Protected: The Passionate of Love (Chapter 8) – By. Mamabelladramalovers

Standard

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Faithful For Love – Chapter 1

Comments 10 Standard

ujiihiu87wuhsjhnqspagegsyd

Faithful For Love

 

Chapter 1

Youngji POV

Jika waktu di putar kembali, aku tak kan pernah ingin berdiri di sini, di kampus ini dengan segala kekuranganku dan segala ketidak percayaan diriku. Namaku Heo Youngji, Aku mahasiswi semester 2 jurusan bussnis di universitas Keimyung, Seoul. Sudah sekitar satu tahun aku kuliah di kampus ini. Enam bulan pertama kulalui dengan tenang. Tapi bulan-bulan selanjutnya hingga sekarang semuanya mulai kacau. Semua ini disebabkan oleh sahabatku yang bernama Khatrine Wang aku biasa memanggilnya Kate, dia berasal dari Hongkong. Apa yang terjadi dengannya..? dia memiliki seorang kakak bernama Jackson Wang. Memang dia tak setinggi Aktor Lee Min Ho, tak se Cute Kim Bum Atau se Hot TOP (big bang) Namun dia memiliki pesona ketiganya, wajahnya amat sangat tampan, bahkan mungkin mengalahkan ketampanan Choi Siwon. Dia sangat Cool, dan dia salah satu Namja paling di Gilai di universitas sebesar ini.

Awalnya aku biasa-biasa saja dengannya, karena jujur saja, aku bukan type orang yang suka bermimpi atau berangan-angan dengan namja seperti dia, hingga suatu saat ada suatu kejadian yang membuatku sial hingga saat ini.

Saat itu Aku akan mengerjakan tugas kerumah Kate, ini pertama kali aku kerumahnya. Dan rumah itu amat sangat besar. Ommo kate tak pernah bercerita kalau dia anak orang kaya. Kami mengerjakan tugas di Gazebo belakang rumahnya di sebelah kolam renang miliknya, Aigoo rumah ini benar-benar indah, pikirku saat melihat pekarangan rumah Kate yang sangat indah dengan bermacam-macam tanaman hias yang tumbuh di sana. 30 menit berlalu aku dikagetkan dengan kehadiran seorang namja yang hampir setiap pagi menghiasi majalah atau papan pengumuman kampus dan kini dia berdiri dihadapanku.. bahkan dalam keadaan setengah telanjang…? Ommo.. apa aku sedang bermimpi…? Tanpa sadar aku memperhatikan setiap gerak-geriknya, dia hanya sesekali meelihat kearah kami. So Cool… hanya kata itu yang pantas untuknya.

“Waeyoo..?” aku di kagetkan oleh pertanyaan Kate, dia memandangku dan memandang kakaknya secara bergantian.aku baru sadar kalau aku memandangnya dengan mulut ternganga. Aigooo apa yang terjadi dengaku..?? “Apa kau menyukainya..?”

“Mwoo,,,???” kataku sambil sedikit berteriak.

“Oppaku… apa Kau menyukainya…?”

“Aa… Anieyoo… kenapa kau berfikir seperti itu…?”

“Aiisshhh jujur saja,,, aku senang jika kau dekat dengannya.”

“Hyaaa… Katherine-Sshi… apa yang kau fikirkan cepat kerjakan tugasmu.” Aku berdiri sambil mengacak pinggang. Kate hanya tertawa melihat kelakuanku, apa aku lucu..?

“Kau tak perlu marah, aku hanya bercanda…” katanya sambil tertawa. “Tapi jujur saja, aku memang berniat mengenalkanmu dan menjodohkanmu dengan Oppaku.. Hahahah” lanjutnya sambil tertawa terbahak-bahak. Aku melihat Jackson Oppa keluar dari kolam renang dan melihat kearah kami. Kelihatannya dia ingin gabung bersama kami.

“Apa yang terjadi…?” teriaknya di sebrang kolam.

“Aniieyo Oppa… Youngji-Sshi hanya ingin berkenalan denganmu.” Kata kate masih dengan tertawa.

“Hyaa… Kate…” aku berlari kearahnya lalu menutup mulutnya. Tapi dia masih saja cekikikan, bahkan aku juga melihat Jackson Oppa tersenyum, ada apa dengan mereka,,,? Apa ada yang salah denganku…? Dengan penampilanku…? Aku sudah tak tahan lagi, aku amat sangat malu, mungkin wajahku sudah berubah merah seperti tomat. Sebelum Jackson Oppa sampai di tempat kami aku mengambil tasku dan bergegas pergi.

Namun ketika melewati Jackson Oppa entah mengapa aku tak berani menatapnya, mungkin terlalu malu, hingga aku tak melihat jalan, karena jalanku tergesa-gesa aku terpeleset dan hampir saja masuk ke dalam kolam. Hampir,,,? Iyaa hampir, karena ada sepasang tangan kekar yang menolongku, yang satu menarik salah satu tanganku satunya meraih pinggangku,dan dia adalah Jackson Oppa.

Beberapa detik aku melihatnya dengan posisi seperti orang yang sedang berdansa, lengkap dengan salahsatu kakiku yang menjulur ke atas. Satu hal yang aku tau sekarang. DIA TAMPAN TITIK. Mata tajamnya, alis tebalnya, hidung mancungnya, kulit halusnya, serta bibir sexynya, uh.. oh… aku ingin sekali mencicipinya. Tanpa sadar dia sedang mendekatkan kepalanya terhadapku. Apa yang akan dia lakukan..? apa dia akan menciumku…?

“Hahahha kalian benar-benar sangat serasi.” Teriakan kate menyadarkan kami. Aku dan Jackson oppa segera memandangnya secara bersama’an lalu kami saling berpandangan lagi dan tiba-tiba Jackson Oppa melepaskan pelukannya terhadapku. Dan….

Byyuuuuuuurrrrrr………….

Jackson POV

Siang ini seperti biasa, aku ingin berenang sepuasnya. Ketika aku sampai di kolam renang aku melihat adikku Kitty –panggilan sayangku terhadapnya- bersama temanya entah siapa itu berada di Gazebo dekat dengan kolam renang. Kelihatannya mereka akan mengerjakan tugas. Mereka tak kan menggangguku begitupun sebaliknya. Jadi aku akan berenang dan pura-pura tak melihat mereka.

Setelah beberapa putaran konsentrasikupun terpecah oleh teriakan-teriakan mereka, aku duduk di pinggira kolam renang, kulihat mereka sedang bercanda sambil tertawa satu sama lain. Aku tak pernah melihat Kitty sedekat itu dengan orang kecuali keluarga sendiri. Yah… aku dan Kitty sama, kami tak bisa terlalu dekat dengan orang-orang di sini karena terganjal oleh Bahasa, aku dan keluargaku baru sekitar 4 tahun pindah dari hongkong ke korea. Aku sangat menyukai budaya korea, orangnya pun ramah-ramah. Namun di tahun-tahun pertama aku sempat kesulitan dalam bergaul karena Bahasa. Akhirnya aku dan Kitty tak memiliki banyak teman hingga kini, kalupun ada itu hanya sekedar teman belajar, tak ada teman main.

“Apa yang terjadi..?” Akhirnya akupun tertarik untuk bergabung dengan mereka.

“Aniieyo Oppa… Youngji-Sshi hanya ingin berkenalan denganmu.” Hahaha jawaban Kitty membuatku tersenyum, sejak tadi sebenarnya aku juga sedikit melirik gadis itu, Youngji namanya. Dia melihatku dengan mulutnya yang ternganga. Sekarang mereka malah saling tindih sambil tertawa cekikikan, sungguh kekanak-kanakan. Tiba-tiba kulihat Youngji berdiri, mungkin dia ingin pergi, kulihat wajahnya merah sekali, apa dia gugup..? atau malu..? apa dia benar-benar ingin berkenalan denganku,,? Dia hanya menunduk mungkin tak melihat jalan hingga dia hampir saja jatuh terpeleset masuk kdalam kolam. Untung dengan cepat aku menariknya.

Namun apa yang terjadi, bukannya langsung berdiri dia malah memandangiku dengan tatapan anehnya. Satu kata yang dapat ku gambarkan dari eksspresinya saat ini, DIA IMUT. Aromanya wangi seperti paduan antara vanilla dan strawberry, bibihnya merah seperti buah ceri. Dan aku suka buah Ceri. Tiba-tiba aku mendengar Kitty berteriak, entah apa yang dia teriakkan. Aku menoleh padanya lalu menoleh kembali pada Youngji, Shiiitt…. Kenapa jarak pandangu jadi semakin dekat dengannya,.? Hidungkupun hampir bersentuhan dengan hidungnya, Apa aku tadi akan Menciumnya..? kenapa aku sampai tak sadar jika aku ingin menciumnya…? Siall… tanpa aba-aba kulepaskan saja peganganku terhadap tubuhnya dan Byuuurrrrrr….. dia jatuh kedalam kolam.

Beberapa detik berlalu, aku melihat Kitty berhenti tertawa sebentar, lalu dia melanjutkan tawanya ketika sadar bahwa temannya jatuh kedalam kolam, akupun ikut tertawa terbahak-bahak tanpa menyadari kondisi Youngji di dalam kolam. Cukup lama, aku juga sedikit mendengar Youngji berteriak- teriak minta tolong. Mwoo..? minta tolong…?

“Oppa… bagaimana…? Youngji tak bisa berenang.” Aku baru sadar ketika kitty sudah ada di sebelahku, memegang tangan kananku, menggoncang-goncangkannya. “Oppaa… tolonglah Youngji” Lanjutnya lagi dan aku baru sadar kalau Youngji sudah tenggelam. Secepat kilat aku masuk kembali kedalam kolam, setelah menemukannya kutarik tangannya lalu kubawa tubuhnya naik ke atas.

Aku melihat Kitty bingung dan ketakutan, wajah Youngji sudah pucat pasi, bibirnya membiru.

“Oppa bagaimana…? Apa Youngji akan selamat..?” Kitty mulai panic, dia mulai menangis.

Aku mencoba untuk mengeluarkan air dari dalam tubuhnya dengan menekan-nekan keras  dadanya. Dia masih saja tak bereaksi, lalu aku mencoba memberinya nafas buatan, sekali, dua kali, tiga kali, bahkan berkali-kali dia masih saja tak bereaksi. “Come on Youngji-yaa.. kau harus beernafas lagi.” Geramku, Aku mulai panic, dan menekan dadanya lebih keras lagi.

“Oppa… bagaimana ini…” Kitty makin menjadi-jadi  dengan merangkul lenganku, aku tau dia ketakutan..

“Diamlah… aku masih berusaha.” Teriakku padanya, aku tak pernah sekasaar ini dengan adikku. Tiba-tiba aku melihat Youngji mengeluarkan air dari mulutnya, itu tanda kalau dia mulai membaik, aku masih menekan-nekan dadanya dan sesekali memberinya nafas buatan, ketika aku memberinya nafas buatan tiba-tiba dia membuka matanya, tepat saat bibirku menempel dengan bibirnya, mata kamipun saling pandang. Aku merasakan detak jantungku yang mulai berdetak cepat seakan-akan mau meledak, mungkin aku terlalu panic dan takut, atau apa aku terlalu gugup..? tidak.. aku tak pernah gugup ketika berhadapan dengan perempuan.

Lalu kurasakan dia mendorong dadaku sekuat tenaganya sehingga aku terjatuh kebelakang. Apa yang dia lakukan, apa dia tak tau kalau aku sudah menyelamatkan nyawanya…?

___TBC___

Synopsis  – Next Chapter

 

 

Faithful For Love – FF Jackson (Got7) – Youngji (Kara)

Leave a comment Standard

ujiihiu87wuhsjhnqspagegsyd

 

Faithful For Love

 

Cast      :   Jackson Wang  (Got7)

               Heo Youngji   (Kara)

Genre    :   Romance

Author   :    Zenny Arieffka

NB
:  
Sebenarnya sebagian dari story Faithful For Love ini adalah sebagian dari kisah
nyata author (tapi tidak semua yaa.. ada sebagian saja). Untuk tokohnya kenapa
saya pilih Jackson sama Youngji karena ada salah satu teman di Fb saya yang
minta di bikinkan FF tentang mereka, setelah saya lihat ternyata karakter
mereka di story saya ini cukup cocok. Okeh langsung saja, sebelumnya saya minta
maaf jika storynya kurang greget di hati para Readers, belum lagi bahasanya
yang banyak salah atau alur yang kurang nyambung, (heheeh banyak banget
kurangnya). Yang jelas tujuan author di sini hanya untuk menghibur. Gomapta
udah mampir ke blog saya,, And Happy Reading….

 

Synopsis

 

Heo Youngji, gadis Korea ini sangat senang ketika mempunyai seorang sahabat yang di kenal di kampusnya, Katherine Wang. Apalagi ketika tau bahwa Kate mempunyai kakak paling ngetop di kampus, Jackson Wang. Youngji yang tak suka dengan pria-pria tipe Jackson Inipun dibuat terpesona oleh Jackson ketika dia sering berhubungan dengan Kate, adik Jackson.

Mereka akhirnya semakin dekat apalagi dengan di jodohkan oleh Kate, namun keduanya seringkali mengingkari perasaan masing-masing, karena youngji masih minder dengan dirinya sendiri sedangkan Jackson masih bimbang dengan dilemma antara Youngji dan kekasihnya yang ada di Hongkong.

Suatu ketika Jackson diharuskan pulang ke hongkong dengan seluruh keluarganya, dia tak yakin apakah harus kembali kekorea lagi atau tidak. Situasi itu membuat Youngji patah hati berkepanjangan. Hingga 5 tahun kemudian mereka dipertemukan lagi dalam keadaan yang berbeda,.

Apakah mereka akan mempersatukan cinta yang sempat tertunda..? kisah ini mengisahkan Kesetiaan antara dua hati meski mereka tak saling terikat satu sama lain. Semoga dapat menghibur hati para readers…

Go to Chapter 1

 

 

The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 4

Comments 6 Standard

 

TLK Cover

 

Chapter 4

Nonton.

Pagi ini… aku udah beberapa kali menguap, mataku sampek berair, aku ngantuk. Semalam aku begadang, Opss bukan begadang, tapi gelisah dengan perasaanku sendiri. Aku nggak tidur semalaman, jadi wajar aja kalau pagi ini aku ngantuk.

Saat aku melihat ke halaman kampus, dari kejauhan aku melihat seorang cowok keren yang lagi tersenyum ramah dan melmbaikan tangannya padaku, yah,, dialah kak Reno. Aku membalas senyuman dan lambaian tangannya. Dia menuju ketempatku, jujur aja aku suka dngan sikap ramah kak reno, tapi aku nggak punya perasaan lebih, aku nggak merasakan desiran-desiran aneh terhadapnya, aku juga nggak gugup saat berada di dekatnya, sangat beda saat aku berada di dekat kak Dhani, aduhh.. kenapa aku mikirin dia lagi.

“pagi…” sapa kak reno lembut.

“pagi juga..” balasku.

Aku celingukan kesana-kesini, mencari-cari sesuatu, bukan sesuatu, tapi seseorang. Seseorang yang membuat aku terjaga semalaman. Tapi kayaknya dia nggak ada.

“kamu cari siapa..?? cari Dhani..??” Tanya kak Reno mengagetkanku.

“ahh.. enggak, kok tumbben aja kalian nggak barengan.” Aku nge-les.

“kayaknya dia nggak masuk nanti.” Nggak tau kenapa aku kecewa dengan jawaban kak Reno. Tapi.. kenapa aku harus kecewa..

“Ooo iya, nanti malam kamu ada acara nggak..?? emm.. bagaimana kalau kita nonton, ada film baru lohh yang sedang di puter.”

“emmm… aku nggak yakin kalau aku ada waktu.” Aku berusaha menolak dengan halus.

“Ayolah… pliss.. pliss..” kak reno memohon sambil memelas.

Sebenarnya aku nggak tega, tapi aku masih menggeleng halus, jujur saja, aku malas dengan acara-acara kencan seperti itu, bagiku itu sangat membosankan. Kalaupun aku mau ikut nonton, aku nggak yakin aku dapat menikmati filmnya dengan perasaan yang nggak karuan seperti ini.

“pliss,, ness,,, kita nanti nggak sendirian kok, kita akan Double date sama Dhani, aku udah janjian sama dia, masak iya sih aku batalin janjiku.” Kata kakreno yang membuatku kaget stengah mati.

“apa..?? kak dhani..?” bodoh… bodoh… lagi-lagi aku keceplosan, meneriakkan nama kak Dhani seakan-akan Cuma hal itu yang menarik hatiku saat ini.

“iya.. emangnya knapa kalau sama Dhani..?” kak reno Tanya sambil menaikkan sebelah alisnya, aku tau dia curiga.

“nggak pa pa, emangnya dia nanti sama siapa kak..??” aku mengalihkan perhtian.

“nggak tau sama pacarnya yang mana lagi, yang jelas dia nggak sendiri.”

Deggg……  kenapa yaa aku nggak suka sekali sama jawaban kak Reno kali ini, rasanya bikin aku sesak. Aku termangu sejenak, kenapa lagi ini.. sejak awal aku kan sudah tau kalau kak Dhani itu pacarnya banyak, tapi kayaknya aku masih belum bisa terima kenyataan itu. “gimana Ness.. kamu mau kan pergi nonton sama aku..??” lagi-lagi kak Reno mengagetkanku dari lamunan.

“Emmmm ya udah deh.. nanti aku usahain.” Jawabku pasrah.

“nahh… gitu dong.. kamu emang Cewek penurut..” kata kak Reno sambil mencubit gemas kedua pipiku, lalu dia pamit pergi karena aka nada kelas, saat kak Reno pergi, aku memandangi punggungnya, merasa kasihan.

___***___

Malamnya…

Sebenarnya aku nggak bisa dandan, tapi malam ini aku dandan seadanya. Nggak ada yang special dengan dandananku, aku masih sama, rambutku ku kuncir satu di belakang, pakai celana jeans, bedanya kali ini aku nggak pakek kaos oblong atau kemeja. Nggak tau kenapa aku pengen pakai baju yang lebih feminim, ingin mempeerlihatkan lekuk tubuhku pada seseorang. Apa aku dandan untuk Kak Reno..?? enggak.. enggak… kayaknya bukan untuk dia dehh…

Saat aku menunggu kak Reno di depan rumah, aku melihat ada sorot lampu mobil yang sangat terang. Aku tau itu mobil kak reno. Aku berdiri dari dudukku dan berjalan menghampirinya. Dia keluar dari mobilnya. Ingin masuk kedalam buat pamitan sama orang tuaku, tapi aku larang. Mama pasti nggak bakal kasi ijin aku keluar sama cowok lain selain si Mr. X calon suamiku itu.

Aku melihat hari ini kak Reno ganteng, kelihatan lebih Rapi. Kami pun menuju ke gedung bioskop tempat kak Reno janjian sama kak Dhani.

Sesampainya di bioskop,…

Aku melihat ada seorang cowok dan seorang cewek yang sedang menunggu kami. Cowok itu sangat tampan dengan pakaian santainya, T-shirt hitam dan celana pendek selututnya membuat dia jadi cowok yang paling keren di bioskop itu malam ini. Pakai sandal santai, dan pakai topi. Senyumnya tetap yang paling mempesona bagiku. Sedangkan si cewek… astaga… so sexy… dia pakai T-shirt  juga, bedanya kaosnya sangat ketat, memperlihatkan lekuk tubuh profesionalnya, dia memakai Rok berbahan Levis yang panjangnya jauh di atas lutut, memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih mulus. Rambut lurus panjangnya diurai indah serta sepatu hak tingginya membuatnya menjadi wanita yang sangat cocok berdiri disamping cowok yang sangat perfect di sebelahnya.

Aku minder… Cuma bisa menunduk melihat keadaanku yang menyedihkan ini. Hatiku rasanya di remas-remas saat menyadari kenyataan itu di depan mataku… ‘aku nggak pantas untuknya,,,’ what…?  Apa yang sdang ku pikirkan. Aku melihat kak Dhani melambai pada kak Reno, kamipun menuju tempat kak Dhani berdiri. Kenapa rasanya hatiku mau meledak saat aku semakin dekat dengannya..?

Setelah dekat, aku baru tau, kalau cewek itu adalah kak Maria, satu angkatan sama kak dhani dan kak Renno. Dia adalah cewek terkeren dan tercantik di kampus. Wajar saja kalau kak Dhani memacarinya. Mereka kelihatan cocok sekali. Dan astaga… kalau dilihat dari dekat kak maria sangat sangat menawan. Bagaikan Dewi yang turun dari langit. Aku saja yang sama-sama cewek sangat mengakui kecantikan dan kemolekan tubuhnya, apalagi kak Dhani yang Notabene adalah sang penakhluk wanita, si playboy dari Cassanova, The Lady Killer.

Setelah ngobrol sebentar, kamipun masuk ke Ruangan yang memutar film yang akan kami tonton, tak tau mereka tadi bicara tentang apa karena aku juga asyik dengan fikiranku sendiri. Bahkan film yang akan kami tonton inipun – yang katanya romantis – aku sama sekali tak tertarik. Lalu kenapa tadi aku meemutuskan ikut nonton walau aku tau aku tak tertarik sama skali dengan film ini…? Tiba-tiba aku mulai merasa menyesal ikut acara yang membosankan ini.

Didalam ruangan… jujur aku merasa tidak nyaman dudu di posisi seperti ini. Kak dhani berada di sebelah kiriku, namun kak Reno berada di sebelah kananku. Sedangkan kak Maria, dia berada di sebelah kiri kak Dhani, memeluknya dengan erat. Mungkin dia takut kalau kak dhani kabur bahkan suka sama wanita lain. Huufftt… bikin panas mata aja. Filmpun akan di mulai. Lampu ruangan itupun sudah di matikan.

Setelah lampu dimatikan, aku merasakan ada seseorang yang memegang tanganku, bukan tangan kananku tapi tangan kiriku. Aku melihatnya, ternyata… ohh astaga… kak Dhani sedang mencengkeram erat telapak tangan kiriku, dia mencengkeramnya saat dia sedang berpacaran dengan ceweknya.. apa coba yang dia maksud.

Menit demi menit aku lalui dengan hati berdebar-debar. Aku mencoba melepaskan cengkeraman kak dhani, tapi nihil. Dia malah semakin erat mencengkeram tanganku tanpa sedikitpun menoleh padaku. Aku measakan tanganku makin berkeringat karena gugup, takut ketahuan. Tiba-tiba aku merasakan hal yang sama, yaitu seseorang mencengkeram telapak tanganku, namun kali ini tangan kanan. Pas aku lihat ternyata kak Reno yang melakukannya. Rasanya hatiku mau meledak, apa yang mereka lakukan.. apa mereka mau membuatku gila…?

Tiba saatnya adegan romantic di film tersebut, pertama Cuma Kissing-kissing biasa, lalu berubah menjadi Hot, lalu berubah lagi menjadi adegan ranjang. Dan kali ini aku merasakan tangan kak Dhani mencengkeramku dengan sangat erat, hampir saja aku memekik kesakitan. Aku menoleh padanya. Dan ternyata… aku benar-benar tak percaya apa yang aku lihat. Dia Berciuman dengan kak Maria.. ciuman yang sangat Hot.. sampai-sampai aku melihat kak maria melingkarkan lengannya ke leher kak Dhani. Astaga… aku benar-benar tak percaya dengan apa yang kulihat, dia melakukannya, di hadapanku, bahkan ketika baru kemaren malam dia menciumku, sekarang dia mencium wanita lain sambil menggenggam tanganku… lelaki ini benar-benar tak punya perasaan. Entah kenapa rasanya hatiku ada yang mencabik-cabik, rasanya aku pengen teriakkan ‘JANGAN LAKUKAN ITU DI HADAPANKU’ sekeras-kerasnya, rasanya pengen menampar lelaki itu bahkan menjambak rambut wanita itu, dan rasanya ada yang akan menetes di antara pipiku. Tidak,, aku tak boleh menangis, apa lagi di sini. Apa hak ku..?

Reflek aku melepaskan genggaman kak Reno, lalu melepaskan genggaman erat kak Dhani, kak Reno kaget.

“ada apa..?” Tanya kak reno sambil memandangku.

“emmm aku  mau ke toilet dulu kak.” Kataku banyak alasan.

“mau ku antar..?” tanyanya lagi.

“ohh nggak perlu kak, sebentar aja kok.” Kataku sambil berdiri. Kelihatannya kak Dhani kaget juga dengan reaksiku, sampai-sampai dia menyudahi acara bermesraannya dengan kak maria. Tapi belum sempat dia mengatakan sepatah katapun aku sudah lari ke pintu keluar, menghilang di balik gelapnya ruangan itu.

Di luar ruangan, bukannya menuju toilet, aku malah menuju pintu keluar. Entah kenapa yang terpikirkan olehku saat ini adalah pulang dan menangis sepuas-puasnya di kamar. Entah apa yang ku tangiskan aku juga tak tau, yang jelas malam ini aku pengen menangis, alasan untuk kak Reno mengapa aku meninggalkan mereka bisa difikir nanti..

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter