The Lady Killer – Special Cast

Comment 1 Standard

Screenshot_2015-06-28-02-08-48-1

The Lady Killer Special Cast

Hai.. hai.. hai… ketemu lagi sama saiya Author GJ (Gak Jowo) hehehehe kali ini saiya mau bagi-bagi profil cast yang menurut author Cocok banget buat di jadikan peran utama di Coretanku “The Lady Killer”  Supaya para Readers yang baca bisa membayangkan dan lebih nyata imajinasinya dengan sosok-sosok yang ada di dalam coretan ini.. kira-kira siapa yaaa yang cocok jadi pemeran utamanya.. okehh.. nggak mau banyak cincong lagi… langsung aja yaaa..

 

1) Nessa Arriana.

Screenshot_2015-06-30-20-18-41-1Screenshot_2015-06-30-20-20-08-1Screenshot_2015-06-30-20-20-42-1Screenshot_2015-06-30-20-21-28-1

Menurut Author, Si Do’i cocok banget nihh jadi Nessa Arriana  Cewek cantik namun berpenampilan sederhana apa adanya, tidak tomboy namun juga tak terlalu feminim, banyak yang naksir, dan di perebutkan 2 sahabat yang merupakan Cowok terkeren di kampusnya.

 

2) Dhanni Revaldi.

Screenshot_2015-06-30-20-22-04-1Screenshot_2015-06-30-20-23-01-1Screenshot_2015-06-30-20-23-43-1Screenshot_2015-06-30-20-24-13-1Screenshot_2015-06-30-20-42-32-1

Hayuukkkk… apa disini ada yang sesak nafas…?? kalo ada berarti sama kayak Author, ( #Plaakk di tabok para readers ) pertama kali aku liat foto ini yang pertama kali terlintas di fikiranku adalah H.O.T… Hehehhehehe menurut Author, Do’i Cocok banget meranin Sosok Dhanni Revaldi alias “The Lady Killer” kita ini.. yang pertama karena dia nggak terlalu tua atau muda, cocok bgt jadi anak kuliahan atau orang kantoran, yang kedua, tatapan matanya yang tajam itulohh yang bikin jantung wanita seakan mau copot dari tempatnya (hahaah lebbay,, *Abaikan), yang ketiga apalagi kalau bukan wajahnya yang ganteng-ganteng gimana,,,, gitu, cocok banget jadi sosok Bad Boy dan Playboy karakter sebenarnya dari seorang Dhanni Revaldi. bonusnya apalagi kalau bukan penampilannya yang terkesan Hot dan Sexy. hahahah lagi-lagi *abaikan.

 

3) Renno Handoyo.

Screenshot_2015-06-30-20-25-00-1largeporshe-notjealousp302-841x1024225505518371f91ba60

Untuk sosok Renno ini Author kurang sreg,,, entah kenapa, kayaknya dO’i terkesan terlalu muda ya,,, hemmbbb.. nggak papa lah yaa… aku milih dia sebagai karakter Renno Handoyo karena pertama di dia ini gantengnya kalem, cocok banget sama karakter di coretanku, trus yang kedua Cool.. dan ada tampang2 Playboy gitu… cocok dengan karakter Renno. kalo misalnya ada yang tanya “Thor, kenapa kok Dhani sama Renno sama-sama ganteng…? padahal PUnya kan Dhanni aja, harusnya kan lebih ganteng Dhanni, kalo sama-sama ganteng nanti para Readers Susah untuk memilih / dapet Fell buat si Dhanni” jawabannya adalah “karena ingsya alloh kalo coretan ini selesai di buat si Author akan membuat Skuelnya tentang kisahnya Si Renno. jadi nggak Lucu kan nanti di skuelnya PU cowoknya jelek..” heheheh *Nyari aman..

*Bonus Cover

PhotoGrid_1435582698230 wpid-img_20150719_174848.jpg

 

Okehh.. ReAders,,, cukup sampek disini dulu yaa perkenalan kita sama sosok2 di The Lady killer.. semoga coretan ini bisa rampung dengan Sweet.. dan kalo bisa semoga saja bisa naik cetak.. hahahah amiinnnn… ( harapannya Terlalu muluk2 nihh author Sint*ng..) Okeh… Hindari nge-Judge, Copast, Remake, Njiplak, Ngebash, selalu hargain karya2 orang lain kalo kamu mau di hargain orang, yang nggak suka tinggal klik Back ajja nggak usah bikin rusuh di sini,,See U Next time and Happy Reading in my Blog… Bye.. Bye…  😉 🙂 😉

Advertisements

The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 6

Comments 7 Standard

Screenshot_2015-06-28-02-08-48-1

The Lady killer

 

Chapter 6

Well… jadi seperti ini..??!!

Aku menguatkan kedua kakiku agar mampu menahan tubuhku yang sedikit limbung. Aku benar-benar Syokh atas kedatangannya. Dia mau apa..? kenapa dia di sini..? dan… kenapa dia mengenakan pakaian yang rapi..? penampilannya benarbenar berbeda.

“Hai..” katanya sambil tersenyum, dan senyuman itu membuatku bergetar, membuat jantungku berpacu lebih cepat lagi dari pada semenit yang lalu. Aku rasa aku akan mengalami serangan jantung malam ini. Dia berbeda.. Kak Dhani berbeda malam ini. Yah… lelaki yang berdiri dihadapanku saat ini adalah Kak Dhani. Lelaki yang beberapa hari ini kubenci, kuhindari, karena mengecewakan aku, menyakiti aku, membuatku marah, dan membuatku cemburu setengah mati. Si Lady Killer. Oh.. god… aku mohon, jangan bilang kalau dia Mr. X. aku nggak bisa membayangkan bagaimana aku akan menikah dengan lelaki yang paling tak setia sedunia ini, meskipun dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku senang karena mungkin aku akan memilikinya. Stop it.. apa yang sedang kufikirkan..?

“Ke.. kenapa.. kak.. kak Dhani di sini..?” kataku tergagap.

Dia hanya tersenyum. “ini untukmu.” Sambil menyodorkan se ikat bunga mawar merah. Dia benar-benar perayu ulung. Dan astaga… dia benar-benar berbeda dengan hari-hari biasa. Malam ini dia mengenakan kemeja lengan panjang hitam yang melekat pas di tubuhnya dengan lengan yang di singsingkan sesikunya. Celana Khaki yang lagi-lagi pas dan cocok sekali dengannya dan kemejanya. Rambut yang di sisir rapi keatas, dan tak lupa kacamata hitam nya yang membuat aku sesak nafas karena itu benar-benar membuatnya semakin keren. No maksudku dia dewasa dan Keren, Sexy dan Hot, Macho dan menggairahkan.

Stop it… aku tak boleh terpengaruh dengan penampilannya.

“I.. Inii. Untuk apa..?” aku lagi-lagi tergagap.

“Untukmu.” Lalu dia membuka kacamatanya. “Apa aku boleh masuk..?” dan diapun menyerobot masuk kedalam.

“Kak.. kak Dhani nggak bisa….”

Tapi dia tetap masuk walaupun aku melarangnya, dan belum sempat aku mlanjutkan kata-kataku, dia sudah membuatku kaget dengan sikapnya.

“Malam Oom.. Tante.. Mi.. Pi..” katanya sambil menganggukkan kepala kepada orang tuaku. No.. Wait.. Mi..? pi..? jadi maksudnya.. dia benar-benar Mr.X…? Calon suamiku..? Tapi.. bagaimana bisa..? lalu tanpa sadar dia sudah menarik lenganku menuju ke meja makan. “Ayoo.. kamu ngapain bengong di situ.” Dan aku masih tetap terperangah menyadari apa yang sebenarnya terjadi.

“Wah.. kamu ganteng sekali..” kata mama yang aku perhatikan juga terperangah dengan penampilan kak Dhani, yah… dia memang ganteng dan Keren sekali, bahkan 100 kali lebih keren dari penampilan sebelum-sebelumnya pas aku lihat dia di Kampus. Dia Rapi tapi keren, Ganteng dan Cool, Dewasa dan… pokoknya aku kehabisan kata-kata untuk menggambarkannya. Yang jelas dia kelihatan berbeda. Dan seperti inikah sisi aslinya…?

“Ah.. tante bisa saja.. Tante juga cantik..” Dan mamapun ikut dibuat memerah pipinya dengan sanjungannya. Dia memang perayu ulung.

Dan kamipun makan malam bersama, mereka saling bertukar cerita saat makan, sedangkan aku, aku hanya diam. Bahkan aku tak berselera makan sama sekali. Aku tak tau apa yang terjadi denganku, bagaimana perasaanku. Lelaki yang duduk di sebelahku saat ini sudah mengaduk-aduk perasaanku beberapa hari ini. Dan apa yang dia lakuan..? dia hanya makan dan sesekali ikut tertawa tanpa ada beban yang mengganggunya.

“Apa yang kamu fikirkan..?” dia sedikit berbisik.

“Ya..” aku kaget dari lamunannku. “Emm… nggak ada.” Jawabku singkat.

“aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Berdua saja.” Dia menekankan kata ‘Berdua’. Apa maksudnya..?

“Ngomong saja.” Kataku selanjutnya.

“Nggak bisa.”

“Kenapa nggak bisa..?” aku masih tak mau menatapnya, yah.. aku takut terpesona sampai sesak nafas saat melihatnya.

“Ini pribadi, dan harus di omongin hanya empat mata denganmu.”

Aku hanya diam.

“Ness..” panggilnya menyadarkanku.

“Baiklah.. nanti setelah makan.” Jawabku pasrah. Sebenarnya aku tak yakin apa aku sanggup hanya berdua saja dengannya. Jujur saja, aku masih kaget dan masih susah menerima kenyataan ini.

***

Setelah makan.

“Ness.. ajak nak Dhani ke atas gih.. siapa tau kalian mau ngomong sesuatu.” What..? apa maksud mama dengan ‘keatas’..? mama ngggak mungkin nyuruh aku ngajak dia ke kamar kan..?

“Iya.. kekamar kamu, kemana lagi..? Mama sama Papa mau membicarakan sesuatu disini dengan tante Dian sama Oom ari. Lagian sebentar lagi kalian kan akan menikah jadi nggak apa-apa.” Dengan senyum mama mengatakannya seakan-akan mama bisa membaca fikiranku. Lagi-lagi aku hanya pasrah, aku melihat di ujung mataku kalau Kak Dhani tersenyum, ada apa dengannya..? apa aku terlihat lucu…? Persetan, aku nggak mau peduli dengan apa yang dia fikirkan.

Kulangkahkan kakiku menaiki tangga, dan kurasakan dia mengikutiku dari belakang. Tiba di depan kamarku aku membukanya.

“Mirip sekali dengan Orangnya.” Katanya tepat di belakangku membuatku terlonjak dan merinding. Kenapa dekat sekali..? hemmmbb…

“Apa maksudnya..?”

Tiba-tiba dia mendekat, menyibakkan rembutku yang tergerai kearah samping, lalu memajukan wajahnya dan mengecup lembut leherku, mengirimkan gelenyar aneh yang merayap ke sekujur tubuhku. “Tidak terlalu Feminim.” Ucapnya lembut, membuat bulu kudukku meremang. Sialan! Cowok ini bener-benar perayu ulung.

Pliss Ness.. kamu nggak boleh tergoda dengannya. Aku memejamkan mataku lalu membalikkan badanku. Menatapnya tajam “Sebenarnya Kak Dhani mau ngomong apa..?” tanyaku sedikit dingin terhadapnya.

Ada kilatan aneh di matanya, seperti perasaan marah atau kecewa, memangnya apa yang sudah kulakukan..? Tanpa kusangka dia memegang kedua bahuku lalu membalikku kearah pintu yang tadinya di  belakang kami, mendorongku dan memepetku diantara pintu. Jarak kami terasa sangat dekat, aku bisa mencium aroma parfum Musk yang sangat sexy dan maskulin darinya, bahkan nafas hangatnya yang berbau mintpun aku dapat merasakannya, membuatku ingin segera mencumbunya. Damn! Apa yang sudah aku fikirkan..?

Melihatku yang sedikit melamun membuatnya menyunggingkan senyuman miringnya yang terkesan mengejekku. “Kenapa…? Apa kamu gugup..?” katanya yang kali ini tangannya sudah menjelajahi wajahku, Oh tuhan… apa yang akan dilakukan iblis ini..?

“Kak.. Kak Dhani.. Mau.. apa..?” aku terpatah-patah mengucapkannya, menahan gelenyar aneh yang merayapi seluruh tubuhku.

Dia semakin mendekatkan tubuhnya hingga seluruh tubuh kami saling bersentuhan, aku yang mengenakan High Heels jadi mempunyai tinggi yang sama dengannya. “Apa kamu tau..? aku sangat merindukanmu beberapa hari ini. Tapi tatapanmu dingin kepadaku.” Katanya lembut lalu lagi-lagi dia mengecup lembut leherku. “Aku suka sekali dengan lehermu.. bahkan Aromamu membuatku menggila.” Katanya lagi menggodaku.

Cukup.

Aku memegang dadanya maksud hatiku ingin mendorongnya menjauh, namun saat aku menyentuhnya kurasakan debaran jantung aneh yang berdetak sangat kencang seakan-akan mau meledak. Aku menatap dadanya lalu aku menatapnya dan dia menatapku dengan tajam. Aku bingung. Kenapa jantung lelaki ini berdebar kencang hampir sama dengan debaran Jantungku.? Apa dia juga merasa Gugup.? Tiba-tiba aku merasakan tangannya menyentuh telapak tanganku yang masih berada di dadanya.

“Apa kamu merasakan Jantungku..? Yahh.. aku selalu seperti ini saat bertemu denganmu.” Lalu tanpa peringatan apapun dia mendaratkan bibirnya dengan sempurna di bibirku, melumat habis, menjejalkan lidahnya kedalam rongga mulutku, akupun tak mau kalah. Kami berdua saling membalas ciuman ini, lidah lami saling menari sesekali dia menggigit bibir bawahku. Oh… Shit! Aku tak pernah melakukan Kiss yang panas seperti sekarang ini. Apakah ini yang di sebut dengan French Kiss..? I Don’t Know.. But This Kiss is Verry Hot.. Shit..! Holly Shit..! satu hal yang ku sadari saat bertemu dengannya, aku jadi sering menyumpah. Shit!

Tanpa sadar jemariku sudah meraba-raba dada bidangnya, aku juga sudah merasakan tangannya mngusap lembut punggung dan rambutku. Dia mendesah diantara ciuman kami, dan astaga.. Desahannya benar-benar terdengar Hot.  Tiba-tiba cumbuannya beralih ke Rahangku, turun ke leherku, aku hanya memejamkan mata sambil menikmati ini semua. Tuhan.. hentikan aku saat ini, jika tidak aku tak yakin ini akan berhenti dengan sendirinya. Otakku memang memberontak, mengatakan jangan, namun tubuhku bereaksi lain, aku menikmatinya. Sialan.

Aku merasakan gaunku sudah agak longgar, rupanya dia sudah membuka Resleting gaunku yang ada di punggungku. Satu tali gaunkupun sudah melorot dia sudah mencumbui area pundakku. “Ohh God.. jangan pernah memakai pakaian seperti ini di hadapan lelaki lain.” Katanya Parau, masih dengan mencumbuku. Aku hanya mendesah pasrah. Mengalungkan lenganku di tengkuk lehernya, meremas rambutnya dengan jemariku. Kakiku lemas. Serasa tak dapat berdiri sendiri. Tuhan… tolong akhiri siksan ini..

Dia beralih ke bibirku kembali, melumatnya lagi, kali ini dengan tangan yang sudah mendarat sempurna di kedua dadaku. Apa yang dia lakukan..? apa dia akan membunuhku dengan kenikmatan..? Damn!. Tiba-tiba aku mendengar pintu belakangku di ketuk.

“Dhani.. Nessa.. ayoo keluar sebentar.” Suara maminya menghentikan aksi kami.

Thanks God..!

Ditempelkannya keningnya di keningku, nafas kami masih tersenggal-senggal. Dia menatap mataku dengan tajam.

“Dhan.. Ness.. Kalian di dalam kan..?” Suara itu muncul kembali karena kami tak menjawabnya.

“Iya mi.. tunggu sebentar.” Katanya susah payah sambil mengatur nafasnya. Dibenarkannya resleting serta letak gaunku. “Sorry.. Aku terbawa suasana.” Katanya dengan nada dingin tanpa menatap wajahku. Di bukanya pintu kamarku. Dan benar saja aku melihat tante Dian sedang berdiri terpaku melihat keadaan kami. Ada apa..? apa kami berantakan..? sontak aku langsung merapikan Rambutku.

Aku melihat kak Dhani yang rambutnya sedikit berantakan karena Ulahku, Wajahnya sedikit mengeluarkan keringat, dan itu membuatnya semakin tampan. Sialan!. Kemejanyapun basah karena keringat. Aku yakin aku juga seperti itu karena aku merasa Gerah dan ingin segera mengganti baju. Sejak kapan kamarku jadi panas seperti Oven..?

“Kalian sedang apa..?” tanyanya masih dengan tatapan tanda Tanya.

“Nggak ngapa-ngapain mi.” Jawab kak Dhani cuek. Dia paling bisa menyembunyikan perasaannya.

“Jangan Macam-macam Dhani, Mami nggak mau kamu berbuat aneh-aneh.”

“Astaga mi.. toh kita nanti juga akan menikah.” Jawabnya enteng.

“Tapi masih nanti. Sudah sekarang kita turun dulu.dan… Perbaiki penampilan kalian.” Setelah kalimat terakhir tante Dian aku jadi semakin salah tingkah. Aku kembali kedalam kamar mengaca untung saja aku tak berteriak. Aku benar-benar kaget dengan penampilanku. LipGlossku Sudah sampai kemana-mana, rambutku acak-acakan, gaunkupun terlihat basah, wajahku apalagi, merah seperti kepiting rebus. Astaga.. mau di taruh dimana mukaku nanti saat bertemu dengan Tante dian lagi, aku benar-benar malu setengah mati. Aku mendengar kak Dhani hanya tertawa melihat kelakuanku yang sudah salah tingkah. Sialan.! Cowok itu benar-benar Gila.

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter

 

 

The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 5

Comments 6 Standard

Screenshot_2015-06-28-02-08-48-1

The Lady Killer

NB ; Maaf lama banget nge post lanjutan novel online ini, hehheeh selamat membaca.. jangan lupa tinggalkan koment yaa… 😉 🙂

 

 

Chapter 5

Jadian…??

Paginya…. Lagi-lagi aku bangun kesiangan.. kemaren aku kesiangan karena malamnya gelisah tak bisa tidur, namun tadi malam aku tak bisa tidur karena nangis semalaman, dan itu disebabkan oleh orang yang sama The Lady killer… kenapa aku masih saja memikirkan dia, dia bukan apa-apaku, kami tak ada hubungan apa-apa titik…

Aku bangun, mendapati diriku didepan cermin, Astaga… sangat berantakan.. aku melihat di sekelilingku, banyak tissue bekas bertebaran di sekitar ranjangku. Seperti orang yang sedang patah hati saja,, sekali lagi aku melihat kearah cermin, kulihat mataku masih sangat bengkak, sembab, hidungku masih kelihatan merah, sangat terlihat kalau aku habis nangis semalaman. Apa yang harus kulakukan dengan penampilanku kali ini…? Ahhaaa… aku akan pakai kacamata besarku untuk mnyembunyikan mataku yang sembab ini.

Aku bergegas menuju kamar mandi, setelah mandi, ganti baju, dan sedikit dandan, aku menuju ke bawah untuk sarapan sama mama sama papa. Mama melihatku dengan tatapan anehnya. Dia heran dengan penampilanku yang berkacamata.

“Kamu nggak apa-apa kan sayang..?” Tanya mama khawatir.

“enggak mah… kayaknya aku Cuma mau pilek aja.” Kataku sambil menggosok-gosokkan jari telunjukku ke bawah hidungku, sedikit berakting.

“Jangan sakit dulu sayang… Lusa kita akan bertemu dengan keluarga Calon suami kamu..” kata mama lagi membuatku kaget, hampir saja aku tersedak dibuatnya.

“Haaahhhh…?? Apa mah…? Kata mama kemaren masih akhir minggu ini, kok sekarang di percepat sih..?”  aku penasaran, kenapa jadi seecepat ini.

“Lebih cepat lebih baik, lagi pula si Mr.X kayaknya sudah tidak tahan ingin bertemu kamu secara langsung.”

Oooo ternyata dia yang mempercepat pertemuan ini.. baguslah, setidaknya aku tak akan penasaran lagi nanti. Tapi,,, rasanya aku benar-benar belum siap.

“Nanti kamu langsung pulang ya… mama mau ajak kamu belanja Gaun, mama lihat kamu nggak punya satupun Gaun yang pantas.” Lanjut mama

“Apa..? GAUN,,?” tanyaku sambil membelalakkan mata. Aku memang bukan type cewek yang tomboy, namun masalah pakaian aku kurang suka mengenakan Rok apalagi memakai pakaian-pakaian yang ribet seperti ‘GAUN’, mungkin karena sedari kecil aku hidup dilingkungan yang sederhana, yahh… di rumah Omma di jogja memang sangat sederhana kalau ada acara nikahan, ulang tahun, atau sekedar selamatan, aku Cuma pakai-pakaian atasan yang rapi namun masih kelihatan feminim, namun bawahannya tetap pakai celana Jeans, pernah juga pada saat itu kalau nggak salah acara perpisahan SMA, aku pakai atasan kebaya yang bagus kelihatan feminim banget karena rambutku juga sedikit di sanggul, namun bawahannya tetap ku padukan dengan Celana Jeans, satu sekolah menatapku heran, namun satu tahun kemudian itu di jadikan trendcenter oleh adik-adik kelasku, katanya kelihatan lebih gaul. Hahaha ada-ada saja mereka.

“Iyaa Gaun.. ya ampun sayang,, kamu itu wanita dewasa, bahkan mau menikah, kamu cantik, tidak gemuk tidak kurus. Badan kamu bagus berisi, tapi kamu malah tak mau merawatnya. Nanti, mama akan merubah total penampilan kamu. Mama akan ajari kamu belanja pakaian yang cocok, ke salon, dan belanja keebutuhan cewek kamu yang lain. Saat mama melihat kamu seperti ini, mama merasa bersalah karena menelantarkan kamu di jogja.” Jelas mama panjang lebar.

“Mah… mama nggk nelantarin Nessa kok..”

“Tapi kalau kamu di sini dari kecil sama mama, mungkin sekarang kamu jadi wanita yang sangat luarbiasa cantiknya.”

“Memangnya Nessa sekarang nggak cantik..?” aku pura-pura manyun, menggoda mama.

“Kamu cantik sayang… tapi kamu terlalu biasa.”

“Okeh.. kalau begitu mulai nanti sore Nessa akan menuruti kata mama untuk merubah penampilan Nessa.” kataku bersemangat.

“Ya sudah, sekarang cepat habiskan sarapan kamu. Nanti makin kesiangan lagi kekampusnya.” Aku Cuma menganggukkan kepalaku. Sebenarnya fikiranku masih menerawang. Sebenarnya aku ingin sekali berubah jadi lebih feminim. Lebih percaya diri. Nggak pemalu seperti sekarang ini. Apa dengan aku berubah akan menarik perhatian seseorang padaku..? apakah nanti aku bisa lebih cantik daripada dia,,,?

Di kampus…

“Tadi malam kamu kemana..? kenapa nggak balik lagi.” Kak Renno yang menemuiku di halaman kampus langsung menanyakan pertanyaannya tanppa basa-basi. “ kamu tau..? aku sangat khawatir..” lanjutnya lagi.

“aku langsung pulang..”

“What…?”kak Renno terbelalak kaget.

“Mama telfon aku, ada Emergency di rumah.

Emergency apa…?” Kak renno nggak mau kalah.

Tapi tiba-tiba kulihat Kak Dhani dari jauh, dan aku rasa dia sedang mendekati kami.

“Tadi malam kenapa..?” dia bertanya dengan cuek. Aku hanya diam.

“Dhan.. bisa tinggalin kami berdua nggak..?” kata kak Renno sedikit memohon.

“Kalian ada masalah,,,?” Aku melihat kak Dhani menaikkan sebelaah alisnya.

“Sepertinya begitu.”

“Oke… Gue juga punya urusan lain.” Dan diapun meninggalkan kami dengan santainya. Astaga… rasanya aku ingin mencekiknya sampai mati.

“Ness… aku pengen ngomong sesuatu sama kamu. Makanya tadi malam aku ngajak kamu nonton.” Kayaknya kak Renno mulai serius nihh..

“mau ngomong apa kak…?” aku mencoba memaham keinginan kak Renno karena selama ini dia sudah cukup baik terhadapku.

“Nes… aku rasa… aku.. Aku…” Dia tergagap-gagap.. dan dari ekspresinya aku tau kalau dia akan.. No.. No.. No.. Aku mohon jangan sekarang. “Aku suka kamu.” Dan akhirnya kata-kata sialan itupun keluar juga dari mulutnya. Aku hanya bengong melihatnya. “Ness… kamu dengar kan.. apa yang aku bilang..?” aku hanyaa mengangguk.

“Kak… apa nggak terlalu cepat bicara tentang ini..?” tanyaku balik padanya, jujur, aku tak tau apa yang harus aku katakana padanya, perasaanku sendiri masih tak menentu.

“nggak ness… Aku sudah sangat yakin sama perasaanku.”

“tapi kak…”

“Aku mau kita mencobanya dulu.. kamu mau kan..? hem…??” kak renno mendesak dan aku tau aku tak bisa menolaknya.

“Aku nggak bisa kak..” suaraku agak pelan.

“Pliss ness… kita coba dulu ya.. 1 bulan dulu aja ya..”lagi-lagi kak Renno memohon, dan aku.. sepertinya aku tak bisa menolaknya.

“Emm.. baiklah.. kita coba dulu aja yaa..”

Dia melompat-lompat senang setengah mati. “Makasih sayang.. makasih banget..” Lalu tiba-tiba dia mengecup bibirku di depan banyak orang. “Dia pacarku.. dia pacarku..” dia berteriak-teriak seperti orang gila kepada setiap orang yang lewat dan memandang kami, sedangkan aku, aku hanya bengong saking kagetnya dengan apa yang dia lakukan tadi.

Ohhh tuhan.. apa yang harus kulakukan..? aku sudah membohongi perasaanku sendiri, aku tau itu nanti akan menyakiti kak Renno, padahal dia sudah amat sangat baik terhadapku.

____***____

Dua hari kemudian..

Malam ini Mr.X akan datang kerumah, kami akan makan malam bersama. Aku penasaran, seperti apa sihh dia. Dua hari ini mama menggiringku ke butik-butik  dan salon-salon langganannya. Sekarang penampilanku sudah agak berubah. Whatt,,? agak,..? bagiku ini sudah berubah 180 derajat.

Rambut lurusku sekarang udah di keriting-keriting gantung ala Syahrini, kenapa nggak jambul katulistiwanya aja sekalian, lemariku sekarang juga udah penuh dengan gaun-resmi maupun gaun santai, rak sepatuku yang dulunya penuh dengan sepatu Flat dan sepatu Boots ala korea sekarang udah berubah menjadi jajaran sepatu stiletto yang kata mama membuat betis wanita kelihatan lebih sexy. Bahkan koleksi tas-tasku pun sekarang penuh dengan tas-tas branded pilihan mama seperti LV, Channel, Gucci. Dll. Ketika aku mengenakan itu semua, aku sudah bukan seperti anak kuliahan, lebih tepatnya aku sangat mirip dengan ibu-ibu rumah tangga yang akan pergi arisan. Oh God… mama benar-benar membuatku gila.

Malam ini aku mengenakan gaun warna hitam tanpa lengan dengan hanya dua tali berada di kedua pundakku. Panjang gaun itu hanya selutut, dengan potongan pas di dada sampai perut namun sedikit mengembang di bawah perut sampai lutut, aku merasa gaun ini seperti gaun anak kecil yang digunakan ke acara ulang tahun temannya. Belum lagi sepatu hak tinggi ini benar-benar menyiksa kakiku. Make up yang mama gunakan untuk wajahku cukup natural, aku memang kurang suka make up yang berlebihan, bagiku itu akan membuat penggunanya seperti ondel-ondel. Tapi aku sekarang nggak seperti ondel-ondelkan..? kurasa tidak. Aku cukup cantik.

Sejak aku jadian kemaren, dikampus jadi semakin menggila. Aku jadi wanita terkenal di kampus setelah kak maria, bedanya, kak Maria banyak yang mendukung, mulai dari laki-laki yang mengaguminya sampai wanita-wanita yang nge fans sama kak Dhani, kata mereka Kak Maria sama kak Dhani sangat cocok. Sedangkan aku, aku terkenal karena banyak yang pengeng nge-Bully  aku. Mereka nggak suka aku jadian sama kak Renno. Sialan. Mereka belum tau saja kalau aku juga bisa lebih cantik dari pada kak Maria.

Bell pintu depan berbunyi, saat itu aku tau kalau tamu yang di agung-agungkan sudah datang. Meskipun aku tak tau siapa itu Mr.X, tapi jujur, ini mempengaruhiku, membuatku gugup setengah mati. Jantungku memompa lebih cepat dari pada biasanya. Perutku sesara mual. Ohh God… semoga saja ini tak mengecewakan.

Mama menyuruhku membuka pintu. Ohh astaga.. kenapa musti aku sihh yang membuka pintu..??

Saat pintu kubuka tiba-tiba… Jrengg.. jrengg…… aku melihat seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik berdiri di hadapanku dengan seorang laki-laki yang juga paruh baya berdiri di sebelahnya.

“Ini pasti Nessa ya.. wah… cantik sekali kamu sayang…” kata wanita itu sambil memelukku. Aku masih terperangah dengan apa yang kulihat. Pliss  jangan jangan bilang lelaki paruh baya di hadapanku ini Mr. X… dia memang masih kelihatan ganteng, tapi pliss… aku nggak mungkin menikah dengan Oom-Oom. Seakan wanita itu tau apa yang aku fikirkan dia langsung melepaskan pelukannya.

“ohh… kenalkan dulu, saya tante dian, dan ini Oom Ari. Emm.. panggil mami sama papi aja deh biar lebih akrab.” Aku menghela nafas lega. Ohh akhirnya.. aku nggak akan nikah sama Oom-Oom. Tapi kemudian aku sadar, lihat Tante Dian sama Oom Ari yang masih cantik dan ganteng diusia mereka, aku hampir memastikan bahwa si Mr. X ini pasti lumayan menarik.

“Ehh iya tante.. ehh.. mammi…” aku sedikit ragu mengucapkannya. “Mari masuk..” ajakku. Lalu kemana Mr.X…???? aku teriak dalam hati. Benar-benar frustasi.

Aku menggiring mereka langsung ke ruang makan belum juga duduk, aku berjingkat karena kudengar Bell berbunyi lagi. Astaga.. lama-lama aku bisa terkena serangan jantung atau mati penasaran malam ini.

“Itu pasti dia, tadi setelah rapat dia izin sebentar, mungkin mencari sesuatu.” Kata Oom Ari, Rapat…? Apa dia juga ikut-ikutan rapat-rapat direksi pada umumnya seperti papa..? sepenting itukah dia..? seserius dan sedewasa itukah dia..?

Saat aku masih termangu, mama menghampiriku, “Sudah… buka pintunya sana.” Kata mama sambil menepuk bahuku.

Akupun bergegas kearah pintu, sebelum bembukanya aku berhenti menormalkan nafasku yang mulai terngah karena sedikit gugup, menormalkan debaran jantungku yang seakan-akan mau meledak. Ohh.. God.. rasanya aku seperti terpidana yang akan menerima Vonis mati saja…

Aku pun mulai menarik ganggang pintu. Dannnnn……….. saat melihatnya aku merasa saat itu juga aku di siram dengan se ember air es, perasaan kaget, bergetar, dan lemas langsung merayapi di sekujur tubuhku. Aku benar-benar Syokkhh. Ohh astaga.. apa yang terjadi…? Sedang apa dia disini..??

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter