujung Kaki.. Membuat Allea salah tingkah.
“Ada yang salah yaa sama penampilan Saya..?” Tanya Allea sambil ikut memandangi dirinya sendiri.
Tapi maya tak menghiraukan pertanyaan Allea “Kamu Gila… Enggak, dia nggak mungkin istri kamu.” Kata Maya masih tak percaya dengan Renno.
“Terserah Kamu percaya atau tidak tapi dia benar-benar istriku.” Kata Renno sambil meraih pinggang Allea dan tanpa di duga Renno langsung mendaratkan Ciumannya dibibir Allea.
Allea sempat terkejut, tapi tetap dinikmatinya Ciuman tersebut. Maya yang melihatnya langsung Murka, Dia lalu berbalik dan meninggalkan Apartemen Renno dengan meghentak-hentakkan kakinya.
Allea masih saja tak percaya dengan apa yang dilakukan Renno. Maya Sudah pergi tapi Renno tak kunjung menghentikan ciumannya, Astaga… Apa kejadian tadi malam akan terulang kembali..??
Akhirnya Rennopun mengakhiri Ciumannya. Cukup lama keduanya terdiam dan masih saling berhadapan Renno menyumpahi dirinya sendiri karena lagi-lagi tak dapat menahan diri. Lalu dia meninggalkan Allea begitu saja tanpa sepatah katapun, membuat Allea Sedikit merasakan Rasa tak nyaman di hatinya. Ada apa dengan lelaki itu.? Siapa wanita tadi..? Pikirnya kemudian.
***
Beberapa hari kemudian…
“Gue udah nglakuin itu.” Ucap Renno tanpa Ekspressi.
Ramma yang saat itu berada di dalam Ruangannya sampai tersedak kopi yang diminumnya karena perkataan Renno. “Melakukan Apa maksud Lo..?”
“Saran Lo.” Jawab Renno cuek.
“Apa..? Jadi Lo bener-Bener Nidurin Dia lagi..?” Tanya Ramma dengan Nada tak percaya.
“Bukannya Lo Kasih saran Gue kayak gitu kemaren..?”
Dan meledaklah tawa dari Ramma, “Astaga… Secepat itu Renn..?? dan gimana setelah itu..?”
“Gue merasa semakin Gila.”
“Dan itu tandanya Jika Lo sudah lebih parah dari pada Dhanni, Lo bahkan hanya bisa melakukan Seks hanya sedang seorang wanita, Lo parah.” Kata Ramma sambil tertawa.
“Sialan..!! Terusin Aja Nertawain Gue, Gue sumpahin Lo Akan merasakan hal yang sama Seperti yang Gue Rasain saat ini.”
“Nggaak Mungkin.” Jawab Ramma dengan Cepat dan yakin.
Tentu Saja tidak mungkin, Siapa sih yang bisa menakhlukan Hati keras Ramma, Bahkan Renno Sendiri tak yakin jika Ramma masih punya hati untuk Wanita.
***
Sore ini Allea berjalan-jalan di sekitar Komples Apartemen. Menuju kesebuah taman yang ternyata lumayang ramai di kunjungi penghuni Apartemen lain di sekitarnya. Ahh… jika tau ada tempat yang seperti ini mungkin dirinya akan menghabiskan waktu sore membosankannya disini, Pikirnya kemudian.
Allea saat ini memang sudah tak kerja lagi. Renno melarangnya. Setelah malam itu Renno kembali berubah. Renno masih perhatian, bahkan lebih. Hanya saja, Renno terlihat semakin Canggung ketika di hadapannya. Renno berangkat pagi dan pulang jam 7 malam, sehingga Allea beberapa hari ini bosan dan kesepian, tak ada teman. Renno lebih terlihat sedang meghindarinya. Ada apa..? Apa yang perlu dihindari..?
Mereka masih tidur satu ranjang meski Renno tak akan masuk kamar dulu sebelum Allea tertidur pulas. Arrgghhh.. itu benar-benar membuat suasana hati Allea tak nyaman. Allea menginginkan Renno selalu berada disisinya, Menyentuhnya…. bahkan Allea merindukan Cumbuan lembut yang diberikan Renno.
Astaga… Sejak kapan Wanita polos ini berubah menjadi wanita yang kehausan akan sentuhan Lelaki..???
“Hai…” Dan Alleapun di kejutan dengan sapaan seeorang terhadapnya.
“Mas Robby..? Mas Robby kok disini..?” Tanya Allea tak percaya.
“Aku tadi mau ngantar Beras-berkas Renno yang ketinggalan dikantor, tapi pas aku nyampek Apartemennya kayaknya dia belum nyampek Rumah. Kamu sendiri ngapain disini..?” Tanya Robby dengan heran. Bagaimana tidak, ini kan Kompleks Apartemen kalangan Elit, bagaimana bisa wanita seperti Allea berada di sini..?
“Emm.. Aku… Aku kerja disini mas..” Akhirnya Allea memilih berbohong.
“Ohh.. Oiyaa.. kenapa kamu berhenti kerja di Cafe..?” Tanya Robby lagi.
“Aku kecapek’an Mas.. Mugkin cukup kerja disini aja.”
“Bagaimana Kabar dia..?” tanya Robby kali ini sambil membelai lembut perut bncil Allea.
“Baik.. dia baik-baik saja.” Jawab Allea dengan tersenyum.
Mereka lalu berbincang-bincang bersama sesekali mengumbar tawa dan candaan yang membuat orang di sekitar mereka iri melihat kebersamaan mereka tak terkecuali Lelaki yang sedang Menatap mereka tajam dari dalam mobil.
***
Tak tau kenapa Hari ini Renno sangat ingin pulang cepat. Sepertinya dirinya memang tak bisa menahan diri lagi untuk berjauhan dengan Allea. Ramma berkata Jika dirinya sudah sangat parah, Ramma menyarankan Jika dirinya harus menghindari Allea sedikit demi sedikit. Bagaimanapun juga hubungannya dengan Allea hanya sebatas tanggung jawab, mereka bukan sepasang kekasih atau sepasang suami istri, jadi tidak di benarkan jika Renno selalu ingin menyentuh Allea.
Akhirnya beberapa hari ini Renno menghindari Allea sesuai dengan nasehat Ramma, Dan itu membuat Renno semakin Gila dan Frustasi. Hari ini mungkin Renno berada pada ujung kesabarannya, betapapun dirinya menentang perasaannya untuk berada di dekat Allea, Renno tetap tak bisa. Dia selalu menginginkan untuk berada di dekat Allea. Sialan…!!! ternyata dirinya sudah tak dapat tertolong lagi.
Renno masuk kedalam Apartemen berharap bertemu dengan Sosok yang sudah dirindukannya, Namun ternyata Sosok tersebut Tak ada. Kemana dia..?? Renno sedikit panik karena tak menemukan Allea dimanapun juga. Allea tak pernah keluar Apartemen tanpa pamit dengannya. Apa Terjadi sesuatu dengan Allea..? Apa Allea pergi meninggalkannya..? Tidakk… Allea tak boleh pergi meninggalkannya.
Akhirnya Renno kembali kemobilnya dan menancap Gasnya. Tujuan pertamanya adalah Rumah Allea yang dulu. Renno kesana tapi Allea tak ada. Rennopun berputar balik menuju kearah Cafe tempat Allea kerja dulu, tapi disana juga tak nampak ada Allea. Renno benar-benar bingung, dimana keberadaan Allea saat ini. Akhirnya dia kembali pulang dan mencoba untuk mengelilingi Kompleks Apartemennya, Dan benar saja, di sebuah taman Renno melihat Allea yang sedang duduk dan bercanda dengan seseorang. Seorang Lelaki. Renno tau siapa Lelaki itu. Itu Robby.
Sialan…!!! Ngapain Si Robby kesini..? Apa dia mau mendekati Allea. Dan berani-beraninya dia memegang Anaknya yang sedang Di kandung Allea. Apa sebenarnya hubungan mereka..? Mengapa mereka terlihat sangat dekat..? Ini tak boleh dibiarkan. Renno lalu memarkirkan Mobilnya di tempat parkir taman tersebut. Dilangkahkannya kakinya dengan pasti kearah tempat duduk Allea dan Robby.
“Ngapain Lo kesini..?” tanya Renno dengan dingin saat dia sudah sampai di hadapan Allea dan Robby.
Robby tampak terkejut dengan kedatangan Renno yang tiba-tiba. Begitupun dengan Allea yang langsung tampak salah tingkah Karena tatapan Tajam yang diberikan Renno terhadapnya.
“Gue mau kerumah Lo, Ni berkas-berkas Lo ketinggalan. Lo kan udah pulang duluan, tapi Gue tadi kerumah Lo kok Lo malah nggak ada..?” Robby sedikit tampak bingung.
“Gue Nyari seseorang.” Kata Renno masih dengan nada dingin dan penuh penekanannya serta tatapan membunuhnya yang masih terarah kepada Allea. “Ayoo.. Kita ke Apartemen Gue dulu.” Lanjut Renno lagi.
Robby sedikit heran dengan Renno. Dari Dulu Renno tak pernah mau ada keluarganya yang mengunjungi Apartemen yang dia tinggali. Tapi kenapa sore ini berbeda..?
“Ok… kita kesana dulu.” Robbypun Mengiyakan. “All.. Ikut Aku yuk..” Ajak Robby kemudian sambil menggenggam tangan Allea.
“Emm.. Aku… Aku…” Allea benar-benar tak tau harus berkata apa. Dia juga tak mengerti kenapa Renno mengajak Robby ke Apartemennya.
Renno yang melihat kedekatan Mereka Entah kenapa langsung tersulut oleh sesuatu yang ingin membuatnya meledak-ledak. Renno lalu menyunggingkan Senyuman Liciknya dan tanpa disangka-sangka diraihnya pinggang Allea hingga menempel pada tubuhnya. “Tentu saja dia ikut.” Kata Renno masih dengan menyunggingkan senyuman liciknya.
***
Robby benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dirinya sekarang Ada didalam Lift bersama dengan sepeupunya, Renno, Yang masih setia merangkul Pinggang Wanita pujaan hatinya,Allea. Apa sebenarnya hubungan mereka..? kali ini pertanyaan itu yang muncul dalam benak Robby.
Mereka menuju kedalam Apartemen Renno masih dengan Berdiam diri dan tak ada yang membuka Suara. Allea diam karena takut salah bicara. Sedangkan Robby diam Karena tak mau bertanya, dia takut jawaban dari pertanyaannya akan menyakiti hatinya.
“Buatkan minum untuk Robby Sayang.” Kata Renno dengan santainya membuat Robby semakin bingung, dan penasaran sebenarnya apa hubungan Renno dan Allea. “Kenapa..? Lo kayaknnya kok kaget gitu..?” Tanya Renno pada Robby saat melihat wajah terkejut dari Robby.
“Lo kenal dia dari mana..?” Robby berbalik bertanya.
“Bukan urusan Lo.” Jawab Renno cuek.
“apa dia tinggal di daerah sini..?” Tanya Robby yang sepertinya masih tak mengerti permasalahannya.
Renno lalu tersenyum hambar. “Dia tinggal disini, sama Gue.” Jawab Renno dengan enteng.
“Apa..??” Teriak Robby tak percaya. “Loh… Kok bisa..?” Robby masih terlihat tak percaya dengan apa yang dibicarakan Renno.
“Kami tinggal berssama karena sebentar lagi dia akan melahirkan anakku.” Dan pernyataan terakhir Renno benart-benar membuat Robby lemas.
Allea yang mendengarnyapun terkesan tak enak terhadap Robby. Astaga.. apa yang sudah di fikirkan robby terhadapnya..?? Wanita yang hamil diluar nikah, Tinggal bersama dengan lelaki diluar nikah pula. Pasti Robby saat ini berfikir jika dirinya adalah wanita murahan dan lain sebagainya.
Tiba-tiba Robby berdiri. “Gue Balik dulu.” Kata Robby singkat sambil bergegas kearah pintu.
“Loh.. kenapa buru-buru..?” Renno mencoba untuk berbasa-basi.
“Ada urusan dirumah.” Robby pergi tanpa sedikitpun melihat kearah Allea atau berpamitan dengannya. Dan itu benar-benar membuat Allea tak nyaman.
Allea akhirnya kembali kedapur, dan membuang kopi yang dibuatnya untuk Robby. Masih dengan membersihkan gelas Kopi tersebut pikiran Allea kembali melayang –layang. Bagaimana jika Robby membencinya..? Jika Robby tak akan mau berteman dengannya lagi..? Bagamana jika Shasha juga tau..? Apa shasha juga akan membencinya..?? dan lamunan Allea kembali buyar ketika dirinya merasakan sebuah Lengan Kekar memeluk perutnya dari belakang. Lengan Renno.
Ada apa dengan lelaki ini..? Jujur Allea sangat bingung dengan perubahan sikap Renno yang kadang menjadi lelaki Romantis dan perhatian, tapi kadang berubah menjadi lelaki dingin yang tak bisa di sentuh dan cenderung menghndarinya. Ada apa dengannya..????
“Ada hubungan apa kamu dengan Robby.” Tanya Renno sambil sesekali mengecup leher Allea.
“Kami hanya teman.”
“Bohong”
“Iya.. sumpah, kami hanya teman.”
“Kamu suka sama dia..?” Tanya Renno terang-terangan.
“Mas Robby baik, Semua akan suka kalau kenal denganya.”
“Tapi aku nggak suka.” Potong Renno kemudian. “Aku nggak suka lihat dia Dekatin Kamu apalagi sampai pegang-pegang calon anakku.” Kata Renno lagi dengan penuh penekanan.
“Maaf…” Kata Allea sambil menundukkan kepalanya.
Renno lalu membalikkan tubuh Allea supaya menghadapnya. Diangkatnya dagu Allea supaya menghadap kearahnya.
‘Cantik..’ Pikir Renno kemudian. Lalu tanpa disangka Renno mendaratkan Ciuman lembutnya pada bibir Allea. Menyesapnya sambil memejamkan mata.. Astaga… Wanita Polos ini benar-benar membuatnya ketagihan.
Alleapun menikmati ciuman itu. Di Cengkeramnya Kemeja yang melekat dengan pas didada Renno. Allea memang tak pandai berciuman, Tapi Renno melakukannnya seakan-akan Allea juga membalas ciumannya. Kedua-duanya sama-sama menikmati cuuman intens itu sambil memejamkan mata masing-masing.
Renno menghentikan Ciumannya ketika mengetahui jika Allea sudah ssak karena kehabisan Nafas. Dilihatnya Wajah Allea yang merah padam hingga telinganya. Sialan…!!! kenapa bisa wanita seperti ini membuatnya tergoda..?
“Apa kamu tau jika kamu sudah mengacaukan semuanya..?” Tanya Renno dengan nada dinginnya.
Allea memandang Renno dengan tatapan sendunya. “Maaf…” Kata Allea lagi dengan lirih.
“Kamu sudah mengacaukan hidupku, Kamu sudah mengacaukan masa depanku, dan kamu juga sudah mengacaukan Perasaanku. Apa Kamu puas nglakuin ini sama Aku..?”
Kali ini Allea tak mengerti dengan apa yang dikatakan Renno. Renno lalu megecup bibir Allea sekali lagi dengan singkat, Kemudian menggenggam tangan Allea. “Ayoo ikut aku.” Kata Renno sambil menyeret Allea.
“Kita mau kemana..?”
“Kamu akan tau.”
***
Ternyata Renno memarkirkan Mobilnya di depan sebuah Butik besar dan mewah. Renno lalu masuk dan bertanya pada salah satu pegawai butik tersebut.
“Ibu Zoya ada..?” Tanya Renno pada pegawai butik tersebut.
“Ada di ruangannya pak, Tapi ibu Zoya sedang ada tamu, Ada yang bisa saya bantu..?”
“Apa Ramma tamunya.?”
“Iya pak.”
Dan setelah jawaban pegawai tersebut Renno langsng melesat masuk dengan menggandeng tangan Allea tak memperdulikan panggilan dari sang pegawai butik tersebut.
Ternyata itu adalah butik milik Zoya, Sangat besar dan Elegant. Renno langsung masuk kedalam Ruangan Zoya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan benar saja, didalam sudah ada Zoya yang berada di atas pangkuan Ramma saling memangut bibir masing-masing.
Allea yang melihatnya langsung menundukkan wajahnya. Dia malu dan memerah karena ternyata tadi dirinya juga sempat berciuman intens seperti itu dengan Renno.
“Hentikan itu dulu.” Suara Renno membuat Zoya dan Ramma menghentikan Aksinya.
“Brengsek..!! sedang apa Lo disitu..?” Umpat Ramma yang langsung dapat hadiah cubitan di perutnya dari Zoya.
“Gue butuh bantuan.” Jawab Renno dengan cueknya.
“Apa Lo nggak bisa nunggu..? Lo kebiasaan suka Ngganggu Waktu orang tau nggak Renn,” Gumam Ramma dengan kesal.
“Sorry.”
“Sial..!” Ramma masih saja mengumpat.
Zoya hanya tersenyum melihat Ramma yang merajuk seperti anak kecil. “Apa yang bisa kita bantu Renn..?”
“Carikan baju yang cantik tapi tetap sopan untuk dia.” Kata Renno sambil menarik Allea kedepannya.
Ramma yang tadinya Enggan berbicara Lagi dengan Renno langsung berdiri menghampiri Renno karena mendengar permintaan Renno tadi.
“Apa Gue nggak salah denger..? Lo suruh Zoya carikan baju yang cantik untuknya..? Jangan bilang kalo Lo mau Ngelamar dia..?” Tanya Ramma penudnegan Selidik.
Renno hanya tersenyum misterius. “Gue nggak akan ngelamar dia. Gue Hanya akan bawa dia kerumah Orang tua Gue, dan Nikahin dia Secepatnya.” Jawab Renno dengan tenang.
“Whatt..?” Ramma.
“Apa..?” Zoya.
“Hahh..?” Allea.
Kata mereka bertiga scara bersamaan. Ketiga-tiganya sama-sama terperangah dengan perkataan tenang yang meluncur sempurna dari bibir Renno. Bahkan Allea merasakan tubuhnya langsung Panas dingin ketika mendengar pernyataan itu, Menikah..?? Benarkah Renno akan menikahinya..??

__TBC__

Haii… Gimana ama Chapter 8 nya..?? kurang HOT ya… hehheheh maklum aja yaa karena memang ini bukan Novel Roman Erotis, jadi adegan Senonoknya nggak ada.. Okk.. Mkasih udah mau baca.. jangan lupa kasih Like / Coment yaa…

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 7

Comments 9 Standard

BiycoverBecause It’s You

 

Chapter 7

 

Allea membulatkan matanya ketika sampai didalam Kamar itu, Kamar yang diyakini Allea sebagai kamar Renno. Kenapa dirinya digiring kemari..?? dan kenapa pakaian-pakaiannya di masukkan Renno kedalam Lemari di kamar tersebut..? Allea bertanya-tanya dalam hati.
“Kamu kenapa..?” Tanya Renno saat melihat Allea yang sedang ternganga didepan pintu kamarnya.
“Kenapa bajuku di taruh disini..?” tanya Allea dengaan tatapan tanda tayanya.
“Yaa karena kamu akan tidur sini.” Jawab Renno dengan cueknya.
“Loh.. tapi.. bukannya ini Kamar Mas Renno.”
“Iya, emangnya kenapa..?”
“Kita tidur sekamar..?” tanya Allea masih ta percaya.
“Iya, emangnya kamu mau tidur dimana lagi..? Disini Cuma ada satu kamar.”
“Dan.. Satu.. Ranjang…?”
“Yeepp..” Jawab Renno dengan cepat. Dan entah mengapa Tubuh Allea memanas ketika mengingat dirinya akan tidur sekamar bahkan seranjang dengan Renno nantinya. “Kamu kenapa merah Gitu..” Tanya Renno sembari mendekatkan Wajahnya lebih dekat kearah wajah Allea.
Allea langsung gelagapan mendengar pertanyaan Renno tersebut apalagi saat Renno mendekatkan wajahnya. Allea langsung menangkup kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya, Astaga… Kenapa Dia jadi seperti ini..?? “Ahh enggak.” jawabnya masih dengan malu-malu.
Melihat Allea yang terlihat malu-malu membuat Renno tersulut akan sesuatu. Sial..!! kenapa seperti ini.. Wanita ini membuatnya menjadi lelaki yang Aneh. Membuatnya berbeda dengan sosok yang ia bangun selama ini setelah putus dengan Nessa. Akhirnya dengan sedikit menyunggingkan senyumannya Renno melangkah lebih dekat kearah Allea, tapi Allea mundur satu langkah, Renno maju lagi dan Allea mundur lagi. Astaga,, ini benar-benar Menyenangkan, Pikir Renno dalam hati.
“Kenapa Menjauhiku..?” Entah Apa yang membuat Renno berubah menjadi lelaki penggoda seperti sekarang ini.
“Ahhh Enggak..” Lagi-lagi Allea gugup dengan kedekatan mereka.
Renno menundukkan dan memiringkan Wajahnya hingga sejajar dengan wajah Allea. Jarak wajah Mereka hanya beberapa senti. “Cepat mandi dan bikinkan aku Nasi Goreng, Aku sudah kelaparan.” Kata Renno dengan serak tepat di depan bibir Allea, dan langsung meninggalkan Allea yang terpaku begitu saja.
Renno keluar Dari kamarnya dengan menyunggingkan sebuah senyumannya. Entah mengapa dia merasa senang menggoda Allea seperti itu. Sedangkan Allea sendiri merasakan seakan-akan tubuhnya terbakar, dia menangkup kedua pipinya sendiri dengan kedua telapak tangannya lagi. Astaga…. dia bahkan merasakan suasana didalam kamar tersebut menjadi panas.. dirinya harus mandi sekarang juga…
***
Setelah mandi dan mengenakan pakaian bersihnya Allea langsung keluar dari kamar dan menuju kedapur, melewati Renno begitu saja yang berada di depan Tv. Sedangkan Renno sendiri langsung mengalihkan pandangannya kearah Allea ketika mencium Aroma segar dari badan Allea, Aroma yang sama dengan Aromanya saat setelah mandi, namun entah mengapa dirinya merasakan jika Aroma Allea tetap yang terbaik.
Renno semakin membulatkan matanya ketika mendapati Allea dengan Daster Hello Kitty mungilnya yang panjangnya hanya Selutut, sedikit lebih kecil karena dada dan Perut Allea kelihatan sangat menonjol, rambut Allea yang setengah basahpun menjadi sasaran pandangannya, belum lagi betis dan lengan Allea yang entah mengapa terlihat putih mulus. Astaga.. Renno benar-benar Langsung menegang saat itu juga.
Apa karena Daster itu..? Allea berpakaian sederhana namun entah mengapa itu semakin membuat Renno ingin melahapnya bulat-bulat. Jujur saja, Renno tak pernah melihat Wanita mengenakan Daster seperti itu seumur hidupnya, Apa semua wanita yang mengenakan Daster akan Se sexy Allea..? Sexy..?? tunggu dulu, sejak kapan Allea yang biasa-biasa saja menjadi wanita yang sexy dan menggoda untuk Renno..??
“Mas Renno ngapain..??”
Renno baru Tersadar ketika mendengar pertanyaan yang terdengar heran dari Allea. Dan Benar saja jika Allea saat ini sedang Heran, karena tanpa ia sadari ternyata sedari tadi Kakinya sudah melangkah kearaah Allea bahkan saat ini tubuhnya hampir saja menempel di bagian tubuh belakang Allea.
“Ehh.. emm,, Aku.. Aku…” Renno pun tampak gugup dan tak tau harus menjawab apa karena dia sendiripun tak tau kenapa dirinya bisa sampai tepat di belakang Allea.
“Apa ada yang salah,.?” Tanya Allea lagi yang saat ini sudah menghadapnya dan sangat dekat dengannya.
“Rambutmu kan masih basah, harusnya kamu pakai handuk. Lihat, karpetku jadi basah kan..” Kata Renno kemudian sambil menunjukkan karpet dibawahnya yang sama sekali tak Basah. Renno benar-benar tak tau harus memberikan alasan apa, baru kali ini dia seperti ini dihadapan wanita.
“Maaf…” Kata Allea kemudian sambil menunduk.
Renno lalu masuk kedalam kamarnya dan kembali dengan sebuah handuk ditangannya. “Pakai ini, biar nggak membasahi karpetku.” Kata Renno dengan kesal sambil melemparkan Handuk kepada Allea,. Sebenarnya Renno tak kesal dengan Allea, dia kesal dengan dirinya sendiri karena dengan mudah dan cepatnya dirinya tergoda dengan Allea yang sederhana itu.
Dan Rennopun semakin semakin merutuki dirinya sendiri karena sudah memberikan handuk kepada Allea sehingga Allea menyanggul Rambutnya keatas dengan handuk tersebut, menampilkan Leher jenjang Allea yang putih mulus. Sial…!! Renno dengan susah payah menelan ludahnya, dia bahkan membayangkan jika bibirnya berada di leher tersebut, dan itu semakin membuatnya menggila,.
Renno mengingat-ingat saat mereka bercinta dulu apakah Renno mencumbui leher tersebut..?? dan lagi-lagi Renno berakhir dengan menyumpahi dirinya sendiri karena tak mengingat apapun saat bercinta dengan Allea pada saat itu. Sialan…!!!
“Mas Renno kenapa Lagi..?” tanya Allea lagi saat melihat Renno yang masih ternganga sambil memandangnya.
Shitt…!!! lebih baik lanjutkan masakanmu. Aku mau Olahraga dulu.” Kata Renno sambil bergegas pergi. Dia tak mau lama-lama di dekat Allea, itu membuatnya semakin Gila dan Frustasi. Dirinya juga tak habis fikir, bagaimana bisa Allea yang sederhana tersebut merawat tubuhnya hingga terlihat menggairahkan saat dipandang..? Apa dirinya baru menyadari ini..? dan apa hanya dia yang menyadarinya..?? Sialan..!!! Renno yang saat ini sudah berada diatas Treadmill diruang olahraga pribadinya mempercepat Laju Treadmillnya tersebut, berharap suapaya bisa mengalihkan perhatiannya dari Allea yang Sexy..
Allea menggeleng-gelegkan kepalanya saat melihat tingkah laku Renno yang semakin aneh. Diapun melanjutkan memasak Nasi Gorengnya untuk Renno.
Alleapun selesai membuat Nasi goreng untuk Renno. Dan dia akan bergegas membuat Kopi dan susu untuk Renno dan dirinya sendiri. Tapi Allea di kejutkan dengan bel pintu Apartemen Renno yang berbunyi. Siapa yang kira-kira bertamu pada pagi hari..? Pagi..?? Astaga.. ini sudah hampir jam 10 siang. Allea bahkan lupa waktu ketika bersama Renno.
Dibukannya pintu tersebut menampilkan Sosok Ramma dengan pandangan terejutnya.
“Kamu.. ngapain disini..?” Tanya Ramma kemudian.
“Emm.. saya.. saya tinggal disini.”
“Apa..?” Teriak Ramma Tak percaya. “Sialan..!!! Seharusnya aku tau Jika Si Renno sudah makin parah.” Gerutu Ramma lenngkap dengan umpatannya. “Renno mana.?” Tanya Ramma kemudian.
“Dia masih olah Raga, masuk aja Mas..” Ajak Allea kemudian, Lalu Rammapun masuk dan Allea mengikutinya dari belakang tapi kemudian Allea menuju kedapur. “Mas Ramma mau minum apa..?” Tanya Allea kemudian.
“Nggak perlu.” Jawab Ramma Cuek sambil melempar tasnya ke sofa ruang tamu Renno, namun tiba-tiba dirinya sedikit tertarik mengikuti Allea yang sibuk di dapur, belum lagi mencium aroma masakan Allea yang benar-benar menggugah selera makannya. “Kamu lagi ngapain..?” Tanya Ramma ketika sudah berada didekat Allea.
“Ini lagi bikin Kopi buat Mas Renno.” Jawab Allea kemudian.
“Kamu Kayak istrinya aja.” Gerutu Ramma kemudian dia mengalihkan pandangannya kepada penggorengan yang didalamnya masih ada Nasi Goreng buatan Allea. “Apa itu..?” tanya Ramma kemudian.
“Ohh.. ini Nasi Goreng, Mas Ramma mau..?” tanya Allea kemudian.
“Enak Nggak..?? Awas kalo sampek perutku sakit karena makan makanan ini.”
Allea Tersenyum. Ternyata Ramma adalah type orang yang enak di ajak bicara, dirinya bahkan tak canggung, berbeda ketika dihadapan Renno. “Ini Enak dan Higienis, jadi Mas Ramma nggak mungkin sakit perut.” Jawab Allea kemudian.
“Ok.. kalo gitu siapkan satu untukku ya…” Kata Ramma sambil tersenyum.
“Ngapain Lo Kesini..?” suara itu mengagetkan mereka berdua, suara dingin milik Renno. Astaga… benar-benar terdengar dingin. Ramma tau jika Renno tak suka dengan kedekatannya dan Allea, dan itu membuat Ramma geli, Ramma bahkan memiliki ide gila untuk membuat Renno Cemburu dan terlihat semakin Bodoh.
Tiba-tiba dirangkulnya pundak Allea dengan mesrah. “Gue Cuma mau numpang makan, dan ternyata Gue nggak salah mampir, Masakannya enak.” Kata Ramma sambil menyunggingkan senyuman mengejeknya.
Perut Renno seakan menegang oleh Amarah. Sialan..!! berani-beraninya si Ramma merangkul mesrah Wanita yang sedang mengandung anaknya tersebut dihadapannya, apa Ramma mau cari mati..?
“Brengsek Lo..!! Singkirkan tangan Lo dari pundaknya atau..”
“Atau apa..?” tantang Ramma kemudian.
Dan Rennopun tak menjawabnya. Renno tau jika dia menantang Ramma berkelahi dirinyalah yang akan kalah. Ramma memiliki sabuk Hitam Taekwondo, belum lagi Olah raga yang sangat di gemarinya Thai Boxing membuatnya berfikir dua kali untuk menantang Ramma.
Renno tak banyak Omong lagi, dirinya langsung memisakan Ramma dari Allea, dan memilih berdiri di tengah-tengah Allea dan Ramma. “Sebenernya Lo mau ngapain kemari..?” Tanya Renno lagi.
Ramma tertawa penuh dengan kemenangan, Ternyata Si Renno sudah jatuh di lubang yang sama Seperti Dhanni. Renno sudah masuk dalam ‘Zona Bahaya’ Tersebut. Ramma lalu menuju ke Sofa tempat dia menaruh tasnya tadi. “Gue perlu tanda tangan Lo.” Kata Ramma sambil mengeluarkan sebuah Map untuk Renno.
Renno lalu memandang kearah Allea “Tetap disini.” Desis Renno kepada Allea. Dirinya tak bisa memikirkan bagaimana jika Ramma juga sama tergodanya dengan penampilan  Allea… Astaga.. pagi ini Allea benar-benar terlihat Sexy di matanya. Apa Ramma juga melihatnya seperti itu..?? Ahhh sialan..!!! Seharusnya dia tak membiarkan Ramma mengunjunginya di Apartemen ini.
Dengan sedikit cemberut Renno menyambar berkas-berkas tersebut dan mempelajarinya. “Lo bener-bener tinggal seatap degannya..?” Tanya Ramma dengan nada tak percaya.
“Kenapa..? Lo kan juga tinggal seatap dengan Zoya tanpa menikah.”
Ramma tersenyum. “Itu kan beda Renn, Gue tinggal seatap karena memang kami saling cinta dan saling memiliki, sedangkan kalian kan enggak.”
“Setidaknya kami akan memiliki Anak. Jadi Gue Cuma berusaha bertanggung jawab.” Jawab Renno masih dengan memperhatikan kertas-kertas yang dibawa Ramma tadi.
“Lo yakin itu hanya tanggng Jawab..?”
“Lo nggak percaya sama Gue..?”
Dan Ramma lagi-lagi tersenyum mengejek. “Gue fikir Lo sama kayak Gue yang Tergoda dengan tubuh Bagus Wanita itu..” Goda Ramma kemudian yang membuat Renno meledak.
Renno lalu berdiri dan membanting kasar Map-Map beserta kertas-kertas yang dibawanya tersebut keatas meja. “Sialan Lo…!! Pergi dari sini sekarang juga.” Teriakan Renno membuat Allea kaget. Sedangkan Ramma malah tertawa terbahak-bahak melihat kemarahan sahabatnya yang benar-benar tak terkendali tersebut.
“Renn.. Lo bener-bener udah parah.. hahhahaha” Kata Ramma masih dengan tertawa.
Dan Renno masih belum bisa menahan amarahnya. Dia lalu duduk kembali dan mengambil kertas-kertas tersebut lagi. “Kalo niat Lo kesini Cuma buat gangguin dia mending Lo pulang.” Desis Renno kemudian.
“Hahahha sialan…!!! Gue Cuma Godain Lo aja Renn.. dan ternyata Lo bener-bener udah parah, hahhahah”
“Sialan Lo..!!” umpat Renno kemudian. Tapi setelah difikir-fikir ternyata ada benarnya juga apa yang dikatakan Ramma. Dulu ketika dirinya Cinta kepada Nessa dan mengetahui Nessa bersama sahabatnya, Dhanni, Dirinya memang marah, tapi tak semarah ini, dirinya bahkan mau mengalah untuk kebahagiaan Nessa dan Dhanni. Tapi entah kenapa semua ini berbeda ketika dengan Allea. Bahkan jika Ramma benar-benar menginginkan Allea, Renno bersumpah tak akan melepaskan Allea dari tangannya. Ada apa ini..?? Ada apa dengan dirinya…?
Ramma sudah tak tertawa lagi, tapi masih menyunggingkan senyuman mengejeknya. “Lebih baik Lo cepat-cepat nikahin dia Renn.. Sebelum Dia jatuh ketangan orang lain.” Nasehat Ramma.
“Dia nggak mungkin jatuh ketangan orang lain.”
“Lo yakin..? kalo lo nggak mau lebih baik Gue….”
“Ramm.. Lo jangan mancing Gue lagi.” Potong renno dengan desisan tajamnya.
Dan Rammapun kembali tertawa. “Renn Gue bercanda.. Gue nggak mungkin kencan Dengan Cewek Lo atau istrinya Dhanni.” Kata Ramma masih dengan tertawa.
“Dan juga Adek Gue.” Kata Renno masih dengan memandang kertas-kertas yang di lemparnya tadi. Dan setelah perkataan Renno itupun Ramma langsung menghentikan Tawanya seketika. Ramma menelan ludahnya dengan susah payah, entah mengapa kini dirinyalah yang mulai terpancing dengan kata-kata renno.
“Nihh Gue udah tanda tangan.” Kata Renno yang belum menyadari kepucatan Wajah Ramma karena ucapannya.
Ramma lalu menyambar kertas-kertas tersebut, merapikannya dan memasukkannnya kedalam tas dengan cepat. “Ok.. Gue Balik dulu.” Kata Ramma tanpa senyuman-senyuman tengilnya seperti tadi.
Mengetahui Ramma akan bergegas pergi Alleapun langsung menghampiri mereka. “Loh.. mas Ramma mau pergi.. itu Nasi Gorengnya udah aku siapin.” Kata allea kemudian, lalu tanpa di sangkanya Renno meraih telapak tangan Allea dan menggenggamnya.
Ramma yang melihatnya hanya tersenyum geli. “Lain kali aja, aku mampir lagi. Kayaknya Si Renno nggak suka kalo ada tamu.”
“Sialan Lo..!!” umpat Renno kemudian.
Dan Rammapun akhirnya keluar dari Apartemennya yang di pinjam Renno dengan menyunggingkan tawa lebarnya. Astaga.. ini benar-benar menyenangkan, sepertinya dirinya akan mempunyai mainan baru yaitu membuat Renno meledak-ledak seperti orang bodoh. Pikirnya kemudian.
Sedangkan Renno yang tak menyadari jika dirinya sudah menggenggam tangan Allea langsung melepaskannya begitu saja ketika sadar dengan tingkah lakunya. “Ayoo makan, aku lapar.” Katanya sambil bergegas meninggalkan Allea menuju ke meja makan.
Renno duduk dan memakan Nasi gorengnya dengan Lahap tanpa memperhatikan Allea, dia takut terpengaruh oleh penampilan Allea.
“Nanti ikut aku keluar, kita belanja kebutuhan kamu.” Kata Renno masih tak mau memperhatikan Allea.
“Kebutuhanku..??” tanya Allea tak mengerti.
“Iya.. kayaknya baju-bajumu sudah nggak muat dan nggak layak pakai.”
“Apa..?? ini masih muat kok..” Allea masih tak mengerti, dirinya tak memiliki baju ketat, kebanyakan bajunya adalah baju-baju longgar seperti Daster, baju tidur, atau Kaos oblong yang masih lumayan besar saat di kenakannya.
“Muat..?? Kamu nggak lihat itu semua pada menonjol kayak gitu..? Si Ramma tadi bahkan memandangmu seakan-akan ingin menelanmu hidup-hidup.”
“Apa..? Masak sih..??” tanya Allea tak percaya.
“Kecuali kalau memang kamu berniat menggodaku dan tidur denganku, aku mengijinkanmu memakai pakaian itu.” Ucap Renno tanpa dia Sadari.
‘Gleekk..’ dengan gugup Allea menelan Ludahnya. Menggoda lelaki ini..?? dan tidur bersamanya..?? Astaga.. apa dirinya sudah terlihat seperti wanita penggoda..?? Apa lelaki ini tergoda dengannya..??? batin Allea.
Renno yang baru menyadari perkataannnya tadi langsung merutuki dirinya sendiri dalam hati. Dengan gugup Renno memebenarkan posisi duduknya. “Lupakan yang aku bicarakan tadi. Aku mandi dulu. Nasi Gorengnya enak.” Kata Renno sambil meninggalkan Allea yang diam membatu memandangnya.
***
Renno dan Allea sudah selesai belanja kebutuhan dapur. Allea berniat untuk memasakkan Renno setiap hari sehingga dia tidak merasa tak Enak karena menumpang dengan Renno secara gratis. Sedangkan Renno sendiri meng iyakannya karena memang dia suka masakan Allea.
Renno juga sudah membelikan beberapa baju hamil untuk Allea. Mereka masih saja mengelilingi pusat perbelanjaan tersebut, membuat semua mata wanita yang memandang mereka iri. Bagaimana tak Iri, Sedari tadi Renno dengan mesrahnya menggenggam telapak tangan Allea, seakan-akan mengklaim jika Allea hanta miliknya. Astaga… lelaki setampan dan sekeren Renno melakukan itu kepada wanita berperut buncit yang biasa-biasa saja seperti Allea..??
“Kita mampir disitu yaa.. kamu mungkin capek dan lapar.” Ajak Renno sambil menuju kearah Restoran yang berada di unjung.
Dan Allea hanya mengangguk dan menurut.
Mereka Akhirya masuk kedalam Restoran tersebut dan memesan makanan, tapi ketika menunggu makanan pesanannya datang Renno dikejutkan dengan kedatangan Dhanni dan Nessa, beserta anak mereka.
“Kalian disini juga..?” Tanya Dhanni yang sudah duduk sebelah Renno.
“Hai..” Sapa Nessa kepada Allea sambil ikut duduk di sebelah Allea.
“Hai..” Alleapun menyapa balik.
Sedangkan Renno sendiri menegang saat melihat kedatangan Dhanni dan Nessa. Bagaimanapun juga rasa Canggung akan selalu ada di antara mereka. “Iya kami mau makan. Kalian sendiri sedang cari apa..?” tanya Renno sedikit berbasa-basi.
“Kami juga cari makan.” Jawab Dhanni kemudian.
“Gabung disini aja.” Entah Dari mana Renno mendapat keberanian mengucapkan itu.
“Ok Kita akan gabung kalo lo yang teraktir.” Canda Dhanni membuat semuanya tertawa.. dan suasana di sekitanya pun mulai mencair.
Lama mereka makan bersama sambil bertukar cerita sesekali bercanda. Renno tak lagi merasakan kekakuan diantara dirinya, Dhanni, dan Nessa. Apa karena keberadaan Allea.?? Ahh entah lah…
Alleapun demikian, dirinya merasa nyaman dengan kedatangan Nessa. Ternyata Nessa wanita yang baik. Mereka banyak bercerita tentang kehamilan karena saat ini Nessapun sedang hamil dua bulan anak keduanya. Beginikah wanita yang di cintai Renno…?? mengingat Hal itu Allea sedikit minder dengan dirinya sendiri. Nessa wanita yang sangat Cantik, baik dan tubuhnyapun masih bagus padahal dirinya sudah memiliki satu anak.
“Apa dia sudah bergerak-gerak..?” tanya Nessa sambil memegang perut Allea.
“Emm sudah, hanya sesekali saja.” Jawab Allea kemudian.
Nessa lalu tersenyum manis. “Aku senang, Kak Renno mendapatkan wanita baik seperti kamu.” Kata Nessa dengan tulus.
“Ahh.. hubungan kami tak seperti itu..” Allea menunduk malu dengan pujian Nessa.
“All.. Kak Renno nggak pernah main-main sama Wanita.. dia Lelaki yang baik Dan bertanggung Jawab. Kamu beruntung mendapatkannya dan dia juga beruntung mendapatkan wanita baik dan cantik seperti kamu.” Lanjut Nessa lagi.
Allea hanya tersenyum, ternyata Nessa adalah wanita yang baik, pantas saja dua sahabat ini pernah memperebutkannya. Dan sepertinya mereka nantinya akan menjadi teman baik.
“Kalo kamu perlu teman ngobrol atau membahas tentang kehamilan, telepon aku saja ya.. ini nomerku, Aku pikir kita akan jadi teman baik.” Lanjut Nessa lagi.
Dan Allea sangat senang menerimanya. Terkadang dia memang membutuhkan seoang teman baik yang bisa diajak bicara.
“Sayang, ini sudah malam, Ayo pulang, Brandon sudah ngantuk nihh..” Kata Dhanni yang sudah berdiri menggendong brandon anak pertama mereka.
“Ya udah All.. aku pulang dulu ya.. jangan lupa Telepon.” Pamit Nessa.
“Iya..” jawab Allea sambil tersenyum.
“Ok. Kami balik Dulu Yaa Renn.” Kata Dhanni berpamitan.
“Ayoo Kak,” Nessapun ikut berpamitan dengan Renno. Dan Renno hanya tersenyum sambil mengangguk.
“Apa kita juga pulang..?” Tanya Renno kemudian.
Allea mengangguk. “Iya.. aku sudah capek.” Dan merekapun Akhirnya memutuskan untuk pulang.
***
Sesampainya dirumah…
Allea bergerak gelisah kesana kemari diatas Ranjang Renno. Astaga… kenapa dia merasaan kepanasan seperti ini..? padahal Renno saja belum disini. Saat ini Renno masih di dalam kamar mandi, entah dia sedang apa Allea tak tau. Yang jelas Allea saat ini gelisah tak menentu dengan perasaannya sendiri.
Rennopun akhirnya keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kaus dalamnya dan celana piama. Entah kenapa setiap saat Renno benar-benar terlihat tampan di mata Allea. Allea bahkan berharap jika anaknya nanti terlahir dengan jenis lamin laki-laki supaya bisa mewarisi ketampanan Ayahnya.
Dan tanpa rasa Canggungnya Renno langsung melemparkan diri keatas Ranjang tepat di sebelah Allea. “Ahhh… nyamannya..” Desah Renno kemudian.
Mendadak tubuh Allea menjadi kaku. Lelaki ini benar-benar akan tidur di sebelahnya..??? Astaga.. apa dirinya nanti bisa tidur dengan tenang..??
“Kamu belum tidur..?” Tanya Renno kemudian.
“Emm.. belum..”
“Apa yang Kamu fikirkan..?”
“Nggak Ada.. Hanya nggak bisa tidur saja.” Jawab Allea bohong, padahal saat ini Allea sedang memikirkan hal-hal Erotis yang tak pernah terfikirkan oleh Otanya sebelumnya, tapi entah kenapa beberapa hari ini dirinya selalu memikirkan hal itu. Terlebih lagi di dalam fikirannnya tersebut adalah Renno dan dirinya sendiri. Astaga….
“Apa tadi aku terlihat tegang..?” Tanya Renno kemudian tanpa mengalihkan pandangannya dari langit-langit kamarnya. Saat ini keduanya memang sedang sama-sama tidur dengan memandang langit-langit kamar tersebut.
Allea lantas memandang Kearah Renno. “Tadi..? Maksud Mas Renno..?” tanya Allea ta mengerti.
Renno menghela nafas panjang. “Saat Bertemu dengan Dhanni dan Nessa..” Jawabnya Lirih..
“Oww…”
“Aku berusaha bersikap sebaik mungkin, tapi sepertinya aku tak dapat membohongi perasaanku sendiri. Bagaimanapun juga Aku pernah Cinta dengan Nessa, hubungan kami sempat memburuk, Aku bahkan sempat kabur keluar Negri hanya untuk melupakan Nessa, dan semuanya berakhir sia-sia. Aku ingin tak ada kecanggungan saat ami bertemu tapi sepertinya itu tak mungkin..” Renno bercerita panjang lebar.
Allea tak mengerti kenapa Renno bisa menceritakan semua itu kepadanya. Mungkin Renno benar-benar merasa tersiksa melihat Wanita pujaan hatinya bersanding dengan sahabatnya sendiri. Renno hanya terlalu cinta Dengan Nessa, bahkan Allea mengingat dengan Jelas saat malam itu merea lalui Renno tak pernah berhenti menyebut nama Nessa.
“Nessa wanita yang baik… dia pantas mendapatka Dhanni..” kata Renno dengan nada lirih.. Allea merasa iba melihat lelaki disebelahnya sedih seperti itu, entah kenapa hatinyapun ikut tersakiti.
“Mas Renno juga akan mendapatkan wanita yang lebih baik lagi nantinya..” Kata-kata itupun keluar dari bibir Allea. Membuat Renno menatap Allea dengan tatapan kosongnya.
Renno melihat Wajah Allea yang entah kenapa terlihat seakan-akan bercahaya, Astaga… dari mana datangnya malaikat ini..?? Aku sudah jahat dan kasar terhadapnya, sudah menghancurkan masa depannya, tapi dia masih bisa menerimaku dengan senang hati. Apa dia tak memiliki Rasa benci..? Apa dia tak memiliki Emosi..??? batin Renno berkata.
Tanpa Renno Sadari dirinya semakin mendekatkan wajahnya kewajah Allea, tangannya pun sudah mengelus pipi Allea membuat Allea memejamkan matanya.Wajahnya semakin dekat… semakin dekat… dan akhirnya di tempelkannya bibirnya pada bibir mungil Allea, Sambil memejamkan mata Renno menikmati setiap inci dari bibir Allea. Menghisapnya.. mencari-cari rasanya… Allea yang memang tak pandai berciuman bahkan tak pernah berciuman pasrah dengan apa yang dilakukan Renno.
Merasakan Allea yang sudah pasrah terhadapnya membuat Renno semakin menggila, dirinya menginginkan lebih, dilumatnya bibir Allea penuh gairah yang membara… renno Menuntut lebih, menginginkan lagi dan lagi… kali ini Renno sudah mengecupi setiap inci dari rahang Alleaa, menuju kelehernya.. oh.. Leher yang tadi pagi menggodanya, Akhirnya Renno bisa mencapai leher tersebut dengan bibirnya, Bahkan Renno memberikan Tanda kepemilikan di Leher Allea, Allea hanya miliknya… hanya miliknya…
Renno mendengar samar-samar desahan dari bibir Allea membuat Renno melarikan bibirnya kebibir mungil tersebut lagi… mengecapnya Kembali… Sialan…!!! dirinya benar-benar semakin menggila… Renno menginginkan Allea Saat ini juga…..

_TBC_

Mana nichh.. Suaranya RennAll Lovers..??? Gimana.. gimana… Seru kan Chapter ini…. Ayooo… tunggu lanjutan kisah mereka yaa…. jangan lupa Like halaman FB Mamabelladramalovers ya… heheehehe