The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 3

Comments 8 Standard

lady killer cover

 

Chapter 3

The kissing scene.

Beberapa hari ini kulalui dengan agak berat, di kampus sekarang banyak cewek-cewek yang membenciku gara-gara kak Reno yang lagi PDKT sama aku. Yaa semua anak di kampus tau kalau kak Reno PDKT sama aku. Saat aku lagi di kantin, dia mengikutiku, bersikap mesrah layaknya seorang kekasih di hadapanku. Dia juga nggak ada henti-hentinya smsan dan tlp aku, bahkan di kampus aku sudah di gossipkan pacaran sama Kak reno karena kami sempat beberapa kali jalan bareng. Nggak salah kalau aku jadi musuh beberapa cewek –sebagian besar mantan pacar kak reno- di kampus.

Hubunganku dengan The Lady Killer  juga masih sama aja, dingin. Dia sama sekali nggak pernah menyapaku sekalipun. Masih menatapku dengan tajam saat bertemu, dia juga langsung pergi saat aku menghampiri kak reno, bahkan nggak jarang dia mengucapkan sindiran-sindiran tajamnya padaku. Aku heran, apasihh salahku sama dia,..?? kenapa dia bersikap sangat tak ramah sama aku.

Sedangkan si Mr. X yaitu calon suamiku.. aku masih belum tau dia siapa. Mama juga menolak memberi tahuku, katanya minggu depan biar jadi kejutan, hahh.. kejutan apa… sangat kekanak-kanakan. Nggak adil, dia aja udah tau aku kenapa aku masih belum tau sosoknya. Aku Cuma bisa menggerutu di dalam hati.

Malam ini aku berencana jalan kaki ke supermarket terdekat di kompleks perumahanku, aku mau beli beberapa snack untuk menemaniku begadang nonton dvd drama korea yang baru tadi siang aku beli, yaa.. aku sangat suka apapun yang berbau korea, apalagi cowok-cowoknya. Hahhahaha.

Tapi saat aku melewati taman, aku menghentikan langkahku sejenak, di sebuah bangku taman itu ada seorang cowok yang sedang duduk gelisah sambil mengetuk-ngetukkan kakinya ketanah, kelihatannya dia menunggu seseorang, aku kenal dengan cowok itu.

Saat dia melihatku, dia langsung berdiri tegak, seakan-akan akulah orang yang dia tunggu-tunggu. Padahal aku yakin kalau aku nggak pernah buat janji sama dia. Dia masih saja menatapku dengan tajam dan dingin, sama seperti pas kita ketemu sebelum-sebelumnya. Yahhh.. dialah si Lady killer, kak Dhani.

Belum sadar dari kekagetanku, tiba-tiba saja dia sudah berdiri di hadapanku, memegang tanganku dan menyeretku ke bangku taman tempat dia tadi duduk. Aku terperanjat kaget.

“kak… kak Dhani ngapain di sini..?” tanyaku yang masih nggak percaya dengan apa yang di lakukannya tadi.

“aku mau ngomong sama kamu.” Katanya dingin, ‘kamu’.. tunggu dulu, ngapain dia panggil aku dengan kata ‘kamu’, padahal dia biasa ngomong dengan teman-temannya dengan sebutan Lo-Gue.

Tiba-tiba kak Dhani memelukku erat, dagunya menyandar di bahuku, tanganya membelai-belai rambutku, tunngu dulu, kenapa dia seperti ini..?? dan kenapa.. aku merasa ada desiran aneh di dalam dadaku.

Reflek aku mendorong dada kak Dhani yang kekar itu, namun karena tubuhnya lebih besar dari pada tubuhku aku nggak kuat mendorongnya, dia malah makin mempererat pelukannya.

“Lima menit, lima menit aja seperti ini.” Dia berhenti bicara, lalu… “aku merindukanmu.”

Deggggg……

Kata-kata kak Dhani mampu membuat mataku terbelalak, membuat jantungku sejenak berhenti berdetak, membuat kedua kakiku lemas, kenapa dia seperti ini terhadapku..?? dan suaranya benar-benar lembut saat pertama kali kita bertemu, suaranya nggak dingin lagi. Aku coba diam, menikmati momen ini, tapi kenapa aku menikmatinya..?? apa karena pesonanya yang tak bisa aku tepis..? atau karena aroma tubuhnya yang masih mengiang-ngiang di otakku…? Entah lah…

Tiba-tiba kak Dhani melepaskan pelukannya, memegang kedua bahuku, menatapku dengan tajam, ohh.. rasanya aku akan terbunuh dengan tatapan tajamnya itu. Aku Cuma bisa menunduk malu.

“Aku nggak suka liat kamu deket-deket sama Reno.”kata kak dhani dengan nada dingin dan cueek khas miliknya.

“aa.. appaa..?” kata-kataku terpatah-patah karena kaget bercampur gugup.

Kak Dhani diam dan masih memandangku dengan tajam. Aku memberanikan diri untuk mngungkapkan isi hatiku.

“sebenernya kak Dhani itu kenapa sih, kenapa seperti ini..?? kemaren-kemaren, bahkan tadi pagi saat aku di kampus aja kak dhani bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadapku, tapi kenapa sekarang kak dhani seperti ini,,??” aku bener-bener nggak bisa menahan rasa ingin tauku.

“Kamu jangan pacaran sama reno, Aku… nggak suka, kamu.. Cuma milikku..” Bukannya menjawab pertanyaanku, kak dhani malah mengatakan kalimat yang membuatku terperangah.

“Memangnya kenapa kalau aku pacarrr…….”

Belum selesei aku melanjutkan kalimatku tiba-tiba kak Dhani memegang daguku, menundukkan kepalanya dan membungkamku dengan Ciumannya. Yang aku rasakan saat itu… kaget. Aku masih tak percaya, mataku terbelalak, sedangkan matanya terpejam, bibirnya melumat habis bibirku, memangutnya dengan kasar seakan-akan tak akan ada lagi hari esok. Kedua tangannya kini memegang rahangku seakan-akan mengarahkanku padanya, tak ingin aku melepaskan ciumannya. Kami berciuman cukup lama, sehingga aku merasa hampir kehabisan oksigen, kupukul-pukul dadanya supaya dia melepaskan ciumanya karena aku sudah mulai sesak.

Dia melepaskan ciumannya, nafas kami berduaa tersenggal-senggal, dia masih menatapku tajam, sedangkan aku Cuma bisa menunduk menatap tanah, aku masih tak percayaa.. ‘ohh my god,, tadi aku baru saja berciuman dengan cowok ter keren di kampus..?? si Lady Killer..?? playboy yang tak punya hati..??’ pikiranku kacau memikirkan semua itu.

“Sorry, aku tadi nggak sengaja,” aku mendongakkan kepalaku, melihatnya saat dia bicara. ”aku udah nggak bisa nahan lagi saat liat bibir kamu yang merah merekah itu.” Katanya santai sambil memegang bibirnya yang sedikit bengkak. Mungkin bibirku pun agak bengkak karena aku masih merasakan sedikit nyeri di bibirku.

“Dari awal kita bertemu aku ingin mencobanya, dan ternyata….. Nikmat sekali.” Dia melanjutkan kata-katanya sambil sedikit memperlihatkan seringaian jahatnya, senyumnya bagiku sebuah penghinaan, aku merasa di lecehkan. Tiba-tiba ku angkat tanganku, ku ayunkan ke pipinya.

“Plaaaakkkkkk” tamparannku berbunyi keras, menggema di dalam taman yang sunyi itu. Wajahnya sampai terlempar ke samping. Kulihat dia mengelus bekas tamparanku tadi. Lalu aku mundur menjauhinya, berbalik dan lari tanpa menoleh kebelakang lagi. Aku meninggalkannya sendirian di taman setelah kita berciuman.

___***___

Di kamar..                                            

Aku mondar-mandir sambil memegangi bibirku, aku masih nggak percaya dengan apa yang aku lakukan tadi, cowok tadi menciumku, dan aku… aku Cuma bisa menikmatinya… ohh tuhan,,, apa yang salah dengan perasaanku ini…??? Enggak.. aku nggak mungkin mempunyai perasaan dengan cowok Playboy seperti dia. Aku sudah punya orang yang perhatian sama aku, kak Reno. Aku juga udah punya calon suami, Mr. X.. jadi kenapa aku harus pusing-pusing lagi mikirin cowok dingin dan tak berperasaan itu. Sudahlah.. mendingan aku tidur. Tapi.. betapapun aku berusaha tidur, aku nggak bisa, aku masih saja terbayang-bayang dengan kejadian tadi. akhirnya aku cuma bisa gelisah semalaman.

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter

Advertisements

The Lady killer (Novel online) – Chapter 2

Comments 5 Standard

 

lady killer cover

 

Chapter 2

Syokkh…

Sore ini hujan, aku memandangi langit Jakarta yang mendung. Suara Rintik-rintik hujanpun membuat hatiku terasa lebih damai. Sore ini seperti biasa, aku duduk santai di balkon rumahku, sambil membaca novel dan menikmati secangkir teh di sore yang dingin ini. Di sela-sela aku mengistirahatkan mataku dari membaca novel, aku teringat percakapanku dengan Dewi tadi siang, anehnya, kenapa aku masih saja kepikiran tentang cerita dia.

Dewi bilang kalo aku emang harus hati-hati dengan kedua Cowok yang ada di hadapanku tadi siang, katanya……

Flash back

Ness, seluruh kampus ini pun tau kalo mereka berdua itu playboy, jadi kamu musti hati-hati, jangan terlalu deket sama mereka kalo nggak mau sakit hati.”

“Truss kenapa tadi kayaknya kamu sangat antusias banget saat kak Renno ngajak kenalan…?” tanyaku bingung, karna tadi kayaknya Dewi ndukung aku kenalan sama kak reno, tapi pas orangnya nggak ada kok dia malah menjelek-jelekkannya.

“kalo kak renno masih mendingan, dia emang playboy, tapi dia nggak akan pacaran sama lebih dari satu orang.”  Jelasnya.

“Maksudnya…??” aku makin bingung ama penjelasan Dewi.

“Maksudnya.. kak reno suka gonta-ganti cewek, dia akan putus dulu sama ceweknya yang lama trus jadian sama cewek barunya, bukan sekaligus pacaran, gitu..” jelasnya panjang lebar, kali ini aku mengerti. “beda sama kak Dhani.” Lanjutnya membuatku terbelalak kaget, untung aku nggak tersedak.

“Emang kak Dhani kenapa…??” Aku sangat antusias  bertanya tentang Cowok itu. Entah kenapa…

“Kamu suka sama kan Dhani..??”

“what..?? emangnya keliatan yaa kalo aku suka dia..?? kenal aja enggak..” aku bener-bener kaget banget sama partanyaan Dewi yang satu itu.

“kalo kamu suka, lupain aja deh…”

“Emangnya kenapaa sihh,,,?” aku masih aja penasaran.

“Type cewek kak Dhani itu perfect, biasanya dari kalangan Model, kalo enggak yaa dari kalangan wanita yang di Club-club malam gitu. Kamu tau kan kayak apa modelnya..” aku Cuma bisa menggangguk. “parahnya lagi kalo kak dhani suka sama 5 cewek, dia akan memacari mereka semua tanpa harus memutuskan salah satunya.” Lanjutnya membuatku nggak kalah kaget mendengarkan penjelasan Dewi yang satu itu.

“anehnya semua cewek yang di pacarinya nggak ada yang mau putus sebelum kak dhani yang mutusin, mereka rela di duakan,” dewi menyeruput es jeruknya lalu melanjutkan ceritanya. “itu sudah menjadi rahasia umum, banyak cewek yang di buatnya patah hati, bahkan nggak sedikit yang mencoba bunuh diri, makanya kak Dhani biasa di juluki sebagai lady Killer, heheh.” Lanjutnya sambil cengengesan.

End Flashback

Ohh my god… ternyata dia bener-bener Lady killer.. tapi, kenapa tiba-tiba aku mikirin dia..?? bukannya dia nggak peduli sama aku, lagi pula kita kan nggak saling kenal.

“Ness… kamu lagi ngapain..?”mama sukses ngagetin aku.

“nggak ngapa-ngapain ma.. lagi duduk-duduk aja nii..”

“mama pengen ngomong sesuatu sama kamu.” Aku mengernyitkan alis, kayaknya mama mau ngomong serius nihh,, nggak biasa-biasanya deh,, pikirku.

“yaa udah ma.. ngomong aja.”

“kamu tau nggak kenapa tiba-tiba mama nyuruh kamu pindah ke jakarta padahal kamu suadah semester akhir..?”

Aku menggelengkan kepalaku, karna jujur, aku bener-bener bingung tentang yang satu itu. Dari dulu mama ngotot supaya aku tinggal di jogja aja sama Oma dan Opa karna prgaulan di Jakarta sangat bebas, makanya dari SMP sampek kuliah aku tinggal di jogja, tapi kini, saat aku masih semester akhir tiba-tiba mama ngotot nyuruh aku balik ke Jakarta. Begitupun dengan Oma sama Opa, mereka bahkan seakan-akan ngusir aku dari rumahnya. Aku masih ingat ketika Oma sendiri yang merapikan baju-bajuku memasukkannya dalam koper seakan-akan Oma menyuruhku cepat-capat pergi dari jogja.

“sebenernya, kamu mama pindahkan kesini karena mama mau kamu mengenal seseorang lebih jauh.”

“maksud mama..?” aku masih nggak ngerti apa uang di ucapkan mama.

“maafkan mama, tapi…. Sebenernya kamu sudah punya calon suami ness..” walau mama bicara dengan terpatah-patah, tapi mama sukses membuatku terbelalak kaget,

“apa..?? calon suami..??’” kataku yang masih nggak percaya.

“iyaa Ness… ceritanya panjang..” aku masih melongo nggak percaya.

Lalu mama mulai cerita “Dulu, opa punya sahabat, bahkan sudah seperti saudara sendiri, mereka saling melengkapi, Opa membantu sahabatnya itu bersatu dengan istrinya saat ini dengan banyak pengorbanan, akhirnya setelah mereka bersatu mereka pun membantu Opa, dngan memberikan beberapa saham perusahaanya untuk Opa sampai Opa punya perusahaan sendiri seperti sekarang ini. Mereka, sahabat Opa belum puas. Mereka nggak mau membalas jasa Opa hanya dengan Materi, akhirnya di buatlah
kesepakatan kalau mereka harus menjadi sodara yang sebenar-benarnya.  Mereka berjanji jika mempunyai anak yang beda jenis maka akan menjodohkannya. Tapi takdir berkata lain, anak pertama mereka laki-laki begitupun anak Opa laki-laki juga, papah kamu. Anak kedua mereka laki-laki juga, sedangkan Opa Cuma punya anak satu itu yaitu papahmu.” Mama menghala nafas, ada jeda sebentar.

Lalu mama melanjutkan. “Setelah mereka bertemu kembali di buatlah kesepakatan ulang kalaupun anak mereka nggak bisa di jodohkan maka masih ada cucu-cucu mereka. Akhirnya sampailah pada kenyataan kalau kami harus menjodohkan kamu dengan anak mereka.” Mama menatapku kasihan. “maafin mama yaa Ness…” desahnya.

“tapi mah.. bukannya aku berniat menolaknya, Cuma kami kan nggak pernah bertemu, nggak saling kenal. Apa bisa kami menikah begitu saja.??”

“itu sebabnya mama nyuruh kamu pindah ke kampus itu, dia juga kuliah di kampus yang sama kayak kamu.” Kata mama mengagetkanku.

“apa..?? jadi dia masih kuliah..?? bahkan,,, sekampus sama aku..??” aku terpatah-patah nggak percaya.

“iya.. kemaren mama ketemu sama Maminya, katanya dia kenal sama kamu, dan dia menerima dengan senang hati perjodohan ini, bahkan minggu depan mama mengundang dia sekeluarga untuk makan malam di sini.” Mama dengan santai menjelaskan.

“mah… kalau dia masih kuliah berarti dia masih belum matang dong ma… mama mau nyerahin Nessa sama cowok yang masih bau kencur..?” aku udah nggak bisa nahan kejengkelanku sama mama, aku mau aja menerima perjodohan ini tapi setidaknya cowok itu harus lebih matang dari pada aku. Tapi kayaknya aku nggak punya pilihan lain.

“sayang.. kamu jangan salah… umurnya 5 tahun lebih tua daripada kamu, dia kuliah di situ karna melanjutkan S2nya. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa dia nggak ngambil S2 di luar negri, karena dia juga bekerja di anak perusahaan papinya di sini sebagai General Manager.” Penjelasan mama kali ini juga sukses membuatku syok. “bahkan papa kamu pun sangat menghormatinya, papa pernah beberapa kali bertemu dengannya.”

Kali ini aku bener-bener menggelengkan kepalaku sambil manatap mama nggak percaya. 5 tahun lebih tua dari pada aku, S2 dikampusku, sebagai GM di perusahaannya, dia mengenalku padahal aku nggak tau siapa dia, pasti dia memata-matai aku dari jauh, dan parahnya lagi Papa sangat menghormatinya. Haahh pasti dia orang yang tua sebelum waktunya, orang ang sangat membosankan, aduhh… gimana ini..

Mama berdiri dan menepuk pundakku sambil berkata “Papa bilang, dia sangat ganteng dan gagah.” Mendengar perkataan mama kali ini aku langsung memandang mama dengan tatapan kaget. Belum sempat aku bertanya sama mama, tapi mama udah lari meninggalkanku sambil tersenyum menggoda.

“Apa..?? ganteng dan gagah,,,??” aku mengulangi perkataan mama, aku jadi penasaran sama si calon suamiku ini. What..? calon suami…?? Apakah aku benar-banar mau menerima perjodohan yang nggak masuk akal ini,,?? Entah lahh… makin pusing aku memikirkannya.

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter

 

The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 1

Comments 8 Standard

dhannes1

 

Chapter  1

Terpesona pandangan pertama.

                         

Aku masih bingung atas perlakuan mama, aku adalah seorang mahasiswi semester akhir di salahsatu universitas ternama di jogja, prestasi dan tingkah lakuku baik di sana. Tapi tiba-tiba saja mama menyuruhku pindah ke Jakarta. Bukannya aku nggak mau dekat dengan orang tuaku, tapi sejak kecil aku memang besar di jogja, aku dirawat sama oma sama opa yang sangat aku sayangi di sini. Tapi ketika mama menyuruhku pindah ke Jakarta, oma dan opa seakan-akan menyuruhku juga. Apa mereka sudah nggak sayang lagi sama aku…??

Hari ini, entah hari ke berapa aku kuliah di kampus baruku ini. Mungkin sudah sebulan, mungkin juga sudah lebih. Aku masih belum punya teman di sini. Entah lah… mungkin aku akan menjalani hari-hari akhirku di kampus sendirian. Jujur saja, aku bukan orang yang supel, aku pendiam, pemalu, dan penyendiri, menyebalkan bukan…?? Satu-satunya teman yang bisa aku ajak ngobrol disini adalah Dewi karena dia duduk di ebelah bangku ku.

Ketika nggak ada kelas, aku lebih suka menghabiskan waktuku di  perpus, untuk sekedar istirahat, baca-baca buku, atau dengerin lagu lewat headset, bukankah itu cupu..?? bahkan lebih cupu daripada pas masih di SMA. Aku masih belum terbiasa di sini, sama orang-orang sini. cara ngomong mereka, cara berpakaian mereka kayaknya nggak pantes di bilang sebagai seorang yang lagi belajar. Mereka lebih pantes di bilang lagi jualan. Gimana enggak, yang di bicarakan Cuma brand terbaru, model terbaru dan bla.. bla,, bla.. belum lagi cara dandan yang nggak banget, menornya keterlaluan. Aku memang Naif..

Siang ini aku terpaksa mengikuti Dewi ke kantin, dia memaksaku ikut dengannya dengan merampas buku dan tasku, mau nggak mau aku mengikutinya. Sesampainya…..

Aku merasa sangat panas, sesak, entah kenapa, mungkin karna semua mata yang ada di sana tertuju padaku. Apa ada yang salah denganku..?? cara berpakaianku.. ?? tak taulah… yang jelas mereka –yang Cewek- berpandangan sinnis denganku. Aku Cuma bisa menunduk dan mengikuti dewi duduk di sebelahnya, di ujung kantin.

“gimana..?? di sini lebih nyaman dari pada di perpus kan,,??” Tanya nya sambil nyengir.

Whatt..?? nyaman..?? terserah lah apa katanya.. aku Cuma bisa mengangguk malas.

“mau minum atau makan apa neng..?” Tanya seorang ibu-ibu, kayaknya ibu kantin.

“es jeruk sama bakso bukk.” Serobot dewi.

“kalo neng..??” ibu itu menunjukku dengan ibu jarinya.

“es jeruk aja bu.” Kata ku sambil tersenyum sopan. Ibu itupun langsung berlalu masuk kedalam kantin.

Nggak lama, ibu kantin itu kembali dengan menu pesanan kami. Bersamaan dengan itu kudengar ada ribut-ribut di luar kantin. Keliatannya suara itu menuju kekantin, karena makin lama makin terdengar jelas. Tiba-tiba saja berdiri beberapa cowok ganteng di depan pintu kantin dengan kaos basah dan keringatnya yang bercucuran. Aku menatap mereka dengan terpesona.

“siapa mereka..?” Tanya ku pada dewi.

Dewi yang menyantap baksonya langsung terkesiap. “ohhh.. mereka datang… kita beruntung bisa melihat mereka di sini.” Katanya sambil mengelap bibirnya yang belepotan.

“emangnya mereka siapa sih…?” tanyaku penasaran. Lebih penasaran lagi karena salah satu dari mereka nggak berhenti menatapku tajam.

“makanya keluar,, kamu udah masuk sini sebulan lebih tapi kamu belum mengenal mereka,” kata dewi lalu menyeruput es jeruknya. “itu.. yang tinggi, putih, ganteng berponi adalah kak Reno Handoyo, pemilik kampus ini. Yang satu lagi tuhh.. yang kulitnya kuning kecoklatan yang dari tadi mandang kamu namanya kan Dhani Revaldi, cowok paling ganteng , keren dan paling kaya di kampus ini, siapapun pengen jadi ceweknya termasuk aku.. heheheh.” Lenjutnya panjang lebar sambil cengengesan.

“yang lain siapa..?” tanyaku lagi, sebenernya aku nggak tertarik menanyakan yang lain, aku menanyakannya karna pengen mengalihkan perhatian dari orang yang dari tadi menatapku itu.

“yang lain nggak penting..” kata dewi sambil menelan baksonya bulat-bulat. “kamu cukup kenal mereka berdua saja Ness,,” lanjuttnya lagi.

“heyy.. kamu kemana aja dari tadi aku nyari’in kamu.” Tiba-tiba seorang cowok berkacamata mendekati kami, keliatannya dia kenal sama dewi.

“ohh.. iya.. ini kenalin.. dia dimas, dimas.. dia Nessa.. teman baruku.” Kata dewi mengenalkan kami.

Kamipun berjabat tangan sambil senyum. Lagi-lagi aku melirik kearah cowok-cowok ganteng itu, parahnya, kak Dhani, cowok yang dari tadi memandangku itu masih tak henti-hentinya memandangku.

“emmm kenapa..?? kamu kenal dia..??” pertanyaan dewi mengagetkanku.

“enggakk..”

“tapi dari kalian memandang kok kayaknya kalian pernah saling kenal.”

“aku nggak kenal dia wi,, tapi aku nggak tau kenapa dia memandang aku seperti itu.” Jawabku lagi. Aku emang nggak kenal sama cowok itu, tapi seingatku kami pernah bertemu beberapa minggu yang lalu, sebelum aku masuk kampus ini.

Flash Back.

Saat itu.. aku baru beberapa hari pindah ke jakarta, aku duduk di bangku taman di kompleks perumahanku sambil membaca novel dan mendengarkan lagu lewat headsetku. sore itu di taman sangat ramai, tapi aku Cuma konsentrasi pada novelku, aku nggak memperdulikan yang lain yang ada di sekitarku. Ketika tiba-tiba sesuatu yang keras menimpa kepalaku “Aawwwww” Cuma itu yang bisa aku katakan. Aku Cuma bisa tertunduk memegangi belakang kepalaku.

“Kamu nggak apa-apakan…?” ada seseorang yang pertanya padaku, aku nggak tau kapan datangnya orang itu. Orang itu berdiri, kepalanya menunduk tepat dihadapanku. Aku tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena dia membelakangi cahaya. Yang aku tau dia adalah seorang cowok, tinggi, suaranya merdu. Aku mengedip-ngedipkan mataku supaya bisa melihatnya dengan lebih jelas.

Ternyata.. “ohh my god” adalah satu-satunya yang ada dalam fikiranku. Cowok itu amat sangat ganteng, mungkin dia cowok paling ganteng yang pernah aku temui, kulitnya kuning kecoklatan membuatnya terlihat lebih gagah, rambutnya yang sedikit acak-acakan tidak mengurangi rasa gantengnya, bibirnya yang tersenyum miring membuatnya menjadikan senyuman yg peling mempesona, hidung mancungnya, sorot matanya yang tajam serta telinga kirinya yang bertindik anting hitam membuatnya
kelihatan sangar, seperti bad boys. Aku juga masih mencium aroma Parfumnya yang sangat menggoda meski tubuh dan wajahnya basah oleh keringat.

“heyy.. kamu nggak pa pa kan..??” Tanya cowok itu lagi sambil melambai-lambaikan tangannya pas di depan mataku.

“ehh.. enggak kok.. nggak pa pa..” jawabku sambil merona malu.

“ok kalo gitu,, Sorry yaa,, tadi nggak sengaja” katanya lagi sambil senyum.

“ehh.. iyaa.. nggak pa pa kok.. beneran” kataku meyakinkan.

“kalo gitu aku balik dulu yaa.. bye bye…” katanya sambil meninggalkanku dan melambaikan tangan.

“bye bye ….” Suaraku tercekat hampir tak kedengaran, tapi aku masih sempat melambaikan tangan padanya. Dia sudah jauh berkumpul lagi dengan teman-temannya, tapi anehnya dia masih memandangiku dari sebrang sana.

Mata itu mata yang sama, pandangan yang sama ketika memandangku, mereka juga orang yang sama, oh my god bahkan dia makin ganteng dari pada waktu pertama kali kita bertemu. Yah… kak Dhani adalah cowok yang aku temui saat aku di taman beberapa minggu yang lalu. Entah dia masih ingat sama aku atau enggak. Yang pasti aku mengingatnya. Dia…… begitu mempesona….

“aku boleh duduk di sini..?” suara itu mengagetkan lamunanku.. astaga.. bisa-bisanya aku tadi melamun.

“boleh.. boleh.. boleh… duduk situ aja kak..” sambut dewi antusias.

“hay… aku Reno.. kamu baru yaa di sini, kok aku nggak pernah liat kamu..??” kata cowok tersebut sambil menjulurkan tangannya, berkenalan.

“Nessa..” jawabku sambil menyambut uluran tangannya, kamipun berjabat tangan. “iyaa.. aku baru disini.” Lanjutku. Entah saking bodohnya aku atau saking nggak tau malunya aku, pendanganku ,masih saja tertuju pada cowok yang sedang memandangiku di sebrang sana, padahal jelas-jelas di depanku juga ada cowok keren yang sedang memperhatikannku.

“jadi… kalian saling kenal..?” Tanya cowok itu sambil menunjuk aku dan kak dhani.

“ehh.. enggak.. kita nggak kenal kok..”

“ohhh.. tadi dia juga bilang gitu sama aku.” Nggak tau kenapa aku kecewa dengan jawaban kak Reno kali ini. “boleh minta no hp..?” lanjutnya lagi.

“emm.. buat apa..?” tanyaku sambil mengernyitkan alis.

“buat ngusir tikus… hahah yaa buat SMSan or telpon-telponan lah..” katanya sambit tertawa. Astaga, ternyata cowok keren yang satu ini punya selera humor juga.

“boleh.. boleh.. kak..” Lagi-lagi si Dewi nyerobot.

“Kamu apa’an sihh wi..” kataku sambil mencubit paha Dewi, dewipun meringis kesakitan.

“ehh.. kamu itu beruntung, seorang Renno Handoyo minta No hp kamu,” kata dewi sambil membisikkan ketelingaku. “seharusnya kamu seneng, atau jangan-jangan… kamu.. Lesbi….” Kali ini dewi melanjutkan kalimatnya sambil menatap aku curiga.

“ehh.. kamu gila… mana mungkin aku lesby…” aku keceplosan, kali ini suaraku keras, mungkin seluruh kantin atau seluruh kampus mendengar suaraku karna saking kerasnya. Bener-bener deh… musti sabar kalo punya teman kegatelan kayak dewi.

Bodoh.. bodoh.. bodoh… aku baru sadar kalo orang-orang di sekitarku mendengar perkataanku yang keceplosan tadi, mereka semua pada memandangku heran, ada juga yang senyum dan ketawa sambil menunjuk-nunjuk aku. Kak reno yang di hadapanku pun ikut ketawa. Malunya minta ampun… Pas aku liat Kak dhani, cowok itu juga ikut senyum, lalu menggeleng-nggelengkan kepalanya. Astaga….. kalo ada doraemon, aku minta di hilangkan saat ini juga..

“gimana… boleh yaa… ya.. ya…” kak reno masih aja merayu.

Karna udah nggak tahan lagi, akhirnya.. “Ya udah,, ini no hpku, tapi jangan di sebar-sebarkan yaa..” aku mengalah juga. Aku menuliskan no hpku di sebuah keertas kecil lalu memberikannya pada kak reno.

“yaa enggak lah… kamu Cuma buat aku, mana mungkin aku nyebarin no hp kamu ke orang lain.”

“apa..?” Aku kaget dengan perkataan kak reno itu, ‘kamu Cuma buat aku’ apa coba maksudnya.

“oke, thanks udah mau kenalan sama aku.” Kak reno masih aja senyum-senyum tebar pesona, sedangkan si Dewi di sampingku bagai orang O’on yang sedang melayang-layang diudara.

“Ren,, kita cabut yukk.. Race udah mau di mulai sejam lagi.” Suara itu pun mengagetkanku, suara yang sama seperti suara di taman waktu itu, hanya saja kali ini kelihatan lebih dingin.

Pelan-pelan aku mendongakkan kepalaku keatas, melihat sosok cowok yang berdiri di hadapanku, di sebelah kak Reno. Ternyata dia sedang memandangku, memandangku dengan tajam, seperti tadi. Rasanya sesak, seperti ada duri-duri kecil yang menusuk paru-paruku, aku susah bernafas karena tatapan tajam itu.

“Lihat… Gue udah dapetin no hp dia..” kak reno  sedikit mencairkan ketegangan di antara kami.

“Nggak penting buat Gue.” katanya dingin. Astaga… Nii cowok udah bertaun-taun kali yaa tinggal di kutub utara, sampe-sampe kata-katanya dingin banget. Dasar cowok sombong, arogan, kasar dan blaa.. bla.. blaa.. aku nggak mau nglanjutin sumpah serapahku.

“bener nii nggak penting,, Oke kalo gitu dia Cuma boleh temenan And deket tama Gue.” Perintah kak Reno sambil sedikit menggoda kak Dhani.

“Ambil ajja..” katanya dingin.

Whaatt…? Ambil..?? Lo kata Gue barang yg bisa di ambil dan di miliki seenaknya..?? bahkan Dewi dan dimas pun ikut melongo pas denger kata-kata cowok arogan itu.

“ah.. yaa.. yaa.. ya… Gue tau karna Lo kan masih kebanyakan gebetan, jadi belom cari yang baru lagi, ya kann..?” lanjut kak Reno. duhhhh knapa mereka jadi nggossip di sini sih.. ooww jadi sii cowok Sombong ini type cowok playboy yang pacarnya nggak Cuma satu.. yang suka main in hati cewek.. hadewwhh saat pertama kali kita bertemu kukira dia cowok yang baik, cara ngomongnya kemaren juga lembut, nggak kayak sekarang.

 “Udah lahh.. sebenernya elo ikut cabut apa enggak..? kalo enggak Gue cabut duluan.” Dari cara ngomongnya Kak dhani mulai bosan berdebat.

“Oke gue ikut Elo.” Jawab kak reno. “aku pergi dulu yaa.. nanti malam aku tlp, oke…” ak reno melanjutkan sambim membelai-belai kepalaku. Aku Cuma menunduk dan mengangguk malu, sedikit aku melirik kea rah kak Dhani, dia mengepalkan tangannya, entah apa yang di pikirkannya. Keliatannya di tidak nyaman bahkan tidak senang dengan situasi seperti ini.

Akhirnya merekapun berlalu, yang satu dengan senyuman sumringahnya, yang satu lagi masih dengan tatapan tajam tak terbacanya. Sedangkan kami yang ditinggalkan di sini masih menggeleng-nggelengkan kepala tak percaya apa yang baru saja terjadi.

Aku masih berusaha menormalkan desahan nafasku, tadi beneer-bener terasa sesak, jantungku pun masih berdetak kencang saat ini. Aku bener-bener terpesona, trpesona dengan Cowok itu, cowok yang mana..?? yang tadi antusias tersenyum denganku atau yang dari tadi melemparkan tatapan dingin terhadapku..?? entah lah… yang jelas perasaanku jadi tak karuan kalo memikirkannya…

___TBC___

 The Lady Killer synopsis  –  Next Chapter

 

My Library

Comments 21 Standard

Di bawah adalah Library dari cerita-cerita yang sudah kutulis. sebagian ada yang masih lengkap, tapi sebagian lainnya ada yang sudah di hapus karena kepentingan penerbitan, jadi mohon di maklumin yaa… dan Please, JANGAN SEKALI-SEKALI COPY PASTE CERITA-CERITA DI BLOG INI. KARENA SEMUA CERITA DI BLOG INI SUDAH ADA HAK CIPTANYA!!! jadi kalau kalian masih nekat, saya bisa menuntut secara hukum. thanks!

The Lady Killer (The Bad boys Series) –  Dhanni Story

[ Prolog ]  [ Special Cast ]  [ Chapter 1 ]  [ Chapter 2 ]  [Chapter 3 ]  [Chapter 4 ]  [ Chapter 5 ]  [ Chapter 6]  [ Chapter 7 ]  [ Chapter  8 ]  [ Chapter 9 ]  [ Chapter 10 ]  [ Chapter 11 ]  [ Chapter 12 ]  [  Chapter 13 ]  [ Chapter 14 ]  [ Chapter 15 ]  [ Chapter 16 ]  [ Chapter 17 ]  [ Chapter 18 (End) ]  [ Epilog  ] -Masih Lengkap Bisa di download di Playstore-

ANulisbukubiynewdsdadw Cover Fix 3

Because It’s You (The Bad Boys Series) – Renno Story

[ Prolog ]  [ Because it’s You Cast ]  [ Chapter 1 ]  [ Chapter 2 ]  [ Chapter 3 ]  [ Chapter 4 ]  [ Chapter 5 ]  [ Chapter 6 ]  [Chapter 7 ]  [ Chapter 8 ]  [ Chapter 9 ]  [ Chapter 10 ]  [ Chapter 11 ]  [ Chapter 12 ]  [ Chapter 13 ]   [ Chapter 14 (End) ] [ Epilog ] -Masih Lengkap Bisa di download di Playbook Playstore-

mecover1

My Everything (The Bad Boys Series) – Ramma Story

[ Prolog ]  [ Chapter 1 ] [ Chapter 2 ]  [ Chapter 3 ]  [ Chapter 4 ] [ Chapter 5 ]  [ Chapter 6 ]  [ Chapter 7 ]  [ Chapter 8 ]  [ Chapter 9 ]  [ Chapter 10 ]  [ Chapter 11 ]  [ Chapter 12 ]  [ Chapter 13 ]  [ Chapter 14 ] [ Chapter 15 (End) ]  [ Epilog ] -Masih Lengkap Bisa di Download di Playbook Playstore-

pswm-1

Please Stay With Me (Hurt Love #2)  Dara & Revan Story…

[ Prolog ]  [ Chapter 1 ]  [ Chapter 2 ]  [ Chapter 3 ]  [ Chapter 4 ]  [ Chapter 5 ]  [ Chapter 6 ]  [ Chapter 7 ]  [ Chapter 8 ]  [ Chapter 9 ]  [ Chapter 10 ]  [ Chapter 11 ] [ Chapter 12 ]  [ Chapter 13 ]  [ Chapter 14 ]  [ Chapter 15 (End) ]  [ Epilog ] -Sebagian Part Sudah di Hapus-

mbeneww

My Brown Eyes (Hurt Love #1)  Hana & Mike Story….

[ Prolog ]  [ Chapter 1 ]  [ Chapter 2 ]  [ Chapter 3 ]  [ Chapter 4 ]   [ Chapter 5 ]  [ Chapter 6 ]  [ Chapter 7 ]  [ Chapter 8 ]  [ Chapter 9 ]  [ Chapter 10 ]  [ Chapter 11 ]  [ Chapter 12 ]  [ Chapter 13 ]  [ Chapter 14 ]  [ Chapter 15 ]  [ Chapter 16 (END) ]  [  Epilog  ] -Sebagian Part Sudah di Hapus-

LITD2

Love In The Dream (The Soulmate #1) – Brandon Story

[ Prolog ]  [ Chapter 1 ]  [ Chapter 2 ]  [ Chapter 3 ]  [ Chapter 4 ]  [ Chapter 5 ]  [ Chapter 6 ]  [ Chapter 7 ]  [ Chapter 8 ]  [ Chapter 9 ]  [ Chapter 10 ]  [ Chapter 11 ] [ Chapter 12 ]  [ Chapter 13 ]  [ Chapter 14 ]  [ Chapter 15 ] [ Chapter 16 ]  [ Chapter 17 ]  [ Chapter 18 ]  [ Chapter 19 End ]  [ Epilog ] -Sebagian Part Sudah di Hapus dan Bisa di download di PlayBook Playstore-

TAP2

That Arrogant Princess (The Soulmate #2) – Reynald Story

[ Prolog ]  [ Chapter 1 ]  [Chapter 2 ]  [Chapter 3 ]  [ Chapter 4 ]  [ Chapter 5 ]  [Chapter 6 ]  [ Chapter 7 ]  [ Chapter 8 ]  [ Chapter 9 ]  [ Chapter 10 ]  [ Chapter 11 ] [ C hapter 12 ]  [ Chapter 13 ]  [ Chapter 14 ]  [ Chapter 15 ]  [ Chapter 16] [ chapter 17]  [ Chapter 18 ]  [ chapter 19 ]  [ chapter 20 (End) ]  [Epilog ] -Sebagian Part Sudah di Hapus mau baca lengkap silahkan beli pdfnya di google playbook-

MCLN2

My Cool Lady (The Soulmate #3) – Aaron Story

[ Prolog ]  [ Chapter  1]  [ Chapter 2]  [ Chapter 3 ]  [ Chapter 4 ]  [ Chapter 5 ]  [ Chapter 6 ]  [ Chapter 7 ]  [ Chapter 8 ]  [ Chapter 9 ]  [ Chapter 10 ]  [ Chapter 11 ]  [ Chapter 12 ]  –  Chapter 13  –  Chapter 14  –  Chapter 15  –  Chapter 16   –  Chapter 17  –  Chapter 18  –  Chapter 19  –  Chapter 20 (End)  –  Epilog  –  Special Part the Badboys vs the soulmate

 -Sebagian Part Sudah di Hapus mau baca lengkap silahkan beli pdfnya di google playbook-

Zenny Arieffka(1)

My Young Wife (MBA Series #1) – Aldo & Sienna story.

[ Prolog ]  [ Chapter 1 ]  [ Chapter 2 ]  –  Chapter 3  –  Chapter 4   –  Chapter 5  –  Chapter 6  –  Chapter 7  –  Chapter 8  –  Chapter 9  – Chapter 10  –  Chapter 11  –  Chapter 12  –  Chapter 13  –  Chapter 14  –  Chapter 15  –  Chapter 16  –  Chapter 17  –  Chapter 18  –  cahpter 19  –  Chapter 20 (End)  –  Epilog

 -Sebagian Part Sudah di Hapus-

001mbm

My Beloved Man (MBA Series #2 ) – Raka & Felly Story.

Prolog  –  Chapter 1  –  Chapter 2  –  Chapter 3  –  Chapter 4  –  Chapter 5  –  Chapter 6 – Chapter 7 – Chapter 8 – Chapter 9 – Chapter 10 – Chapter 11 – Chapter 12 – Chapter 13 – Chapter 14 – Chapter 15 – Chapter 16 – Chapter 17 – Chapter 18 – Chapter 19 – Chapter 20(End) – Epilog – Behind the scene-Sebagian Part Sudah di Hapus-

TLKNew1

The Lady Killer 2 -The married life- Nessa & Dhanni Story speical Edition.

Prolog  –  Chapter 1  –  Chapter  2  –  Chapter 3  –  Chapter 4  –  Chapter 5  –  Chapter 6  –  Chapter 7 Chapter 8 Chapter 9Chapter 10Chapter 11Chapter 12(End)Epilog –  Masih Lengkap

MBTWCover2

My Beautiful The Witch (Roman Fantasi)  – Slow Update

[ All About Cast ]  [ Prolog ] [ Chapter 1 ]  [ Chapter 2 ] [ Chapter 3 ]  –  …..

sph1

Sang Pemilik Hati (New Version) – Romantic Story

Prolog  –  Chapter 1 Chapter 2 – …………

14222347_1441992722483939_834886626361997697_n

Love between us (Project kolaborasi With author wattpad @Cutelfishy)  Denny & Aira Story.

[ Prolog ]  [ Chapter 1 ]  [ Chapter 2 ]  [ Chapter 3 ]  –  Chapter 4  –  Chapter 5  –  Chapter 6  –  Chapter 7  –  Chapter 8  –  Chapter 9 Chapter 10 –  Chapter 11 – ……

 

Passion Of Love (Remake Fansfic The passionnte Of Love)

Prolog  –  Chapter  1  –  Chapter 2  –  Chapter 3  –  Chapter 4  –  Chapter 5  –  Chapter 6  –  Chapter 7  –  Chapter 8  –  Chapter 9  –  Chapter 10  –  Chapter 11  –  Chapter 12  –  Chapter 13  –  Chapter 14 – Chapter 15 – Chapter 16 – Chapter 17 – Chapter 18 – Chapter 19(end) – Epilog – -Sebagian Part Sudah di Hapus dan Bisa di download di PlayBook Playstore-

MH-01

Missing Him – Romance married life

Prolog  –  Chapter 1  –  Chapter 2  –  Chapter 3   –  Chapter 4  –  ……

Sweet in Passion (Dulu berjudul Full House) – Remake Fansfic korea “My Wife”

Prolog   Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4 Chapter 5Chapter 6 Chapter 7Chapter 8 Chapter 9Chapter 10Chapter 11 Chapter 12Chapter 13Chapter 14Chapter 15(End)Epilog -Masih Lengkap Bisa di download di Playbook Playstore-

ELena (The Bad Girls series #1)

PrologChapter 1Chapter 2 Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6 Chapter 7 –  Chapter 8Chapter 9Chapter 10 Chapter 11Chapter 12Chapter 13 Chapter 14Chapter 15 – chapter 16  – Chapter 17 – Chapter 18 – Chapter 19 – Chapter 20 – Chapter 21 – Chapter 22 – Chapter 23 – Epilog – (Sebagian sudah di hapus, jika ingin membaca lengkap silahkan beli pdfnya di playbook)

Evelyn (The Bad Girls Series #2) (Sudah di hapus, jika ingin membaca lengkap silahkan beli pdf aslinya di google playbook)

Prolog Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6 Chapter 7 Chapter 8Chapter 9Chapter 10Chapter 11 Chapter 12 Chapter 13Chapter 14 Chapter 15 Chapter 16 – Chapter 17 – Chapter 18 – Chapter 19 – Chapter 20 – Epilog (Sebagian cerita sudah di hapus untuk kepentingan peneribtan. Ebook bisa dibeli di google playbook, buku bisa dipesan melalui penulis)

Bianca (The Bad Girls Series #3)

PrologChapter 1 Chapter 2  – Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7 Chapter 8  – …… (Masih On Going)

Unwanted Wife (the Wedding series 1)

Prolog – Chapter 1 – Chapter 2 – Chapter 3 – Chapter 4 – Chapter 5 – Chapter 6 – Chapter 7 – Chapter 8 – Chapter 9 – Chapter 10 – Chapter 11 – Chapter 12 – Chapter 13 – Chapter 14 – Chapter 15 – Chapter 16 – Chapter 17 – Chapter 18 – Chapter 19 – Chapter 20 – Epilog (Sebagian cerita sudah di hapus, untuk membaca lengkap, silahkan beli pdfnya di google playbook/playstore)

Lovely Wife (The Wedding series 2 )

PrologChapter 1 Chapter 2 Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8 Chapter 9Chapter 10Chapter 11Chapter 12 Chapter 13  –  Chapter 14 –  Chapter 15 –  Chapter 16  –  Chapter 17 Chapter 18  –  Chapter 19  – Chapter 20  –  Epilog  (Sudah Di hapus sebagian untuk kepentingan penerbitan. Ebook bisa dibeli di google playbook. buku bisa dipesan di penulis.)

Future Wife (The wedding Series 3)

PrologChapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8 – Chapter 9 – Chapter 10 – Chapter 11 – Chapter 12 – Chapter 13 – Chapter 14 – Chapter 15 – Chapter 16 – Chapter 17 – Chapter 18 – Chapter 20 – Epilog – (Sudah di hapus sebagian karena kepentingan Penerbitan. Ebook bisa dibeli di Google Playbook)

Secret Wife (The Wedding Series #4 )

PrologChepter 1 Chapter 2Chapter 3Chapter 4 – Chapter 5 – Chapter 6 – Chapter 7 – Chapter 8 – Chapter 9 – Chapter 10 – Chapter 11 – Chapter 12 – Chapter 13 – Chapter 14 – Chapter 15 – Chapter 16 – Chapter 17 – Chapter 18 – Chapter 19 – Chapter 20 – Epilog (Sebagian cerita sudah di hapus untuk kepentingan penerbitan, Ebook bisa dibeli di google playbook, Buku bisa dipesan dengan penulis)

 

Samantha

PrologChapter 1 Chapter 2 Chapter 3Chapter 4 Chapter 5Chapter 6Chapter 7 Chapter 8Chapter 9 Chapter 10Chapter 11 Chapter 12Chapter 13 Chapter 14 Chapter 15Chapter 16Chapter 17 Chapter 18Chapter 19Chapter 20 – Epilog  (Sebagian part sudah di hapus- PDF bisa di beli di playbook)

Baby, oh Baby!

PrologChapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9 – Chapter 10 – Chapter 11 – Chapter 12 – Chapter 13 – Chapter 14 – Chapter 19 – Chapter 19 – Chapter 20 – Epilog (Sudah di hapus untuk kepentingan penerbitan, Ebook bisa dibeli di google playbook, buku bisa dipesan pada penulis)

 

Unbroken

Sudah tersedia Di Google PLay. dan tidak di update di Blog karena keperluan penerbitan. terimakasih.

My Handsome Devil (Justin & Caroline Story new version)

PrologChapter 1

Wedding Complication

(Coming soon )

 

#Untuk melihat Library OneShoot atau Kisah sekali baca langsung End, silahkan Klik DISINI Yaa…. heheheh Gomawo… ;*